Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 140


__ADS_3

Ditengah kecemasannya tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamarnya.


" Siapa?"


" Pak bos, ini saya"


" Saya kan udah bilang gak mau diganggu dulu"


" Tapi ada pesan dari pak radit, pak bos"


" Pesan apa?"


" Pak radit mengatakan bahwa pak bos disuruh nona diana mengaktifkan ponsel pak bos"


" Oh yasudah nanti saya akan menghubunginya" balas reyhan yang langsung mencari keberadaan ponselnya. Dia kemudian langsung menelpon diana.


' Halo, rey'


' Iya sayang. Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba ingin ditelpon?'


' Emang aku gak boleh nelpon kamu ha!'


' Bukannya gitu tapi kamu kan tau sendiri kalau aku sibuk disini'


' Iya aku ngerti kamu lagi sibuk tapi gak bisa ya disela-sela istirahat kamu ngabarin aku. Rey aku bosan dikamar terus, para pelayan yang kamu suruh jagain aku gak bolehin aku keluar'


' Ya mereka benar dong gak ngasih izin kamu keluar. Kamu kan masih sakit na jadi lebih baik banyak-banyak istirahat aja ya'


' Tapi rey, aku bosan tau harus dikamar terus'


' Diana sayang, kamu harus nurut ya. Ini semua demi kebaikan kamu'


' Yaudah deh, btw kamu lagi apa sekarang?'


' Aku lagi istirahat soalnya baru selesai rapat'


' Aku ganggu ya'


' Aku malahan senang kalau kamu ganggu aku na'


' Reyhan, aku serius lho'


' Kamu gak ganggu aku kok sayang. Kamu udah makan dan minum obat kan?'


' Udah sayang '


' Bagus deh kayak gitu. Ibu sama zahra mana?'


' Ibu nemanin zahra kesekolahnya rey soalnya disekolah zahra lagi ada acara gitu'


' Oh gitu, yaudah kamu banyak-banyak istirahat aja ya sayang'


' Tapi aku bosan dikamar rey'


' Atau kamu mau aku jemput dan bawa kesini'


' Ngapain aku kesana?'


' Ya nemanin aku lah sayang'


' Hmm gak usah deh rey, nanti aku malah nyusahin kamu disana'


' Gak apa-apa sayang kalau kamu mau aku bisa segera nyuruh pengawal buat ngantar kamu'


' Gak usah rey, aku dirumah aja deh'


' Yaudah kalau itu mau kamu sayang'


' Iya rey, kamu istirahat aja dulu. Kamu pasti capek kan'

__ADS_1


' Iya sayang'


' Oke, aku tutup telponnya ya'


' I Miss you na'


' Miss you too rey'


Reyhan kemudian memutuskan telponnya. Dia memang terlihat santai saat berbicara dengan diana tapi dihatinya begitu was-was tentang hanum. Dia kemudian menelpon kepala penjaga ditempat diana dan menyuruhnya untuk memperketat penjagaan disana. Jika ada hal yang mencurigakan juga harus langsung dilaporkan padanya.


***


Malam harinya tika dan arsen terlihat begitu rapi. Mereka segera bergegas menuju rumah orangtua arsen. Tika terlihat begitu gugup akan bertemu dengan kedua orangtua arsen.


" Kamu kenapa tik?"


" Aku gak apa-apa sayang"


" Serius nih?"


" Iya sayang, aku cuma sedikit gugup aja"


" Gugup kenapa sayang?"


" Ini kan pertama kalinya aku makan malam bareng keluarga kamu ar"


" Ya Ampun sayang, papa dan mama aku itu sama aja kok seperti orang tua kamu jadi gak usah terlalu gugup ya"


" Hmm akan aku coba ar"


Sesampainya dirumah arsen mereka terkejut karena orang sangat ramai disana.


" Kenapa banyak orang ya sayang?" tanya tika.


" Aku juga gak tau sayang, kita masuk dulu aja ya"


" Hmm"


" Arsen, mama kangen nak"


" Iya ma, arsen juga kangen sama mama. Oh ya, ini kenapa banyak orang ya ma bukannya kita mau ngadain acara makan malam keluarga aja ya"


" Iya awalnya gitu sayang tapi kamu kan tau ini hari ulang tahun pernikahan papa dan mama jadi gak mungkin dong cuma dirayain kecil-kecilan. Kamu kan tau gimana papa kamu nak"


" Oh gitu ma"


Vira kemudian mendekati tika dan juga memeluknya.


" Tika sayang, makasih ya udah ngejagain kesayangan mama"


" Iya ma" jawab tika singkat karena dia begitu gugup hingga tak tau harus berkata apa lagi.


