Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 21


__ADS_3

" Sayang, aku boleh nanya sesuatu gak?"


" Boleh sayang, mau nanya apa?"


" Sebelumnya aku minta maaf ya karena udah lancang buka-buka dompet kamu dan aku gak sengaja ketemu foto ini" ujar galang memperlihatkan foto yang ia temukan tadi pada ririn.


" Ini foto papa sama mama aku sayang" jawab ririn santai, wajah galang terlihat berubah seketika.


" Ini papa sama mama kamu"


" Iya sayang. Mereka sekarang lagi diluar negeri sih tapi kamu tenang aja lusa mereka bakalan balik kesini kok sayang"


" Oh .."


Galang kemudian fokus mengendarai mobilnya. Mereka hanya diam-diam saja didalam mobil sampai ke rumah sakit. Saat sampai ririn hendak mencium pipi galang tapi galang langsung saja turun dari mobil.


Galang kenapa ya? Biasanya dia yang minta aku cium tapi sekarang kok buru-buru banget keluar. Mungkin ada pasien penting kali ya batin ririn. Ia segera keluar dari mobil. Lalu mereka masuk kedalam rumah sakit. Galang langsung menuju ruangannya dan ririn menuju kamar jason.


Diruangannya galang terlihat begitu emosi hingga membuang segala barang yang ada diatas mejanya.


" Kenapa harus ririn sih? Kenapa? " Pekiknya kesal sambil meninju dengan keras mejanya. Dia kemudian duduk dibangku kerjanya dan terlihat begitu kesal.


Kenapa? Kenapa dia? Kenapa harus orang yang aku cintai jadi anak perebut suami mama. Kenapa dia? Apa yang aku harus bilang ke mama? Aku gak mungkin bisa bersama dengan anak wanita yang sudah membuat kehidupan ku dan mama menderita batin galang.


Dia kemudian menatap ponselnya dan melihat foto ririn yang sedang tersenyum manis menjadi wallpapernya. Dia begitu sedih,kesal dan kacau kini tak tau harus apa. Tiba-tiba seseorang datang memasuki ruangannya yang kebetulan tidak ia kunci.


" Galang, kamu kenapa? Kenapa ruangan ini berantakan banget sih" seru seseorang yang tak lain adalah ocha. Dia kemudian mendekati galang" Galang, kamu kenapa?"


" Cha, apa yang harus aku lakuin cha? Aku harus gimana? Aku gak tau harus apa sekarang cha"


" Maksud kamu apa sih lang? Coba kamu ceritain semuanya sama aku ya"


Galang menceritakan segalanya pada ocha. Dia begitu frustasi kini karena harus bagaimana. Ia sangat mencintai ririn tetapi disisi lain dia sangat membenci orang yang membuat dirinya dan ibunya menderita. Ocha terlihat begitu terkejut mendengar perkataan galang.


" Apa ririn tau kalau papa dia itu papa kamu juga?"


Galang menggelengkan kepalanya.


" Kamu tenang dulu ya galang, jangan kayak gini dong. Aku yakin pasti ada solusi untuk masalah ini dan aku harap kamu jangan ngambil keputusan gegabah ya"


" Gimana bisa tenang cha? Aku gak tau harus apa, bahkan saat melihat ririn aku selalu teringat bagaimana penderitaan aku sama mama cha"

__ADS_1


" Lang, kamu juga gak bisa salahin ririn dong. Ini kesalahan mamanya dan papa kamu jadi aku harap kamu jangan lampiaskan ke ririn ya. Dia aja aku rasa gak tau kalau papanya sekarang itu bukan papa kandung dia lang jadi kamu jangan gegabah ngambil keputusan ya" jelas ocha memberikan nasehat.


Sementara itu diruangan jason, ririn terlihat duduk disofa setelah memeriksa jason. Jason tampak masih tertidur pulas.


Selagi dia masih tidur, aku bisa main ponsel kan batin ririn. Saat dia bermain ponsel tiba-tiba mamanya menelponnya.


' Halo mama'


' Halo sayang, kamu dimana sekarang?'


' Ririn masih dirumah sakit ma '


' Jam berapa pulang sayang?'


' Malam ma, kenapa ma tumben nanya ririn kapan pulang?'


' Gak apa-apa sayang, mama punya sesuatu buat kamu'


' Apa ma?'


' Kalau mau tau kamu harus cepat pulang ya'


' Hmm iya deh ma, yaudah ririn lanjut kerja dulu ya ma. Bye mama'


Ririn kemudian menutup telponnya. Dia menatap layar ponselnya menunggu pesan dari galang tapi tak ada satupun.


