
" Galang, kamu nih ya kebiasaan banget kalau aku gak datang nemuin kamu pasti kamu gak bakalan mau ketemu aku kan" ujarnya kesal.
" Ya kamu tau sendiri lah kerjaan aku gimana ca, btw ada apa kesini? "
Oca kemudian duduk dibangku kerja milik galang. Wajahnya yang tadi riang berubah seketika.
" Kamu kenapa ca?"
" Aku lagi sedih nih lang"
" Sedih, kenapa?"
" Aku bingung harus mutusin adam atau gak"
" Kenapa putus bukannya kamu sayang banget sama dia dan kamu juga kan yang nemanin dia dari nol sampai dia jadi artis terkenal seperti sekarang"
" Iya sih tapi kamu tau kan dia itu artis terkenal sekarang dan banyak banget orang yang ngeship dia sama artis cewek lawan main filmnya. Mereka bilang dia cocok dan serasi banget lang selain itu media juga beberapa kali mendapat mereka makan berdua secara diam-diam keluar" jelas oca sedih.
Oca merupakan salah satu sahabat dekat galang. Dia sudah menganggap oca seperti saudaranya sendiri begitupun oca. Apalagi mereka besar bersama.
" Kamu udah coba tanya sama Adam"
" Aku udah nelponin dia beberapa hari ini tapi ponselnya gak pernah aktif lang, aku rasa dia bener-bener pengen putus sama aku deh"
" Oca, kamu jangan pikir sembarangan dulu deh. Kamu harus bicara dulu sama dia dan jangan ambil keputusan gegabah begini"
" Entahlah lang, aku ngerasa bimbang banget sekarang. Pokoknya hari ini kamu harus temanin aku ya"
" Tapi aku kan masih kerja ca"
" Galang pliss" pinta oca dengan wajah ibanya.
" Yaudah nanti sepulang kerja aku bakalan bawa kamu shoping"
" Beneran?"
" Iya oca"
" Makasih ya lang, kamu emang temen, sahabat dan saudara terbaik buat aku. Yaudah kalau gitu aku pergi dulu ke butik nanti kalau kamu udah pulang jemput aku dibutik ya"
" Siap tuan putri "
Oca kemudian tersenyum melihat sikap galang kepadanya lalu segera pergi.
Sementara itu ririn yang sedang asyik bermain game tiba-tiba mendapat pesan dari nomor baru.
" Rin, kenapa diam aja? Itu ada musuh lho" pekik jason.
__ADS_1
" Ada pesan masuk nih, tunggu bentar ya "
" Nanggung rin, dikit lagi menang nanti aja baca pesannya"
" Oke deh"
Mereka kemudian memainkan game tersebut dengan fokus dan akhirnya mereka menang. Mereka kemudian tos dan bersorak gembira.
" Wow.. kamu hebat juga ya mainnya" puji ririn pada jason.
" Hahaha kamu bisa aja rin. Btw diana lama banget ya belum balik-balik kemari"
" Sabar aja jason, dia pasti lagi periksa pasien sekarang"
" Yaudah deh aku mau istirahat dulu kalau mau makan keluar pergi aja gak apa-apa"
" Iya ntar aja aku makan tunggu diana datang"
" Oke deh" sahut jason yang membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
Ririn kemudian membuka pesan yang tadi masuk ke ponselnya. Dia terlihat begitu kesal setelah mendapat kiriman foto dari nomor tak dikenal.
Dia terlihat mengepalkan tangannya lalu membanting ponselnya kelantai yang membuat jason terkejut.
" Astaga! Ririn kamu kenapa?" seru jason yang terkejut dan langsung duduk.
" Gak apa-apa gimana? Kenapa kamu banting ponsel sih?"
" Aku gak apa-apa jason, aku izin keluar dulu kamu istirahat aja" ujar ririn segera pergi keluar. Matanya terlihat merah menyala dan tubuhnya begitu gemetar karena emosi. Dia kemudian berjalan menuju ruangan reyhan.
Ditengah perjalanan ia tak sengaja melihat galang dan wanita yang ada di dalam foto yang tadi ia lihat. Galang tampak tertawa bersama wanita tersebut sambil mengelus kepala wanita itu sesekali. Hal itu membuat hati ririn begitu sakit dan ia pun mengurungkan niatnya untuk bertemu galang.
