Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 109


__ADS_3

Tak lama kemudian hidangan telur ala tika pun jadi. Dia kemudian membawanya kemeja makan. Dia tertawa melihat hasil masakannya sendiri yang begitu kacau. Dia kemudian mencoba hasil masakannya lalu memuntahkannya.


" Uekk... Gak enak banget" pekiknya yang langsung pergi ke kamar mandi.


Arsen pun meraba-raba sebelahnya dan tidak menemukan tika. Kemudian dia melihat tubuhnya yang tidak memakai sehelai pakaian pun kecuali selimut. Dia kemudian memegang kepalanya.


Apa yang udah gue lakuin? Gimana bisa gue lakuin itu sama tika padahal hati gue sekarang gak tau buat siapa? batin arsen. Dia segera memakai celana boxer dan menuju keluar karena mencium bau aneh.


Saat melihat keatas meja, dia tertawa sendiri melihat goreng telur yang begitu kacau. Arsen berniat untuk mencicipinya.


" Jangan!" Pekik tika yang keluar dari kamar mandi.


" Kenapa tik? "


" Itu.. rasanya gak enak banget sama sayang. Nanti kamu bisa sakit perut, gak usah dimakan ya. Sini biar aku buang" ujar tika yang segera mengambil makanan tersebut.


" Itu kamu yang masak"


Tika terlihat diam sekaligus malu karena dirinya tak bisa memasak. Dia menganggukkan kepalanya. Arsen tersenyum melihat sikap tika yang begitu menggemaskan. Dia kemudian memegang lembut kepala tika.


" Kamu lapar tik?"


Tika hanya menganggukkan kepalanya. Arsen kemudian segera pergi ke dapur dan tika pun mengikutinya dari belakang. Arsen tampak mengambil beberapa bahan masakan. Tangan arsen saat memegang pisau didapur begitu lincah yang membuat tika melongo. Cara arsen memasak juga begitu keren.


Tika hanya memperhatikan dengan kekaguman yang begitu besar pada suaminya itu. Dia berpikir bahwa arsen dulunya hanyalah anak manja dan tak tau apa-apa tapi setelah ia melihat kemampuan arsen dia menyadari bahwa arsen istimewa.


" Kamu sejak kapan bisa masak sayang?" tanya tika.


" Mm.. udah lama juga tik. Aku kan sering keluar dari rumah karena berantem sama papa. Saat itu aku cuma punya uang sedikit sedangkan aku butuhnya lama jadi aku beli bahan makanan aja biar kebutuhan aku terpenuhi" jelas arsen.


" Kamu sering kabur dari rumah!"


" Iya, aku sama papa emang gak baikan dari dulu. Kita sama-sama keras kepala makanya


selalu berantem jadi kamu gak usah terlalu mikirin omongan papa ya. Dia emang begitu kalau lagi emosi. Aku yakin lama-kelamaan papa juga pasti suka sama kamu"


" Aku juga berharap begitu ar. Oh ya, kamu gak kerja?"


" Hari ini aku libur tik"


" Btw kamu kerja dimana ar?" tanya tika penasaran karena ayah arsen begitu marah pada arsen pasti tidak akan membiarkan arsen kerja di perusahaannya. Arsen terdiam sejenak lalu ia mendekati tika.


" Kamu tenang aja tik, aku selama ini merintis usaha sendiri dibelakang papa. Karena aku tau suatu saat aku butuhin itu kalau terjadi sesuatu sama perusahaan papa" jelas arsen yang kembali fokus pada masakannya.


Tak lama makanan pun tersedia diatas meja makan. Wanginya membuat tika semakin ingin memakannya. Tika pun mencicipi masakan arsen.


" Mmm.. ini enak banget. Kamu hebat sayang" ujar tika sambil memeluk arsen.


" Kamu bisa aja, yaudah kamu makan dulu ya. Aku mau mandi dulu bentar"


" Kenapa gak makan sama-sama aja?"


" Aku kan belum mandi sayang. Emang perut kamu masih sanggup nungguin aku selesai mandi"

__ADS_1


" Masih kok" seru tika. Tiba-tiba perutnya berbunyi pertanda ia begitu lapar. Dia tersenyum menunduk karena malu.


" Kamu makan duluan aja ya. Kasihan perut kamu udah manggil-manggil untuk makan"


Tika kemudian menganggukkan kepalanya dan mulai menyantap makanan yang ada. Arsen segera masuk ke kamar untuk mandi. Ponselnya pun berdering. Arsen tidak mengenali nomor tersebut. Awalnya dia cuek tetapi nomor tersebut terus menelponnya.


' Halo, ini siapa ya?'