Aneh, kenapa galang gak gangguin aku ya? Biasanya tiap bentar dia chat kalau gak nelpon aku tapi sekarang kenapa gak ada sama sekali. Mungkin dia lagi sibuk kali ya makanya gak gangguin aku batin ririn.


Diana tampak baru saja datang dan langsung menghampiri ririn.


" Gimana keadaan dia rin? "


"Tenang aja na, dia baik-baik aja kok"


" Syukur deh, maaf ya aku telat soalnya harus ngantar zahra dulu tadi"


" Iya gak apa-apa na. Oh ya, aku boleh keluar dulu gak mau sarapan bareng galang. Aku belum sarapan pagi na"


" Yaudah gak apa-apa, jason biar aku aja yang nanganin disini"


" Makasih na, kamu emang sahabat aku yang paling the best deh"

__ADS_1


" Kamu bisa aja rin"


" Yaudah aku pergi ya"


" Iya hati-hati "


Ririn kemudian pergi menuju ruangan galang. Dia terlihat begitu girang.


Mau sarapan apa ya pagi ini sama galang? batin ririn. Dia terlihat begitu bahagia dan senyum-senyum saat berjalan menuju ruangan galang.


Sesampainya disana ia tampak terdiam menatap dari kejauhan. Galang dan ocha terlihat begitu dekat. Ocha juga terlihat membawa makanan dan mereka berdua masuk kedalam ruangan galang.


Ocha, kenapa dia ada disini? Dia juga bawa makanan ditangannya. Ah aku gak boleh mikir yang aneh-aneh. Ocha sama galang itu cuma sahabat aja gak lebih batin ririn meyakinkan dirinya. Dia kemudian menghampiri galang dan ocha.


" Sayang" panggil ririn yang membuat galang menatapnya. Galang begitu bimbang disatu sisi dia sangat senang dengan kedatangan orang yang ia cintai tapi disisi lain dia selalu terbayang penderitaan dirinya bersama ibunya karena ulah mamanya ririn.


Galang tampak tak menjawab dan fokus melahap makanan yang ada dihadapannya. Ocha kemudian mendekati ririn.


" Rin, ikut aku sebentar yuk" ajak ocha yang membawa ririn keluar.


" Ada apa cha? Kenapa kita harus keluar segala"


" Rin, sebaiknya untuk hari ini jangan dekatin galang dulu ya"


" Kenapa? Dia kan pacar aku. Kenapa aku gak boleh dekatin dia cha"


" Rin, aku gak berhak ikut campur sebenarnya dalam masalah kalian ini tapi aku tau galang rin. Dia kalau lagi ada masalah gini kadang gak bisa ngontrol perkataannya. Aku takut dia bisa ngomong sesuatu yang buat kamu sakit hati nanti makanya untuk antisipasi kamu jauhin dia dulu ya" jelas ocha. Ocha tau bahwa galang sangat mencintai ririn tetapi ia juga begitu membenci keluarga ririn. Ia takut galang akan emosi dan meluapkan segalanya pada ririn. Dia tak ingin hubungan ririn dan galang jadi berantakan.


" Enggak bisa cha, aku pacar dia lho. Seharusnya kalau dia ada masalah itu dia cerita ke aku bukannya malah menjauhi gini"


Aduh ririn kenapa gak ngerti sih. Masalah dia itu kamu dan keluarga kamu rin batin ocha kesal.


" Tapi rin"


" Gak cha, aku bakalan bicara sama dia. Aku gak apa-apa kok jadi pelampiasan amarah dia asal itu bisa buat dia lega. Pasangan itu harus selalu ada disaat pasangannya membutuhkan bukan malah menjauhi cha. Kamu tunggu disini ya biar aku bicara sama galang" seru ririn yang langsung masuk kedalam ruangan. Galang tampak berhenti melahap makanannya saat ririn mendekatinya.


" Sayang, aku denger dari ocha kamu ada masalah. Kenapa kamu gak cerita ke aku sih? Aku kan pacar kamu sayang. Seharusnya kamu ceritain semuanya ke aku. Aku tau kamu sama ocha sahabatan udah lama tapi kamu kan juga punya aku sekarang jadi kamu bisa cerita semuanya sama aku sayang" seru ririn.


" Aku lagi gak pengen bicara sama kamu rin, mendingan kamu keluar aja ya"


" Galang, kamu kenapa sih? Aku gak akan mau keluar. Perasaan tadi pagi baik-baik aja sekarang kenapa kayak begini sih" pekik ririn kesal.

__ADS_1


" Rin, aku mohon sama kamu ya. Untuk kali ini aja tolong dengerin perkataan aku"


" Aku gak mau galang" ujar ririn bersikeras.


__ADS_2