Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 34


__ADS_3

Hari mulai gelap, cahaya matahari tak tampak lagi. Karena tak kunjung dizinkan masuk akhirnya karin dan tika memutuskan untuk pulang dan kembali lagi besok. Sementara diana masih duduk disebelah reyhan dan terus menggenggam tangannya.


Astaghfirullah, ini sudah jam berapa? Aku lupa memberi kabar pada ibu dan zahra pasti mereka nyariin aku batin diana.


Diana mengambil ponselnya dan menelpon ibunya.


' Halo, na. Akhirnya kamu nelpon juga. Kamu kemana aja sih na? Kenapa gak angkat telpon ibu sama ririn. Kamu tau gak ririn dari tadi nelponin ibu nanyain kamu udah nyampai atau belum'


' iya Bu. Maaf ya bu, diana khawatir banget sama reyhan bu makanya diana lupa ngabarin ibu'


' Khawatir sama reyhan. Tumben na, bukannya kamu benci banget sama reyhan ya. Emang reyhan kenapa?'


' Bu, reyhan kecelakaan bu dan sampai sekarang dia belum sadarkan diri. Ini semua pasti salah diana Bu Karena diana selalu mentingin ego diana dari pada perasaan diana bu. Diana takut kalau reyhan gak bangun lagi gimana bu' ujar diana menangis.


' Sayang kamu gak usah mikirin macam-macam dulu. Ibu yakin reyhan pasti kuat nak. Dia pasti bisa ngelawan masa kritisnya itu na karena dia sangat menyayangi kamu na. Ibu tau na dulu reyhan memang nyakitin kamu tapi ibu yakin dia pasti punya alasan makanya dia lakuin hal itu na. Yaudah kamu jaga reyhan aja disana, biar ibu yang jaga zahra disini. Kamu juga harus jaga kesehatan na jangan sampai sakit lho'


' Iya Bu. Zahra mana Bu?'


' Dia lagi belajar. Kamu mau ngobrol sama dia nak'


' Gak usah bu biarin aja zahra belajar dulu'


' Besok ibu dan zahra akan kesana menjenguk reyhan ya'


' jangan Bu'


' kenapa sayang?'


' Bu, diana gak mau zahra lihat kondisi reyhan yang seperti ini. Zahra pasti bakalan sedih kalau lihat kondisi ayahnya begini Bu jadi diana harap ibu dan zahra gak usah kesini dulu bu sampai reyhan sadar'


' Ya sudah kalau begitu kata kamu na'


' iya Bu. Kalau begitu diana matikan telponannya ya bu. Diana mau jaga reyhan lagi'


' Iya sayang'

__ADS_1


Diana menutup telponnya dan meletakkan ponselnya kembali diatas meja.


Sementara itu ratmi tampak khawatir bercampur bahagia. Dia khawatir dengan kondisi reyhan dan dia bahagia melihat putrinya sudah bisa melupakan egonya walaupun belum sepenuhnya.


Semoga kalian secepatnya bersama. Ibu sangat berharap banyak pada kamu dan reyhan na. Ibu ingin sebelum maut menjemput ibu. kamu dan reyhan sudah menikah na dan menjadi pasangan yang sangat bahagia batin ratmi berharap.


Dirumah sakit diana tetap tidak mau makan dan terus berada disamping reyhan. Diana tak dapat menahan kantuknya karena malam juga sudah sangat larut, diana akhirnya tertidur. Ia selalu menggenggam tangan reyhan dengan erat.


***


Pagi harinya radit datang melihat kondisi reyhan. Dia tersenyum melihat diana yang begitu perhatian pada reyhan.


Pak bos emang gak salah pilih cewek. Walaupun nona diana selalu menolaknya dan keras kepala ternyata nona diana jugalah yang sangat perhatian padanya batin radit.


Radit pun pergi keluar kembali karena tak ingin mengganggu diana yang masih tertidur.


" Pak, saya ingin melaporkan bahwa nona diana sejak kemarin tidak mau makan pak" ujar salah seorang pengawal.


" Kenapa begitu?"


Ya Ampun segitu sayang kah nona diana pada pak bos reyhan sampai tak mempedulikan kesehatannya sendiri batin radit.


