Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 58


__ADS_3

Laila terlihat kesal dengan sikap arsen yang begitu.


" Jangan-jangan kamu ya yang buat aku kecelakaan sampai jadi begini" cetus laila.


" Lo ngomong apaan sih? Gue itu udah nolong lo ya bukan orang yang buat lo jadi begini. Lagian gue mana tau siapa yang buat lo kayak gini. Gue nemuin lo disemak-semak udah begini aja keadaan lo jadi jangan asal nuduh ya" jelas arsen.


" Semak-semak" lirih laila pelan, ia mencoba mengingat tetapi kepalanya kembali sakit yang membuat arsen segera mendekatinya.


" Lo itu masih sakit jadi gak usah terlalu dipaksain deh!"


" Kalau kamu emang gak kenal sama aku kenapa kamu tau nama aku?"


" Jujur nih ya, gue juga gak tau siapa nama lo tapi karena ngisi data-data lo penting kata dokter jadi ya gue buat asalan aja"


Yatuhan aku kenapa? Kenapa aku gak ingat apa-apa, bahkan nama ku sendiri aku pun tak bisa mengingatnya batin laila tampak sedih. Melihat laila seperti itu arsen merasa tak tega.


Sumpah ya! Nih cewek ngeselin banget sih. Untung aja lo cantik kalau kagak udah gue tinggal batin arsen.


" Udah! Lo gak usah sedih gitu. Gue bakalan bantuin lo cari keluarga lo"


" Apa? Kamu serius mau bantuin aku"


" Iya tapi lo harus nurut perintah gue ya"


" Lho kok gitu!"


" Ya lo kan gak ingat apa-apa sekarang kalau nanti ada orang gak baik ngaku-ngaku saudara lo gimana? Jadi selalu dengarin arahan dari gue"


" Oke deh"


Sementara itu dilain sisi tampak pengawal reyhan bersama radit datang menghampiri reyhan. Tanpa basa basi reyhan langsung memukuli para pengawal yang ia suruh untuk menjaga diana.


" Dasar gak berguna kalian! Kalian saya suruh untuk jagain diana kan kenapa bisa sampai begini. Radit saya gak mau lihat mereka ada dihadapan saya lagi! Habisi mereka!"


" Pak bos mohon maafkan kami pak bos" ujar salah seorang pengawal.


" Kesalahan kalian gak pantas dimaafkan! Radit! Segera habisi mereka!" tegas reyhan.


" Siap pak bos" ujar radit sambil membawa para pengawal tersebut keluar dan dihajar sampai babak belur tiada ampun.


Sepertinya pak bos reyhan sekarang menjadi orang yang berbeda karena kepergian nona diana. Ini bisa jadi masalah besar nanti batin radit.


Reyhan tampak masih memandangi mayat yang dianggapnya diana. Ia tak tau bagaimana caranya untuk memberitahukan kabar ini pada ratmi dan zahra. Karena tak sanggup memberitahukan kabar ini, reyhan menyuruh pengawalnya yang menyampaikan pada ratmi. Pengawal tersebut segera bergegas menuju ke kediaman ratmi.


Sesampainya disana ratmi tampak sedang tertawa bahagia bersama karin yang kebetulan juga ada disana. Pengawal tersebut langsung menghampiri ratmi dan karin.

__ADS_1


Pengawal reyhan kesini? Ada apa ya? Batin ratmi.


" Permisi nyonya"


" Ada apa?" Ujar karin.


" Nyonya sebelumnya maafkan saya karena harus memberitahukan kabar ini. Tapi ini tugas dari pak bos reyhan untuk menyampaikan bahwa nona diana telah tiada"


Bagai petir menggelegar menghantam ratmi saat ia mendengar kabar tersebut.


" Kamu gak usah ngomong asal gitu ya. Tadi anak saya baik-baik aja kok dan dia sehat sekali sebelum pergi dari sini menemui teman-temannya. Bagaimana mungkin kamu bilang anak saya tiada?" Seru ratmi kesal.


" Maafkan saya nyonya tapi inilah kenyataannya. Mobil yang dinaiki oleh nona diana mengalami suatu masalah nyonya. Mobil tersebut masuk kedalam jurang dan terbakar"


Ratmi tampak tak percaya dan memarahi serta memukuli pengawal tersebut tetapi Karin berusaha menenangkannya.


" Rat, jangan gini. Lebih baik sekarang kita pastiin itu Diana atau buka ya" ujar karin menenangkan ratmi.


" Iya kamu benar rin" balas ratmi.


Mereka segera menuju rumah sakit tempat dimana reyhan berada.


Sebelum pergi menuju kamar jenazah ratmi tampak melihat seorang wanita yang mirip putrinya menaiki lift.


" Itu diana!" Cetus ratmi.


