Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 65


__ADS_3

Diana melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor dan berusaha mencari reyhan.


Para karyawan kantor tersebut tampak memperhatikan diana karena dandanannya.


Hadeuh kenapa pada liatin aku semua sih batin diana.


Salah seorang pegawai kantor tersebut mendekati diana.


" Permisi mbak, mau cari siapa ya? Kok kayak orang kebingungan gitu mbak"


" Gini mbak, saya mau ketemu sama reyhan. Ruangannya dimana ya?"


" Ada perlu apa ya mbak sama pak bos reyhan?"


" Ada keperluan pribadi mbak. Bisa tolong antarin saya gak mbak" ujar diana yang terlihat sangat berharap dengan pegawai kantor tersebut. Akhirnya pegawai tersebut menganggukkan kepalanya dan mengantar diana keruangan reyhan.


Sesampainya didepan ruangan reyhan pegawai tersebut menghentikan langkahnya.


" Saya hanya bisa antar sampai sini mbak. Ini ruangan pak reyhan mbak" ujar pegawai tadi menunjukkannya pada diana.


" Oh begitu. Makasih ya mbak, maaf mengganggu waktunya"


" Iya gak apa-apa mbak" ujar pegawai tersebut lalu pergi mengerjakan pekerjaannya kembali. Diana mencoba membuka pintu untuk masuk kedalam ruangan itu tetapi pintunya terkunci.


Aduh kenapa susah banget sih bukanya? Aku harus secepatnya bicara sama reyhan biar aku tau gimana masalalu aku sebenarnya batin diana.


Clarisa yang baru saja kembali dari luar merasa heran pada seorang wanita yang terus berusaha membuka pintu ruangan reyhan. Clarisa pun menghampirinya.


" Permisi, anda ngapain ya disini?" tanya clarisa yang datang tiba-tiba membuat diana terkejut.


Ya ampun! ni perempuan hampir bikin jantung aku copot aja batin diana kesal.


" Begini mbak" belum selesai diana berbicara clarisa langsung memotongnya.


" Mbak! Aduh tolong ya umur saya masih belum tua-tua banget kok. Panggil saya clarisa aja "


Masalah panggilan aja dibuat ribet! Batin diana.

__ADS_1


" Gini ya clarisa, saya ada perlu dengan reyhan"


" Tolong sopan sedikit ya mbak. Panggilnya jangan reyhan tapi pak bos reyhan"


Sumpah ya! Ni orang buat kesal banget sih. Sabar diana... Jangan emosi batin diana yang terlihat kesal tetapi ia berusaha menahan emosinya.


" Ok clarisa. Saya disini ada perlu dengan pak bos reyhan dan ini sangat penting tapi ketika saya coba buka pintu ini, pintunya susah banget dibuka"


" Ya iyalah mbak pintunya kan dikunci otomatis sama pak bos reyhan. Kalau mbak mau masuk ketuk pintu dulu mbak, tapi hati-hati ya mbak"


" Hati-hati kenapa?"


" Pak bos reyhan lagi emosian banget orangnya sekarang jadi semoga mbak gak jadi pelampiasan emosi pak reyhan" jelas clarisa.


" Oh gitu. Makasih ya mbak.. eh maksud saya clarisa"


" Iya sama-sama. Btw ada urusan penting apa ya mbak?" tanya clarisa penasaran.


Kepo banget sih ni orang! Kenapa ya reyhan mau terima pegawai kayak gini batin diana.


" Urusan pribadi jadi gak bisa dikasih tau ke siapapun clarisa"


" Iya makasih ya" balas diana.


Setelah clarisa pergi diana mengetuk pintu ruangan reyhan tetapi tidak ada yang menyaut. Diana mengetuknya berkali-kali yang membuat reyhan begitu marah karena dia tidak ingin diganggu sekarang. Reyhan pun membuka pintu tersebut dengan kunci otomatis yang ada ditangannya. Setelah pintu terbuka diana segera masuk kedalam dan menutup pintu kembali.


Ketika ia menatap reyhan, ia sangat terkejut melihat tatapan reyhan yang begitu tajam terhadapnya seakan-akan ingin menerkamnya.


