
Tak lama kemudian mobil tersebut berhenti tepat didepan rumah arsen.
" Lo kenapa bawa gue pulang sih sov!" Pekik arsen kesal.
" Arsen, papa sama mama lo itu khawatir banget sama lo karena lo gak pernah pulang. Gue tau mungkin emang lo lagi gak baikan sama bokap lo tapi nyokap lo gimana ar? Dia selama ini gak ada masalah apapun kan sama lo. Kenapa lo harus nyiksa dia ar?" Jelas sovia.
" Tapi sov..." Belum selesai arsen berbicara sovia langsung memotongnya.
" Gak ada tapi... tapi lagi ar, pokoknya sekarang lo harus ketemu sama nyokap lo" tegas sovia.
Mereka terus saja berdebat didalam mobil tersebut.
Sementara itu pengawal yang mengantarkan baju diana telah sampai dan memberikan baju tersebut pada diana. Diana segera bergegas mandi sedangkan reyhan sibuk mengerjakan tugas kantornya.
Saat sedang mandi diana selalu memperhatikan setiap sudut ruangan karena takut reyhan meletakkan cctv untuk mengintip dirinya.
Tak lama diana kemudian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dikepalanya karena ia membasahi rambutnya. ia juga merasa begitu terganggu dengan pakaian yang dipakainya.
Diana segera menghampiri reyhan yang masih sibuk mengetik.
" Rey, kamu sengaja ya pilih baju kayak gini" ujar diana yang merasa tak nyaman dengan baju yang dibawakan oleh pengawal tadi. Memang salah dirinya juga tidak memeriksa terlebih dahulu baju tersebut dan langsung membawa masuk kedalam kamar mandi.
" Emang kenapa bajunya na?" tanya reyhan yang masih fokus dengan ketikannya.
" Makanya lihat dulu sini, bajunya terlalu terbuka gak sih rey dan aku gak suka" jawab diana kesal.
Reyhan pun menoleh kearah diana dan memandang diana dari atas hingga kebawah. Ia begitu terpesona melihat diana dengan dress berwarna putih yang panjangnya diatas lutut diana. Sedangkan diatasnya ditutup oleh diana menggunakan jas reyhan yang tadi dibawanya juga kedalam kamar mandi.
" Aku rasa cantik kok" ujar reyhan yang terus memandangi diana tanpa berkedip.
Dasar mesum!! Pasti dia sengaja milih baju ini kan. Kenapa aku gak sadar dari tadi sih malah nanya ke dia batin diana kesal.
Ketika diana hendak pergi reyhan menarik tangannya hingga jatuh keatas pangkuan reyhan. Perlahan reyhan melepaskan lilitan handuk yang ada di kepala diana hingga membuat rambut diana terurai.
" Kamu ngapain sih rey? Lepasin aku!" Pekik diana kesal sembari meronta-ronta melepaskan dirinya dari pelukan reyhan yang erat.
__ADS_1
" Sssttt " ucap reyhan meletakkan jari telunjuknya pada bibir diana. Reyhan kemudian menggendong diana keatas sofa. Lalu ia tampak mencari sesuatu di lemari besar yang berada dibelakang meja kerjanya.
Dia mau ngapain sih? batin diana bertanya-tanya karena ia begitu penasaran dengan apa yang akan dilakukan reyhan.
Reyhan kemudian menghampiri diana sambil membawa hairdryer ditangannya.
" Duduk yang bener" perintah reyhan.
" Aku bisa sendiri rey" ujar diana.
Tetapi reyhan tak mengacuhkan permintaan diana dan membantu diana mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
Kenapa bisa ada hairdryer dikantor dia? Apa dia sering mandi dikantor ya batin diana menerka-nerka.
Entah kenapa saat rambut diana dipegang ia merasa begitu nyaman dan tenang serta membuatnya mengantuk. Reyhan merasa senang karena diana menyukai apa yang dilakukannya.
