Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 94


__ADS_3

Para pengawal kemudian membawa reyhan dan diana kerumah sakit. Mereka sangat dijaga ketat saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Pembantunya juga ikut kerumah sakit. Dia mencoba menghubungi ratmi tapi tidak ada jawaban, kemudian dia pun meminta salah seorang pengawal untuk menghubungi karin.


' Halo nyonya'


' Halo, ada apa menghubungi saya?'


' Begini nyonya, saya ingin mengabarkan bahwa pak bos reyhan sekarang sedang menuju rumah sakit nyonya'


' Apa? Dia kenapa? Dirumah sakit mana?'


' Saya juga kurang tau nyonya kami tadi menemukan pak bos pingsan dikamar nyonya'


' Ya sudah cepat kirimkan alamat kepada saya. Saya akan segera kesana'


' Baik nyonya' pengawal tersebut kemudian memutuskan telponnya dan mengirim alamat rumah sakit yang akan mereka tuju. Tak lupa pengawal tersebut juga menghubungi radit.


Sesampainya di rumah sakit mereka tampak langsung disambut oleh petugas medis dan radit yang juga ada disana. Radit merasa penasaran dengan wanita yang dibawa bersama reyhan karena wajahnya tidak terlalu terlihat karena tertutupi oleh rambutnya.


Siapa wanita yang bersama pak bos? batin radit bertanya-tanya. Dia sangat penasaran dengan wajah wanita tersebut. Dia kemudian berusaha menyingsingkan rambut diana tetapi belum sempat melihat wajahnya dokter menyuruh mereka untuk menunggu diluar.


Pembantunya diana dan radit tampak menunggu diluar ruangan. Kebetulan radit memesan dua kamar vip.


" Bik" panggil radit pada pembantu diana yang terlihat panik.


" Iya tuan"


" Siapa wanita yang datang bersama pak bos tadi bik?"


Pembantu tersebut tampak kebingungan karena dia tak mungkin memberitahu radit yang sebenarnya. Dia hanya diam dengan wajah yang panik.


" Bik, kenapa diam?"


" Itu tuan.. di..a...dia anak saya tuan dari kampung" jawabnya terbata-bata. Dia terpaksa berbohong karena sudah berjanji pada ratmi akan menyembunyikan tentang diana sampai diana sembuh.


" Oh anak bibik. Kenapa dia bisa bisa terluka bik?"


" Itu tuan tadi dia jalannya tak hati-hati saat menuruni anak tangga sehingga dia terjatuh tuan"


Radit sebenarnya merasa kurang percaya dengan perkataan pembatu tersebut karena ia melihat pembantu itu terlihat gugup menjawab pertanyaan yang dia berikan.


Sepertinya bibik sedang berbohong sekarang, tapi kenapa ya? Kenapa dia tak mau memberitahu aku siapa wanita itu? batin radit. Tak lama dokter tampak keluar dari ruangan reyhan.


" Dok, bagaimana keadaan pak bos reyhan?"


" Dia baik-baik saja sekarang pak jadi tenang saja. Dia hanya sedikit demam dan juga telat makan sehingga membuat tubuhnya lemah"


" Apakah saya sudah boleh masuk melihatnya?"


" Tentu pak, tapi pasien masih beristirahat jadi sebaiknya jangan membangunkannya dulu"


" Baik dok"


" Kalau begitu saya permisi dulu ya pak"


Radit segera memasuki ruangan reyhan sementara itu dokter yang memeriksa kondisi diana tampak keluar. Pembantunya segera menghampirinya.


" Bagaimana kondisi nona diana dok?"


" Kepalanya mengalami benturan yang menyebabkan pendarahan buk itu yang menyebabkan dia pingsan tapi sekarang pendarahannya sudah kami hentikan buk dan pasien sekarang sudah baik-baik saja buk"


" Syukurlah kalau begitu dok, apakah saya boleh masuk kedalam?"


" Tentu buk"

__ADS_1


Tanpa basa basi pembantunya segera masuk kedalam ruangan diana. Dia melihat diana terbaring dengan perban dikepalanya dan juga infus pada tangannya. Ponsel pembantunya pun berdering.


' Halo nyonya'


' Halo bik. Ada apa nelpon saya?'


' Nyonya, nona diana masuk rumah sakit'


' Apa? Bagaimana bisa bik?'


' Non diana terjatuh dari tangga nyonya'


' Astaghfirullah, yaudah saya segera kesana bik, kirimkan alamatnya ya bik. Tolong jangan biarkan siapapun melihat diana ya bik'


' Baik Nyonya'


Ratmi segera memutuskan telponnya dan bergegas menuju rumah sakit.


" Oma, kita mau kemana? Zahra kan belum selesai les oma nanti kalau ayah marah gimana?"


" Sayang, kita sekarang mau kerumah sakit. Oma yakin ayah gak akan marahin kamu kok"


" Ngapain kerumah sakit Oma?"


Begitu banyak pertanyaan yang diberikan zahra yang membuat ratmi kewalahan. Dia juga begitu cemas dengan keadaan diana dirumah sakit.


Dilain sisi karin tampak baru saja sampai kerumah sakit. Dia begitu khawatir dengan keadaan putranya.


