Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 73


__ADS_3

" Zahra sayang, kalau kuenya besok aja nyusul gimana? Soalnya ayah udah kenyang banget sekarang. Ayah janji besok bakalan bawa kue coklatnya double buat zahra"


" Serius yah?"


" Iya sayang. Jadi sekarang kita makan dulu aja ya"


" Iya ayah " jawab zahra melanjutkan melahap makanan yang ada di hadapannya.


Diana dan ratmi terlihat lega karena zahra tak menuntut lagi. Diana tampak menatap reyhan tajam.


Zahra kayaknya dekat banget sama reyhan, apa jangan-jangan dia ayah kandungnya zahra beneran ya? Jangan-jangan aku disuruh nikah sama dia buat gantiin posisi indah karena indah udah meninggal. Berarti dia duda dong tapi kenapa ibu gak mau cerita ya dan bilang kalau reyhan pacar aku. Foto yang aku temuin itu juga kayaknya foto aku sama dia waktu SMA. Aduh diana.. kamu mikir apaan sih? Gara-gara ingatan aku yang hilang aku gak tau masalalu dan hubungan aku sama cowok ini apa? batin diana yang terus berusaha berpikir keras hingga dia tak menyadari bahwa makanan yang dipiringnya sudah habis. Reyhan hanya tertawa kecil melihat diana terus menyendoki piring padahal tidak ada makanannya.


" Diana" panggil ratmi yang membuat diana spontan melirik kearah ratmi.


" Iya Bu. Ada apa bu?" Jawab diana.


" Kamu lagi melamun apa?"


" Gak ada bu. Diana lagi fokus makan kok" balas diana sambil melirik kearah piringnya " Lah makanan aku mana?"


" Ya ampun sayang. Jujur aja kamu lagi mikirin apaan? Makan kamu udah habis dari tadi tapi kamu terus aja nyendokin piring kamu"


" Hehe.. diana gak mikirin apa-apa kok Bu. Yaudah diana duluan ke kamar ya pengen istirahat" sahut diana sambil meminum segelas air lalu pergi menuju kamarnya.


" Rey, kamu nginap disini aja ya. Ini udah malam dan ibu gak mau kamu kenapa-kenapa nanti dijalan" pinta ratmi.


" Iya bu" jawab reyhan.


" Jangan lupa kabarin mama kamu rey"


" Ngapain kabarin dia bu?"


"Reyhan, jangan keras kepala gitu ya. Ibu tau kamu sama mama kamu masih selisih paham tapi jangan buat mama kamu khawatir ya dan ibu juga berharap kamu sama mama kamu jangan selisih paham terus nak" jelas ratmi. Wajah reyhan yang tadinya tersenyum berubah seketika.


" Reyhan bakalan ngabarin dia bu tapi buat baikan sama dia maaf bu, reyhan gak bisa dan gak akan pernah bisa" jelas reyhan lalu pergi meninggalkan meja makan.


Reyhan mau sampai kapan kamu keras kepala begini nak batin ratmi.


" Oma, ayah kenapa?"


" Gak apa-apa sayang. Udah lanjutin aja makannya ya"


" Iya oma"


Sementara ratmi melanjutkan makannya, reyhan tampak masuk kedalam kamar tamu dengan wajah kesal. Ia juga tidak menghidupkan lampu kamar tersebut hingga suasana gelap. Reyhan sengaja karena ia ingin menenangkan dirinya yang kini begitu penuh dengan emosi karena mendengar tentang karin.

__ADS_1


Kenapa sih ibu gak pernah ngerti kalau perempuan itu gak baik batin reyhan kesal yang membuatnya melempar barang yang ada disekitar situ.


Diana yang mendengarnya pun terkejut karena kamar tamu tak jauh dari kamarnya.


Suara apa itu? Jangan-jangan ada maling lagi batin diana. Ia segera bersiap-siap mengambil hairdryer karena itu yang pertama kali ia lihat dan memeriksa asal suara tersebut.


Sepertinya asal suara itu dari kamar tamu deh, kamar tamu kok gelap banget ya. Mungkin ibu lupa nyalain lampunya. Aku panggil ibu dulu deh biar nyergap tu pencuri bareng-bareng batin diana. Ia hendak pergi ke menemui ratmi tetapi langkahnya terhenti karena mendengar suara barang jatuh lagi.


Hadeuh nanti kalau pencurinya aku tinggalin bisa-bisa dia kabur, lebih baik aku tangkap dia dulu baru lapor ke ibu batin diana.


Diana perlahan melangkah memasuki kamar tersebut dengan hati-hati. Kebetulan kamar itu tidak dikunci dan terbuka sedikit yang membuat diana tak perlu susah payah untuk masuk. Ia melihat samar-samar seseorang sedang duduk diatas tempat tidur dengan arah membelakanginya.