" Ya sudah nanti kalau nona diana sudah bangun siapkan saja makanan yang baru dan coba bujuk lagi agar nona diana mau makan"


" Baik pak radit"


" Satu lagi Jangan sampai media tau bahwa pak bos reyhan sedang koma karena ini akan berbahaya bagi pak bos reyhan dan tolong tambah lagi pengawal, perketat penjagaan pak bos reyhan"


" Baik pak "


Radit kembali lagi kekantor Karena pekerjaan kantor sangat banyak yang harus ia tangani selama reyhan masih dirawat.


Setelah radit pergi, tampak clarisa datang sambil membawa bunga dan buah untuk menjenguk reyhan. Ketika ingin masuk clarisa dicegat oleh pengawal penjaga reyhan.


" Mohon maaf nona anda tidak diperbolehkan masuk"

__ADS_1


" Saya cuma jenguk reyhan bentar kok masa iya gak boleh masuk. Lagian saya adalah sekretaris umum pak bos reyhan lho"


" Maafkan kami nona memang tidak ada yang diperbolehkan masuk kecuali pak radit dan tim kesehatan pak bos reyhan"


Kenapa sih si radit harus buat penjagaan ketat begini? Jadi gagal deh gue ketemu reyhan batin clarisa kesal dan memberikan apa yang dibawanya pada pengawal lalu pergi meninggalkan mereka.


Diluar, clarisa bertemu dengan radit yang sedang menelpon. Clarisa segera menghampirinya yang membuat radit kaget dan segera mematikan panggilannya.


" Clarisa, kamu ngapain disini?"


" Jengukin pak bos reyhan tapi dilarang masuk tuh sama pengawal pak bos. Dit, tolong bilangin ke mereka ya aku boleh masuk"


"Clarisa, lebih baik kamu ikut aku sekarang. Banyak yang harus kita kerjakan dikantor" ajak radit yang langsung menarik tangan clarisa kedalam mobilnya.


" Ih... Lepasin dit. Kenapa kamu tarik-tarik tangan aku sih? Aku kan bisa sendiri" pekik clarisa sambil melepaskan genggaman radit.


Radit hanya memandang clarisa lalu menyetir mobilnya.


Diperjalanan mereka hanya diam-diam saja tak berbicara apapun. Clarisa tampak sibuk dengan ponselnya dan radit fokus menyetir mobilnya.


Sementara itu reyhan tampak menggerakkan jarinya dan membuka matanya perlahan. Reyhan pun melihat kearah sampingnya, Diana sedang tertidur pulas. Reyhan tampak tersenyum bahagia melihat Diana tidur sambil memegang tangannya. Pengawal reyhan yang melihatnya sadar segera memanggil dokter. Dokter datang sambil membawa peralatan lengkap untuk memeriksa keadaan reyhan.


" Jangan berisik diana masih tidur" ujar reyhan pelan.


Dokter dan pengawal menganggukkan kepalanya. Dokter tersebut mulai memeriksa keadaan reyhan lalu mencatatnya. Kemudian dokter tersebut menyampaikan segala hasil pemeriksaannya pada reyhan lalu pergi lagi keluar.


Reyhan terus saja memperhatikan diana yang sedang tertidur. Tiba-tiba diana mulai terbangun dan dengan cepat reyhan pura-pura tidur kembali. Diana yang terjaga langsung menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya lalu ia kembali keluar duduk disebelah reyhan.


" Rey, bangun dong. Kamu gak capek apa tidur terus, bangun rey" ujar diana menggenggam tangan reyhan.


Ketika diana ingin pergi keluar reyhan menggenggam tangan diana makin erat. Diana segera mendekati reyhan dan terlihat bahagia.


" Rey, kamu udah sadar" ujar Diana menghampiri reyhan.


Reyhan perlahan membuka matanya, diana sangat bahagia dan langsung memeluk reyhan.

__ADS_1


" Akhirnya kamu bangun juga rey. Aku khawatir banget sama kamu. Apa masih ada yang sakit Rey? " Ujar diana sambil melepaskan pelukannya dan melihat reyhan dengan seksama.


__ADS_2