Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 110


__ADS_3

" Galang" ucap diana seketika. Dia juga menghapus air matanya yang mengalir.


" Kamu kenapa na?" tanya galang penasaran.


" Aku gak apa-apa kok. Btw ada apa kesini?"


" Aku cuma mau ngasih tau kalau kita berangkat besok pagi jam 8 ke tempat bencana itu"


" Oh gitu tapi kenapa harus kamu langsung yang kesini kan ada pengumuman juga nanti di wa grup"


" Hmm itu, aku juga sekalian mau ngajak kamu buat ngecek kondisi pasien"


" Oh yaudah yuk" seru diana sambil beranjak menuju ke ruangan pasien. Galang pun menurutinya dari belakang. Bukannya memperhatikan jalan dia malah memperhatikan diana yang sedang berjalan.


Dilain sisi sovia terlihat sedang dimarahi oleh atasannya karena ia terlambat datang. Dia hanya bisa menunduk menerima segala ocehan dari atasannya.


Coba aja gue lebih cepat tidurnya semalam pasti gak akan begini nih jadinya batin sovia.


" Karena keterlambatan kamu saya akan memberikan kamu sanksi pemotongan gaji kamu"


" Tapi kan pak saya baru sekali ini aja terlambat pak"


" Sekali ini terlambat memang iya tapi selama beberapa terakhir ini kamu kemana saja ha! Gak ada kabar, main hilang-hilang aja padahal pekerjaan sedang banyak diperusahaan ini. Kamu sebenarnya niat kerja atau enggak ha! Masih untung saya hanya memberikan pemotongan gaji dari pada kamu saya pecat!" Celoteh atasan sovia.


" Maaf pak, jangan pecat saya. Saya janji gak akan mengulanginya lagi" seru sovia.


" Yasudah, sekarang kamu harus ikut saya untuk rapat dengan klien penting. Jangan lupa bawa berkas-berkasnya"


" Baik pak"


Sovia segera berlari menuju ruangan untuk mengambil berkas-berkas. Setelah itu dia segera berangkat bersama atasannya menuju ketempat rapat yang telah ditentukan.


Diperjalanan sovia kembali memeriksa berkas-berkas yang ia bawa untuk rapat karena takut melakukan kesalahan.


Alhamdulillah berkasnya lengkap semua batin sovia lega.


Tak lama mereka pun sampai disebuah restoran ternama dikota itu. Sovia pun melihat pakaian yang dipakainya begitu sangat biasa saja karena para pengunjung restoran tersebut tampak menggunakan gaun yang mewah - mewah.


Kayaknya gue salah kostum nih, gue cuma pakai kaos biasa sama rok doang batin sovia.

__ADS_1


" Kenapa masih berdiri? Ayo masuk!" Perintah atasannya.


" Baik pak" jawab sovia sambil mengikuti atasannya dari belakang. Ketika dia masuk kedalam, dia melihat seseorang yang tak asing baginya.


Kayak kenal, tapi siapa ya? batin sovia berusaha mengingat tetapi atasannya segera memanggilnya yang membuat dia mengikuti langkah atasannya tersebut. Rapat mereka pun dimulai. Sovia mulai menjelaskan pada klien.


" Wah, kerjasama ini tampaknya sangat menarik pak. Saya menyetujuinya, anda seharusnya bersyukur memiliki sekretaris yang smart, cantik dan cekatan seperti sovia ini pak"


" Terimakasih pak"


Mereka pun berjabatan tangan tanda kerja sama akan dijalankan. Sementara mereka sedang berbincang-bincang tentang hal lain diluar pekerjaan, sovia tampak meminta izin untuk keluar sebentar.


Dia tampak mencari seseorang yang sepertinya ia kenal. Tiba-tiba sebuah tangan memegang pundak sovia yang membuat sovia segera menoleh kearahnya.


" Sovia! Hai, ketemu lagi kita" seru seorang wanita dengan senyuman dan tatapan sinis.


Pantesan gue ngerasa kenal, ternyata sigatel laura tapi kenapa dia ada di sini ya batin sovia bingung.


" Kenapa diam sov? Lo pasti kaget kan lihat gue disini" ucap laura lagi.


" Ngapain lo disini ha! Pergi aja keluar negri sana, gausah balik lagi. Cewek gatel kayak lo gak pantes ada disini"


Nikah sama arsen! Maksud ni cewek apaan sih? Yang nikah sama arsen kan tika bukan gue batin sovia makin bingung.