Dia berlari keruangannya dan mengunci dirinya.
Kenapa galang? Kenapa kamu sejahat ini sih sama aku. Apa karena aku bilang aku lebih milih game sehingga kamu langsung cari pengganti aku, aku kan cuma bercanda doang galang kenapa kamu anggap serius sih. Siapa wanita itu? Kenapa kamu bahagia banget sama dia galang dan kenapa kamu gak marah dia peluk-peluk kamu begitu batin ririn sedih. Tanpa sadar air matanya berlinang dan ia segera menyekanya.
Dilain sisi reyhan tampak sudah berada diruangannya bersama pengacara dan radit begitupun karmila yang tampak sudah datang.
" Baiklah reyhan, aku gak mau lama-lama disini ya. Kamu silahkan tanda tangani surat pemindahan saham ini dan aku juga bakalan tanda tangan surat cerai ini"
" Oke karmila"
Kenapa reyhan malah terlihat senang ya? Bukannya seharusnya dia sedih karena semua asetnya akan hilang tapi kenapa dia terlihat begitu santai seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan reyhan batin karmila bertanya-tanya.
" Oh ya, sebelum menandatangani surat ini kamu harus serahkan dulu surat perjanjian yang pernah aku tanda tangani untuk kamu"
" Wah... Kamu masih ingat saja ya tuan reyhan. Yasudah ini suratnya dan sekarang silahkan tanda tangan "
__ADS_1
" Baik"
Mereka mulai menandatangani surat yang ada dihadapan mereka. Reyhan juga merobek dan membakar surat perjanjian itu dihadapan karmila.l
" Baiklah karena semuanya sudah selesai, kamu boleh pergi dari sini reyhan" ujar karmila dengan santai.
Reyhan kemudian tertawa begitupun dengan radit. Hal itu membuat karmila bingung dengan sikap mereka.
" Apa kamu mulai gila rey karena kehilangan semua aset kamu"
" Hahaha karmila... Karmila... Kamu pikir sedang berhadapan dengan siapa sekarang ha! Apa kamu pikir saya begitu bodoh sehingga menuruti semua yang kamu inginkan ha!"
" Apa maksud kamu rey?"
" Kamu tidak berhak mengusir saya dari sini"
" Kamu lupa rey bahwa kita baru saja menandatangani surat pemindahan saham perusahaan atas nama aku"
" Ya saya tidak lupa karmila tapi kamu juga harus tau bahwa perusahaan ini bukan milik saya dan juga kamu"
" Apa maksud kamu ha?"
" Kamu tau satu-satunya harta milik aku itu hanya perusahaan kecil yang berada di pulau terpencil dan jauh dari sini. Hanya itu saja yang menjadi milik kamu karmila"
" Apa kamu sedang membidik saya reyhan? Kamu itu laki-laki dan seharusnya kamu itu tepati apa yang kamu katakan"
" Saya sudah menepatinya karmila memberikan semua harta atas nama saya ke kamu "
" Bagaimana dengan perusahaan ini?"
" Perusahaan ini milik putri saya dan diana jadi sangat disayangkan sekali sepertinya apa yang kamu inginkan tidak akan tercapai karmila"
" Kamu!" Pekik karmila sambil menunjuk wajah reyhan.
" Sudahlah karmila, hubungan kita dari awal memang tidak pernah ada dan hanya obsesi kamu saja yang membuat pernikahan ini terjadi jadi aku harap kamu bisa mengerti itu dan jangan coba-coba untuk mengganggu keluarga saya lagi"
" Dasar cowok brengsek kamu! Kamu lihat aja, aku akan balas semua perbuatan kamu!" Pekik karmila.
" Cukup! Tutup mulut busuk kamu itu. Pengawal usir wanita ini keluar" tegas reyhan yang membuat pengawalnya segera membopong karmila keluar.
" Makasih ya dit, ini semua berkat rencana kamu kalau tidak semuanya pasti sudah hilang sekarang"
" Sama-sama pak bos, ini sudah menjadi tugas saya sebagai sekertaris pribadi pak bos"
" Oke, ngomong-ngomong apa schedule saya sekarang"
Radit kemudian membacakan schedule reyhan lalu mereka segera bersiap untuk rapat.
__ADS_1