Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 22


__ADS_3

Ketika sedang duduk melamun dikamar. Zahra datang menghampiri Diana dan memeluknya. Bu Ratmi mengikuti nya dari belakang.


" Bunda, Maafin Zahra ya" Zahra sambil menundukkan kepalanya.


" Zahra gak salah kok sayang " sahut Diana membelai lembut rambut Zahra


" Bunda, kita jalan-jalan yuk sama Oma juga" ajak Zahra


" Emang anak bunda mau kemana jalan-jalannya?"


" Zahra pengen ke taman bunda, boleh kan bunda" pinta Zahra


" Tentu sayang. Yaudah Zahra siap-siap dulu sama Oma, bunda juga mau siap-siap habis itu kita berangkat" ujar Diana


" Oke bunda" balas Zahra yang langsung menarik tangan Bu Ratmi untuk pergi bersiap-siap.


Diana merasa lega melihat Zahra sudah ceria lagi. Diana segera bersiap-siap untuk pergi ke taman bersama Zahra dan Bu Ratmi.


Setelah selesai bersiap-siap tampak ponsel Diana berdering. Itu adalah panggilan dari sekretaris pribadi Reyhan.


Mau apa lagi anak itu? Inikan hari libur ku, aku gak akan angkat telpon ini batin Diana


Diana segera mematikan ponselnya lalu pergi keluar.


Didepan Zahra dan Bu Ratmi sudah siap untuk berangkat. Mereka pun menuju taman yang di inginkan Zahra. Diperjalanan Zahra begitu bahagia karena keinginannya dipenuhi oleh bundanya.


Sesampainya ditaman banyak anak-anak seusia Zahra main disana. Zahra segera berlari kesana.


" Zahra, jangan lari-lari!" Teriak Diana


Zahra tidak menghiraukan perkataan bundanya, karena tak hati-hati Zahra menabrak seorang pria yang membuatnya jatuh. Diana dan Bu ratmi dengan sigap menghampiri Zahra.


" Kamu gak apa-apa dek?" Tanya pria itu sambil menolong Zahra berdiri


" Gak apa-apa om" sahut Zahra


" Zahra kamu gak apa-apa kan sayang! Yang mana yang sakit nak" seru Diana sambil memeriksa Zahra terluka atau tidak

__ADS_1


" Bunda Zahra gak apa-apa kok bunda" balas Zahra


" Syukurlah kalau gitu, Zahra lain kali kamu harus lebih hati-hati lagi ya jangan lari-lari kayak tadi bahaya sayang" ucap Diana memberi nasehat


" Iya bunda" jawab Zahra lalu ia pergi menuju tempat teman-temannya yang tak jauh dari situ dan bermain dengan girang.


Diana menatap pria itu dengan seksama. Dia seperti mengenal pria tersebut.


Kayaknya aku pernah liat dia tapi dimana ya? Batin Diana


" Mbak" ujar pria tersebut yang membuat Diana tersadar seketika dan mengingat siapa pria tersebut


Dion!! Ujar Diana dalam hatinya bergetar


" Diana, ada apa sayang?" Seru Bu Ratmi yang heran melihat Diana yang terus menatap tajam pada pria tersebut


Diana hanya diam saja tak menjawab.


" Apa ada masalah mbak?" Ujar pria tersebut yang tak lain adalah Dion


Amarah Diana segera memuncak karena terbayang-bayang adiknya yang telah meninggal. Indah melewati masa-masa sulitnya sendiri dan selalu menderita hingga ia meninggal. Tangan Diana langsung menampar Dion spontan yang membuat Dion dan Bu Ratmi kaget.


" Kamu!!" Tunjuk Diana pada Dion yang sedang memegangi pipinya


" Mbak kenapa sih? Nampar saya tiba-tiba. Saya juga kan gak sengaja nabrak anak mbak tadi lagian anak mbak kan baik-baik aja" ucap Dion


" Kamu gak kenal siapa saya aa? Kamu emang laki-laki kurang ajar dan gak tau diri! Gara-gara kamu keluarga saya menderita dan kamu malah enak-enakan disini!" Jelas Diana meluapkan emosinya


" Maksud mbak apa sih? Maaf ya mbak mungkin mbak salah orang" balas Dion sembari ingin pergi akan tetapi dicegat Diana dan mendorong serta memukuli Dion dengan penuh emosi.


