
" Apa lo sebegitu cintanya sama dia ar?" tanya sovia.
" Apa itu pertanyaan sov? Lo kan tau sendiri gimana gue sayang dan cinta banget sama dia sejak kuliah dulu" jawab arsen.
Tak lama mereka pun sampai kediaman reyhan. Karin terlihat masih menunggu diluar dan ia terkejut melihat kondisi arsen.
" Astaghfirullah! Dia kenapa sov?" tanya karin.
" Dia jatuh tante"
"Yaudah bawa masuk aja sov, kita obatin didalam ya" ujar karin yang juga membantu membopong arsen. Setelah mereka masuk dan duduk disofa karin segera mengambil kota p3k yang ada dirumahnya untuk mengobati arsen.
" Kenapa bisa jatuh sih?"tanya karin
" Tadi arsen ngejar tika tante tapi karena gak terlalu merhatiin jalan jadi kesandung tante" jawab arsen.
" Ngejar tika. Ngapain kamu ngejar tika nak?"tanya karin penasaran. Sovia membersihkan luka pada kaki dan tangan arsen. Dia juga memberikan obat pada luka-luka arsen dengan perhatian lebih.
" Karena tika itu pacar arsen tante, cuma kita sekarang lagi gak baikan gara-gara arsen gak bisa nurutin permintaan maminya tika. Arsen berharap tika bisa mengerti alasan arsen tapi kayaknya tika marah besar sama arsen. Arsen tetap bakalan berusaha buat baikan sama tika kok tante. Arsen bakalan berusaha gimana pun caranya biar bisa baikan sama tika" jelas arsen. Penjelasan arsen membuat sovia hanya bisa diam sambil menahan sakit hatinya. Walaupun ia sudah berusaha untuk mengikhlaskan arsen tetap saja hatinya terasa sakit karena arsen masih menjadi orang penting dalam hatinya.
" Apa kamu tau kalau besok tika bakalan pergi keluar negeri?" Seru karin. Perkataan karin membuat arsen dan sovia terkejut.
" Keluar negeri! Tapi ngapain tante?" tanya arsen sambil berdiri.
" Iya soalnya mami tika kan memang menetap diluar negeri arsen jadi tika sepertinya akan ikut maminya kesana dan tinggal disana" jawab karin. Arsen tampak terduduk lemas mendengar orang yang sangat dia sayangi akan pergi meninggalkannya hanya karena masalah permintaan maminya tika. Arsen tampak segera bergegas untuk menemui tika dirumahnya.
" Arsen, lo mau kemana?"tanya sovia.
" Gue harus nyusul dia sov, Lo tau kan gue sayang banget sama dia. Gue harus cegah dia pergi sov" ujar arsen yang mencoba berjalan perlahan karena kakinya yang terluka.
" Tapi luka lo masih belum kering ar"
" Gue gak peduli sov. Luka ini gak berarti apa-apa dan gak sebanding sama luka yang bakalan gue rasain saat tika pergi ninggalin gue disini sov" jelas arsen yang terus melangkah.
" Arsen alangkah baiknya kamu istirahat dulu nak, tunggu lukanya kering dulu"
" Maaf tante, arsen gak bisa. Arsen harus segera cegah tika pergi tante" tolak arsen.
Arsen kemudian pergi meninggalkan sovia dan karin. Ia memberhentikan sebuah taxi lalu pergi menuju rumah tika.
" Sov, kenapa kamu gak ngejar dia nak?" tanya karin karena sebelumnya saat arsen pergi sovia mengejarnya tetapi kali ini dia tampak diam membiarkan arsen pergi.
" Biarin aja dia sama keras kepalanya tante. Ayo kita masuk" seru sovia yang langsung masuk kedalam rumah. Karin hanya bisa mengikutinya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Ada apa sebenarnya dengan mereka? batin karin bertanya-tanya.
Setelah sampai didalam sovia langsung duduk diatas sofa dan mengepalkan tangannya. Karin datang mendekatinya.
" Sov, ini ada apa sih sebenarnya? tante benar-benar gak ngerti deh" tanya karin yang merasa penasaran.
" Sovia gak tau mau cerita dari mana tante"
Kemudian sovia menceritakan semuanya pada karin apa yang diceritakan oleh arsen padanya.
" Apa jadi maya mau menggagalkan proyek kerjasama reyhan dan papanya arsen"
" Iya tante"
Ini semua pasti rencana licik maya karena dia tidak terima dengan pertunangan tika yang dibatalkan. Seharusnya tika setuju dengan keputusan arsen tapi kenapa dia malah marah ya, sepertinya ada yang gak beres batin karin.
