
Rasa cemburu seketika tumbuh dalam benak diana ketika melihat reyhan dan sovia begitu dekat. Ekspresi kesal pada wajahnya mulai terlihat saat sovia kembali memeluk reyhan tepat dihadapannya.
Diana! Ada apa dengan kamu? Kenapa jadi cemburu dan kesal gini sih batin diana.
" Diana, kamu kenapa nak?" tanya ratmi yang juga melihat kejadian tersebut lalu ia berkata lagi " kamu cemburu?"
" Gak kok bu. Siapa lagi yang cemburu? Ingat sama dia aja enggak, ngapain cemburu coba" elak diana sambil mengalihkan perhatiannya ketempat lain karena hatinya terasa begitu rapuh melihat reyhan dan sovia. Lalu ia segera pergi berlari menuju kamarnya. Ratmi tau bahwa putrinya pasti cemburu melihat reyhan yang begitu dekat dengan sovia.
Ratmi segera menghampiri reyhan dan sovia yang membuat sovia melepaskan pelukannya dengan reyhan.
" Reyhan bisa ibu bicara sebentar?"
" Tentu Bu"
" Ayo ikut ibu sebentar" ajak ratmi yang membawa reyhan ketempat yang lumayan jauh dari sovia.
" Ada apa Bu?" tanya reyhan yang penasaran kenapa tiba-tiba ratmi ingin berbicara dengannya dan itu pun harus menjauh dari sovia.
" Sebenarnya kamu sama cewek itu ada hubungan apa rey? Ibu lihat kalian sepertinya begitu dekat"
" Bukannya ibu sudah tau kalau reyhan sama sovia itu sahabat sejak kecil bu dan diana juga tau itu bu"
" Iya sahabat tapi kenapa harus sedekat itu rey?"
" Maksudnya bu? Reyhan kurang mengerti "
" Begini ya, tadi diana melihat kalian berdua berbincang dengan begitu akrab dan juga berpelukan. Ibu mungkin paham kalau dia adalah sahabat kamu dan mungkin sudah kamu anggap seperti saudara tetapi diana kan tidak mengingat apapun rey bagaimana kalau dia sampai salah paham dengan hubungan kalian"
" Apa? Jadi diana tadi mengamati reyhan dan sovia bu"
" Iya, itu makanya ibu segera menghampiri kamu karena dia terlihat kesal saat kamu berpelukan dengan sovia"
" Astaga! Apakah diana cemburu Bu?"
" Sepertinya begitu"
Reyhan terlihat tersenyum manis mendengar perkataan ratmi yang membuat ratmi heran.
" Kenapa kamu malah tersenyum Rey?"
" Gak apa-apa bu. Diana dimana sekarang Bu?"
" Dia dikamar sekarang"
" Reyhan ingin menyusul diana dulu ya Bu"
" Tapi sovia bagaimana?"
" Bu, reyhan minta tolong temani sovia sebentar ya bu hanya 10 menit saja bu"
" Memangnya kamu mau apa dengan diana"
" Ada perlu bu, reyhan janji gak akan macam-macam kok bu"
" Baiklah hanya 10 menit ya"
" Iya bu. Terimakasih bu, ibu memang yang terbaik" ujar reyhan sambil memeluk ratmi lalu pergi menuju kamar diana.
Dikamar diana terlihat kesal karena terus memikirkan reyhan dan sovia.
__ADS_1
Kenapa mereka harus pelukan segala sih? Bukannya cuma temen tapi kenapa sedekat itu. Sumpah ya ngeselin banget, Kenapa aku gak bisa ingat apa-apa tentang cewek itu batin diana kesal lalu melempar bantal kearah asal.
Reyhan yang datang terkejut karena tiba-tiba dilempari bantal.
" Diana kamu kenapa?"tanya reyhan yang membuat diana kaget karena kedatangan reyhan yang tiba-tiba.
" Mau apa kamu kesini?" balas diana jutek.
" Ya mau ketemu kamu lah, mau ngapain lagi coba" sahut reyhan yang kini duduk disebelah diana.
" Gausah dekat-dekat sama aku"
" Lho kenapa? Kamu kan pacar aku masa iya gak boleh aku dekatin sih"
" Tapi aku kan belum ingat apa-apa tentang kamu, Lebih baik sekarang kamu temanin aja tuh sahabat kamu disana"
" Kamu cemburu?"
" Apaan sih? Aku cemburu sama kamu ya gak mungkin lah. Ingat aja enggak ngapain cemburu coba"
" Beneran gak cemburu kalau gitu nanti aku boleh dong ya ngedate bareng sovia"
Mau ngedate pergi aja sana ngapain harus bilang-bilang aku segala sih, sumpah ya pengen banget nabok ni cowok sekarang batin diana.
