Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 91


__ADS_3

Dia menatap tika dengan tajam, memperhatikan tika dari atas hingga bawah yang membuat tika merasa canggung.


" Ada perlu apa kamu sama anak saya?" tanya wanita itu dengan sinis.


What? Jadi dia ibunya arsen. Aduh aku harus ngomong apa ya batin tika panik. Ditengah kepanikannya tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari dalam yang berjalan kearah mereka.


" Siapa ma?" ujar pria tersebut yang tak lain adalah arsen. Arsen yang melihat tika yang diam berdiri didepan rumahnya pun segera menghampirinya.


" Tika, kamu disini" seru arsen yang terlihat begitu bahagia. Dia langsung saja memeluk tika karena ia merasa begitu bahagia.


" Arsen, lepasin ada mama kamu disini" bisik tika yang membuat arsen melepaskan pelukannya.


Ibu arsen kemudian menarik tangan arsen menjauh dari tika.


" Ngapain kamu nyuruh dia kemari?"ujar ibu arsen dengan suara pelan.


" Arsen gak nyuruh tika kesini ma. Emangnya kenapa sih ma kalau tika kemari?"


" Arsen, kamu kan tau bahwa papa kamu sudah memilihkan calon istri untuk kamu nak. Kalau sampai papa lihat dia nanti bisa jadi masalah besar nak"


" Arsen kan udah bilang ma kalau arsen gak mau dijodoh-jodohin ma. Arsen cuma sayang sama tika dan cuma mau tika jadi istri arsen ma" tegas arsen.


" Iya sayang mama bisa ngertiin kamu nak, tapi bagaimana dengan papa kamu. Kamu baru aja pulang kerumah nak dan mama gak mau kalau kamu harus ninggalin mama lagi. Kamu kan tau kamu satu-satunya anak mama dan papa. Mama gak mau jauh dari kamu lagi sayang" jelas ibunya arsen.


Ibunya arsen merupakan orang yang paling mengerti arsen dirumahnya. Ibunya selalu mendukung apapun yang dilakukan putranya karena ia yakin bahwa pilihan putranya memang yang terbaik untuknya tetapi disisi lain ada suaminya yang sangat keras kepala seperti arsen. Ayah arsen tetap bersikeras ingin anaknya menikah dengan wanita yang dipilihkan olehnya.


" Mama, arsen gak akan ninggalin mama lagi kok ma asalkan mama sama papa bisa nerima hubungan arsen sama tika" ujar arsen yang kemudian pergi meninggalkan ibunya menuju ke arah tika.


" Maaf ya tik, kamu nunggu lama. Ayo masuk dulu kita ngobrol didalam" ajak arsen. Tika kemudian menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam rumah tersebut. Mereka pun duduk diatas sofa. Ibunya arsen terlihat sudah duduk terlebih dahulu disofa.


" Tante, arsen. Ini tika ada bawa sedikit buah tangan untuk semuanya" ujar tika meletakkan buah tangan yang dibawanya diatas meja.


" Wah.. makasih ya. Seharusnya kamu gak perlu repot-repot begini tau tik" sahut arsen dengan wajah gembira.


Ibu arsen yang melihat putranya begitu bahagia merasa ikut bahagia karena ia sangat jarang melihat putranya sebahagia ini.


Kalau memang wanita ini bisa membuat arsen bahagia aku akan berusaha untuk membujuk mas yuda agar bisa menerima wanita ini walaupun sangat sulit membujuknya aku akan mencobanya batin ibunya arsen.


" Arsen, tolong suruh bibik untuk buat minum ya. Masa ada tamu gak ditawarin minum" ujar ibu arsen.

__ADS_1


" Oh iya ma. Yaudah tunggu bentar ya " seru arsen yang kemudian pergi menuju dapur. Tika merasa canggung kembali karena hanya berdua saja kini bersama ibunya arsen.


" Tika, tante boleh nanya gak?"


" Boleh tante mau tanya apa?"


" Sejak kapan kamu kenal sama arsen?"


" Tika kenal sama arsen dari awal perkuliahan dulu tante"


" Oh, berarti udah lumayan lama juga ya"


" Iya tante"


" Tante seperti pernah melihat kamu tapi dimana ya" seru ibunya arsen yang seketika mengingat bahwa dia pernah melihat wajah tika " Bukannya kamu tunangan reyhan"


" Hmm itu tante" belum selesai tika berbicara arsen yang tiba-tiba datang sambil membawa minuman pun memotongnya.


" Tika udah putus sama reyhan ma. Dia gak ada hubungan apa-apa lagi sama reyhan"


" Oh begitu. Kenapa kamu yang bawa minumnya kemari Ar? Bibik mana?"


