
Wajah diana tampak cemberut keluar dari tempat persembunyiannya itu. Diana memakai masker dan kacamatanya kembali.
" Kenapa dipakai lagi na?" tanya reyhan penasaran.
" Aku harus pulang sekarang, nanti takut ibu makin marah kalau pulang gak lihat aku dirumah"
Kenapa ibu begitu ya? Aku harus segera ketemu ibu dan menanyakan semuanya batin reyhan.
" Aku antar ya"
" Aduh! gak usah nambahin masalah aku dong rey, aku pulang sendiri aja. Nanti kalau ibu lihat kita berdua bisa makin marah sama aku"
" Ibu gak akan marah na, percaya sama aku"
" Reyhan, kamu keras kepala banget sih. Aku bilang gak usah ya gak usah rey" tegas diana. Bukannya kesal tetapi reyhan malah tersenyum mendapat amarah diana. Reyhan kembali mendekati diana.
" Reyhan, jangan dekat-dekat ya. Kamu kan tau aku masih belum ingat apa-apa jadi tolong jangan dekat-dekat sama aku dulu"
" Diana, kamu calon istri aku lho. Apa kamu tau kita seharusnya menikah besok tetapi karena kecelakaan itu semuanya kacau"
" Nikah! Aku sama kamu?"
Berarti benar dong kata bibik kalau aku sama dia mau nikah tapi kenapa ibu malahan gak ngomong apa-apa sih tentang ini batin diana.
" Iya sayang kita nikah"
" Maaf reyhan, tetapi aku beneran gak bisa ingat apapun tentang hal itu dan ibu juga gak ada cerita ke aku. Aku juga masih bingung sama semua keadaan ini rey, jadi aku belum bisa mikirin tentang pernikahan rey. Maaf ya, lagian kayaknya ibu gak suka sama kamu deh"
" Siapa bilang? Aku dekat tau sama ibu"
" Kalau emang kamu dekat sama ibu kenapa dia gak cerita apapun tentang kamu sama aku"
" Aku yakin ibu punya alasan tersendiri na. Ibu adalah orang paling bijak na, dia pasti punya alasan kenapa nyembunyiin tentang aku dari kamu. Aku juga mau ketemu sama ibu jadi kita bareng aja ya berangkatnya"
" Gak bisa gitu dong" tolak diana " Nanti ibu marah gimana?"
" Ibu gak akan marah na. Percaya sama aku"
Gimana mau percaya sama kamu? Aku aja masih belum bisa percaya sama semua ini. Kenapa cobaan aku gini banget yak? batin diana.
__ADS_1
Sementara itu dilain sisi tika tampak memperkenalkan arsen pada maya dan menjelaskan tentang hubungan mereka yang membuat maya emosi.
" Apa kamu bilang? Kamu pacaran sama dia!"
" Iya mi, sebenarnya tika jadian sama arsen beberapa hari yang lalu mi tapi tika gak tau gimana cara bilangnya ke mami makanya tika diam aja. Sekarang tika bawa arsen kesini dan beraniin diri buat ngenalin dia ke mami" jelas tika sambil menggandeng tangan arsen.
" Apa kamu sadar kamu ngomong apa tika? Kalau kamu jadian sama dia terus bagaimana dengan reyhan? Bagaimana dengan perasaan kamu sama dia? Seharusnya kamu ngerti dong tika mami udah ngelakuin banyak hal buat nyatuin kamu sama reyhan tapi kenapa malah begini jadinya?"
" Tika sadar mi, tika tau kalau tika emang suka sama reyhan tetapi mi dia gak pernah perhatian dan ga peduli sama tika mi. Dia selalu buat tika sedih dan mengemis cinta ke dia mi. Mami kan juga tau kalau dalam hati reyhan cuma ada diana mi. Walaupun dia udah meninggal tapi tika tau reyhan gak akan pernah mencintai orang lain seperti dia mencintai diana mi jadi lebih baik tika hidup dengan orang yang membuat tika terus tersenyum dan dia juga gak bisa lihat tika sedih sedikit pun. Tika yakin seiring waktu tika sama arsen juga akan bahagia kok mi" jelas tika.
