
Diana diam sejenak lalu berkata sambil melihat kearah Reyhan
" Rey, kamu kenapa sih? Bukannya dulu kamu ya yang pengen semuanya berakhir dan kamu juga udah ngehina aku dan keluargaku. Tapi kenapa sekarang kamu dekatin aku dan minta aku buat ngenang masalalu kelam itu. Apa masih kurang puas kamu hancurin aku Rey?"
" Diana aku gak bermaksud gitu tapi..."
" Udahlah Rey kamu gak perlu jelasin apa-apa lagi. Aku gak butuh penjelasan kamu Rey dan tolong kamu juga harus profesional dong, aku disini sebagai dokter Diana yang tugasnya buat ngerawat kamu bukan Diana yang kamu tinggalin dulu karena Diana yang dulu udah mati Rey sama seperti perasaan aku ke kamu" jelas Diana membelakangi Reyhan
" Apa kamu benar-benar gak punya perasaan lagi sama aku Na?" Tanya Reyhan
" Iya aku gak ada perasaan apa-apa lagi buat kamu selain kebencian" jawab Diana
" Bohong! Kamu bohong na aku tau kamu Na" ujar Reyhan sambil mengambil gelas yang ada diatas mejanya lalu memecahkannya sehingga membuat tangan Reyhan berdarah
Diana segera mendekati Reyhan dengan wajah khawatir.
" Rey, kamu apa-apaan sih. Kamu udah gila ya" pekik Diana sambil membersihkan pecahan kaca yang ada ditangan Reyhan
Reyhan tersenyum melihat Diana begitu peduli padanya.
Aku tau Na kamu masih sayang sama aku tapi karena perkataan aku dulu yang membuat kamu begitu membenci ku na. sekarang aku gak akan lepasin kamu lagi na. Aku gak akan ngulangin kesalahan dimasalalu. Aku sayang kamu Na ujar Reyhan dalam hatinya
" Kamu emang udah gila ya, tangannya luka bukannya sedih malah senyum-senyum" ujar Diana sambil membersihkan luka Reyhan
Diana menyuruh Reyhan duduk disofa lalu Diana segera mengambil obat yang ada di tasnya. Diana pun mengobati luka Reyhan dengan hati-hati. Sesekali Diana meniup luka Reyhan agar tidak perih.
" Na, makasih ya" ucap Reyhan
" Makasih buat apa?" Tanya Diana ketus
" Makasih perhatiannya buat aku" ujar Reyhan sambil tersenyum
" Reyhan, kamu dengar ya aku bakalan lakuin hal kayak gini kok kalau orang lain ada diposisi kamu jadi gak usah geer deh" sahut Diana
" Temani aku makan siang ya pliss" pinta Reyhan dengan wajah memohon
" Kamu susah banget sih dibilangin. Yaudah sekali ini aja aku bakal temanin kamu makan. Sebelum makan balikin dulu ponsel aku" ujar Diana
" Selesai makan nanti aku kasih ponselnya, sekarang kita makan dulu " seru Reyhan sambil menarik tangan Diana menuju keluar
Para karyawan terutama Clarisa terkejut melihat Reyhan menarik tangan Diana dan berjalan bersama Diana dengan senyum manis diwajahnya.
Tuh kan pak bos Reyhan beda banget. Sebelumnya aja pak bos Reyhan gak pernah kayak gini sama buk Tika tapi kenapa sama dokter ini pak bos keliatan senang banget yak batin Clarisa
__ADS_1
Para karyawan pun mulai berbisik-bisik yang membuat Diana tidak nyaman dan melepaskan genggaman Reyhan.
" Aku bisa jalan sendiri" seru Diana pada Reyhan
Reyhan berjalan didepan Diana. Tampak di Depan kantor sebuah mobil sport telah menunggu mereka.
" Pak bos mobil sudah siap" ujar supir pribadi Reyhan
" Hari ini saya mau dokter saya yang nyetir pak jadi tolong kasih kuncinya ke dia ya" seru Reyhan sambil pergi masuk kedalam mobil
Ni anak keterlaluan banget sih! Udah dia yang ngajak makan malah nyuruh aku jadi supir lagi! Sabar Diana... Sabar.... Batin Diana
Diana lalu masuk kedalam mobil dan mulai menyetir.
" Kamu udah bisa nyetir sekarang?" Tanya Reyhan
" Iyalah, emang kamu pikir kamu aja yang bisa nyetir mobil" jawab Diana ketus
" Gimana keadaan ibu dan indah, na?" Tanya Reyhan
" Ngapain nanya-nanya mereka gak ada hubungannya sama kamu" ketus Diana
" Kan cuma nanya aja apa salahnya jawab sih" ujar Reyhan
" Hmm iya deh" balas Reyhan
Diana kembali fokus menyetir, tak lama mereka berhenti disebuah mall.
