
Sesampainya di tempat yang telah dikatakan david, diana langsung menghampiri zahra dan david.
" Zahra" panggil diana sambil memeluk zahra " Zahra, maafin bunda ya telat jemput kamu"
Zahra tampak mencari-cari seseorang.
" Ayah mana bunda?"
" Sayang, ayah lagi sibuk kerja sekarang makanya gak bisa jemput zahra"
" Ayah ingkar janji sama zahra" sahut zahra sedih.
" Sayang, ayah gak maksud ingkar janji tapi ayah benar-benar lagi sibuk banget sekarang. Bunda janji kalau kerjaan ayah udah selesai kita bakalan pergi kemana aja yang zahra mau"
" Bunda serius?"
" Iya sayang"
" Yaudah zahra maafin ayah tapi bunda gak boleh ingkar janji ya"
" Iya nak"
Zahra kemudian melanjutkan melahap makanannya.
" Kak david, makasih banget ya udah jemput zahra"
" Iya sama-sama na, btw kamu gak makan nih"
" Lanjut aja kak"
Seorang pelayan tampak mendekati mereka.
" Permisi pak, bu."
" Iya, ada apa ya?"
" Hari ini dicafe kami sedang ada event foto bersama keluarga dan bisa makan apapun disini secara gratis selama satu hari. Keluarga bapak dan ibu merupakan salah satu pelanggan terpilih, apakah bapak dan ibu mau berfoto bersama disana "
" Bunda, zahra mau ikut foto itu"
" Tapi sayang"belum selesai diana berbicara david langsung memotongnya.
" Udah na, cuma foto aja kan. Kita ikutan aja ya" ajak david.
Diana segera menganggukkan kepalanya dan mereka pun pergi ke tempat yang telah disediakan untuk berfoto. Diana mengambil jarak dengan david.
__ADS_1
" Bu, bisa lebih dekat lagi soalnya kalau seperti ini bukan seperti keluarga bahagia tapi keluarga yang sedang ada masalah"
Pelayan pun mengatur posisi mereka. Diana memangku zahra dan david merangkul diana. Diana tampak menatap tajam kearah david dan photographer langsung mengambil foto mereka.
" Wah, kalian memang keluarga yang sempurna"
" Kami hanya teman saja mbak" bantah diana yang kemudian pergi kembali ke meja bersama zahra. David pun menyusulnya dari belakang.
" Na, kalau gitu aku pergi dulu ya soalnya ada hal penting yang harus aku lakuin di rumah sakit"
" Yaudah hati-hati dijalan ya kak, sekali lagi terimakasih ya "
" Iya na. Zahra om pergi dulu ya, kapan-kapan kita main lagi"
" Oke om"
David mencium pipi zahra lalu pergi meninggalkan mereka. Setelah zahra selesai makan, diana langsung membawanya pulang.
Sementara reyhan yang baru saja menyelesaikan semuanya akhirnya beristirahat sejenak diruangannya.
Akhirnya kelar juga semuanya, semoga para klien akan menyukai rancangan baru ini. Aku harus cari tau siapa yang sebenarnya membocorkan data-data perusahaan ini batin reyhan. Reyhan kemudian memainkan ponselnya. Ia begitu terkejut melihat foto diana, zahra dan david bersama dengan caption keluarga bahagia disalah satu laman web cafe. Hal itu memancing kecemburuan reyhan.
Kenapa mereka foto begini sih? Diana juga ngapain natap david begitu batin reyhan kesal dan mengepalkan tangannya.
" Siapa?"
" Ini saya pak bos, radit"
" Masuk dit"
Radit segera memasuki ruangan sambil membawa laptopnya.
" Pak bos, saya telah menyelidiki siapa yang sebenarnya membocorkan data perusahaan"
" Siapa?"
" Ini pak bos, silahkan lihat rekaman ini" ujar david memberikan laptopnya pada reyhan. Reyhan kemudian memperhatikan rekaman cctv itu dengan cermat.
" Siapa dia dit?"