Dasar pencuri bodoh! Malah nyantai diatas tempat tidur bukannya kabur. Siap-siap aja kamu ya aku bakalan nangkap kamu batin diana.


Diana perlahan mendekatinya dari belakang dan hendak memukulnya dengan hairdryer tetapi reyhan menyadari ada orang dibelakangnya. Dengan sigap reyhan lalu menarik orang tersebut dan menindihnya serta memegangi tangannya.


" Siapa kamu?" tegas reyhan.


Ini kan suaranya cowok mesum itu batin diana. Ia berusaha melepaskan tangannya dari reyhan tetapi reyhan memegangnya makin erat yang membuat diana kesakitan.


" Dasar cowok mesum! Sakit!" Pekik diana yang membuat reyhan segera melepaskannya dan menghidupkan lampu.


" Diana, kamu ngapain sih ngendap-ngendap seperti maling?" seru reyhan.


Reyhan yang tadinya kesal kini tersenyum karena melihat diana memegang hairdryer ditangannya.


" Alat apa yang kamu bawa na?" tanya reyhan cekikikan.


" Kamu jangan remehin kekuatan hairdryer ini ya, kena kepala kamu bisa habis kamu"


" Oh ya"


" Iya.."


" Kamu lucu banget sih na"


" Ih.. dasar gak jelas kamu. Lagian kamu ngapain disini?"


" Aku disuruh ibu tidur disini. Jangan-jangan kamu kesini mau ngerayu aku ya karena tau aku tidur disini" goda reyhan.


" Sembarangan kamu ngomong! Gak ada ya, aku kesini gara-gara aku kira ada maling soalnya kamar ini kan biasanya gak ada orang"


" Udah deh jujur aja" ujar reyhan sambil menarik diana kepelukannya.


" Dasar mesum! Lepasin aku atau aku teriak nih!"

__ADS_1


" Teriak aja, tapi kalau kamu teriak kamu juga harus mau aku cium"


Diana segera mengurungkan niatnya untuk berteriak karena tak ingin dicium oleh reyhan.


" Lepasin aku dong! Kamu mau apa sih?" seru diana kesal dan berusaha melepaskan dirinya dari pelukan reyhan yang makin erat memeluknya.


Aduh gimana caranya ya biar bisa lepas dari dia? batin diana yang berusaha berpikir keras.


" Aku mau kamu segera ingat aku dan kenangan kita na. Aku mau kita segera menikah dan bahagia selamanya na" tutur reyhan yang terlihat begitu berharap. Diana menatap mata reyhan dan tau bahwa reyhan benar-benar tulus mengatakan itu. Ketika wajah mereka semakin mendekat tiba-tiba suara seseorang mengejutkan mereka.


" Ehmmm..ehmm" ujar ratmi yang datang, membuat reyhan segera melepaskan diana. Mereka berdua terlihat malu karena tertangkap oleh ratmi. Diana yang kebingungan langsung berlari keluar menuju kamarnya. Sementara itu reyhan tampak menunduk tak berani menatap ratmi.


" Kalian ngapain aja dari tadi rey?" tanya ratmi.


" Gak ngapa-ngapain kok bu, apa yang ibu lihat gak seperti yang ibu bayangin kok bu" jelas reyhan.


" Oh ya, emang ibu bayangin apa rey?" balas ratmi yang membuat reyhan terdiam. Ratmi kemudian menjewer telinga reyhan.


" Sakit bu"


" Sakit, makanya jangan nakal. Udah tau kalian belum menikah kenapa malah berduaan aja diruangan ini? Pakai peluk- pelukan segala lagi"


" Ibu kok nyalahin reyhan aja bu, kan diana yang datang kesini bu"


" Udah gak usah ngebantah reyhan, awas aja ya kalau berduaan sambil pelukan kayak tadi lihat aja apa yang akan ibu lakuin"


" Iya bu, reyhan janji gak akan seperti itu lagi"


" Ibu pegang janji kamu ya. Oh ya, kamu udah kabarin mama kamu?"


" Bentar lagi bu"


" Reyhan, nanti mama kamu cemas lho"


" Iya... Iya bu reyhan telpon sekarang" ujar reyhan sambil mengambil ponselnya lalu menelpon karin.


' Halo, rey. Akhirnya kamu nelpon mama, kamu dimana sekarang nak? Kok belum pulang'


' Gak usah sok perhatian. Hari ini aku nginap dirumah ibu diana' ujar reyhan lalu memutuskan telponnya.


" Reyhan, kok begitu ngomongnya?"


" Ibu, yang penting reyhan udah ngabarin dia bu. Reyhan boleh istirahat gak Bu, soalnya reyhan capek banget"


Ratmi tau bahwa reyhan memang sangat susah kalau dinasehati masalah mamanya. Akhirnya ratmi membiarkannya untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2