" Katanya mau makan kok kesini Rey" seru Diana
" Disini kan juga ada banyak makanan na. Udah ayo turun" jawab Reyhan
Sebelum turun Diana mengenakan masker dan kacamata.
" Kenapa pakai itu na?" Tanya Reyhan heran melihat Diana
" Ini buat jaga-jaga Rey, aku gak mau masuk berita gara-gara jalan sama tunangan orang" jelas Diana lalu turun dari mobil
Reyhan hanya menggelengkan kepala dan mengikuti Diana. Diana tampak mencari tempat makan yang paling mahal dan Reyhan menurutinya. Melihat wajah Reyhan banyak tampak para pengunjung dan karyawan toko begitu terkesima karena ketampanannya. Reyhan selalu dikelilingi oleh beberapa pengawal untuk melindunginya.
Diana pun segera duduk begitu pun Reyhan. Diana melihat kearah semua orang yang terus saja melihat kearah mereka.
" Kamu pesan apa Na?" Tanya Reyhan
__ADS_1
" Aku gak lapar kamu aja yang makan. Sini ponsel aku" sahut Diana
" Kamu harus makan dulu baru aku berikan ponsel kamu" balas Reyhan
" Reyhan!" Ujar Diana kesal
Reyhan hanya tersenyum lalu ia memanggil salah satu pengawalnya dan membisikkan sesuatu. Tak lama kemudian tempat makan itu sepi dan hanya ada mereka berdua serta beberapa pengawal dan pelayan.
" Lho kok cuma tinggal kita aja sih. Yang lain kemana?" Tanya Diana heran
" Sekarang kamu bisa buka masker kamu dan mulai memilih makanan apa yang kamu mau" seru Reyhan
Diana tak mengindahkan perkataan Reyhan, akhirnya Reyhan sendiri yang melepaskan masker Diana dan duduk disebelahnya.
" Kamu!!" Pekik Diana sambil menunjuk wajah Reyhan
" Aku kenapa?" Tanya Reyhan pura-pura tidak tahu
Diana menarik tangannya kembali dan melirik kearah lain dengan wajah kesal. Reyhan yang merasa gemas pada sikap Diana mencubit lembut hidung Diana yang membuat Diana kaget dan makin kesal. Makanan yang dipesan Reyhan pun tiba. Tampak Reyhan memesan steak dan teh es seperti pertama kali mereka makan bersama dulu. Diana terlihat memperhatikan makanan yang disajikan pelayan.
" Aku gak suka ini" ujar Diana sambil menggeser makanan tersebut kearah Reyhan
" Diana, kamu boleh marah sama aku tapi masa iya sama makanan kamu juga marah sih kan gak profesional" Ejek Reyhan sambil tersenyum
" Aku emang gak suka ini, mbak saya pesan spaghetti yang pedes banget ya mbak" seru Diana
Pelayan pun pergi untuk mengambil pesanan Diana. Tak lama pesanan Diana datang, Diana langsung melahapnya walaupun sebenarnya ia tak terlalu suka makanan pedas karena emosinya ia jadi memesan makanan tersebut. Wajah Diana tampak memerah dan berkeringat serta air mata Diana pun terjatuh. Reyhan yang tak tega melihatnya langsung mengambil spaghetti tersebut dan membuangnya.
" Kok kamu buang sih" ujar Diana emosi
" Diana, aku tau kamh marah sama aku! Tapi kamu gak perlu nyakitin diri kamu sendiri kayak gini na cuma gara-gara emosi kamu!" Balas Reyhan
" Pak Reyhan, terserah saya dong saya mau ngapain diri saya. Ini hidup, hidup saya jadi suka-suka saya mau nyakitin diri saya atau sebaliknya itu hak saya pak dan bapak gak usah ikut campur tentang hidup saya!" Jelas Diana sambil menahan pedas
Reyhan segera menuju dapur tempat makan tersebut dan mengambil gula lalu memberikannya pada Diana. Diana tak mengacuhkan Reyhan dan tetap menahan rasa pedasnya.
" Kamu mau makan ini sendiri atau perlu aku suapin dengan cara aku?" Tegas Reyhan
" Aku gak butuh itu" balas Diana
" Sekali lagi aku bilang kamu mau makan ini sendiri atau perlu aku suapin?" Ujar Reyhan
" Aku bisa sendiri" sahut Diana sambil mengambil gula tersebut dan memakannya
__ADS_1
** Hay..Hay...Hay... para readers keep reading ya. jangan lupa selalu dukung dan support author karena dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi author 🥰🥰🥰**