
" Gak usah sok Ngancam gue segala deh, dav. Gue lagi gak mau kemana-mana sekarang" ujar sovia yang masih kekeh ingin berada didalam kamarnya.
" Yaudah kalau lo gak percaya, gue bakalan ngomong sama bokap lo sekarang" tegas david yang membuat sovia bimbang.
David gila kali ya! Gak mungkin gue nikah sama dia, gue gak ada perasaan apa-apa sama dia tapi kalau dia beneran bilang ke papa gimana? Gak bisa nih. Gue harus bicara sama dia batin sovia yang mulai cemas. Dia segera membuka pintu kamar perlahan karena tak mendengar suara david lagi dari luar.
Ketika membuka pintu kamarnya, david dengan cekatan langsung masuk kedalam.
" David! Lo ngapain masuk kamar gue? Keluar sekarang!" Pekik sovia yang berusaha menarik david keluar tetapi david tak bergeming dari tempatnya kini berdiri.
" Lo harus ikut gue ke acaranya arsen sov"
" Gue gak bisa dav"
" Gak bisa kenapa? Lo sebenarnya kenapa sih sov? Jadi cewek yang beda banget sekarang"tanya david yang merasa heran dengan sikap sovia sekarang.
" Gue gak apa-apa dav, gue cuma lagi males keluar aja" jawab sovia berbohong pada david.
David terus saja mendesak sovia yang membuat sovia akhirnya mengatakan yang sebenarnya. Dia menceritakan semuanya pada david. David kemudian memeluk sovia yang kini terlihat begitu lemah dan juga berderai air mata.
" Kenapa lo gak cerita dari awal sama gue sov?"
" Gue gak bisa dav, gue gak mau buat orang susah sama masalah gue"
" Gue kan sahabat lo juga sov, seharusnya lo cerita dari awal sama gue. Dengan begini gue gak akan maksain lo buat datang ke acara itu"
Sovia hanya diam sambil menyeka air matanya. David pun mengeluarkan sapu tangan miliknya dari saku. Lalu ia membantu sovia menyeka air matanya yang masih mengalir itu.
Kasihan banget sih lo sov. Gue kira gue satu-satunya orang yang paling merasa sakit karena ditolak sama diana ternyata keadaan lo sekarang lebih buruk dari gue batin david.
" Udah ya, jangan sedih lagi dong. Gue yakin masih banyak cowok yang lebih baik dari dia sov jadi jangan sedih lagi ya. Lo harus semangat dong" seru david memberikan semangat pada sovia.
" Makasih ya dav, lo emang sahabat terbaik deh" jawab sovia.
Ponsel david berdering dan itu merupakan panggilan dari arsen.
" Arsen, nelpon gue"
__ADS_1
" Angkat aja dav"
" Tapi lo"
" Gak apa-apa, angkat aja"
David segera mengangkat telponnya.
' Halo ar'
' Halo dav, Lo dimana sih? Katanya tadi udah otw tapi kok belum sampai juga'
' Iya tadi gue ada urusan bentar ar, bentar lagi gue sampai kok. Lo nelpon gue cuma mau bilang itu aja ni'
' Enggak bro, gue mau minta tolong sama lo'
' Minta tolong apa?'
' Lo bisa jemput sovia kerumahnya gak, soalnya gue telponin dari tadi gak bisa-bisa. Tika nanyain dia mulu sama gue dav, bahkan sekarang tika juga gak mau keluar kamar kalau sovia belum datang'
' Lho kenapa ar? Emang apa sangkut pautnya sovia sama itu'
' Yaudah nanti gue coba cari sovia kerumahnya ya'
' Iya dav, makasih ya bro'
' Iya sama-sama bro'
David kemudian menutup telponnya. Lalu ia melirik sovia yang terduduk lemas diatas ranjangnya. David kemudian duduk disebelahnya.
" Lo gak usah datang ya, nanti gue bakal cari alasan buat bilang ke arsen sama tika"
" Gue harus datang dav"
" Tapi kondisi lo sekarang begini sov, gue gak mau lo makin sakit lagi kalau lo kesana"
" Kalau gue gak kesana, tika gak akan pernah keluar dari kamarnya dav"
__ADS_1
" Maksud lo?"
" Dia pasti gak mau ngelanjutin pernikahan ini dav, kalau gue gak datang dia pasti ngira kalau gue masih ada perasaan sama arsen. Dia pasti ngerasa bersalah gara-gara itu dav, gue harus datang kesana"
" Apa lo yakin sov? Apa lo sanggup ngeliat itu semua?"
" Gue harus sanggup dav, ini demi kebahagiaan banyak orang"
" Yaudah kalau itu mau lo sov, gue tunggu diluar ya" ujar david yang kemudian keluar dari kamar sovia. Dia begitu terkejut melihat ayahnya sovia ada didepan pintu kamar sovia.
" Om" ujar david yang merasa canggung karena dirinya berada didalam kamar sovia. Dia panik karena takut ayahnya sovia berpikir yang tidak-tidak.
" Bagaimana sovia nak?" tanya arya.
" Dia baik-baik aja kok om, dia lagi siap-siap buat pergi ke acara pernikahan temen sama david om"
" Oh syukurlah kalau begitu nak, om sangat berharap banyak sama kamu dav. Padahal om dari tadi sudah membujuknya dengan susah payah tetapi dia begitu keras kepala dan selalu menolak tapi ketika kamu datang dia langsung mau. Om yakin kalian memang pasangan yang cocok nak" jelas arya yang membuat david hanya bisa tersenyum karena dia tak tau harus bagaimana lagi.
Gimana mau batalin pertunangan gue sama Sovia kalau bokapnya aja semakin suka gini sama gue batin david.
Mereka kemudian menuju ke ruang tamu untuk berbincang-bincang. Sementara sovia tampak memilih asal saja gaun yang akan dikenakannya. Dia juga hanya berdandan sederhana saja. Dia berkali melihat dirinya dikaca dengan cermat.
Apa gue sanggup ya? Tapi kalau gue gak kesana itu bisa buat tika sedih juga. Ya Tuhan berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi ini semua batin sovia berharap.
Setelah selesai bersiap-siap, sovia segera keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Saat sovia berjalan mendekati david dan arya, mereka tampak terpukau ketika melihat sovia. Sovia berusaha mengulas sebuah senyuman walaupun sebenarnya hatinya begitu hancur kini.
" Kita berangkat dav" ajak sovia.
" Iya sov. Om kalau gitu kita pamit dulu" seru david sambil mencium punggung tangan arya begitupun sovia. Mereka segera bergegas menuju ke tempat pernikahan arsen dan tika diselenggarakan.
Diperjalanan sovia hanya diam sambil menatap kearah luar. Dia memikirkan bagaimana kondisinya nanti ketika melihat arsen dan tika bersama.
" Sov, lo yakin kita bakalan kesana?" tanya david membuka pembicaraan.
" Dav, tolong jangan goyahin keputusan gue. Gue udah berusaha sekuat tenaga mengumpulkan kekuatan gue buat kesana dav dan gue yakin semuanya pasti baik-baik aja kok. Lo gak usah khawatir ya" jawab sovia.
__ADS_1
Sov, lo kuat banget sih. Gue yakin suatu saat cowok yang dapatin lo pasti orang yang paling beruntung banget. Semoga lo bisa hadapin ini semua sov batin david.
David hanya diam dan fokus melihat jalan. Mereka pun berhenti disebuah toko untuk membeli hadiah. David menyuruh sovia tetap berada didalam mobil dan dia yang mencari hadiah kedalam toko tersebut.