Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 40


__ADS_3

Aduh kayaknya hal yang mustahil deh bakalan menang debat sama reyhan batin diana.


" Yaudah deh rey, aku bakalan tetap jagain kamu disini" ujar diana dengan wajah kesal lalu ia membuka ponselnya dan duduk di sofa. Reyhan pun terlihat sangat bahagia. Diana begitu gembira karena mendapat notif dari caca dan irma.


Caca : Guys, apa kabar aku kangen kalian semua


Irma : aku juga nih. Kapan kita ngumpul bareng?


Diana : Sama aku juga nih pengen ketemu kalian @ Irma@Caca


Ririn : Apalagi aku guys sumpah pengen banget sekarang ketemu kalian


Irma : Gimana kalau lusa kita ketemuan


Caca : Emang kamu boleh keluar sama suami kamu ir


Ririn : Irma nikah ga ngundang-ngundang ih


Diana : Iya nih tiba-tiba aja denger kabarnya udah nikah kemarin dari caca


Irma : Maaf guys bukannya gak mau ngundang nih tapi kalian yang lost kontak lho beberapa tahun ini


Ririn : Aku gak mau tau pokoknya besok harus ditraktir kamu Ir


Diana : Ririn mah kebiasaan minta traktir


Caca : Bener tu dari sekolah gak berubah-ubah sampai sekarang


Ririn : Irma tolong aku, mereka jahat semua ih


Irma : Gak boleh gitu teman-teman walaupun sebenarnya bener sih wkwkwk


Ririn : Irma sama aja ih kesel


Caca : Hahahaha


Diana : Wkwkwkw


Irma : Jadi gimana nih? Kita kumpul gak lusa besok insyaallah aku bisa


Caca : aku sih oke-oke aja


Ririn : aku juga


Diana : iya aku juga


Melihat diana tersenyum menatap layar ponselnya membuat reyhan penasaran.


Dia lagi chatan sama siapa sih? Kok keliatan bahagia banget batin reyhan.

__ADS_1


" Diana" panggil reyhan.


" Iya" jawab diana yang masih sibuk dengan ponselnya.


Reyhan menjadi kesal karena diana tidak memperhatikan dirinya dan malah sibuk dengan ponselnya. Reyhan segera mendekati diana lalu mengambil ponsel diana yang membuat diana terkejut.


" Rey, kamu apa-apaan sih" pekik diana kesal.


Reyhan tak menjawab dan memeriksa ponsel diana dengan cermat.


Hadeuhhh ni anak ya takut banget sih kalau aku chatan sama cowok lain. Lama-lama bikin kesel aja sama kecemburuan gak jelas dia batin diana.


Setelah selesai memeriksa ponsel diana, reyhan mengembalikan ponselnya pada diana.


" Kamu kenapa sih rey?" Tanya diana.


" Gak apa-apa" jawab reyhan singkat lalu kembali ke bed nya.


Coba aja dia gak sakit udah aku cakar-cakar dia biar kapok batin diana kesal.


Ratmi dan zahra pun datang menghampiri mereka sambil membawa kue.


" Ayah, bunda" panggil zahra.


" Zahra, kamu udah selesai les nya" balas diana.


" Iya bunda. Ini zahra bawain kue coklat buat ayah" sahut zahra mendekati reyhan dan naik ke atas ranjang.


" Ini kue paling enak ayah soalnya oma yang buatin"


" Pasti bakalan enak banget nih. Ayah cobain ya " ujar reyhan lalu mencoba kue tersebut.


" Enak banget. Kamu mau sayang?" Ucap reyhan pada zahra dan zahra langsung mengangguk.


Reyhan pun menyuapi kue coklat itu untuk zahra. Zahra terlihat sangat menikmatinya. Ratmi menarik diana keluar karena ia ingin mengatakan sesuatu.


" Ada apa Bu?" Tanya diana penasaran.


" Na, kayaknya kita gak akan bisa nahan zahra lebih lama lagi sama kita"


" Maksud ibu apa ngomong gitu? Zahra gak akan pernah pergi kemana-mana bu, dia bakalan tinggal sama aku selamanya" tegas diana.


" Sayang, kamu harus mengerti kalau zahra itu anak kandungnya dion dan dia udah tau kalau zahra itu anak dia bukan kamu"


" Maksud ibu apa sih Bu? Diana beneran gak ngerti. Bukannya dion tau kalau zahra anak diana dan reyhan"


" Iya awalnya dia memang percaya sayang tapi kamu kan tau seperti apapun cara kita menyembunyikan kebenaran pasti akan ketahuan juga akhirnya. Dion sudah tau kalau zahra itu anaknya na" jelas ratmi.


