
Reyhan menatap clarisa dengan begitu emosi seakan ingin memukul clarisa tetapi ia menahannya karena dia tidak pernah mau memukul seorang wanita.
" Kamu dengarkan perkataan saya baik-baik ya! Saya reyhan tidak akan pernah menikah dengan wanita manapun selain diana! Paham kamu!" tegas reyhan lalu pergi meninggalkan clarisa.
Zahra kini menangis berada dalam gendongan dion. Dia terus meronta-ronta ingin pulang bersama ratmi. Ratmi tak bisa berkata apa-apa karena pengadilan sudah memutuskan.
Reyhan kemudian mendekati ratmi dan membawanya pulang. Disepanjang perjalanan ratmi menangis karena ia begitu cemas tentang zahra. Sebelumnya dia tak pernah jauh dari zahra walaupun hanya sebentar saja tetapi mulai hari ini dia harus hidup tanpa zahra. Hal itu membuat dia begitu sedih ditambah lagi ia memikirkan bagaimana perasaan diana saat tau bahwa zahra tidak tinggal bersama mereka lagi.
Bagaimana ini? Jika diana tau dia bisa-bisa syok berat. Dia tidak mungkin mau berpisah dengan zahra. Apa yang harus aku katakan padanya batin ratmi.
" Ibu, jangan sedih ya bu. Reyhan akan berusaha bagaimanapun caranya untuk mendapatkan hak asuh zahra kembali"
" Bagaimana caranya rey? Pengadilan tadi sudah memutuskan bahwa hak asuh zahra di dapatkan oleh dion nak. Ibu gak tau bagaimana zahra disana rey, dia tidak pernah jauh dari ibu atau diana sebelumnya nak"
" Ibu, tenang dulu ya bu. Reyhan janji sama ibu dalam beberapa hari ini zahra akan kembali lagi sama ibu"
" Bagaimana kamu bisa se yakin itu rey?"
" Reyhan sangat yakin bu karena zahra itu milik kita bukan mereka jadi dia akan kembali sama kita bu. Ibu tenang saja ya bu"
Reyhan kemudian mengeluarkan ponselnya.
' Halo dit, kamu dimana?'
' Halo pak bos, saya sedang menuju kantor untuk rapat pak bos'
' Bisakah kamu aturkan persiapan pernikahan secepatnya'
' Pernikahan! Siapa yang akan menikah pak bos?'
' Tidak perlu banyak tanya dit. Kamu siapkan saja kalau bisa besok acaranya sudah bisa dilaksanakan'
' Baik pak bos'
Reyhan memutuskan panggilan tersebut lalu ia mengirim pesan pada clarisa.
Reyhan : cla, saya mau ketemu kamu nanti sore. Apa kamu bisa?
Clarisa : Tentu rey, dimana?
Reyhan : Nanti saya akan share lokasinya
Clarisa : Okee
Aku harus bisa pakai cara licik seperti wanita ini. Aku tidak boleh salah langkah karena jika aku salah sedikit saja itu akan merusak semuanya batin reyhan.
__ADS_1
Dilain sisi terlihat tika yang begitu bahagia bertemu dengan sahabatnya laura.
" Rara! " Panggil tika yang kemudian langsung memeluk sahabatnya itu.
" Santai tik, erat banget lo meluk gue. Gue gak akan kemana-mana kok"
" Gue seneng banget bisa ketemu lo lagi. By the way lo kemana aja ha! Hilang tanpa kabar dan tiba-tiba nongol aja"
" Sorry tik, gue sibuk banyak urusan"
" Iya gue tau lo sibuk tapi gak bisa ya lo ngabarin gue walaupun sebentar aja"
" Maaf, iya kali ini gue yang salah deh. Gue pergi keluar negeri buat ikut acara model gitu"
" Yang bener"
" Iya lah, yakali gue bohong sama lo"
" Ya mana tau dari kecil lo kan suka bohongin gue"
" Gak kok cuma sekali-kali doang"
Mereka kemudian berbincang dan tertawa bersama. Mereka juga memesan beberapa makanan dan minuman lalu lanjut mengobrol.