" Sus, saya mau nanya ruangan pasien atas nama reyhan dimana ya?"


" Dikamar vip 1 lantai 3 buk"


" Terimakasih sus" ujar karin yang segera bergegas menuju kesana menggunakan lift.


Reyhan tampak menggerakkan jarinya dan membuka matanya perlahan. Dia kemudian melihat sekitar sambil memegang kepalanya.


" Saya dimana dit?"


" Pak bos dirumah sakit sekarang"


" Kenapa saya bisa disini?"


" Tadi bik ani yang bawa pak bos disini bersama seorang wanita juga pak bos"


" Wanita? Siapa?"


" Kata bik ani dia adalah anak bik ani pak bos"


Anak bibik. Perasaan bibik gak punya anak cewek, apa jangan-jangan dia? batin reyhan panik seketika.


" Dimana dia sekarang?"


" Dia berada disebelah ruangan pak bos"


Reyhan segera melepaskan infus yang terpasang ditangannya.


" Pak bos mau kemana? Kondisi pak bos belum stabil" cegah radit.


" Saya ada urusan penting dit, kamu tunggu saja disini sebentar"ujar reyhan yang bergegas keruangan yang telah dikatakan oleh radit. Dia segera masuk kedalam dan menghampiri diana yang masih belum sadarkan diri.


" Tuan reyhan, kenapa tuan kemari?"


" Bagaimana keadaan diana bik? Kenapa dia bisa sampai begini?"

__ADS_1


" Kata dokter kondisi non diana sudah baik tuan hanya tinggal menunggu non diana sadar. Non diana tadi terjatuh dari tangga tuan saat memanggil saya untuk menolong tuan yang pingsan dikamar"


" Ya ampun diana, kenapa kamu gak hati-hati sih" ujar reyhan sambil membelai rambut diana. Ani segera mengambilkan kursi untuk reyhan duduk sementara dia berjaga-jaga di pintu luar.


Reyhan menggenggam tangan diana begitu erat sambil mencium punggung tangan diana.


" Diana, maafin aku ya sayang. Coba aja aku gak pingsan pasti kamu gak akan begini sayang. Maafin aku na ini semua salah aku" seru reyhan yang merasa bersalah.


Diana kemudian membuka matanya perlahan dan melihat reyhan yang tampak sedih sambil menggenggam tangannya. Diana sebenarnya mendengarkan semua perkataan reyhan karena dia sudah sejak tadi sadar.


" Kamu gak salah rey" ujar diana yang membuat reyhan langsung melirik ke arah diana.


" Kamu udah sadar na, syukurlah ya Tuhan. Maafin aku ya sayang ini semua salah aku. Aku janji aku akan menjaga kamu lebih baik lagi sayang, maafin aku"


" Rey, kamu gak berubah ya dari dulu selalu aja ngerasa bersalah berlebihan kayak gini. Aku gak apa-apa rey" jawab diana. Reyhan kemudian merasa terkejut mendengar perkataan diana.


" Kamu ingat sama aku na"


" Yaiyalah rey, masa calon suami sendiri aku lupain" ucap diana yang membuat reyhan terlihat begitu gembira dan langsung memeluknya.


" Reyhan, lepasin aku dong. Nanti ada yang lihat gimana?"


" Gak apa-apa na, biar semua orang tau kamu milik aku"


" Reyhan, jangan nakal gini dong. Lepasin aku rey atau aku bakalan marah nih" seru diana yang membuat reyhan melepaskan pelukannya.


Tak lama ratmi datang bersama zahra dengan tergesa-gesa.


" Diana, bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya ratmi yang langsung menghampiri diana.


" Diana, baik-baik aja bu."


" Syukurlah kalau begitu sayang ibu sangat khawatir sekali dengan keadaan kamu nak"


" Ibu tenang aja ya bu diana baik-baik aja kok bu"


" Bunda, kepala bunda kenapa diperban?" tanya zahra. Reyhan segera menggendong zahra untuk naik keatas bed diana. Diana langsung memeluk zahra dengan erat.


" Bunda baik-baik aja kok sayang"


" Tapi kenapa kepala bunda diperban?"


" Kepala bunda cuma luka dikit aja kok sayang, sebentar lagi juga sembuh"


" Sakit ya bunda" ujar zahra sambil mengelus pelan kepala diana dan meniupnya.


" Enggak lagi kok sayang. Anak bunda kok masih pakai tas sekolah sayang?" Ujar diana yang mencoba mengubah topik pembicaraan.


" Zahra tadi belum selesai les bunda tapi oma langsung ngajak zahra pergi bunda"


Mereka pun berbincang-bincang, sementara itu reyhan mendekati ratmi.


" Bu, ada yang ingin reyhan bilang"


" Ada apa rey?"


" Ibu tau diana udah ingat sama reyhan bu"


" Apa? Diana sudah ingat"


" Iya bu"


Ratmi kemudian melirik kearah diana, dia begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh reyhan.

__ADS_1


Sementara itu karin yang tiba diruangan reyhan mencari-cari dimana keberadaan reyhan tetapi ia tak menemukannya. Dia hanya menemukan radit yang sedang duduk diatas sofa sambil memeriksa beberapa laporan.


" Radit, dimana reyhan?"


__ADS_2