" Ayo diminum tika" ucap ibu arsen. Arsen kemudian langsung duduk disebelah tika sambil terus menatap tika yang membuat tika malu.


Ibu arsen kemudian mengerti bahwa putranya ingin berbicara empat mata dengan tika. Dia kemudian pergi menuju kamarnya. Kebetulan yuda sedang bekerja sekarang dikantor jadi rasa was-was ibu arsen terasa berkurang sedikit.


" Arsen, kenapa kamu mandangin aku terus sih?" Tanya tika.


" Aku masih gak nyangka aja kamu sekarang ada dihadapan aku tik"


Tika kemudian merasa bersalah saat melihat bekas lebam yang masih ada pada wajah arsen. Tika mengusapnya pelan sambil memandangi wajah arsen.


" Apa masih sakit Ar?"


" Obatnya kan udah ada disini jadi gak mungkin sakit lagi dong" goda arsen. Tika hanya tersenyum malu mendengar perkataan arsen.


" Bukannya kamu akan pergi keluar negeri tapi kenapa sekarang malah ada disini?"tanya arsen.


" Awalnya aku mikir bahwa aku tu bukan cewek yang baik buat kamu ar. Apalagi ada sovia yang ternyata juga menyayangi kamu sejak dulu makanya aku mutusin buat pergi keluar negeri dan nolak kamu, tapi setelah aku denger semua penjelasan sovia. Aku tau kalau aku juga sayang banget sama kamu dan sovia dia juga bilang kalau perasaan dia sama kamu sekarang hanya sebatas sahabat gak lebih. Kamu tau ar, sovia juga bilang bahwa dia sekarang punya seseorang yang disukai" jelas tika.

__ADS_1


" Benarkah? Siapa?"


" Aku juga kurang tau sih dia gak mau ngasih tau aku "


" Oh... Jadi gimana? Kamu mau kan jadi istri aku" ujar arsen sambil mengeluarkan cincin dari dalam sakunya. Tika begitu terkejut dengan pernyataan arsen yang tiba-tiba begini.


" Arsen, kamu"


" Aku udah siapin ini dari semalam tik. Rencananya aku tadi mau nyusul kamu ke bandara tik eh ternyata kamu sendiri yang datang kesini. Kamu tau, aku senang banget kamu ada disini sekarang tik. Rasanya kayak aku lagi mimpi sekarang" jelas arsen.


Tika begitu terharu dengan perjuangan arsen walaupun tika selalu menyakiti arsen tetapi arsen tak pernah sedikitpun membalas bahkan arsen malah semakin menyayanginya.


" Kenapa kamu baik banget sih ar? Padahal aku selalu buat kamu sakit hati tapi kenapa kamu gak balas sedikitpun perbuatan aku?"


" Tika sayang, kamu dengarin aku ya. Aku sayang banget sama kamu. Aku tau mungkin ada beberapa salah paham diantara kita makanya kamu ngelakuin semua itu jadi buat apa coba aku balas? I love you so much tika. Will you marry me?"


" Enggak" jawab tika yang membuat arsen merasa sedikit kecewa tetapi tika tiba-tiba tersenyum" Enggak nolak maksud aku ar"


Wajah arsen begitu bahagia mendengar jawaban tika. Dia langsung memeluk dan menggendong tika.


" Arsen, turunin aku. Nanti ada yang lihat gimana?"


" Enggak apa-apa sayang, semua orang harus tau kalau hari ini aku bahagia banget" jawab arsen. Karena tika terus meminta turun akhirnya arsen pun menurunkannya. Arsen kemudian memasangkan cincin pada jari manis tika.


" Kamu gak akan berubah pikiran lagi kan sayang"


" Gimana ya?"


" Tika"


" Haha aku gak akan berubah pikiran lagi kok sayang" ucap tika.


Mereka terlihat begitu bahagia hari ini. Sementara itu dikediaman diana, reyhan tampak tak bekerja hari ini. Dia merasa kurang enak badan. Reyhan bahkan tak keluar kamar untuk sarapan. Diana yang penasaran dengan keadaan reyhan kemudian berjalan menuju kamar tamu untuk melihat reyhan.


Perasaan tu anak baik-baik aja semalam kok bisa sakit sih pagi ini batin diana.


Diana membuka pintu kamar tamu dengan perlahan agar tidak menggangu reyhan yang sedang beristirahat.


Reyhan terlihat sedang tertidur begitu pulas. Bahkan sarapannya pun yang diantar oleh pembantunya tadi pagi tidak ia sentuh sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2