
" Baik pak bos sesuai perintah pak bos" balas radit.
Mereka lagi ngomong apaan sih? Kok kayaknya serius banget. Disini juga banyak banget pengawal reyhan. Ada apa ya ? Jadi penasaran batin diana.
Diana segera menghampiri reyhan dan radit.
" Rey, kamu ngapain sih bawa aku kesini? Dan kalian lagi ngomongin apaan kok kayaknya serius banget" tanya diana.
" Kamu ikut aku masuk kedalam yuk"
" Mau ngapain masuk kedalam? Kamu aja sama sekretaris kamu masuk kedalam. Gak usah bawa-bawa aku. Aku nunggu disini aja" tolak diana.
" Beneran gak ikut masuk ntar nyesal lho"
Maksud reyhan apaan sih ngomong begitu? Jadi makin penasaran aku ada apa di dalam rumah itu. Masuk atau enggak ya batin diana.
" Gimana mau ikut masuk gak" ujar reyhan lagi.
" Iya deh, tapi awas ya kalau kamu macam-macam aku gak akan pernah maafin kamu lagi" balas diana.
Mereka segera masuk kedalam rumah tersebut dan diana tampak bahagia melihat zahra ada di sana. Diana bergegas menuju ke tempat zahra lalu memeluk dan mencium zahra.
" Zahra sayang. Kamu disini nak, gak ada yang sakit kan sayang" ujar diana yang masih memeluk zahra erat dan memeriksa zahra terluka atau tidak.
" Bunda, zahra baik-baik aja kok. Untung ada om baik, dia yang nolongin zahra" balas zahra sambil menunjuk radit.
" Syukurlah kalau kamu baik-baik aja sayang, tapi kenapa kamu bisa sampai diculik sayang"
" Zahra cuma main-main dihalaman rumah terus ada tante-tante yang datang ke zahra. Bunda tau, Tante itu bilang kalau bunda mau ketemu zahra dan tante itu disuruh buat jemput zahra makanya zahra ikut. Zahra mau minta izin oma tapi kata tantenya dia udah bilang ke oma makanya zahra ikut sama dia bunda tapi zahra gak ketemu sama bunda dan malah dikurung di kamar bunda" jelas zahra.
" Sayang, kamu dengerin bunda ya. Lain kali siapapun orang yang datang kerumah dan jemput kamu kecuali bunda atau ayah kamu. Kamu jangan mau ikut ya. Maukan nurutin bunda"
" Iya bunda"
Reyhan pun mendekati mereka dan menggendong zahra.
" Ayah udah sembuh?" tanya zahra.
__ADS_1
" Udah sayang. Zahra, ayah mau nanya zahra masih ingat gak wajah tante itu kayak gimana?"
" Zahra kurang tau ayah tapi kalau lihat tante itu lagi mungkin zahra bakalan ingat"
" Yaudah gak apa-apa sayang yang penting zahra sekarang udah aman sekarang. Zahra bisa ikut om baik sebentar sayang soalnya bunda mau ngobrol sebentar sama bunda"
" Oke ayah"
" Anak pintar " seru reyhan memberikan zahra pada radit.
Radit dan zahra segera keluar. Kini hanya ada diana dan reyhan diruangan tersebut karena semua pengawal juga ikut keluar bersama radit.
" Kamu tau semua rey?" Ujar diana.
" Kenapa kamu gak cerita sama aku na kalau zahra diculik. Kenapa kamu malah ngikutin permintaan penculik itu dan gak ngasih tau aku semuanya na"
" Maaf rey, aku sebenarnya pengen kasih tau kamu tapi aku gak mau zahra sampai kenapa-kenapa makanya aku gak kasih tau kamu. Kamu seharusnya paham dong kalau kamu diposisi aku. Aku seorang ibu rey, aku harus memilih pilihan yang sulit kamu atau zahra. Kalian itu sama-sama penting buat aku rey, sebenarnya aku gak bisa memilih salah satu dari itu tapi aku tetap harus memilih rey. Aku tau aku bakalan sakit dengan pilihan itu tapi semua itu aku lakuin buat kebaikan semuanya rey" jelas diana.
