
Diana yang baru saja selesai memeriksa pasien tampak kembali ke ruangan jason. Dia begitu terkejut melihat ponsel ririn yang berserakan dilantai dan seorang cleaning servis tampak sedang membereskannya. Jason tampak sedang beristirahat.
" Mbak, ini bukannya ponsel teman saya ya. Kenapa bisa berserakan begini?" tanya diana pada cleaning servis tersebut.
" Saya juga tau dok tadi saya hanya dipanggil untuk membersihkan ini saja kemari " jawab cleaning servis tersebut sambil membersihkan kaca-kaca kecil yang berserakan karena layar ponsel ririn yang hancur.
Diana kemudian keluar dan bertanya pada salah satu pengawal. Pengawal tersebut mengatakan ririn hanya pergi keluar tanpa memberitahu ingin kemana.
Ririn kemana sih? Apa jangan-jangan dia ketempat galang ya batin diana. Dia kemudian segera menuju ruangan galang. Kebetulan sekali mereka berpapasan ditengah jalan. Galang tampak.cemas sambil terus menelpon.
" Diana, syukur ketemu kamu disini"
" Ada apa lang? Kamu nelponin siapa kayaknya penting banget"
" Aku lagi nelpon ririn na, ponsel dia kok gak aktif ya soalnya aku telponin gak masuk mulu. Aku chat juga ceklis satu doang"
" Jadi ririn gak ada sama kamu juga lang"
" Enggak na, ini aku lagi nyari dia makanya mau nyamperin kalian diruangan jason"
" Dia juga gak ada diruangan jason lang dan parahnya lagi aku lihat ponsel ririn tu hancur berserakan dilantai lang"
" Apa? Kenapa bisa na? Apa jangan-jangan ini karena jason"
" Aku juga gak tau lang soalnya jason lagi tidur dan kayaknya tidurnya pulas banget deh"
" Laki-laki itu!" seru galang mengepalkan tangannya dan menuju keruangan jason.
" Galang, kamu mau apa?"
" Aku harus kasih dia pelajaran na biar gak seenaknya aja mentang-mentang anak orang kaya" ujar galang yang tersulut emosi.
" Galang jangan gegabah deh, ini juga belum tentu salah dia kan" sahut diana berusaha memberhentikan galang.
" Terus kenapa ponsel ririn bisa hancur gitu kalau bukan karena dia na, aku yakin pasti dia yang banting ponsel ririn na. Gak mungkin kan ririn banting ponselnya sendiri" jelas galang.
" Kita kan belum tau apa-apa galang jadi aku saranin jangan ambil keputusan gegabah deh. Lebih baik kita ke ruangan ririn sekarang, mana tau dia ada disana" seru diana memberi solusi.
Galang dan diana segera keruangan ririn. Diana kemudian mencoba membuka pintu ruangan ririn tetapi tidak bisa.
Gak biasanya ririn ngunci pintu batin diana heran.
__ADS_1
" Kenapa na?"
" Pintunya dikunci lang"
Galang kemudian mengetuk pintu tersebut dan memanggil ririn tetapi tidak ada sahutan dari dalam.
" Aku dobrak aja ya na" ujar galang yang merasa sangat khawatir pada kondisi pacarnya.
" Yaudah dobrak aja, aku takut ririn kenapa-kenapa didalam lang"
Galang kemudian mencoba mendobrak pintu yang membuat ririn terkejut dari dalam.
Galang sama diana ada diluar, gak! Aku gak mau ketemu siapa-siapa dulu sekarang apalagi galang tapi kalau aku gak ketemu dia gimana masalah ini bisa selesai. Aku gak siap untuk kehilangan galang, aku sayang banget sama dia tapi wanita itu batin ririn merasa begitu sedih dan bimbang. Dia sudah berpikir bahwa galang akan memutuskan dirinya demi wanita itu.
Pintu kemudian terbuka, mereka segera masuk dan begitu terkejut melihat kondisi ririn. Matanya begitu sembab karena habis menangis. Galang segera mendekat ririn dan menyeka air mata ririn yang masih mengalir.
" Kamu kenapa sayang? Kenapa nangis begini? Apa ini gara-gara jason. Aku gak akan maafin dia" ujar galang kesal.
" Galang, jangan emosi gitu dong. Tunggu ririn jelasin dulu semuanya baru kamu bisa ambil tindakan" seru diana memberikan saran " Rin, ada apa sebenarnya? Kenapa kamu nangis disini dan ponsel kamu tadi hancur dikamar Jason?"