" Saya sudah bilang berapa kali! Saya tidak ingin diganggu sekarang!" Tegas reyhan yang membuat karyawannya mendengar hal itu karena kerasnya suara reyhan. Diana tampak gemetar mendengar reyhan hingga foto yang ditangannya terjatuh.


Diana melihat diatas meja reyhan beberapa botol alkohol.


Dia pemabuk! Pantas saja ibu gak mau ceritain apapun ke aku tentang dia mungkin ini karena sikapnya yang pemarah dan juga dia seorang pemabuk batin diana.


Ketika diana ingin berlari keluar tampak reyhan sudah mengunci pintu ruangannya dengan kunci otomatis yang membuat diana tak bisa keluar dari ruangan tersebut. Reyhan pun mendekati diana yang membuat diana semakin takut.


" Siapa kamu? Kenapa memakai pakaian kerja seperti ini?" tanya reyhan yang semakin mendekati diana.

__ADS_1


Diana hanya diam tak berani menjawab pertanyaan reyhan. Reyhan pun mengambil foto yang terjatuh oleh diana lalu menatapnya dengan tajam.


Bukannya ini foto yang ada sama diana! Kenapa foto ini bisa ada sama perempuan ini batin reyhan.


Reyhan semakin penasaran siapa gerangan wanita dibalik masker dan kacamata hitam itu. Reyhan terus mendekat hingga diana terpojok tak bisa mundur lagi.


" Dari mana kamu dapat foto ini?" tanya reyhan.


Hadeuh aku harus gimana nih? Cowok ini serem banget sih. Kenapa lagi aku mau sama dia padahal sikapnya begini? Pasti masalalu aku sama dia buruk banget deh batin diana.


" Kenapa diam! Jawab saya!" Tegas reyhan yang membuat diana semakin gemetar.


Reyhan pun membuka kacamata yang dipakai oleh diana dan ketika menatap matanya, ekspresi reyhan yang tadinya terlihat sangat emosi tampak berubah.


Mata ini! Kenapa mata ini seperti mata diana? batin reyhan.


Reyhan perlahan membuka masker yang dipakai oleh diana. Diana tak tau harus melakukan apa dan hanya bisa diam saja. Ketika masker itu terbuka diana segera menundukkan wajahnya yang membuat topi yang dipakainya terjatuh dan wajahnya tertutupi oleh rambutnya yang tergerai. Diana segera berjalan membelakangi reyhan.


" Itu punya sepupu saya" ujar diana yang membuat reyhan sangat terkejut karena ia sangat mengenal suara diana.


Diana! Ini kamu, apa aku bermimpi sekarang atau apa karena aku minum tadi. Tapi aku baru minum segelas tidak mungkin langsung mabuk kan batin reyhan.


" Diana" ucap reyhan yang membuat diana terkejut.


Mampus aku! Kok dia bisa tau ini aku ya. Dia kan belum lihat muka aku batin diana.


Reyhan segera berdiri dihadapan diana tetapi diana menutupi wajahnya dengan rambut dan juga tangannya yang membuat reyhan tidak bisa dengan jelas melihat wajahnya.


" Aku bukan diana" seru diana.


" Kenapa kamu tutup wajah kamu? Biarkan aku melihatnya na. Kamu gak tau betapa senangnya aku kalau ini kamu na" ujar reyhan yang begitu berharap bahwa itu adalah diana.


Reyhan pun memegang kedua tangan diana yang membuat diana berusaha menahan tetapi tidak bisa karena kekuatan reyhan lebih besar daripada dirinya.


" Kamu ngapain sih?" Pekik diana kesal.


Reyhan tak menjawab nya. Kini hanya ada rambut diana yang menutupi wajahnya. Diana terus saja menundukkan wajahnya agar tak terlihat oleh reyhan. Reyhan kemudian memegang kedua tangan diana dengan satu tangannya dan mulai merapikan rambut diana yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


Percuma aja deh kayaknya aku berusaha menutupi wajahku pasti dia bakalan lihat juga. Lebih baik aku liatin aja kali ya, aku juga penasaran sama hubungan kami dimasalalu kayak gimana batin diana.


__ADS_2