" Lo denger gue baik-baik ya sov, gue selalu dapat apapun yang gue mau termasuk arsen. Gue gak peduli walaupun dia udah nikah sama lo. Lihat aja siapa yang akan jadi pemenang diantara kita gue atau lo!" tantang laura yang kemudian pergi meninggalkan sovia.


Sovia yang kebingungan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tu cewek gatel ngomong apa sih? Jelas-jelas arsen nikah sama tika bukan gue tapi kenapa dia malah nantang gue sih. Dia pasti bakalan jadi masalah buat hubungan arsen sama tika nih. Walaupun gue masih punya perasaan sama arsen tapi gue gak mau hubungan dia sama tika hancur. Gue harus cari cara buat ngadapin wanita gatel itu batin sovia. Lalu ia segera kembali ke meja rapat.


***


Malam harinya suasana hening terasa saat makan malam dikediaman diana. Dia bingung tak tau bagaimana cara memberitahu reyhan dan ibunya tentang dia yang akan menjadi relawan ketempat sebuah bencana.


Zahra terlihat mendekati diana.


" Bunda, Zahra mau duduk disebelah bunda"


" Iya sayang. Sini "

__ADS_1


" Bunda, Zahra mau disuapin sama bunda"


" Tumben anak bunda manja sekarang. Ada apa sayang?"


" Bunda, ayah. Zahra mau minta maaf"


" Maaf kenapa sayang"


" Dia tadi berkelahi dengan teman sekelasnya na" tutur ratmi.


"Apa? Berkelahi. Kenapa?"


" Zahra gak salah bunda, yang salah itu naomi. Dia bilang zahra anak haram karena ayah gak pernah datang ke sekolah"


Diana tampak diam sejenak, dia kemudian menatap iba kearah putrinya. Diana kemudian menjelaskan pada putrinya tersebut bahwa berkelahi itu tidak baik. Dia juga menjelaskan tentang cara menghadapi teman seperti itu bukan dengan kekerasan.


Setelah mendengar penjelasan diana, zahra pun mengerti. Zahra pun lanjut melahap makanannya. Dia tampak begitu bimbang hingga akhirnya dia pun buka suara.


" Bu, reyhan. Ada yang mau aku bilangin?"


" Ada apa na? Bilang aja kenapa harus izin dulu" jawab reyhan.


" Aku daftar jadi relawan dari rumah sakit" ujar diana yang mengumpulkan semua kekuatannya untuk berbicara.


Reyhan terlihat tersedak makanan yang sedang dilahapnya. Begitupun ratmi dia juga merasa terkejut dengan perkataan putrinya.


" Kamu lagi becanda ya na" ujar reyhan tak percaya.


" Aku gak lagi becanda rey, aku udah setuju dan besok bakalan berangkat kesana"


" Diana, kenapa kamu gak bilang dulu nak sama ibu atau reyhan. Kenapa kamu ngambil keputusan seperti ini sendiri na?" seru ratmi.


" Maafin diana bu, rey. Diana tau kalau diana kasih tau ibu atau reyhan pasti gak akan diizinin makanya diana ambil keputusan sendiri bu"


" Diana, pokoknya kamu gak boleh pergi! Disana bahaya na, nyawa kamu taruhannya. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa pokoknya kamu titik gak boleh pergi" seru reyhan yang segera pergi meninggalkan meja makan menuju kamar tamu.


" Ibu setuju sama reyhan. Disana terlalu bahaya na, ibu gak mau kamu kenapa-kenapa sayang. Kamu baru aja sembuh masa iya mau cari bahaya lagi sayang"


Diana terus mencoba meyakinkan ibunya bahwa dia akan baik-baik saja. Dia menceritakan tentang kondisi yang dialami oleh tempat yang mengalami bencana tersebut. Ratmi terlihat iba mendengar perkataan diana. Awalnya ratmi kekeh pada keputusannya tetapi diana terus meyakinkannya bahwa dia akan baik-baik saja dan juga itu merupakan suatu kewajiban bagi diana karena sumpah kedokteran yang telah dia ambil yang membuat ratmi mengizinkannya walaupun hatinya begitu tak ingin.

__ADS_1


Diana kemudian pergi mengejar reyhan menuju kamar tamu. Reyhan terlihat duduk diatas ranjang dengan wajah kesal. Diana kemudian duduk disebelah reyhan yang masih diam padanya.


__ADS_2