
Diana begitu terkejut dengan saran yang diberikan oleh clarisa.
" Aku gak akan pernah ninggalin reyhan sampai kapan pun dan aku yakin aku yang bakalan dapat hak asuh zahra" tolak diana.
" Yaudah berarti kamu siap-siap aja pisah sama zahra karena bagaimanapun zahra itu anak kandung dion ya mungkin untuk beberapa bulan atau tahun ini kamu bisa ngerawat dia tapi suatu saat nanti dion pasti bakalan tetap ngambil hak asuh atas zahrakan karena dia ayah kandungnya. Kamu pikir-pikir aja dulu kata-kata aku dengan baik dan kamu kabarin aku kalau kamu udah dapat keputusan yang tepat" jelas clarisa.
Dion sebenarnya ingin berbicara menolong diana karena dia tak ingin diana berpisah dengan zahra tetapi dia juga sudah berjanji akan menuruti semua perkataan kakaknya.
Maafin dion kak diana, dion pengen nolongin kakak tapi dion gak bisa ngelawan kata-kata kak risa karena dion udah janji bakalan nurutin semua perkataan kak risa. Maafin dion kak batin dion.
Clarisa pun segera pergi meninggalkan diana.
Kurang ajar, susah banget sih cewek gatel itu nurutin kemauan aku. Aku gak akan nyerah aku bakalan terus cari cara biar dia sendiri yang pergi ninggalin reyhan. Walaupun itu cara jahat sekali pun batin clarisa kesal.
Diperjalanan pulang dion tampak merasa sangat tak tenang karena perkataan clarisa pada diana tadi.
" Kak " panggil dion.
" Apa dion?" Balas clarisa singkat sambil fokus mengemudikan mobilnya.
" Kenapa kakak bilang begitu sama kak diana? Bukannya kakak bilang kalau zahra lebih baik dirawat oleh kak diana tetapi kenapa sekarang beda kak"
" Ya kamu sebelumnya gak bilang kalau anak kamu itu diasuh oleh diana. Kakak gak akan setuju keponakan kakak dirawat sama cewek gak baik kayak dia"
" Kak, kakak salah menilai kak diana kak. Dia itu orangnya baik banget kak dan dia juga sayang banget sama zahra kak, jadi dion yakin kak diana bisa jadi ibu yang baik buat zahra kak"
" Dion kamu dengerin kakak ya, diana itu baiknya cuma pura-pura doang didepan kamu dan juga reyhan. Kamu tau kalau dia emang cewek baik-baik kenapa dia ngancurin pertunangan reyhan dan tika. Pasti karena dia itu kegatelan sama reyhan dan pengen jadi nyonya reyhan makanya dia selalu bersikap sok baik. Udah deh dion, kamu percaya aja sama kakak. Kita yang bakalan rawat zahra dengan baik" jelas clarisa.
" Tapi kenapa kakak nyuruh kak diana buat jauhin kak reyhan kalau kak diana mau ngambil hak asuh zahra"
Hadeuhh ni bocah banyak tanya banget sih. Bisa-bisa hancur semua rencana yang aku buat gara-gara dia batin clarisa.
" Dion, maksud kakak itu baik kok sama diana. Kakak pengen dia jauhin reyhan biar dia itu gak ganggu hubungan reyhan lagi sama tika makanya kakak ngomong kayak gitu. Kamu percaya aja sama kakak ya, kakak gak ada niatan lain kok" jelas clarisa lagi.
Dion semakin bingung dengan perkataan clarisa.
Tadi kak risa bilang pengen ngambil hak asuh zahra karena kak diana gak baik sekarang malahan zahra boleh diasuh sama kak diana kalau dia jauhin kak reyhan. Kenapa malah bikin pusing ya, semoga aja yang kak risa lakuin beneran buat kebaikan semua orang batin dion.
Sementara itu diana tampak diam terpaku di warung.
Kenapa perkataan reyhan dan clarisa bertolak belakang ya. Bukannya reyhan bilang kalau dion udah ngasih hak asuh zahra ke aku tapi tadi kenapa dion diam aja ketika aku nanya. Apa reyhan berbohong sama aku buat nyenengin aku? Rey kenapa kamu harus bohong sih sama aku batin diana kecewa.
Ponsel diana pun berdering, ia segera mengangkatnya.
__ADS_1
' Halo bu '
' Diana, zahra hilang nak'
' Apa? Gimana bisa hilang bu. Bukannya tadi zahra sama ibu' balas diana panik.