Ririn terlihat masih diam sambil menatap galang.
" Jauhin aku! " Pekik ririn mendorong galang.
" Rin, kamu kenapa sih?"
" Aku gak mau bicara sama kamu galang, jauhin aku mulai sekarang. Jangan pernah ganggu aku lagi, aku kecewa sama kamu! Kamu itu laki-laki brengsek dan jahat! Kenapa kamu sejahat ini lang? Kenapa?" Seru ririn mengeluarkan semua kekesalannya. Galang terlihat begitu bingung karena tak tau apa kesalahannya.
" Rin, kamu sebenarnya kenapa sih? Kenapa kamu ngomong gitu ke galang" tanya diana yang merasa heran juga.
" Aku pengen sendiri dulu na, kalian tolong tinggalin aku sekarang!" Tegas ririn.
" Sayang, kamu kenapa sih? Aku salah apa coba, perasaan aku gak ada ngapa-ngapain dari tadi kenapa kamu malah marah-marah gak jelas gini sih"
" Cukup galang! Tolong tinggalin aku sendiri"
" Aku gak mau"
Aduh kayaknya ini masalah mereka berdua deh lebih baik aku tinggalin mereka berdua dulu mana tau masalahnya bisa selesai batin diana. Dia kemudian segera keluar dan menutup ruangan tersebut.
" Kamu keluar galang!" Pinta ririn sambil menatapnya kesal. Ririn selalu terbayang foto yang dilihatnya tadi. Galang tampak begitu santai dipeluk oleh wanita lain. Hatinya bertambah sakit saja saat mengingat hal tersebut.
__ADS_1
Galang kemudian mendekati ririn dan memeluknya. Ririn berusaha melepaskan dirinya dan berkali-kali memukul galang tetapi galang tetap saja kekeh memeluknya.
" Galang! Lepasin aku sekarang juga. Kamu pergi dari sini, aku benci sama kamu" ujar ririn memukul-mukul galang.
" Sayang, ada apa sebenarnya? Kenapa kamu begini? Kalau emang aku ada salah coba kamu jelasin dimana kesalahan aku sayang. Jangan malah begini dong"
" Kamu nanya kesalahan kamu ha! Kesalahan kamu itu besar dan aku gak akan pernah maafin kamu"
" Aku salah apa sama kamu ha! Coba kamu jelasin semuanya biar aku paham sayang"
Galang bentak aku, dia gak biasanya seperti ini. Kamu emang udah berubah galang, kamu bukan galang pacar aku lagi. Kamu pasti banyak berubah karena wanita itu batin ririn. Dia kemudian mengerahkan semua kekuatannya untuk melepaskan dirinya dari galang.
" Ririn, aku mohon kamu jangan begini dong"
" Aku benci kamu galang"
" Kenapa? Kenapa kamu benci aku? Apa alasannya, kamu seharusnya jelasin semuanya dulu sama aku biar aku bisa mengerti dan jelasin ke kamu kan bukan malah ngomong gak jelas gini. Aku sayang sama kamu rin dan asal kamu tau aku gak akan pernah ngelepasin kamu sampai kapanpun" jelas galang yang membuat ririn diam sejenak. Mata mereka saling beradu pandang. Galang tak dapat menahan godaan dari bibir ririn yang begitu indah.
Dia kemudian mendaratkan sebuah ciuman pada bibir ririn. Awalnya ririn terlihat berontak tetapi ia akhirnya menikmatinya.
Dilain sisi diana tampak kembali keruangan jason. Dia duduk disofa dekat situ.
Ririn sama galang kenapa ya? Gak biasanya ririn nangis dan banting ponsel begini. Pasti ada yang gak beres nih batin diana bertanya-tanya. Diana kemudian melihat cleaning servis yang membersihkan kamar jason hendak pergi.
" Mbak"
" Iya dok,ada yang bisa saya bantu"
" Ponsel yang berserakan disini tadi ada dimana ya?"
" Itu saya masukin ke plastik sampah dok"
" Bisa tolong bawakan kemari mbak"
" Baik dok"
Cleaning servis tersebut tampak mengambilnya dan memberikannya pada diana.
Aku yakin pasti ada sesuatu yang gak beres disini batin diana. Dia kemudian mengambil memori card ponsel tersebut dan memasukkannya kedalam ponselnya.
" Pasti ada sesuatu disini" lirih diana sambil memeriksa memori card
__ADS_1