Kenapa kliennya harus arsen sih? Bikin gue gak mood kerja aja batin sovia kesal.
" Sovia, kamu harus berterimakasih pada pak arsen karena beliau lah saya mempekerjakan kamu kembali diperusahaan ini. Saya harap kedepannya kamu jangan mengulangi kesalahan seperti yang lalu lagi"
" Iya pak, saya gak akan mengulanginya lagi"
Mereka kemudian berbincang-bincang tentang kerjasama mereka. Seperti biasa sovia memang selalu bisa diandalkan dalam hal komunikasi dan strategi.
Ketika laura melihat kearah lain sisi cafe tersebut tiba-tiba saja wajahnya yang tadi gembira berubah jadi datar. Hal itu membuat tika menjadi heran.
" Ra, Lo kenapa?"
" Itu calon suami gue"
" Calon suami! Mana?" ujar tika yang mencari tetapi ia hanya menemukan dua orang lelaki yang membelakanginya dan sovia.
Itu kan sovia, dia lagi kerja kayaknya tapi siapa dua lelaki itu ya? batin tika.
" Mana calon suami lo ra?"
" Itu yang sama cewek resek itu" jawab laura sambil menunjuk kearah sovia.
__ADS_1
" Maksud lo sovia"
" Lo kenal dia tik"
" Kenal lah diakan temen gue pas kuliah sekaligus sahabat suami gue"
" What? Suami! Lo udah nikah?"
" Iya gue udah nikah" jawab tika memperlihatkan cincin yang ada dijari manisnya. Laura terlihat tidak percaya.
" Kapan? Kenapa gak undang gue sih?"
" Gue juga pengen ngundang lo tapi kan gue gak ada nomor lo dan gue juga gak tau lo tinggal dimana? Jadi gimana caranya ngundang lo "
" Oh iya juga sih tapi kenapa lo nikah secepat ini sih? Lo nikah sama siapa? Apa sama orang yang waktu itu masuk media sosial sama lo kalau gak salah namanya reyhan ya "
" Bukan! Gue gak nikah sama dia, gue nikah sama orang lain ra"
" Siapa?"
" Namanya arsen, orangnya baik dan sayang banget sama gue. Awalnya gue ngejar-ngejar reyhan karena gue suka sama dia tapi setelah berpikir matang-matang gue tau kalau dicintai itu lebih baik dari pada mencintai ra. Ternyata arsen dari awal perkuliahan dulu udah suka sama gue hingga akhirnya kita menikah" jelas tika.
Arsen! Apa yang tika maksud arsen gue? Tapi namanya arsen kan banyak gak mungkin cuma arsen gue kan batin laura.
" Lo tau sovia itu gak baik tik. Dia itu udah ngerebut orang yang gue sayang"
Ngerebut, apa maksud rara david ya? batin tika menerka-nerka.
" Gak mungkin deh kayaknya sovia kayak gitu ra. Dia itu orangnya baik banget ra jadi gak mungkin dia mau ngambil orang yang lo suka"
" Gue gak bohong tik, gue itu udah lama naksir sama cowok itu dan kami juga sempat punya hubungan dulu tapi gara-gara cewek sialan itu semuanya hancur. Gue benci sama dia tik dan gue harap lo juga jangan dekat-dekat sama dia"
" Masa sih sovia gitu, gue rasa kalian mungkin salah paham aja kali soalnya sovia itu sahabat baik suami gue dan dia orangnya emang baik banget ra"
Laura terlihat semakin kesal karena tika yang terus membela sovia. Tak lama kedua pria tersebut pun berbalik yang membuat laura begitu excited.
Arsen! Itu beneran arsen kan batin laura. Dia kemudian berdiri yang membuat tika heran dan ikut berdiri juga.
" Lo kenapa ra?"
" Itu cowok yang gue suka tik"
Tika pun berbalik dan terkejut melihat suaminya ada disitu.
Arsen, kenapa dia disini? Apa mungkin dia ada kerjasama dengan perusahaan tempat sovia bekerja. Kebetulan dia disini aku bakalan kenalin dia ke laura batin tika yang masih tak tau kalau orang yang dimaksud laura adalah suaminya sendiri.
__ADS_1