Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 90


__ADS_3

Reyhan hanya menatap diana dengan tersenyum lalu membantu diana merapikan rambutnya. Diana kemudian langsung menyingkirkan tangan reyhan.


" Kamu kok belum tidur sih?" seru reyhan.


" Hello! Tadi aku yang nanya duluan lho. Kamu ngapain disini?"


" Aku cuma lewat aja kok"


" Kalau cuma lewat ngapain menghadap ke arah kamar aku segala. Pasti kamu mau ngintip kan"


Reyhan kemudian menyentil pelan kepala diana yang membuat diana kesal.


" Reyhan!"


" Apa"


" Sakit tau"


" Aku gak ngerasain tuh"


" Kamu!" ujar diana mengepalkan tangannya. Rasanya ingin sekali dia menonjok reyhan yang selalu menjailinya tetapi keinginan itu diredamnya karena ia tak ingin membuat keributan malam-malam. Dia berpikir bahwa ibunya sudah tidur dan tak mau ibunya bangun karena ini sudah begitu larut.


" Aku kenapa na?"tanya reyhan dengan polosnya. Diana hanya menatap reyhan dengan penuh kekesalan. Dia tak menyangka bahwa dirinya yang baru saja bangun tidur karena merasa haus harus merasa kesal seperti sekarang.


" Gak tau. Udah deh rey mendingan kamu pergi ke kamar kamu aja sana" seru diana yang langsung pergi meninggalkan reyhan menuju dapur. Diana mengambil air mineral yang ada didalam kulkas dan meminumnya. Ketika ia membalikkan badannya, dia terkejut dan menyemburkan air yang ada didalam mulutnya pada wajah reyhan.


" Reyhan! Kamu ngapain sih dibelakang aku kayak hantu aja gak ada suara sama sekali" pekik diana kesal.


" Aku cuma pengen mastiin kamu beneran udah sadar beneran atau enggak" jawab reyhan sambil membersihkan sisa air yang ada diwajahnya menggunakan jasnya.


" Reyhan, kamu lihat baik-baik dong. Aku itu udah sadar banget jadi lebih baik kamu balik ke kamar kamu aja"


" Kamu temanin aku makan ya na" pinta reyhan.


" Reyhan, kamu udah gede lho masa makan aja harus ditemanin sih. Makan aja sendiri sana" ujar diana yang hendak pergi tetapi reyhan menarik tangannya.


" Reyhan! Lepasin tangan aku" ujar diana berusaha melepaskan tetapi reyhan malah makin menggenggamnya dengan erat. Kekesalan diana kini sampai pada puncaknya, dia pun menggigit tangan reyhan dengan sekuat tenaganya.


" Akhhh" pekik reyhan yang masih tetap kekeh memegang tangan diana. Diana pun melepaskan gigitannya dan dia melihat bekas gigitan pada tangan reyhan yang membuatnya kini merasa bersalah.


Ni orang sumpah ya bikin aku kesel terus, pasti tangan dia sakit banget ni sekarang habis aku gigit. Diana kenapa harus pakai gigit tangan dia segala sih batin diana yang merasa bingung.


Tiba-tiba ratmi datang menghampiri mereka yang membuat reyhan melepaskan tangan diana.


" Reyhan, diana. Kalian sedang apa disini?"


" Diana cuma ambil air putih aja kok bu soalnya air putih dikamar diana udah habis. Kalau gitu diana balik tidur lagi ya bu" jelas diana yang segera bergegas ke kamarnya.

__ADS_1


" Rey, tangan kamu kenapa?" Seru ratmi sambil memperhatikan tangan reyhan yang terdapat bekas gigitan.


" Itu bu tadi digigit sama kucing" jawab reyhan memberikan alasan.


" Yaudah kita obatin dulu ya"


" Gak usah bu, nanti sembuh sendiri kok Bu"


Ratmi kemudian memperhatikan reyhan yang ternyata masih memakai pakaian yang tadi ia pakai saat baru sampai rumah.


" Rey, kenapa kamu belum mandi juga?"


" Itu bu, reyhan ngerasa laper banget bu jadi reyhan mau makan dulu baru mandi" jawab reyhan yang juga bergegas menuju meja makan untuk menyantap makanan yang telah disediakan oleh pembantunya. Sementara ratmi kembali kekamar zahra untuk menemani zahra tidur.