" Kita masuk yuk ketemu sama papanya arsen"


Tika kemudian menatap arsen dan arsen mengisyaratkannya untuk mengikuti ibunya.


" Iya ma"


" Arsen, kamu ikut juga kan"


" Arsen mau disini dulu ma"


" Yaudah kalau gitu"


Vira dan tika kemudian masuk kedalam untuk bertemu dengan yuda. Sesampainya didalam yuda tampak memandangi tika dari atas hingga bawah.


Wanita seperti ini yang membuat anakku menjauh dari ku. Cih.. lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk mu hari ini tika batin yuda.


" Vir, tadi ada yang mencari kamu diatas"

__ADS_1


" Siapa mas?"


" Kamu lihat aja kesana, biar tika disini mengobrol dengan ku"


" Iya mas" jawab vira yang kemudian pergi meninggalkan tika dan yuda. Tika terlihat semakin gugup saja. Tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri yuda.


" Permisi tuan"


" Ada apa?"


" Tuan mohon maaf sebelumnya, pelayan yang akan melayani tamu kita sepertinya kurang tuan. Apakah saya perlu mencari pelayan tambahan?"


Yuda terdiam sejenak lalu menatap kearah tika dengan senyuman.


" Tika"


" Iya pa"


" Kamu bisa membantu pelayan ini melaksanakan tugasnya kan, lagian kamu juga seorang menantu disini jadi seharusnya kamu juga ikut ambil bagian dari acara ini kan nak"


" Iya pa, dengan senang hati tika akan membantu pa"


" Yasudah pergilah ikut dengan pelayan ini"


" Baik pa" sahut tika yang mengikuti pelayan tersebut.


Itu lebih cocok untuk kamu dari pada menjadi menantu ku batin yuda. Dia kemudian berbaur dengan tamu lainnya. Sementara tika merasa bingung harus mengerjakan apa.


" Nona tika, mohon maaf sekali harus merepotkan nona"


" Iya tidak apa-apa buk saya malah senang bisa membantu"


" Wah pak yuda sangat beruntung ya mempunyai menantu yang cantik dan baik seperti nona tika"


" Ibuk bisa saja. Apa yang harus saya kerjakan buk?"


" Apa nona bisa membagikan minuman ini kepada para tamu?"


" Tentu buk" jawab tika yang mengambil nampan yang berisi beberapa gelas minuman lalu ia membagikannya kepada para tamu undangan.


" Yud, bukannya itu menantu kamu ya. Kenapa dia malah bekerja seperti pelayan?" tanya salah seorang rekan kerjanya yuda.


" Apa menurut kamu aku mau menerima menantu seperti itu ha! Aku mengundang dia kemari karena keinginan istri ku. Lagian dia lebih cocok jadi pelayan disini ketimbang menantu"


" Kamu ini memang ayah mertua yang kejam yud, kamu gak seharusnya memperlakukannya seperti itu"


" Biarkan saja. Itu memang tempat yang pantas untuk dia"


Saat tika memberikan minuman pada seorang pria, dia tidak sengaja menumpahkannya pada baju tamu tersebut.


" Dasar pelayan bodoh!"


" Pak maaf kan saya pak, saya tidak sengaja melakukannya"


" Apa kamu tau berapa harga baju saya ini ha! Seumur hidup kamu bekerja sebagai pelayan pun tidak akan cukup untuk menggantinya"


" Pak saya benar-benar minta maaf pak"


Mata para tamu undangan tertuju pada mereka karena keributan yang dibuat oleh tamu tersebut. Yuda kemudian datang menghampiri mereka.


" Ada apa ini?"


" Ini pelayan kamu yud sama sekali gak becus bekerja. Kamu lihat pakaian aku sekarang jadi kotor begini, kamu kan tau kalau baju ini limited edition"


" Saya meminta maaf atas nama pelayan ini ya, saya janji akan membayar kerugiannya"


Tika begitu terkejut sekaligus sedih mendengar ayah mertuanya memanggil dirinya pelayan. Ditambah lagi kata-kata tamu undangan tersebut yang membuat tika tidak tahan berada disitu dan segera berlari keluar. Yuda hanya terlihat acuh tak acuh dan tidak merasa bersalah sama sekali terhadap menantunya tersebut.


Tika tampak duduk dibangku yang tak jauh dari rumah arsen. Disitu agak sepi yang membuat tika mengeluarkan semua rasa sedihnya.

__ADS_1


Aku hanya dianggap pelayan disini. Papa tidak pernah benar-benar menerima ku. Ya Tuhan kenapa kau memberikan ku cobaan seperti ini. Aku kira papa sudah menerima ku ternyata aku hanya bagaikan seorang pelayan dimatanya batin tika begitu sedih.


__ADS_2