Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 159


__ADS_3

Reyhan sangat senang memandangi wajah diana yang tertidur pulas. Ponsel reyhan berdering dan ia segera mengangkatnya.


' Halo dit, ada apa tiba-tiba menelpon saya?'


' Pak bos, saya minta maaf sebelumnya '


' Maaf kenapa?'


' Ada masalah besar diperusahaan pak bos'


' Apa? Masalah!'


' Iya pak bos, perusahaan kita telah mengalami kerugian besar akibat data-data kita banyak yang bocor pak bos'


' Bagaimana bisa masalah seperti ini terjadi? Kalian harus susut masalah ini hingga tuntas, saya akan kesana sebentar lagi'


' Baik pak bos'


Reyhan segera mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaannya. Didepan perusahaan tampak begitu banyak wartawan yang menantinya karena mendapat informasi tentang kebocoran data perusahaan reyhan.


Kenapa wartawan bisa masuk kesini? Mereka pasti bakalan banyak tanya-tanya sedangkan diana sekarang lagi tidur. Dia pasti bakalan kebangun batin reyhan. Dia segera mengambil ponselnya dan menelpon kepala keamanan.


' Halo pak bos'


' Halo, kenapa banyak wartawan didepan perusahaan saya'


' Mohon maaf sebelumnya pak, kami sudah berusaha mencegah mereka masuk pak tetapi mereka memaksa'


' Kalian gimana sih? Kerja yang becus dong! Pokoknya saya mau kalian suruh wartawan-wartawan itu untuk pergi dari sini atau kalian yang akan saya pecat!'


Reyhan langsung memutuskan telponnya dengan wajah kesal. Para security perusahaan tampak menyuruh para wartawan itu pergi. Akhirnya setelah beberapa lama para wartawan itu pergi dan reyhan segera mengemudikan mobilnya kedalam.


Dia segera memarkirkan mobilnya diparkiran.


Diana masih tidur, aku gak mungkin tinggalin diana disini kan batin reyhan. Dia kemudian menggendong diana masuk kedalam perusahaan.


Para karyawan tampak menatapnya dan seperti biasa mereka selalu saja bergosip.


Diruangannya reyhan meletakkan diana diatas sofa lalu menyelimutinya dengan jas yang ia kenakan.


" Permisi pak bos" ujar seseorang dari luar.


" Masuk" jawab reyhan yang kini duduk dimeja kerjanya.


Radit kemudian menceritakan segalanya pada reyhan yang membuat reyhan mengepalkan tangannya.


" Kita harus rapat sekarang juga, kamu segera persiapkan semuanya"


" Baik pak bos"


Radit kemudian pergi untuk menyiapkan rapatnya. Sementara reyhan tampak memegangi kepalanya.


Bagaimana bisa data-data itu bocor? Padahal selama ini tidak pernah kejadian seperti ini. Akhh! Aku harus segera mencari tau siapa yang menyebabkan terjadinya masalah seperti ini batin reyhan. Ketika ia merasa begitu kesal, dia menatap kearah diana yang membuatnya sedikit tenang. Dia kemudian mendekati diana.


Radit kemudian datang memanggil reyhan untuk rapat. Mereka segera pergi menuju ruang rapat.


Sementara diana tampak terbangun dan menatap sekelilingnya samar. Dia kemudian membuka matanya dan menatap dengan lamat-lamat.


" Ini kan ruangan reyhan, kenapa aku disini?" lirih diana. Dia kemudian berdiri dan berjalan menuju keluar.


" Permisi, reyhan mana ya?" tanya diana pada salah seorang karyawan yang lewat.

__ADS_1


" Pak bos sedang rapat dadakan buk"


" Rapat dadakan. Memangnya ada apa ya?"


" Data perusahaan bocor buk dan menyebabkan kerugian yang begitu besar. Klien yang bekerjasama pun memutuskan kerjasamanya buk karena kebocoran data tersebut" jelas karyawan tersebut.


" Apa? Kenapa bisa?"


" Saya juga kurang tau masalah itu buk"


" Oh yasudah, terimakasih informasinya ya"


" Sama-sama buk. Kalau begitu saya permisi dulu ya buk" seru karyawan tersebut meninggalkan diana.


Perusahaan reyhan lagi dalam masalah besar, dia pasti sibuk banget sekarang batin diana. Ponsel diana pun berdering dan ia mengangkatnya.