" Yaudah pergi aja sana" balas diana sambil menahan kekesalannya yang begitu besar pada reyhan. Melihat ekspresi wajah diana reyhan kemudian tertawa yang membuat diana heran.
" Kok malah ketawa sih. Dasar aneh" umpat diana.
" Kamu kalau lagi cemburu gini tambah imut na buat aku tambah gemes aja tau gak sama kamu" ujar reyhan sambil mencubit pipi diana.
" Sakit tau" balas diana sambil memegangi pipinya. Lalu reyhan menarik diana kearahnya yang membuat mereka saling berhadapan dan beradu pandang.
" Apaan sih kamu? Gak jelas banget" ujar diana singkat padahal dalam hatinya ia begitu senang mendengar perkataan reyhan padanya.
" Lho kok malah jawab gitu sih"
" Terus kamu mau aku jawab apa?"
" Aku mau..." Belum selesai reyhan berbicara ia langsung melesatkan sebuah ciuman pada bibir diana yang begitu imut. Hal tersebut membuat diana terkejut dan detak jantungnya jadi tidak karuan. Diana segera berdiri menjauh dari reyhan sambil memegangi bibirnya.
" Reyhan, kamu ngapain sih?"
" Maaf na, aku gak bisa kendaliin diri aku habisnya kamu imut banget sih kalau lagi cemburu gitu"
Diana tak menjawab perkataan reyhan dan langsung pergi ke kamar mandi. Reyhan mengetuk pintu kamar mandinya tetapi diana tidak menyahut.
" Diana, maafin aku na. Jangan marah dong na"
" Aku lagi pengen sendiri rey, tinggalin aku sendiri"
" Tapi na"
" Kalau kamu masih ngomong juga aku gak akan mau ketemu kamu lagi"ujar diana dan ia tak lagi mendengar jawaban dari reyhan. Diana kemudian menatap dirinya dicermin. Detak jantungnya kini masih berdetak kencang karena ia masih mengingat ciuman itu.
Aduh kenapa jantung aku berdetak kencang gini sih? Dasar cowok mesum kamu rey! Berani-beraninya kamu cium aku sembarangan. Apa jangan-jangan dia sering kayak gini ya dulu batin diana.
Sementara itu reyhan kembali keruang tamu dengan wajah lesu yang membuat ratmi terkejut karena ini belum 10 menit tetapi reyhan sudah keluar.
Reyhan kenapa? Apa dia berantem sama diana? batin ratmi.
__ADS_1
Reyhan kemudian duduk disebelah ratmi.
" Rey, kamu kenapa?" tanya sovia penasaran.
" Gak apa-apa sov, maaf ya aku tinggal bentar tadi"
" Oh gak apa-apa kok. Ada ibunya diana yang nemanin aku dan kamu tau gak rey tante ratmi emang paling the best deh"
" Maksud kamu apa sov?"
" Iya aku sama tante tadi ngobrol bentar dan tante buat aku sadar keputusan apa yang harus aku ambil buat hidup aku rey"
" Emang ibu ngomong apa?"
" Rahasia dong" jawab ratmi sambil tersenyum pada sovia.
" Gitu ya udah main rahasia-rahasian sekarang"
Ratmi dan sovia hanya tertawa mendengar perkataan reyhan.
Tak lama sovia pun pamit ingin pulang karena ia sudah merasa agak baikan. Sovia pun memeluk ratmi dan reyhan bergantian.
" Tante, rey aku pulang ya"
" Kok cepat banget sih"
" Iya tante sebenarnya sovia pengen lama tapi sovia masih ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan tante"
" Yaudah hati-hati ya pulangnya"
" Iya tante"
" Mau aku antar" ujar reyhan
" Gak usah rey, aku bawa mobil kok. Makasih ya kamu emang sahabat terbaik aku dari dulu"
" Iya sama-sama. Pokoknya aku gak mau nih lihat kamu datang dengan kondisi kayak tadi lagi kalau ketemu aku"
" Tenang aja rey, ini yang terakhir kok"
" Janji ya"
" Iya reyhan, yaudah aku pergi dulu bye" ujar sovia lalu pergi meninggalkan mereka.
Reyhan dan ratmi segera masuk kembali kedalam rumah.
" Kamu kenapa rey?"
" Maksudnya bu?"
" Kamu berantem ya sama diana"
" Enggak kok Bu"
" Terus kenapa ekspresi wajah kamu berubah saat keluar dari kamar diana"
Aduh kalau ketahuan ibu aku nyium diana bisa-bisa dimarahin nih batin reyhan.
" Reyhan beneran gak apa-apa kok Bu"
__ADS_1