
Sementara itu arsen mencari keberadaan tika didalam rumah tapi tidak menemukannya. Dia kemudian menemui ibunya.
" Ma, Tika mana?"
" Tika tadi sama papa nak,emang kenapa?"
Gawat! Aku harus segera ketemu tika sebelum papa berbuat yang tidak-tidak padanya batin arsen. Dia kemudian menemui yuda yang sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya.
" Pa, Tika mana?"
" Mana papa tau, memangnya papa pengasuh dia ha"
" Tapi mama bilang tika sama papa"
" Papa gak tau dimana dia?"
Arsen terlihat begitu kesal atas jawaban ayahnya. Arsen kemudian berinisiatif untuk mencari tika sendiri. Seorang pelayan tiba-tiba menghampirinya.
" Tuan arsen"
" Iya buk, ada apa?"
" Non tika"
" Kenapa Tika buk?"
Pelayan tersebut menjelaskan semuanya kepada arsen yang membuat arsen menjadi begitu emosi. Dia kemudian segera berlari keluar untuk mencari tika.
Akhirnya dia menemukan tika yang terlihat sedang menangis. Dia segera memeluk tika dengan erat.
Papa benar-benar keterlaluan! batin arsen.
" Arsen, kamu disini" ujar tika sambil menghapus air matanya.
" Sayang, inilah yang aku takutin makanya aku gak pernah mau kita pergi kesini"
" Aku gak apa-apa kok sayang"
__ADS_1
" Sayang, kamu jangan bohong sama aku. Aku suami kamu tika, apa kamu kira kamu bisa jadi sok kuat begini ha!"
Tika memeluk arsen semakin erat saja.
" Sayang, kita pulang saja ya"
" Tapi arsen acaranya kan belum selesai"
" Kenapa kamu masih peduli acara ini ha! Jelas-jelas papa udah permaluin kamu seperti itu"
" Itu memang kesalahan aku sayang"
" Kesalahan kamu gimana? Ini semua gak bener sayang. Kamu itu menantu dikeluarga ini tik bukan seorang pelayan tapi papa malah perlakuin kamu seperti seorang pelayan. Kamu kenapa mau sih?"
" Aku cuma mau membuat papa senang sayang "
" Jadi dengan mempermalukan kamu seperti tadi papa akan senang tapi bagaimana dengan aku serta perasaan kamu ha! Apa kamu pikir aku akan senang dengan semua ini"
" Arsen, udah jangan marah-marah ya. Kalau kamu mau kita pulang, oke kita pulang sekarang"
" Sebelum itu kamu harus ikut aku dulu" ajak arsen sambil menarik tangan tika.
Arsen kemudian menarik tika kehadapan pria yang tadi memarahi tika karena tak sengaja menumpahkan minuman ke bajunya. Arsen kemudian menyiram wajah pria tersebut dengan segelas jus.
" Apa-apaan kamu ha!"
" Saya minta kamu sekarang juga minta maaf kepada istri saya"
" Wah... Wah... Yuda sepertinya anak kamu ini sekarang menjadi anak yang nakal karena pelayan ini"
" Arsen, kamu apa-apaan sih? Minta maaf padanya sekarang" seru yuda.
" Papa juga sama aja tau gak, kalau emang papa belum bisa terima pernikahan kami kenapa papa ngundang kami kemari ha"
Vira kemudian menghampiri mereka semua.
" Ada apa ini? Kenapa malah ribut-ribut didepan tamu sih"
__ADS_1
" Mama tanya aja sama suami mama itu. Ma, maafin arsen karena ini mungkin terakhir kalinya arsen nginjak rumah ini" pekik arsen yang menarik tangan tika dan pergi meninggalkan acara tersebut.
" Arsen, tunggu nak" ujar vira yang hendak mengejarnya tetapi dicegat oleh yuda. Vira terlihat begitu kesal pada sikap yuda. Dia tampak melepaskan tangannya dari genggaman yuda.