' Halo, arsen. This is me, laura'


' Laura, dapat nomer gue dari mana lo? Gak usah sok Inggris deh, pakai bahasa Indonesia aja'


' okay, aku bakalan pakai bahasa Indonesia. Aku dapat nomor kamu itu gak penting ya. Sekarang aku ada pertanyaan beby, Apa bener kamu udah married?'


' Iya, gue udah nikah. Lo jangan pernah ganggu gue lagi deh! Gue sekarang udah bahagia sama istri gue, jadi jangan pernah telpon gue lagi' tegas arsen yang kemudian memutuskan panggilan. Lalu ia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Laura merupakan salah satu wanita yang sangat menyukai arsen. Dia memiliki peran penting dalam perusahaan yang dikelola oleh ayah arsen.


Masih jual mahal aja kamu sama aku arsen. Lihat aja nanti, aku akan buat kamu jatuh ke pelukan aku batin laura.


Dilain sisi diana terlihat bingung sendiri diruangannya. Dia tak tau bagaimana cara memberitahu reyhan dan ibunya kalau dia ingin menjadi seorang relawan. Ditengah kebingungannya tiba-tiba ririn datang mengejutkannya.


" Diana! Diana!" Pekik ririn sambil berlari menghampiri diana.


" Ririn, gak usah teriak-teriak. Ini dirumah sakit lho nanti pasien ke ganggu gimana?"


" Maaf na, habisnya aku lagi senang banget sekarang"


" Senang kenapa?"


" Galang"


" Iya galang. Aku tadi gak sengaja tabrakan sama dia dan kamu tau dia ngulurin tangannya buat nolong aku na"


" Ya ampun! Cuma gara-gara itu kamu teriak-teriak kayak orang gila"


" Kamu gak tau na gimana rasanya saat dekat sama galang. Dia itu pujaan semua wanita dirumah sakit ini na. Semua orang aja iri banget lihat kamu dekat sama dia dan tadi dia pegang tangan aku rasanya kayak mimpi yang jadi kenyataan na"


" Ririn, sejak kapan kamu jadi alay gini sih"


" Gak apa-apa kamu mau bilang aku apa sekarang karena aku lagi bahagia banget na" seru ririn terlihat begitu gembira" Oh ya, siapa aja yang bakalan ikut jadi relawan na?"


" Kayaknya ada dua belas orang tapi aku kurang tau siapa-siapa aja rin. Emang kenapa?"


" Galang ikut gak?"


" Kayaknya iya deh, dia kan pemimpin nanti buat kesana"


" Kamu serius?"


" Iya rin"


" Kalau gitu aku juga bakalan ikut kesana na"

__ADS_1


" Ririn, tugas kita disana bantuin banyak orang bukan nyari perhatian lho"


" Iya aku juga tau kali na, aku juga bakalan fokus sama kerjaan aku tapi kalau saat istirahat boleh dong cari perhatian galang"


" Terserah kamu aja rin, coba kamu tanya aja sama direktur boleh gak"


" Oh iya, aku kesana dulu ya. Byee"


Ririn terlihat begitu excited dan sangat bersemangat menuju ruangan direktur.


Ririn, semoga aja pulang dari tempat bencana besok kamu bakalan dapat apa yang kamu inginkan batin diana.


Ponsel diana berdering dan itu merupakan panggilan dari reyhan. Dia segera mengangkatnya.


' Halo rey'


' Halo sayang, kamu lagi apa?'


' Lagi istirahat rey'


' Udah makan belum?'


' Udah tadi. Kamu udah makan belum?'


' Belum na'


' Kenapa?'


' Aku mau makan bareng kamu na'


' Reyhan, aku gak bisa sekarang soalnya sebentar lagi aku mau meriksa kondisi pasien'


' Hmm yaudah gak apa-apa. Oh ya, ada yang mau aku bilang?'


' Apa Rey?'


' Radit, udah dapat info tentang anak wanita yang kamu bilang itu'


' Oh ya! Dimana dia rey?'


Reyhan kemudian menjelaskan apa yang dikatakan radit padanya yang membuat dia terkejut sekaligus sedih.


' Diana sayang, jangan sedih ya. Mungkin ini udah takdir dia, aku yakin dia pasti bahagia karena bisa bertemu dengan anaknya disurga sana'


' Iya rey, dia wanita yang baik rey. Kapan-kapan kita ziarah ke makam dia ya rey'


' Iya sayang. Kamu jangan sedih lagi ya'


' Iya rey, kalau gitu aku tutup telponnya ya soalnya aku harus meriksa pasien'


' Iya na, Semangat sayang'


' Iya sayang'

__ADS_1


Diana pun memutuskan telponnya. Dia terlihat begitu sedih mendengar kabar dari reyhan. Saat air matanya menetes tiba-tiba sebuah tangan menampungnya. Diana segera melirik kearah orang tersebut.


__ADS_2