" Diana" panggil reyhan tetapi diana tak mengacuhkannya, reyhan kembali memanggilnya" Diana"
Diana kemudian membuka matanya dan menengadahkan kepalanya keatas. Reyhan begitu tak bisa menolak bibir diana yang begitu menggoda dirinya saat diana meliriknya dengan cara seperti itu. Ketika reyhan hendak mendekatkan bibirnya dengan bibir diana tiba-tiba pintu ruangannya diketuk yang membuat diana melirik kearah pintu dan membuat jidatnya menabrak hidung reyhan hingga berdarah.
Reyhan segera memegang hidungnya lalu melihat tangannya dan dia begitu terkejut.
" Tunggu sebentar" seru diana sambil mencari tisu lalu ia membersihkan darah yang ada di hidung reyhan. Reyhan pun mengambil tisu dan membersihkan darahnya yang ada di kening diana.
Astaga! Ini pasti gara-gara aku melirik ke pintu tadi. Aduh... Dia bakalan marah gak ya batin diana mulai takut mengetahui kesalahannya.
" Kamu sembunyi dulu na, aku mau lihat siapa yang datang" pinta reyhan. Diana menurut dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Reyhan pun membukakan pintu, tampak clarisa datang sambil membawa beberapa buah map. Clarisa begitu terkejut melihat tisu berdarah yang dipegang oleh reyhan.
" Pak bos kenapa?" tanya clarisa khawatir.
" Saya tidak apa-apa. Ada perlu apa kemari?" Jawab reyhan ketus.
Sumpah ya ni orang udah ditanya baik-baik malah gitu jawabnya bikin kesel aja tau gak batin clarisa.
__ADS_1
" Ini pak bos ada beberapa laporan yang harus pak bos tanda tangani untuk rapat nanti"
" Memangnya saya ada rapat nanti"
" Iya pak bos. Nanti ada rapat sekitar 2 jam lagi bersama pak mark klien kita dari luar negeri"
Ya ampun! Gimana aku bisa lupa kalau ada rapat sekarang. Aduh terus diana bagaimana kalau aku pergi rapat batin reyhan.
" Radit mana?"
" Radit tadi sepertinya keluar pak bos"
" Kemana?"
" Rapat dengan arsenio company untuk proyek baru kita pak bos"
" Baiklah kalau begitu kamu boleh pergi sekarang. Letakkan saja berkas-berkas itu dimeja"
" Baik pak bos" ujar clarisa masuk kedalam untuk meletakkan map tersebut. Matanya terus melirik kesekitar mencari keberadaan wanita yang dibawa oleh reyhan tadi.
Dimana wanita itu? Kok gak kelihatan ya batin clarisa.
" Clarisa, kalau sudah selesai kamu boleh keluar" seru reyhan.
" Iya pak bos" jawab clarisa yang segera pergi keluar dengan perasaan kesal tetapi ia menahannya dan memberikan senyuman terbaiknya pada reyhan. Reyhan tak membalasnya dan langsung menutup pintu ruangannya.
Dingin banget sih jadi bos, untung aku suka sama kamu coba kalau enggak udah lama aku bakalan ninggalin kantor ini. Kenapa diana bisa tahan ya sama sikap pak bos reyhan yang begitu? Sabar clarisa... Sabar. Lama-lama dia pasti bakalan luluh juga, apalagi udah gak ada diana diantara kami tapi wanita tadi siapa ya? Dan dimana dia? batin clarisa.
Setelah mengunci pintu ruangannya, reyhan pun mengetuk pintu kamar mandi.
" Diana, dia udah pergi" ujar reyhan yang masih memegang tisu bekas darahnya ditangan. Diana keluar dengan seulas senyum manisnya dan melihat kearah wajah reyhan.
" Gimana hidung kamu?"tanya diana ragu-ragu.
" Darahnya udah berhenti keluar kok, yaudah aku lanjut kerja dulu kamu duduk disofa ya" perintah reyhan yang kemudian duduk diatas bangku kerjanya sambil memeriksa berkas-berkas yang dibawa clarisa tadi.
__ADS_1
Syukur deh kalau dia gak marah. Lagian salah dia juga ngapain deket-deket banget sama aku batin diana. Ia lalu duduk diatas sofa dan merasa begitu bosan karena tak ada hal yang harus dilakukan. Ponsel yang ditemukannya dikamar kemarin pun tertinggal.