" Disana" ujar ratmi yang meneteskan air matanya dan segera mengejar wanita tadi menuju lantai dua tanpa mempedulikan apapun lagi. Dipegangnya pundak wanita tersebut dari belakang yang membuat wanita itu menoleh kearahnya.


Betapa terkejutnya ratmi melihat wanita tersebut dan segera memeluknya penuh haru.


" Diana sayang, syukurlah perkataan pengawal tersebut tidak benar. Ibu gak tau gimana hidup ibu tanpa kamu nak" ujar ratmi yang memeluk wanita tersebut dengan erat.


Wanita itu segera melepaskan pelukan tersebut dan bersembunyi dibelakang perawat.


" Maaf buk. Ibu siapa ya? Saya gak kenal sama ibu" ujar diana yang membuat ratmi terkejut.


Tiba-tiba seorang pria menghampiri mereka yang tak lain adalah arsen.


" Laila, Lo disini dari tadi gue cariin juga" ujar arsen.


" Ya tadi aku pergi ke ruang Rontgen sama perawat ini arsen"


Arsen pun menatap ratmi yang tak henti menangis sambil menatap diana.


" Ibu siapa ya?" tanya arsen penasaran.

__ADS_1


" Saya ibunya gadis itu nak tapi kenapa dia tidak mengenali saya"


Arsen pun menyuruh perawat untuk mengantarkan diana keruangannya lalu ia mengajak ratmi berbincang di kursi tunggu.


" Apa ibu benar-benar ibunya dia?"


" Iya nak. Ibu tidak bohong, ibu punya buktinya kalau ibu benar-benar ibunya gadis itu" ujar ratmi sambil mengambil sebuah foto dari dalam dompetnya.


Saat melihat foto tersebut arsen pun tau bahwa ratmi tidak berbohong. Arsen pun menjelaskan tentang kondisi diana pada ratmi dan bagaimana cara dia menemukan diana.


" Terimakasih nak, karena kamu telah menyelamatkan hidup anak ibu"


" Iya buk sama-sama"


Arsen dan ratmi segera masuk kedalam ruangan diana. Sementara itu karin dan pengawal reyhan terus saja mencari ratmi tapi tidak menemukannya.


Arsen pun menjelaskan pada diana bahwa dia adalah ibu kandung diana. Ratmi pun mendekati putrinya tersebut dan menatapnya secara seksama lalu memeluknya.


Akhirnya ni cewek ketemu juga sama keluarganya jadi gue gak perlu repot-repot deh ngurusin dia batin arsen. Arsen pun membiarkan anak dan ibu itu berdua didalam ruangan tersebut.


" Diana, ini ibu nak. Kenapa kamu sampai seperti ini sayang?" Ujar ratmi sambil meneteskan air matanya.


Diana segera menghapus air mata Ratmi.


" Ibu, aku minta maaf karena aku belum bisa ingat tentang ibu bahkan aku juga gak yakin nama aku adalah diana. Aku gak tau apa yang terjadi sebelumnya dan aku juga gak ingat apa-apa tentang masalalu aku bu tapi aku bakalan berusaha semampu aku buat bisa ingat semuanya Bu" jelas diana.


Ya tuhan syukurlah putri ku baik-baik saja tapi sepertinya memang ada yang tidak suka pada keluarga ku. Dulu Zahra diculik sekarang hampir saja nyawa putri ku hilang. Gak... aku gak bisa kasih tau siapapun diana masih hidup termasuk reyhan, sebelum aku tau siapa sebenarnya yang selama ini mengganggu ketenangan keluarga kami batin ratmi.


Ponsel ratmi pun berdering dan ia segera mengangkatnya.


' Rat, kamu dimana sih? Aku cariin dari tadi gak ketemu'


' Iya Karin maaf aku akan segera ketempat kamu sekarang'


' Yaudah kalau begitu jangan lama-lama ya'


' iya rin' balas ratmi memutuskan telponnya.


" Siapa bu?" tanya diana.


" Teman ibu nak. Yaudah kamu disini dulu ya ibu ada urusan sebentar sayang" ujar ratmi mencium kening putrinya tersebut lalu pergi menuju ketempat karin yang sudah berada bersama reyhan.


Sesampainya ruangan tersebut tampak reyhan sangat terpukul karena kepergian wanita yang dikiranya diana. Melihat Ratmi datang reyhan segera memeluknya dengan erat.


" Diana bu" ujar reyhan yang merasa sangat kehilangan.

__ADS_1


Maafin ibu rey, ibu gak bisa kasih tau kamu kalau Diana masih hidup karena ibu gak mau diana dalam bahaya lagi. Ibu tau ibu egois tapi ini demi kebaikan dan keselamatan diana batin ratmi.


__ADS_2