" Gak mungkin bu. Dia tau dari mana kalau zahra itu anak dia Bu?"

__ADS_1


" Kamu tau bibinya yang berada ditempat tinggal kita dulu dia yang memberi tau pada dion. Bukan cuma itu tadi ditempat les balet zahra dion datang dan ingin melakukan tes DNA sama zahra tetapi ibu bisa mencegahnya sayang. Tapi sampai kapan kita bakalan bisa cegah dia ?"


Diana tampak terduduk lemas mendengar perkataan ratmi.


" Zahra anak aku bu. Aku gak akan biarin siapapun misahin aku sama dia" tegas diana.


" Diana sayang, ibu tau kamu sayang banget sama zahra tapi kita juga gak bisa kan nak misahin ayah kandung dari anaknya. Diana kamu sendiri yang harus jelasin ke dion kebenaran ini nak. Karena kalau dia melakukan tes DNA dan hasilnya zahra adalah anak kandungnya, dia gak akan biarin kita ketemu zahra lagi sayang" jelas ratmi merangkul diana.


Diana hanya diam dengan air matanya yang terus mengalir.


Aku gak bisa pisah sama zahra! Dia anakku! Dia milikku, zahra yang buat aku semangat untuk melakukan segalanya. Aku gak bisa biarin zahra diambil sama dion batin diana lalu ia pergi keruangan reyhan dan memeluk zahra. Diana mendekap zahra dengan erat yang membuat reyhan dan zahra kebingungan.


" Bunda kenapa? Kok nangis" ujar zahra menghapus air mata diana.


" Bunda gak apa-apa sayang. Bunda cuma pengen meluk kamu aja sekarang"


Diana kenapa ya? Kok dia nangis gini sih setelah bicara sama bu ratmi. Pasti ada yang gak beres nih batin reyhan.


Ratmi pun masuk kedalam dengan wajah sedih yang membuat reyhan penasaran apa sebenarnya yang terjadi.


Bunda gak akan pernah ngelepasin kamu dari pelukan bunda sayang batin diana.


" Diana, ibu dan zahra harus segera pulang sayang soalnya zahra belum mandi dan ganti baju" ujar ratmi mencoba bersikap seperti biasa.


Diana melepaskan pelukannya dan membiarkan zahra pulang dengan ratmi.


" Ayah, bunda zahra pulang dulu sama oma ya. Bunda jangan nangis lagi, zahra gak mau lihat bunda nangis"


" Iya sayang bunda gak nangis kok tadi mata bunda cuma perih aja" jawab diana dengan senyum tipis diwajahnya.


Setelah berpamitan zahra dan ratmi pun pergi. Diana tampak menangis kembali disofa. Reyhan pun menghampirinya


" Ada apa Na?" tanya reyhan.


" Gak apa-apa rey"


" Na, kamu jujur sama aku ada apa sebenarnya? Kenapa kamu nangis kayak gini dan aku lihat ibu tadi masuk dengan raut wajah yang sedih juga"


" Rey, zahra anak aku rey. Aku gak akan bisa pisah sama dia" balas diana menangis dalam pelukan reyhan.


" Maksud kamu apa Na?" tanya reyhan makin penasaran.


" Ayah kandungnya zahra mau ngambil dia dari aku rey. Aku gak bisa nyerahin zahra sama dia rey. Aku tau zahra memang bukan anak kandung aku tapi aku sayang sama dia rey bahkan melebihi aku sayang sama diriku sendiri rey. Zahra sumber kekuatan aku dan dia yang selalu jadi penyemangat aku selama ini rey. Aku gak akan bisa jauh dari dia rey" jelas diana.


" Siapa ayah kandungnya zahra na?"


" Dia dion rey, yang nanya dimana makam indah sama ibu waktu kita ditaman. Awalnya aku emang bohongin dia rey dengan bilang bahwa anak dia dan indah sudah gak ada lagi rey tapi aku lakuin itu karena aku sayang banget sama zahra rey. Aku tau kalau dia sampai tau zahra anaknya pasti dia bakalan ngambil zahra rey"


" Udah na. Kamu gak usah nangis aku bakalan berusaha agar zahra tetap sama kamu ya" ujar reyhan menenangkan diana.

__ADS_1


Diana menganggukkan kepalanya dan memeluk reyhan erat.


__ADS_2