Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 76


__ADS_3

Diana tak berkata sepatah katapun dan tak mengelak saat reyhan menyandarkan kepalanya pada pundak diana.


Dia ada masalah apa ya? Udah deh biarin aja di nyandar bentar walaupun sebenarnya aku risih sih tapi biarin aja deh batin diana.


Tak lama mereka sampai ditujuan yaitu kantor reyhan. Diana pun melirik kearah reyhan yang ternyata tertidur. Diana menatap tajam wajah reyhan sambil tersenyum sendiri.


Kalau dia lagi tidur begini kelihatan manis banget sih batin diana yang spontan memujinya. Lalu pun diana tersadar lalu mencoba membangunkan reyhan.


" Rey, bangun kita udah sampai" ujar diana sambil menggoyangkan tubuh reyhan.


Reyhan membuka matanya perlahan dan melirik kearah wajah diana yang membuatnya tersenyum.


" I love you so much sayang" ujar reyhan yang masih setengah sadar dan hendak mencium diana tapi diana segera mengelak dan mendorong reyhan menjauhinya.


" Aukh..." Rintih reyhan karena tubuhnya terlempar lumayan keras dekat pintu mobil " Diana, kok kamu dorong aku sih"


" Ehehe.. sorry rey, gak sengaja. Oh ya, kita udah sampai kantor kamu" jawab diana.


Reyhan pun melihat sekelilingnya dan mendapati memang mereka telah sampai.


" Pak tolong ambilkan jaket saya di jok mobil" ujar reyhan pada sopirnya.


" Baik tuan" jawab sopir tersebut sambil mengambil jaket reyhan lalu ia segera memberikannya pada reyhan. Reyhan segera memakaikannya pada diana. Diana hanya menurut saja apa yang dilakukan reyhan padanya. Kemudian reyhan pun turun dari mobil, ia membukakan pintu mobil diana mengisyaratkan diana untuk turun tapi diana tak mau.


" Diana"


" Rey, wajah aku kan masih kelihatan" jelas diana.


Reyhan kemudian menggendong diana yang membuat diana menyembunyikan lagi wajahnya pada dada bidang reyhan. Saat memasuki kantor semua mata tertuju pada mereka. Radit dan clarisa yang sedang berbincang-bincang pun tampak terkejut melihat reyhan menggendong seorang wanita ke dalam ruangannya.


Siapa dia? Bukannya reyhan hanya mencintai diana ya tapi kenapa dia malah menggendong seorang wanita dan itupun hanya menggunakan piyama yang ditutupi jaket. Aku harus cari tau siapa wanita itu. Masa aku kalah sih sama wanita biasa kayak dia batin clarisa kesal.


Melihat clarisa yang kesal, radit langsung menarik wajah clarisa agar melirik kearahnya.


" Radit, kamu apa-apaan sih?" Pekik clarisa.


" Kamu kenapa?"


" Gak apa-apa. Oh ya, cewek yang digendong sama pak bos itu siapa dit?" tanya clarisa mencoba menggali informasi.


" Kamu bisa gak sih, sekali aja gak usah kepo masalah pak bos reyhan" balas radit.


" Emang kenapa? Kamu cemburu ya" goda clarisa.

__ADS_1


" Iya" jawab adit sambil menatap clarisa tajam yang membuat clarisa kaget akan jawaban radit.


" Gak lucu becanda kamu" seru clarisa mengalihkan pandangannya.


" Menurut kamu aku bercanda atau gak? Kamh tau sendiri gimana aku saat bercanda dan enggak cla" balas radit. Clarisa terdiam mendengar perkataan radit. Ketika ia ingin menjawab perkataan radit, ponsel radit pun berdering yang membuat radit pergi menjauhi clarisa untuk mengangkat telponnya.


Clarisa merasa lega karena telpon itu melepaskannya dari radit.


Aku tau kamu lagi gak becanda dit. Sepertinya kamu masih belum move on dari aku, tapi bukankah kami sudah lama putus dan juga radit kan tau kalau aku menyukai reyhan. Kenapa dia masih belum menyerah juga sama aku, padahal aku selalu ngehina dan nolak dia mentah-mentah batin clarisa. Clarisa pun tak mau ambil pusing memikirkan tentang itu, dia segera melanjutkan pekerjaannya.