" Kalau dari penyelidikan saya pak bos, dia adalah kepala departemen pengembangan kita. Akhir-akhir ini dia selalu saja pulang terlambat pak bos. Para cleaning servis kita juga pernah mendapatinya masuk ke ruangan pak bos diam-diam. Ketika ditanya dia berdalih bahwa pak bos lah yang menyuruhnya makanya para cleaning servis kita tidak berkata apa-apa" jelas radit.
" Tapi untuk apa dia melakukan semua ini dit"
" Saya merasa karena ini pak bos" ujar radit memperlihatkan foto kepala departemen pengembangan dan anaknya.
__ADS_1
" Maksudnya?"
" Anak widya mengidap penyakit leukimia yang membuatnya membutuhkan dana yang begitu besar. Dia sudah beberapa kali meminjam di departemen keuangan kita dan akhirnya departemen keuangan tidak memberikan pinjaman lagi padanya pak bos karena pinjaman sebelumnya belum lunas. Saya rasa karena terdesak ekonomi ini makanya dia melakukan hal tersebut pak bos karena jika dia menjual data-data perusahaan ini kepada pihak musuh maka dia akan mendapatkan uang yang banyak pak bos" jelas radit.
" Baiklah, segera panggil dia keruangan saya sekarang" perintah reyhan.
" Baik pak bos" ujar radit segera memanggil widya.
Widya, kenapa kamu berkhianat dengan perusahaan ini padahal kamu adalah karyawan yang sangat rajin dan terpercaya tetapi kamu malah melakukan hal seperti ini yang hampir membuat perusahaan ini hancur batin reyhan tak menyangka.
Widya kemudian datang bersama radit. Dia terlihat begitu gemetar dan cemas.
Kenapa pak bos memanggil saya kesini ya? Apa jangan-jangan dia tau kalau saya yang sudah membocorkan data-data perusahaan keluar tapi sepertinya tidak mungkin karena saya melakukannya dengan hati-hati batin widya.
" Permisi pak bos, kalau boleh saya tau kenapa saya dipanggil ya ?" tanya widya yang mencoba untuk tetap tenang.
" Kamu tidak tau kenapa saya manggil kamu"
" Tidak pak bos"
" Hm Saya tidak menyangka kamu seperti ini widya. Kamu tau kamu merupakan salah satu karyawan terpercaya dan rajin disini. Saya bahkan akan menaikkan jabatan kamu sebentar lagi tetapi karena penghianatan kamu ini saya rasa mulai besok kamu tidak usah datang ke perusahaan ini lagi" jelas reyhan yang membuat widya terkejut.
" Pak bos, maksudnya apa? Saya sama sekali tidak berkhianat dengan perusahaan ini pak. Saya selalu bekerja dengan giat dan rajin pak. Kenapa pak bos tiba-tiba memecat saya" ujar widya berusaha membela dirinya.
" Haha sudahlah widya tidak perlu membela diri seperti itu. Kamu tau sendiri bahwa saya sangat membenci penghianat dalam perusahaan saya jadi saya minta kamu segera bereskan barang-barang kamu dan keluar dari perusahaan ini" tegas reyhan yang kemudian menyuruh radit mengusir wanita itu dengan paksa.
" Pak bos, maafkan saya pak. Saya melakukan semuanya dengan terpaksa pak bos. Saya sangat membutuhkan banyak uang sekarang pak bos tolong jangan pecat saya pak bos" ujar widya memohon tetapi reyhan tampak tak peduli.
Radit segera menyeret wanita itu keluar dari ruangan reyhan. Reyhan tampak masih memandangi foto diana yang berada dicafe tadi.
Kenapa diana bertemu dia? Bukankah seharusnya diana hanya menjemput zahra saja tapi kenapa harus meminta bantuan david segala batin reyhan.
Reyhan segera bergegas pulang karena begitu banyak pertanyaan dalam benaknya untuk diana. Dia begitu kesal saat melihat foto tersebut.
Sementara itu david yang baru saja selesai mengurus masalahnya dirumah sakit tampak didatangi oleh sovia.
" Sovia, kamu disini"
" Aku perlu bicara sama kamu "
" Bicara apa?"
" Ayo ikut aku" ajak sovia membawa david pergi keluar dengan wajah kesal.
Sovia kenapa ya? Gak biasanya dia kesal begini batin david penasaran.
__ADS_1