Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 99


__ADS_3

Diperjalanan yuda terlihat begitu kesal dan penuh dengan emosi yang membuat vira takut kalau dia akan berkata sembarang pada arsen.


Aku harus nyuruh arsen keluar sekarang, mas yuda sepertinya sangat emosi sekali. Kalau dia bertemu arsen sekarang aku gak tau apa yang akan terjadi batin vira cemas. Dia segera mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan pada arsen. Dia mengirim pesan dengan sembunyi-sembunyi agar tak diketahui oleh yuda.


Arsen tampak tak menghiraukan pesan yang ada di ponselnya karena dia sedang sibuk dengan tika memilih-milih pakaian yang akan mereka kenakan.


Vira semakin cemas saja karena tak ada balasan dari arsen.


Hadeuh kemana anak ini? Ayo jawab arsen! batin vira panik karena arsen tak kunjung membalas pesannya.


Vira mencoba menenangkan yuda yang sedang dalam emosi tetapi percuma karena yuda tak mendengarkan dirinya.


" Kamu tau vir! Karena anak pembangkang itu aku dipermalukan dipesta tadi. Bahkan ayahnya sovia juga begitu kecewa padaku vir! Aku tak tau kenapa aku harus memiliki anak seperti arsen, padahal aku sudah memenuhi semua kebutuhannya sejak kecil. Dia selalu ku berikan kasih sayang tapi apa?? Dia malah membuat ku malu seperti ini vir! Aku tidak akan pernah menyetujui pernikahan dia dengan gadis itu sampai kapanpun. Itu janji ku vir!" Jelas yuda yang begitu emosi.


" Sabar mas, jangan bicara seperti itu. Kamu sedang emosi sekarang jadi jangan bilang sembarangan seperti itu mas" ujar vira mencoba menenangkan suaminya tetapi yuda tampak masih tersulut emosi yang begitu dalam.


Sementara itu arsen dan tika tampak sudah selesai memilih pakaian yang akan mereka pakai. Mereka pun berhenti sebentar ke cafe untuk makan.


" Sayang, kamu mau makan apa?"


" Terserah kamu aja arsen"


Arsen segera memesan makanan untuk mereka berdua. Lalu arsen melihat ponselnya dan membaca pesan dari vira.


Mama ngirim pesan apa ya batin arsen penasaran lalu membuka pesan tersebut.


Mama : Arsen, papa lagi marah besar jadi kamu jangan pulang dulu ya nak sekarang


Arsen : papa marah kenapa ma?


Mama : akhirnya kamu balas pesan mama nak, besok mama jelasin ya sayang. Pokoknya kamu jangan pulang dulu sekarang ya


Arsen : Iya ma


Melihat arsen sibuk dengan ponselnya membuat tika penasaran.


" Lagi chatan sama siapa ar?"


" Sama mama sayang"


" Mama bilang apa?"


" Katanya papa lagi marah besar gitu dan mama juga bilang aku gak boleh pulang dulu sekarang"


" Apa papa marah gara-gara aku ya" ujar tika yang merasa bersalah.


" Enggak sayang. Mungkin papa ada masalah kantor makanya begitu, kamu gak usah nyalahin diri kamu lagi ya"

__ADS_1


" Hmm" seru tika sambil menganggukkan kepalanya. Pesanan mereka pun tiba dan mereka segera menyantap makanan yang telah terhidang di meja.


***


Keesokan harinya reyhan dan diana tampak masih dalam suasana diam. Tiba-tiba ponsel reyhan berdering.


Tika, ngapain dia nelpon aku? batin reyhan bertanya-tanya lalu dia mengangkat panggilan tersebut.


' Halo tik, ada apa?'


' Hai rey, apa kabar?'


' Aku baik tik, ada apa nih nelpon?'


' Rey, aku mau ngundang kamu ke pernikahan aku sama arsen'


' Apa? Nikah! Yang bener aja nih'


' Iya rey, jadi kamu gak perlu takut lagi ya aku gangguin. Oh ya, ada yang mau ngomong nih'


' Siapa?'