' Halo na'


' Iya bu'


' Kamu dimana? Kenapa jam segini belum pulang? Kalian jadi jemput zahra kan'


Diana kemudian melihat jam dilayar ponselnya.


Astaga! Zahra pasti udah nungguin nih sekarang. Aku harus segera kesana batin diana.


' Iya bu, diana lagi otw kesana'


' Yasudah ibu cuma mau bilang itu aja takutnya kalian lupa'


' Iya bu, kalau gitu diana pergi dulu ya bu'


' Iya bu'


Diana kemudian memutuskan panggilan dan segera pergi menjemput zahra tanpa memberitahukan pada reyhan. Dia pergi menggunakan taxi menuju sekolah zahra.


Ya Ampun! Zahra pasti udah nungguin nih batin diana panik. Dia menyuruh sopir taxi tersebut untuk menambah kecepatannya.


" Pak, lebih cepat lagi pak! Anak saya pasti udah nungguin"


" Iya buk sabar ya, ini sudah kecepatan penuh buk"


Diana tampak begitu panik karena terlambat menjemput zahra.


Sesampainya disekolah zahra tampak tidak ada orang dan sekolah begitu sepi. Diana segera menghampiri satpam sekolah tersebut.


" Permisi pak, anak-anak sekolah apakah udah pulang pak?"


" Sudah dari tadi buk"


" Pak, apa bapak lihat zahra?"


" Oh zahra, dia tadi saya lihat pergi dijemput sama seorang laki-laki buk"


" Laki-laki, siapa pak?"


" Saya juga kurang tau buk"


" Ciri-cirinya bagaimana pak?"


" Dia tinggi dan memakai jas rapi buk"

__ADS_1


Siapa dia? batin diana semakin panik.


Diana tampak makin cemas dan khawatir.


Ibu tadi nelpon nanya zahra berarti zahra gak ada dirumah dan sekarang zahra juga gak ada disekolah. Siapa yang jemput dia? Ya ampun! Zahra, kamu dimana nak? Aku harus cari kemana lagi dia batin diana panik. Dia kemudian mencari zahra ketempat yang menurut ia biasa zahra datangi tetapi hasilnya nihil ia tak menemukan zahra.


Ditengah kepanikannya tiba-tiba ponsel diana berdering.


David, kenapa dia nelpon? batin diana.


' Halo kak david, ada apa? '


' Diana, kamu dimana?'


' Aku lagi cari zahra kak'


' Zahra, dia ada sama aku na'


' Apa? Kak david serius!'


' Iya na, kami lagi makan sekarang na'


' Kenapa zahra bisa sama kak david?'


' Tadi aku kebetulan lewat sekolah zahra dan lihat dia nunggu diluar sendirian makanya aku bawa dia langsung na. Maaf ya aku gak minta izin kamu'


' Iya kak gak apa-apa, sekarang kak david makan dimana?'


' Kamu mau kesini? Yaudah aku shareloc sekarang'


' Iya kak'


Diana kemudian merasa sedikit lega dan menuju ke tempat zahra.


Sementara itu reyhan yang baru saja selesai rapat langsung menuju ruangannya untuk bertemu dengan diana. Saat memasuki ruangan reyhan sangat terkejut karena diana tidak ada disana.


Diana dimana? batin reyhan panik dan segera mencari disekitar situ. Dia semakin khawatir karena tidak menemukan diana.


Reyhan kemudian mengambil ponselnya dan menelpon diana.


' Halo na, kamu dimana sih? Kenapa ngilan gini?'


' Reyhan, tenang dulu ya. Aku lagi diluar mau ketempat zahra'


' Astaga! Aku beneran lupa na kalau kita harus jemput zahra'


' Iya gak apa-apa rey, aku tau kamu pasti lagi sibuk juga kan masalah kantor. Kamu gak usah terlalu pikirin zahra ya, lebih baik kamu fokus aja sama kerjaan dulu'


' Tapi kita harus ke w.o juga kan sekarang'


' Rey, lebih baik kamu urusin masalah kantor dulu ya kalau udah selesai kita bakalan langsung berangkat kesana'


' Makasih ya sayang, kamu pengertian banget sama aku'


' Iya sama-sama sayang, yaudah aku matiin dulu ya soalnya aku lagi dijalan'


' Iya sayang, hati-hati dijalan ya. Jangan lupa kabarin aku kalau udah sampai ke tempat zahra'


' Iya sayang'


Diana kemudian memutuskan panggilan dan reyhan kembali mengurus berkas-berkas kantornya.

__ADS_1


__ADS_2