
Radit langsung menarik tangan clarisa.
" Dit, kamu disini?" seru clarisa terkejut dengan kedatangan radit.
" Kenapa? kamu gak suka aku datang kesini"
" Dit, kenapa ngomong begitu sih? kamu kenapa sih?"
" Kamu yang kenapa cla? baru aja aku tinggal sebentar udah deket aja sama ob gini"
" Dit, kamu ngomong apaan sih?" pekik ocha kesal. Ocha kemudian menarik tangan clarisa dan membawanya kedalam ruangannya.
" Cla, kenapa kamu baik banget sama dia ha? kamu ada hubungan apa sama dia? apa jangan selama aku ninggalin kamu, kamu jalin hubungan sama dia" ujar radit yang terbawa emosi. Mendengar hal itu tentu membuat clarisa tidak terima dan langsung menampar pipi radit.
" Radit! kamu dengerin aku baik-baik ya! aku gak pernah ada hubungan sama cleaning servis itu. Dulu aku emang salah karena suka gangguin reyhan tapi kamu tau penyebabnya kan. Aku gak habis pikir ya sama kamu dit kenapa pikiran kamu sedangkal ini ha! " jelasnya kesal.
" Kamu yang buat aku begini cla" balas radit sambil memperlihatkan foto yang tadi diterimanya dari nomor yang tidak dikenal. Clarisa sangat terkejut melihat foto itu.
" Dit, ini gak seperti yang kamu pikirkan! aku bisa jelasin semuanya"
" Jelasin apa cla?"
" Kamu seharusnya berterimakasih sama cleaning servis itu karena berkat dia aku gak jadi dipukul sama papa!" pekik ocha. Ekspresi wajah radit seketika berubah mendengar perkataan clarisa.
" Maksud kamu apa?"
" Papa tadi datang dan minta uang sama aku. Aku gak mau kasih ke papa karena aku tau papa pasti mau makai uang itu buat judi lagi. Papa emosi dan hampir mukul aku tapi cleaning servis itu nolong aku. Aku berani sumpah sama kamu dit, aku beneran gak ada hubungan apa-apa sama dia. Aku kasih makanan kedia itu cuma sebagai terimakasih aku aja ke dia dit" jelas clarisa yang membuat radit mengerti. Dia kemudian memeluk clarisa dengan erat.
"Maafin aku sayang, aku terlalu emosi makanya gak bisa bedain mana yang benar dan salah"
Ocha kemudian melepaskan pelukannya dan menatap radit pekat.
" Kamu sendiri kenapa bisa disini? bukannya kamu bilang tadi masih diluar kota"
" ehehe.. itu aku mau kasih suprise buat kamu sayang. Aku minta libur hari ini sama pak bos eh tiba-tiba masuk pesan begini makanya aku langsung nyusul ke kantor" Ujar radit sambil melingkarkan tangannya pada pinggang clarisa " Sayang, kamu tau aku bawa sesuatu buat kamu?"
__ADS_1
" Apa?"
Radit kemudian mengeluarkan sebuah jam tangan dari sakunya.
" Jam"
" Iya sayang, aku beli couple dan kamu tau ini jam edisi terbatas makanya aku langsung gercep buat beli untuk kamu. Aku tau kamu pasti suka kan sayang"
" Suka sih tapi apa ini gak terlalu berlebihan dit, uangnya kan sayang"
" Gak apa-apa sekali-kali sayang, aku pakein ya" seru radit memakaikan jam tersebut ke tangan clarisa. Mereka kemudian saling berpelukan satu sama lainnya.
Sementara itu, ocha terlihat sangat bosan berada dikamar karena hanya menatap jason yang sedang tertidur.
" Bosan banget sih disini, udah dirumah liatnya ni anak eh sekarang lihat dia lagi bikin mood ancur aja" decihnya kesal. Dia kemudian keluar dari kamar dan pada saat bersamaan ternyata adam juga keluar dari kamarnya.