Reyhan pun langsung memeluk diana dengan erat.
" Tapi kamu tau sejak kapan rey? Dan gimana kamu bisa tau" tanya diana penasaran.
" Aku tau ada sesuatu yang salah dari kamu saat kamu minta aku nikah sama tika. Alasan kamu juga gak logis na"
" Kalau kamu udah tau terus kenapa kamu masih nurutin permintaan aku rey?"
" Ya aku pengen liat gimana reaksi kamu saat aku dekat sama cewek lain ternyata kamu cemburu dan aku senang banget"
" Dasar kamu ya rey, suka banget sih jailin aku" balas diana sambil memukul-mukul lengan reyhan.
" Maaf ya sayang, lagian kenapa kamu gak percaya sama aku sih? Kamu kan tau satu-satunya orang paling berharga dalam hidup aku cuma kamu na"
" Aku. Bukannya kamu masih punya ibu rey?"
" Aku gak mood buat bahas itu na"
Aku rasa reyhan bener-bener gak suka sama ibunya karena masalalu. Pokoknya aku harus bantuin dia biar bisa baikan sama ibunya batin diana.
__ADS_1
" Rey, ada satu hal lagi yang mau aku bilang ke kamu"
" Apa na?"
" Rey, kamu bilang waktu itu kalau dion setuju hak asuh zahra atas aku kan"
" Iya na, emang kenapa?"
" Kemarin itu dion datang sama kakaknya rey, dia bilang mau ngambil zahra dari aku rey dan ketika aku tanya dion dia malah diam aja kayak patung. Kenapa omongan kamu dan sikap dion beda rey?"
Apa ? Jadi clarisa udah tau masalah ini batin reyhan.
" Rey, kok malah diam sih? Apa jangan-jangan waktu itu kamu cuma mau nyenangin hati aku doang makanya ngomong begitu"
" Diana, aku gak bohong sama kamu. Dion emang bilang begitu sama aku tapi dia pasti diam gara-gara clarisa na. Dion gak pernah ngebantah kata-kata kakaknya itu na"
" Apa clarisa suka sama kamu?" tanya diana spontan.
" Kenapa nanya gitu na?"
" Soalnya dia bilang dia bakalan kasih hak asuh zahra ke aku kalau aku ninggalin kamu"
" Apa? Clarisa bilang begitu"
" Iya rey! Kalau aku gak nurutin kemauan dia, dia bakalan bawa kasus ini ke pengadilan rey" jelas diana yang terlihat sedih.
Jadi dia mau nantangin aku sekarang? Oke clarisa kita lihat aja siapa yang akan menang batin reyhan.
" Diana, kamu tenang aja aku yakin hak asuh zahra bakalan jatuh ke tangan kamu"
" Apa alasan keyakinan kamu ini rey? Apa aku ninggalin kamu aja ya rey" ujar diana yang membuat reyhan menatap tajam kearahnya.
" Kamu gak akan pernah ninggalin aku diana. Kalau masalah hak asuh zahra, aku pastiin ke kamu kalau zahra gak akan pernah jatuh ke tangan dion" tegas reyhan.
" Aku cuma becanda rey, aku gak akan ninggalin kamu rey" balas diana yang membuat reyhan agak lega.
Kamu udah baik banget sama aku dan keluarga aku rey, aku gak mungkin ninggalin kamu. Aku tau emang masalalu yang kamu berikan sama aku menyakitkan tapi aku harap kamu gak akan ninggalin aku kayak dulu lagi rey, karena kalau itu terjadi lagi aku gak akan pernah bisa maafin kamu lagi rey batin diana.
__ADS_1