" Iya tante saya janji akan selalu membuat tika bahagia" tambah arsen sembari tersenyum tipis.
Kenapa begini sih? Aku udah dengan susah payah membunuh penghalang tika dan reyhan tetapi tika malah menyukai pria ini sekarang. Percuma aja dong kerja keras ku selama ini batin maya kesal. Tika pun menggenggam tangan maya.
" Mami, bukannya mami janji bakalan senang kalau lihat tika bahagia tetapi kenapa sepertinya mami sekarang gak senang"
Maya sebenarnya sangat kesal tetapi ia tetap tersenyum tipis pada putrinya karena ia tak ingin anaknya itu bersedih.
" Mami bahagia asal kamu bahagia sayang"
" Berarti mami setuju sama hubungan aku dan arsen"
Syukur deh mami tika bisa nerima gue. Ya tuhan terimakasih karena udah nyatuin gue sama orang yang paling gue sayang batin arsen.
" Mami, tika boleh gak pergi jalan keluar sama arsen?" Pinta tika sembari melepaskan pelukannya.
" Boleh sayang tapi jangan kemalaman ya pulangnya"
" Siap mi. Mami emang mami paling terbaik didunia"
Arsen dan tika pun pamit pergi untuk jalan-jalan keluar. Setelah mereka pergi wajah maya yang tadinya tersenyum langsung berubah menjadi datar. Dia pun menelpon orang kepercayaannya.
' Halo bos ada apa?'
' Saya minta kamu cari tau tentang pemuda yang sekarang dekat dengan anak saya'
' Baik bos'
' Secepatnya kirimkan infonya kepada saya'
__ADS_1
' Siap bos'
' Oh ya, masalah dokter sialan itu sudah kamu tangani kan'
' Beres bos, polisi tidak melakukan penyelidikan lagi karena mereka percaya itu murni kecelakaan bos'
' Bagus kalau begitu. Jangan sampai ada yang tau masalah ini paham'
' Baik bos'
' Kalau begitu segera laksanakan tugas kamu sekarang' ujar maya lalu memutuskan teleponnya.
Aku yakin reyhan itu bukan orang yang gampang percaya pada suatu kejadian. Dia pasti akan tetap menyelidiki kematian kekasihnya itu. Aku harus mulai hati-hati sekarang, sedikit saja aku salah bisa-bisa dia akan menjebloskan aku ke penjara batin maya.
Dilain sisi reyhan tetap ngotot ingin mengantar diana padahal diana sudah melarangnya. Diana tak bisa berbuat apapun karena reyhan memaksanya. Diperjalanan diana tampak hanya diam saja sambil memandang keluar kaca jendela mobil.
Kenapa kita bagaikan orang asing sekarang na? Baru aja kita mau memulai awal hidup bahagia tetapi malah begini jadinya. Walaupun begitu aku tetap bersyukur na kamu masih hidup meskipun kamu gak ingat aku setidaknya aku bisa bersama kamu sekarang batin reyhan.
Menyadari reyhan terus memandanginya, diana pun berbalik melihat kearah reyhan.
" Kamu ngapain sih ngeliatin aku mulu?".
" Siapa yang liatin kamu? Aku lihat pemandangan diluar kok" ujar reyhan.
Diana tampak terdiam kemudian kepalanya terasa sakit yang membuat reyhan cemas.
" Diana kamu kenapa?" tanya reyhan panik.
Akhh.... kepalaku! Kenapa sepertinya aku merasa pernah mendengar kata itu? batin diana.
" Diana, kita kerumah sakit sekarang ya?" Ajak reyhan.
" Gak usah rey, kita pulang aja ya "
" Tapi kondisi kamu sekarang na"
" Aku mau pulang reyhan!" Tegas diana.
Reyhan hanya menuruti kemauan diana untuk pulang. Reyhan terlihat begitu cemas dengan keadaan diana tetapi ia tidak tau harus melakukan apa pada diana.
__ADS_1