Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 119


__ADS_3

Dilain sisi dikediaman arsen terlihat tika sudah berpakaian rapi. Arsen pun memeluknya dari belakang.


" Kamu mau kemana?"


" Aku mau ketemu sama sahabat kecil aku rara yang aku ceritain itu lho"


" Sekarang"


" Iya, kamu ikut sama aku ya"


" Sayang kayaknya aku gak bisa deh soalnya ada meeting penting dikantor"


" Oh gitu, yaudah gak apa-apa aku pergi sendiri aja. Kamu pulang jam berapa nanti?"


" Kayaknya malam. Emang kenapa?"


" Kalau gitu kamu nanti pas pulang jemput aku tempat mama ya soalnya habis ketemu rara aku mau ketempat mama"


" Siap sayang"


" Yaudah, lepasin aku dong sayang. Gimana aku mau pergi kalau kamu masih meluk aku kayak begini"


Arsen pun melepaskan pelukannya. Tika kemudian mencium arsen perlahan.


" Itu hadiah buat kamu sayang"


" Lho kok aku yang dapat hadiah, bukannya hari ini kamu yang ulang tahun"


" Ya gak apa-apa dong kalau aku mau ngasih hadiah itu ke kamu. Yaudah kalau gitu aku berangkat ya sayang" ujar tika sambil mencium punggung tangan suaminya lalu arsen mencium kening tika. Kemudian tika pun pergi untuk menemui sahabat masa kecilnya laura.


Arsen juga bergegas menuju kantor kliennya karena dia akan rapat.


Sesampainya disana dia melihat pemandangan yang membuat matanya tertuju kesana. Dia melihat sovia dengan dus ditangannya. Arsen pun segera menghampirinya.


" Sovia" panggil arsen.


Sovia yang mengetahui kedatangan arsen mencoba untuk berlari tetapi percuma karena arsen telah menggenggam tangannya dengan kuat.


" Arsen, lepasin gue!"


" Sovia, lo harus dengerin penjelasan gue dulu ya"


" Penjelasan apa lagi sih! gue gak mau denger apa-apa dari lo arsen. Lo bukan lagi sahabat gue"

__ADS_1


" Sov, gue tau yang aku lakuin waktu itu salah. Gue minta maaf sov, lo tenang aja mulai sekarang aku bakalan ngejauh dari lo dan fokus sama tika" jelas arsen. Sovia menatap arsen dengan tatapan tak percaya karena perlakuan arsen padanya. Walaupun sebenarnya dia menyukai arsen tapi ia tak senang dengan sikap arsen terhadapnya kemarin.


" Lo buktiin aja ar, gak usah banyak bacot!"


" Gue bakalan buktiin ke lo sov, gue janji"


Seseorang pun datang menghampiri mereka dan menatap kesal pada sovia.


" Kenapa masih disini kamu?"ujarnya.


" Maaf pak, saya cuma ambil barang-barang saya aja kemari pak. Saya akan segera pergi" jawab sovia lalu pergi meninggalkan arsen dan orang tersebut.


" Pak, kalau saya boleh tau kenapa dia disuruh pergi ya" tanya arsen penasaran.


" Dia sudah dipecat dari sini pak arsen"


" Dipecat! Kenapa?"


" Dia selalu lalai dalam melakukan pekerjaan selain itu disaat waktu kerja dia juga sering keluar tanpa memberitahu pak. Padahal sovia itu wanita yang smart dan dia juga baik tapi karena dia yang tidak disiplin jadi saya harus memecatnya. Saya juga harus adil kan pak sebagai pimpinan disini" jelasnya.


Sovia dipecat pasti karena kemarin mama manggil dia buat nolongin papa. Gue harus lakuin sesuatu buat dia. Kasihan dia kalau harus dipecat begini batin arsen.


" Pak, saya memiliki persyaratan jika bapak ingin kerjasama kita tetap dilanjutkan" seru arsen.


" Setelah saya pikir-pikir saya ingin bapak menyetujui permintaan saya dulu pak baru saya akan menyetujui kerjasama kita"


" Baiklah pak, permintaan apa itu pak"


" Saya mau dalam proyek kerjasama kita ini sovia harus diikutsertakan"


" Maksud bapak apa ya? Sovia sudah saya pecat pak. Mana mungkin dia bisa ikut dalam kerjasama kita ini pak"


" Yasudah kalau bapak tidak mau kerjasama ini kita batalkan"


Direktur perusahaan itu terlihat diam sambil berpikir keras. Jika kerjasama ini dibatalkan maka dialah yang akan rugi paling besar.


" Baiklah pak, saya akan mengikutsertakan sovia dalam proyek ini"


" Baguslah pak kalau begitu"


Mereka kemudian bersalaman lalu pergi menuju ruangan direktur itu untuk membicarakan tentang kerjasama mereka.