Aduh, kenapa harus barengan sama dia coba? batin ocha. Dia kemudian berpura-pura tak melihat adam walaupun mereka kini satu lift.
" Ocha"
" Jangan ganggu aku dam, kamu lupa ya aku udah nikah jadi tolong hargai pasangan aku ya" pekik ocha kesal.
Eh tumben dia ngomong gitu, apa jangan-jangan adam kesambet ya biasanya dia selalu paksa aku ninggalin jason ini baru bentar aja dikamarnya langsung berubah gini batin ocha tak percaya.
" Kamu serius?" tanya ocha.
" Iya cha, aku tau kayaknya kamu beneran bahagia sama jason makanya aku bakalan coba buat ikhlasin kamu sama dia tapi.."
" Tapi apa?"
" Kita masih bisa jadi temen kan dan kamu juga bisa kayak biasa aja kan sama aku" pinta adam.
" Temenan"
" Iya aku janji gak lebih dari temen kok"
__ADS_1
Gak apa-apa kali ya kalau cuma temenan sama adam lagian aku juga masih bisa dekat sama dia kan walaupun cuma teman batin ocha.
" Oke kita temenan dan gak lebih ya. Aku juga gak mau kamu sama jason berantem "
" Iya cha, aku gak akan berantem kok sama dia"
Aku bakalan berusaha gimana pun caranya buat dapatin kamu cha karena kalau aku terus maksa kamu aku yakin kamu bakalan ngejauh dari aku cha jadi aku bakalan buat kamu balik ke pelukan aku secara perlahan batin adam.
" Kamu mau kemana cha? kok ga bareng sama jason" tanya adam penasaran.
" Aku mau jalan-jalan aja keluar, jason lagi tidur kayaknya kecapekan deh. Aku gak tega bangunin dia makanya aku keluar aja bentar buat jalan-jalan sendiri" jelas ocha.
" Aku temenin kamu boleh gak"
" Kayaknya gak usah deh dam, kamu itu artis ntar kalau ada yang lihat bisa berabe kan jadi masalah besar lagi. Lebih baik kamu pergi ke tujuan kamu aja ya" tolak ocha.
Mereka akhirnya sampai lobby, ocha segera keluar dari lift dan berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar. Adam yang takut ocha kenapa-kenapa akhirnya mengikutinya secara diam-diam.
Mama emang paling bisa ya milih tempat, bagus banget pemandangan disini. Seandainya aja aku pergi sama orang yang aku cintai pasti bakalan bahagia banget batin ocha berharap.
Dia kemudian duduk dibangku dekat situ sambil memeriksa ponselnya yang ternyata ada notif whatsapp dari mama jason.
Mama mertua : Kalian udah sampai nak?
Me : Udah ma, maaf ya ma baru ngabarin soalnya baru liat ponsel
Mama mertua : Oh begitu, yaudah kalian have fun disana ya sayang. Jangan lupa pulangnya harus bawa jason junior buat mama ya
Boro-boro jason junior ma, deket sama dia aja rasanya males banget batinnya kesal.
Me : Mama tenang aja, aku sama jason bakalan berusaha disini kok ma
Mama mertua : Yaudah sayang kalau gitu kalian nikmati aja honeymoon kalian ya kalau bisa sekali buat langsung jadi nak
Mertua gue emang otaknya 18+ deh kayaknya, bisa-bisanya dia bilang begitu batin ocha.
__ADS_1
Ocha tak membalas pesan dan memasukkan ponselnya kedalam kantong lalu ia kembali menatap pemandangan indah dihadapannya. Dia menghirup udara segar yang ada disana lalu menutup matanya.
" Ibu, ayah. Ocha kangen banget sama kalian" ucapnya sambil menutup kedua matanya. Tanpa sadar air matanya menetes kala ia mengingat kedua orangtuanya.