" Diana udah sayang. Emang dia siapa? Kenapa kamu main pukul seenaknya aja nak?" Seru Bu Ratmi berusaha menahan Diana


" Dia yang udah ngerusak masa depan Indah Bu! Dia yang buat Indah ninggalin kita bu!" Pekik Diana dengan mata yang menyala merah


Bu Ratmi dan Dion sama-sama terkejut mendengar perkataan Diana.


" Apa?" Pekik Bu Ratmi yang langsung menatap tajam Dion yang tampak gemetar dan menunduk.

__ADS_1


" Kamu! Kamu orang yang sudah merusak putri ku!" Ujar Bu Ratmi dengan wajah penuh emosi


Dion hanya tertunduk saja tak menjawab sepatah katapun.


" Kenapa kamu diam Dion? Jawab kenapa kamu merusak anak ku? Kenapa kamu menghancurkan hidupnya?" Tanya Bu Ratmi sambil memegang bahu Dion dengan kedua tangannya.


" Maafkan saya bu, saya tidak sengaja melakukannya bu. Saya tau saya salah Bu saya akan bertanggung jawab" jelas Dion yang masih tertunduk.


Zahra tiba-tiba datang mendekati mereka.


" Bunda Zahra lapar" ucap Zahra


" Bu, tolong bawa Zahra makan. Biar Diana yang ngurus laki-laki ini" seru Diana


Bu Ratmi segera pergi membawa Zahra dari situ. Dion terus saja memandangi Zahra. Diana lalu menghalanginya dengan menatap Dion penuh amarah.


" Apa dia anak saya?" Tanya Dion spontan


" Dia bukan anak kamu! Dan jangan kamu coba-coba buat deketin dia!" Pekik Diana


" Dimana Indah dan anak saya kak. Saya tau saya salah karena dulu pergi tanpa memberitahu Indah, saya takut kak dan saya belum siap untuk menjadi seorang ayah dan suami kak. Saya menjalani hari yang buruk kak selama jauh dari Indah itu makanya setelah satu tahun saya pergi, saya kembali lagi untuk minta maaf sama Indah tetapi indah dan keluarganya tidak tinggal disana lagi kak. Kak saya selama ini mencari Indah kemana-mana kak tapi tidak juga ketemu. Saya bersyukur akhirnya saya bisa bertemu kakak disini" jelas Dion


" Percuma Dion. Sekarang semuanya percuma! Kamu gak akan pernah ketemu indah dan anak kamu lagi! Gara-gara ulah kamu adik ku harus meregang nyawanya. Kamu!!" Diana tak kuasa melanjutkan kata-katanya. Diana berbohong pada Dion karena dia tak ingin Dion mengambil Zahra darinya.


" Kakak pasti bohong kan. Kak aku merasa seperti ada ikatan dengan Zahra. Aku yakin Zahra anakku kak" ujar Dion


" Cukup Dion! Zahra itu anakku dan Reyhan" seru Diana yang keceplosan langsung menyebut nama Reyhan karena dikepalanya sejak tadi hanya ada nama Reyhan


Ya Ampun! apa yang aku bilang ini! Kenapa harus Reyhan sih. Gak apa-apa Diana ini demi Zahra batin Diana


" Jadi Zahra bukan anak aku kak" ujar Dion


" Bukan! Zahra itu anakku" balas Diana membelakangi Dion dengan wajah yang mulai panik


Dion pun terduduk diam mendengar penuturan Diana. Ia sangat menyesal karena telah meninggalkan indah dulu. Dion hanya bisa tertunduk sambil menangis kini.


Diana melirik ke arah Dion yang sedang menangis. Diana sebenarnya tak tega melihat kondisi Dion kini akan tetapi dia tak ingin Zahra di ambil oleh Dion karena Dion adalah ayah kandung Zahra.

__ADS_1


Diana segera pergi meninggalkan Dion yang sedang menyesali perbuatannya. Disepanjang jalan Diana hanya diam sambil memikirkan apakah benar yang ia lakukan ini.


Kenapa aku jadi orang jahat ya? Aku memisahkan ayah dan anaknya tapi aku gak mau pisah sama Zahra. Zahra merupakan kebahagiaan aku sama ibu sekarang kalau dia diambil Dion aku gak akan kuat pisah sama Zahra batin Diana bimbang.


__ADS_2