" Mas, aku selama ini sudah cukup sabar dengan semua sikap kamu tapi apa kamu malah semakin menjadi-jadi" tegas vira yang terpancing amarah. Yuda merasa terkejut karena istrinya hampir tidak pernah berani berkata seperti itu padanya.
" Kamu bilang apa sih vir? Ikut aku sekarang" seru yuda sambil menarik istrinya ketempat yang lumayan jauh dari para tamu.
" Kamu gila ya ngomong begitu didepan rekan-rekan bisnis aku ha!"
" Kenapa? Mas malu ha. Mas aku gak minta banyak dari dulu sampai sekarang sama mas, aku cuma mau tinggal didekat anakku mas. Dulu mas selalu marahin dan usir dia aku diam terus dan nurut perkataan mas karena aku adalah seorang istri tapi sekarang aku gak bisa diam lagi mas. Aku seharusnya sadar sejak dulu bahwa aku juga seorang ibu bahkan sekarang aku juga menjadi seorang ibu mertua. Seharusnya mas bisa dong terima mereka mas. Mereka sudah resmi menikah mas, saya tau tika tidak akan seperti sovia yang mas harapkan tapi apa salahnya mas mencoba untuk menerimanya mas toh sovia juga sekarang bahagia dengan pilihannya " jelas vira.
" Gak akan pernah vir! Aku gak akan pernah mau terima anak narapidana itu jadi menantu keluarga ku" bantah yuda.
" Mas, kenapa kamu selalu mengatakan itu sih. Aku tau mungkin mamanya memang seorang narapidana tapi anaknya kan belum tentu seperti itu mas. Cobalah kamu kenal lebih dekat dengan tika pasti mas akan merasakan perbedaannya mas"
" Tidak! Dan tidak akan pernah vir! Aku mohon kamu sadarlah jangan sampai kamu terpengaruh oleh wanita rendahan itu
" Cukup mas! Kalau kamu emang gak bisa terima arsen dan tika dirumah ini maka kamu juga harus siap kalau aku pergi dari sini" ancam vira.
" Kamu ngancam aku ha! Cuma demi wanita seperti itu"
" Terserah kamu mau anggap itu apa mas tapi aku akan tetap memilih putraku untuk sekarang. Aku ingin tinggal bersama dia, jika tidak disini maka aku akan pergi kerumahnya"
" Apa kamu tega meninggalkan aku disini ha!"
" Mas, kan aku sudah mengatakannya jika tika dan arsen tinggal disini maka aku akan tetap disini tapi jika tidak maka aku akan menyusul mereka" tegas vira yang memiliki keputusan mutlak. Yuda semakin kewalahan dan tak tau harus bagaimana lagi. Dia tidak bisa bersikap kasar pada istrinya dan dia juga sangat menyayangi istrinya tetapi keinginan vira begitu berat rasanya untuk dia kabulkan.
" Vir, aku mohon kamu kasih aku waktu untuk memikirkannya"
" Sampai kapan mas?"
" Aku mohon berikan aku waktu ya
" Baiklah aku akan memberikan mas beberapa hari untuk menjawabnya dan aku harap mas bisa memilih dengan bijak" ujar vira yang kemudian pergi kembali berbaur dengan para tamu pesta.
Dilain sisi ririn terlihat terbangun dari tidurnya. Dia memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing. Dia terkejut saat mendapati galang tertidur disebelahnya. Galang memang kembali ketenda ririn untuk menjaganya karena dia takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap ririn.
__ADS_1
Astaga! Kenapa Galang disini? Mampus aku! Semoga aja aku gak bilang sesuatu yang aneh-aneh deh sama dia batin ririn. Dia kemudian memandang ke galang yang sedang tertidur. Lalu ia tersenyum sendiri sambil terus menatap galang.
Kamu ganteng banget lang kalau lagi tidur begini, seandainya saja aku bisa lihat kamu seperti ini terus pasti aku bakalan jadi cewek paling bahagia batin ririn. Saat melihat galang akan terjaga ririn segera pura-pura tidur lagi.