Sementara itu diana dan reyhan kini telah sampai diruangan. Reyhan pun menurunkan diana di atas sofa dan reyhan menuju meja kerjanya.


" Rey, guna aku disini apa coba? Lebih baik aku dirumah kan dari pada disini"


" Guna kamu disini banyak na karena kamu itu hal terpenting dalam hidup aku"


Mulai deh ni anak pakai kata-kata alaynya, sumpah ya bosan banget disini cuma duduk doang kayak orang bego batin diana kesal.


" Rey, aku pengen mandi ni. Badan aku lengket banget rasanya"


" Yaudah tinggal mandi aja disana na atau mau aku temenin" balas reyhan sembari menggoda diana.


Dasar mesum! Kenapa aku ikut dia ya? Sumpah nyesel banget batin diana kesal.


" Baju aku gimana rey?" tanya diana.


" Tadi aku udah nyuruh pengawal buat ngambil baju kamu kok, palingan bentar lagi juga nyampai" jawab reyhan yang masih fokus mengetik.


Diana kembali duduk disofa yang membuat reyhan heran dan berhenti mengetik.


" Gak jadi mandi na?"


" Aku nunggu baju dulu"


" Kan bisa aku kasih nanti"


Tuh kan! kelihatan banget modusnya batin diana.


" Gak mau. Aku mau nunggu bajunya aja dulu" kekeh diana.


" Yaudah terserah kamu deh na" balas reyhan yang kembali melanjutkan tugasnya.


Dilain sisi ternyata maya sudah menyiapkan sebuah rencana besar untuk menghancurkan reyhan.

__ADS_1


Diruang tamu tampak arsen dan maya sedang duduk sementara tika sedang bersiap-siap karena arsen ingin mengajaknya keluar.


" Arsen"


" Iya tante"


" Panggil mami aja nak, sebentar lagi kamu kan jadi anak mami juga"


" I-iya mi" ujar arsen yang tampak gugup karena ia sangat bahagia diterima oleh maminya tika.


" Kamu sangat menyayangi tika kan"


" Iya mi"


" Kamu mau dong lakuin apapun buat tika"


" Pasti mi, bahkan nyawa pun bakalan arsen kasih kalau tika butuhin"


" Mami gak minta nyawa kamu arsen. Mami cuma mau kamu ngelakuin sesuatu buat mami"


" Apa mi?"


" Kalau kamu benar-benar sayang dan cinta sama tika kamu harus membuat perusahaan reyhan hancur"


" Apa? Tapi itu hal yang mustahil mi"


" Bukannya perusahaan kamu dan perusahaan reyhan sekarang sedang bekerjasama membuat proyek yang begitu besar. Mami mau kamu hancurkan proyek itu"


" Tapi mi itu bisa berpengaruh juga sama perusahaan papa"


" Kalau kamu gak mau ya mami gak bisa ya ngasih anak mami buat kamu karena ngelakuin hal kecil gini aja kamu gak bisa apa lagi jagain anak kesayangan mami"


Arsen tampak dalam dilema yang begitu besar karena ia harus memilih antara cinta dan keluarganya. Arsen memang tidak akrab dengan keluarganya tetapi dia juga tak mau keluarganya dalam masalah apalagi jika kerjasama yang sedang dijalankan sekarang hancur itu bisa membuat dua perusahaan bermasalah.


" Bagaimana arsen?" desak maya yang sangat berharap arsen akan melakukannya.


" Apa arsen bisa pikir-pikir dulu mi?" Jawab arsen.


" Gak bisa sayang, kamu harus jawab sekarang juga"


" Arsen gak bisa ngelakuin itu mi karena papa bisa dalam bahaya juga nanti"


" Berarti kamu menolak permintaan mami. Oke, kalau begitu mulai saat ini jangan temui tika lagi karena mami gak mau anak mami hidup sama orang lemah kayak kamu" tegas maya yang terlihat kecewa pada jawaban arsen.

__ADS_1


__ADS_2