Reyhan hanya tersenyum sendiri saat makan. Bukannya kesal karena digigit oleh diana, dia malah terlihat senang.


***


Keesokan harinya di kediaman maya, tika tampak meletakkan pakaiannya kembali kedalam lemari. Hal itu membuat karin heran.


" Tika, kenapa pakaiannya dirapikan kembali?"


" Tika gak jadi keluar negeri ma"


" Kamu serius kan nak?" ucap karin tak percaya.


" Bukannya kamu menolak arsen kemarin"


" Iya ma tapi setelah tika pikir-pikir sepertinya keputusan tika salah ma. Hari ini tika akan menemui arsen ma dan mengatakan semua isi hati tika padanya"


" Mama ikut senang kalau kamu senang nak" ujar karin memeluk tika.


Setelah selesai merapikan pakaiannya tika langsung bersiap-siap untuk menemui arsen. Tika sengaja tak memberitahu arsen karena dia ingin memberikan kejutan pada arsen. Sebelum berangkat tika meminta izin pada karin lalu ia berangkat menuju rumah arsen. Ia telah meminta alamat arsen pada sovia semalam. Dia juga memberi tau sovia agar tidak memberitahu arsen bahwa dia akan pergi menemui arsen.


Diperjalanan menuju rumah arsen, tika terlihat begitu bersemangat dan gembira walaupun sebenarnya tika juga masih merasa sedih karena kejadian yang menimpa ibunya. Tak lupa tika berhenti untuk membeli buah tangan untuk arsen dan keluarganya.


Sesampainya dihalaman rumah arsen tika langsung turun dari mobil. Dia segera memencet bel yang tak jauh dari situ. Seorang pria tampak membukakan pagar rumah. Pria itu tak lain adalah satpam penjaga rumah arsen.


" Maaf nona mau cari siapa?" ujar pria tersebut.


" Arsennya ada pak?"


" Tuan arsen ada nona. Nona ini siapa ya?"


" Saya temannya pak"


" Teman yang mana ya nona, soalnya saya baru pertama kali lihat nona kemari"

__ADS_1


Aduh pasti satpam ini gak bakalan izinin aku masuk nih. Aku kan baru pertama kali kesini batin tika.


" Tunggu sebentar ya pak" ujar tika. Dia kemudian menelpon sovia.


' Halo tik, ada apa?'


' Sov, lo lagi habis nangis ya. Kok suara lo agak beda'


Sovia memang menangis semalaman karena harus bisa menerima kenyataan bahwa arsen tak akan pernah menjadi miliknya.


' Gak kok tik, gue lagi flu nih'


' Oh gitu'


' Iya tik, btw ada perlu apa nelpon gue?'


' Gini sov, gue udah didepan rumah arsen tapi kayaknya gue susah buat masuk kedalam deh karena gue kan gak pernah kesini jadi lo mau kan bilangin ke satpamnya biar gue masuk kedalam'


' oh gitu. Yaudah kasih telponnya sama satpamnya biar gue bicara'


Tika kemudian mendekati satpam tersebut.


" Pak, ini ada yang mau bicara" ujar tika sambil memberikan ponselnya pada satpam tersebut.


' Halo'


' Halo pak, ini saya sovia'


' Oh non sovia. Ada apa non?'


' Pak biarin cewek yang punya ponsel ini masuk ya. Saya sama arsen kenal sama dia pak jadi tolong biarin dia masuk'


' Baik non'


Satpam tersebut kemudian mengembalikan ponsel tika dan membiarkan tika masuk kedalam.


' Makasih ya sov'


' Iya sama-sama tik'


Sovia langsung memutuskan telponnya sementara tika kini berada didepan pintu masuk rumah arsen. Tika merasa begitu gugup karena ini pertama kalinya dia kemari.


Tika kemudian mengetuk pintu. Tak lama seorang wanita paruh baya datang membukakan pintu.


" Siapa ya?" tanya wanita itu.


" Saya tika buk. Arsennya ada Bu?" jawab tika lembut.

__ADS_1


Mendengar perkataan tika wajah wanita itu berubah seketika.


__ADS_2