' Iya nak tadi zahra main diluar sama ibu tapi pas ibu tinggal bentar zahranya gak ada lagi na'
' Mungkin dia main disekitar situ gak Bu. Coba ibu cari dulu Bu. Diana segera pulang'
' Gak ada na, bahkan ibu udah nanya sama pembantu dan satpam tapi mereka juga gak ada liat zahra na'
' Ibu tenang dulu ya Bu. Diana lagi jalan kesana bu'
' Iya nak cepat kemari' ujar ratmi lalu memutuskan telponnya.
Diperjalanan pulang diana tampak begitu khawatir dan cemas. Ditengah kecemasannya ponselnya berdering kembali dan itu merupakan panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya.
Ini nomor siapa ya? Batin diana.
' Halo, maaf ini siapa'
' Bundaaa'
' Zahra'
' Ini anak kamu kan' ujar seorang wanita.
' Kamu siapa? Mana anak saya, saya ingin berbicara dengannya'
' Saya akan biarkan kamu berbicara sepuasnya dengan anak kamu asalkan kamu mau menuruti perintah saya'
' Kamu jangan macam-macam ya sama anak saya. Saya bisa laporin kamu ke polisi'
' Laporin aja tapi kamu harus menanggung konsekuensinya'
' Maksud kamu apa?'
' Kamu gak pernah ketemu dia seumur hidup kamu lagi'
' Apa? Saya mohon lepaskan anak saya dia masih kecil dan tak tau apa-apa. Kalau kamu ada masalah dengan saya tolong jangan melampiaskannya pada anak saya'
' Kamu tenang aja selagi kamu nurutin kemauan saya, anak kamu bakalan aman ditangan saya'
__ADS_1
' Kamu mau apa dari saya? Mau uang. Saya bakalan kasih berapa pun sama kamu tapi tolong kembalikan anak saya sekarang juga'
' Bodoh. Saya gak butuh uang kamu'
' Terus kamu mau apa dari saya?'
' Saya mau kamu meyakinkan reyhan untuk segera menikah dengan tika'
Diana terdiam mendengar permintaan wanita tersebut.
Ya tuhan kenapa masalah selalu datang bertubi-tubi menimpa ku. Belum selesai tentang hak asuh zahra dan sekarang wanita ini menginginkan agar reyhan menikah dengan tika. Kenapa masalah dalam hidupku tidak pernah berakhir. Aku gak bisa kehilangan zahra dan aku juga sangat menyayangi reyhan. Aku gak bisa meninggalkan mereka berdua tapi sekarang zahra lagi dalam bahaya kalau aku gak menyetujui permintaan dia, dia pasti bakal nyakitin zahra batin diana sedih.
' kenapa diam diana?'
Dengan berat hati diana mengatakan iya pada wanita tersebut.
' Baiklah, saya menyetujui permintaan kamu tapi tolong biarkan saya bertemu zahra'
' Kamu kira saya bodoh diana, saya gak akan kasih zahra sama kamu sampai pernikahan reyhan dan tika selesai. Dan satu lagi kamu jangan sampai memberi tau reyhan masalah ini karena kalau dia sampai tau, kamu tau sendiri kan konsekuensi yang harus kamu hadapi jadi jangan macam-macam dengan saya dan turuti semua perkataan saya'
' Baiklah'
' Pintar' balas wanita tersebut lalu memutuskan telponnya.
Diana pun menyuruh supir taksi untuk memutar balik menuju rumah sakit tempat reyhan dirawat.
Sesampainya di sana diana tampak sangat berat melangkahkan kakinya menuju ruangan reyhan tetapi wajah zahra selalu terbayang oleh diana yang membuatnya dengan cepat menuju ruangan reyhan. Tampak reyhan sedang sibuk dengan ponselnya. Reyhan yang menyadari kedatangan diana langsung meletakkan ponselnya dan menghampiri diana.
" Kamu lama banget sih na. Oh ya, katanya mau beli makanan, Mana makanannya?" Tanya reyhan.
" Rey, kamu sayang gak sama aku?" Tanya diana spontan yang membuat reyhan heran.
" Diana sayang, kamu kan tau kalau aku tu sayang banget sama kamu. Lagian tumben nanya kayak begitu ke aku"
" Kamu mau gak nurutin permintaan aku?"
" Apapun bakalan aku berikan buat kamu Na. Emang kamu mau apa?"
" Janji kamu gak akan pernah menolak apapun permintaan aku"
" Iya na. Ada apa sih? Kenapa kamu tiba-tiba begini?"
" Aku mau kamu segera menikah dengan tika" ujar diana dengan berat hati yang membuat reyhan begitu terkejut dengan permintaan diana.
__ADS_1