' Halo rey'


' Arsen'


' Hahaha enggak lah bro, gue udah ada seseorang yang gak akan pernah digantiin sama siapapun'


' Sejak kapan lo bucin gini rey?' ledek arsen karena sejak kuliah reyhan tak pernah mengatakan hal seperti itu. Reyhan memang terkenal dengan sifat dinginnya pada setiap wanita yang mendekatinya. Dia selalu merasa risih saat wanita mendekatinya.


' Hahaha lo bisa aja ar, by the way dimana nih tempatnya? Biar gue langsung kesana'


' Undangannya kan udah dishare sama tika rey, Lo liat aja disitu'


' Yaudah gue bakalan liat ya, Selamat ya atas pernikahan kalian berdua'


' Iya makasih bro, Yaudah kalau gitu gue tunggu kedatangan lo. Gue sama tika mau nyambut tamu dulu'


' Oke bro'


Reyhan segera memutuskan telponnya, ketika dia mengahadap kebelakang ia terkejut karena diana menatapnya tajam.


" Diana, kamu udah bangun?"


" Telponan sama siapa kamu, Rey? Kok kayaknya asyik banget ngobrolnya"


Kayaknya kalau ngerjain diana sesekali asik nih batin reyhan yang mulai berpikir jail pada diana.

__ADS_1


" Tadi aku telponan sama tika" jawab reyhan enteng.


"Tika, ngapain dia nelpon kamu rey?


" Ya nanya in kabar aku? Aku lagi apa? Udah makan belum? Pokoknya banyak lagi deh" jawab reyhan berbohong.


" Oh gitu" balas diana cuek yang membuat reyhan merasa heran.


Kok dia gak cemburu sih batin reyhan bertanya-tanya.


" Cuma oh aja nih"


" Iyalah terus apa lagi rey" jawab diana santai.


" Kamu gak marah gitu atau ngerasa sesuatu gitu kalau aku chatan sama cewek lain"


" Enggak. Emang kenapa aku harus marah rey?"


" Kamu sayang sama aku gak sih na" tanya reyhan sambil menatap diana dengan tatapan serius.


" Gimana ya?" jawab diana seperti seseorang yang sedang berpikir keras. Saat melihat ekspresi reyhan membuat diana tak tahan lagi. Dia pun tertawa karena sebenarnya dia tau reyhan pasti berniat ingin membuatnya cemburu tetapi hal itu dipatahkan oleh kecuekan diana.


" Rey, sumpah ya ekspresi kamu lucu banget tau gak" ujar diana sambil cekikikan.


" Kok kamu malah ketawa na, aku serius lho na"


Diana kemudian mencoba menahan tawanya.


" Rey, kamu kan tau gimana perasaan aku sama kamu. Aku sayang sama kamu rey, kamu tau sebenarnya aku rada kesal sih kamu chatan sama tika tapi aku ingat rey kalau dihati kamu itu cuma ada aku bukan yang lain. Makanya aku gak ngerasa cemburu atau apapun itu karena kamu itu cuma sayang sama aku" jelas diana. Reyhan pun berpindah posisi duduk disebelah diana. Lalu ia meletakkan kepalanya dipangkuan diana, dia bersikap begitu manja pada diana.


" Rey, kamu kok kayak anak kecil gini sih?"tanya diana heran.


" Ya aku lagi pengen begini aja na, dulu waktu kita SMA aku kan sering begini sama kamu na. Kamu tau gak rasanya nyaman banget na"


Diana kemudian memijit-mijit kepala reyhan perlahan yang membuat reyhan merasa nyaman.


" Rey, ngapain tika nelpon kamu?"


" Dia ngundang aku kepernikahan dia sama arsen"


" Apa?Nikah! Kok mendadak gini rey"


" Aku juga gak tau na, mereka ngundang aku kesana. Kamu ikut sama aku ya"


" Apa ibu bakalan bolehin kita pergi?"


" Pastilah na, kamu kan udah ingat semuanya ni dan di tambah lagi ada aku yang akan selalu jagain kamu jadi ibu pasti bolehin"

__ADS_1


Sementara itu sovia terlihat lemas mendapat undangan pernikahan dari arsen dan tika.


__ADS_2