" Apa arsen yakin bahwa tika sudah mengetahui kebenaran seluruhnya?"
" Kalau yang sovia denger tika cuma nanya apa arsen menolak atau menyetujui permintaan maminya tante. Setelah mendengar jawaban arsen tika langsung memutuskan telponnya dan sikapnya berubah pada arsen" jelas sovia.
" Tante yakin pasti maminya tika tidak mengatakan yang sebenarnya pada tika"
" Maksud tante?"
" Tapi kenapa tante maya ngelakuin itu? Bukannya seharusnya dia senang kalau anaknya senang"
" Kamu tidak mengenal maminya tika sov, dia wanita serakah yang bisa melakukan apapun untuk mendapatkan tujuan yang diinginkannya. Tante gak habis pikir dia juga tega menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri seperti ini" jelas karin lalu ia berkata lagi " kita harus nyusul arsen kesana"
" Untuk apa tante?"
" Udah kamu temenin tante ya, tunggu sebentar tante ambil tas" seru karin.
Dilain sisi reyhan dan diana tampak telah sampai dirumah diana. Reyhan pun menarik tangan diana ketika diana ingin keluar.
" Reyhan!" Pekik diana kesal.
" Tunggu dulu na, kayaknya ada orang yang datang kerumah kamu deh"
" Maksud kamu?"
" Itu lihat ada mobil yang parkir disana"
" Mungkin itu mobil ibu"
__ADS_1
" Enggak diana aku tau betul gimana mobil ibu"
" Terus mobil siapa?"
" Aku juga mana tau na, emang kamu kira aku peramal apa?" jawab reyhan. Diana menatapnya sinis.
" Terus kita harus gimana dong? Masa iya nunggu mereka pergi dulu baru turun"
" Bagus juga ide kamu na, kalau gitu kamu tunggu disini biar aku lihat siapa yang datang" ujar reyhan sambil pergi meninggalkan diana didalam mobil. Tak lupa reyhan juga menyuruh beberapa pengawal menjaga disekitar mobilnya.
Dasar cowok resek! Aku kan cuma asal bicara aja malah langsung di iyain. Ngeselin banget sih malah disini panas banget lagi batin diana kesal.
Reyhan segera masuk dan melihat bahwa disana ada david dan ririn sedang berbincang-bincang dengan ratmi.
David dan ririn! Ngapain dia disini? Kalau ririn pasti buat belasungkawa diana tapi david ngapain dia disini? Apa jangan-jangan david sama ririn pacaran tapi kenapa dia gak pernah kasih tau aku ya batin reyhan.
" Ayah! Ngapain ngintip dari pintu?" ujar zahra yang tiba-tiba datang menghampiri reyhan dan membuat seluruh mata tertuju padanya.
Reyhan, ngapain dia disini? Dan anak itu anaknya reyhan batin david.
" Zahra, ayah gak ngintip kok sayang. Ayah baru sampai nak" ujar reyhan memberikan alasan lalu masuk kedalam sambil menggendong zahra. Mereka pun duduk disebelah ratmi.
" Rey, Lo udah punya anak? Tapi kapan nikahnya bro? Kok lo gak ngundang gue" ujar david.
Reyhan tampak kebingungan ingin menjawab apa karena tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya didepan zahra. Ratmi segera mengambil inisiatif membawa zahra ke dalam kamar. Awalnya zahra terus menolak hingga akhirnya dia mau.
Kini hanya ada ririn, david dan reyhan diruang tamu tersebut. Reyhan kemudian menjelaskan semuanya pada david.
" Oh gitu bro" ujar david mengerti.
" Dan lo ngapain disini? Lo pacaran sama ririn?"
" Apaan sih kamu rey?" Ujar ririn sambil melemparkan bantal yang sedang dipegangnya kearah reyhan " Dia sepupu aku"
" Oh sepupu gue kira pacaran"
" Ya enggaklah bro, yang sebenarnya hampir jadi pacar gue temennya ririn" seru david.
" Maksud lo?"
" Iya gue hampir aja jadian sama diana tapi disaat-saat terakhir dia nolak gue bro dan yang bikin gue makin sedih saat tau kalau diana sekarang udah pergi ninggalin gue selamanya" jelas david dengan entengnya.
Apa jadi david pernah dekat sama diana tapi kapan? Kenapa aku gak tau itu? Diana awas aja kamu ya batin reyhan geram mendengar perkataan david.
__ADS_1