Sementara itu reyhan, ratmi dan zahra tampak sedang berada di pengadilan kini karena surat panggilan yang dilayangkan oleh clarisa. Reyhan tampak ditemani oleh radit dan beberapa pengawal untuk menjaganya agar aman.

__ADS_1


Ratmi terlihat begitu cemas saat pengacara clarisa mulai berbicara. Dion juga terlihat diam sambil menatap zahra. Dion kemudian diberikan kesempatan berbicara oleh hakim. Dia kemudian mengatakan bahwa dia menginginkan hak asuh atas putrinya.


" Baiklah pak hakim yang terhormat. Disini saya menyampaikan bahwa saya menginginkan hak asuh atas putri saya karena saya merasa lebih berhak pak. Saya selama ini tidak mengetahui bahwa almarhum indah mengandung anak saya pak. Seandainya jika saya tau, saya pasti akan bertanggung jawab pak hakim. Hal yang paling membuat saya sedih adalah ketika saya ingin mengasuh anak saya dan bermain bersama anak saya kenapa keluarga dari indah selalu melarang pak. Saya ayah kandungnya pak tapi untuk bertemu dengan putri saya pun saya harus mendapatkan banyak kesulitan pak" jelas dion yang sembari menangis seakan-akan dia diperlakukan tidak adil. Dia mengeluarkan semua unek-uneknya pada hakim.


Ratmi semakin panik mendengar perkataan dion. Dia memeluk zahra dengan begitu erat.


" Oma, kita ngapain disini Oma? Zahra pengen pulang oma" ujar zahra yang masih polos tak tau apa yang sedang terjadi.


" Sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan pulang" jawab ratmi yang berusaha memberikan senyum pada zahra walaupun sebenarnya hatinya begitu cemas kini.


Setelah dion selesai berbicara kini giliran pengacara reyhan yang berbicara. Terjadi konflik yang begitu panas diantara kedua pihak tersebut.


Tak lama kemudian hakim pun mulai membuat keputusan. Semua terlihat begitu serius dan suasananya begitu tegang kini. Semua mata tertuju pada hakim yang akan memberikan keputusan.


" Baiklah setelah saya mendengar keluhan dari kedua belah pihak dan setelah saya berdiskusi dengan hakim lainnya maka hak asuh zahra diberikan kepada saudara dion. Beliau lebih berhak atas zahra karena dia adalah ayah kandungnya dan selama ini keluarga dari almarhum indah juga menyembunyikan tentang zahra dari dia" ujar hakim lalu mengetuk palu.


Reyhan sudah menduganya pasti hal seperti ini akan terjadi. Dia tau bahwa clarisa begitu licik dan semua yang dikatakan dion merupakan ajaran dari clarisa.


Clarisa ternyata kamu lebih licik dari yang aku bayangkan batin reyhan.


Clarisa kemudian mendekati ratmi yang masih memeluk zahra erat.


" Zahra sayang, ikut tante yuk. Sekarang kita pulang kerumah ya sama tante dan papa kandung kamu"


" Gak mau! Tante siapa? Zahra cuma mau pulang kerumah sama oma dan ayah" tolak zahra sambil memeluk ratmi erat. Ratmi tak tau harus berkata apa-apa lagi karena hakim telah memutuskan.


" Zahra, kamu tau laki-laki itu bukan ayah kamu tapi laki-laki yang disana itu baru ayah kandung kamu nak"


" Gak mau tante. Tante bohong kan sama zahra, bunda selalu bilang kalau ayah reyhan itu ayah zahra jadi zahra gak mungkin punya ayah lain selain dia"


" Kalau zahra gak percaya coba aja tanya sama oma. Siapa ayah zahra sebenarnya?"


Zahra kemudian bertanya pada ratmi tetapi ratmi hanya terdiam sambil meneteskan air matanya. Zahra kemudian menghapus air matanya.


" Oma kenapa nangis? Tante itu bohong kan oma. Oma jawab zahra, zahra gak mau ikut sama dia"


Reyhan kemudian mendekati clarisa dan menarik tangannya untuk mencari tempat berbicara berdua.


" Mau kamu apa sih sebenarnya? Kenapa kamu selalu mengganggu ketenangan dan kebahagiaan keluarga diana. Aku tau dari kata-kata dion tadi semua kamu yang ajarin kan"


" Reyhan... Reyhan... Kamu seharusnya terima kalau kali ini kamu kalah. Aku tau mungkin kamu bisa menang dalam hal lainnya tapi kali ini sepertinya kamu gak akan bisa ngalahin aku rey. Kamu juga sebenarnya tau keinginan aku dari dulu itu apa kan" jelas clarisa yang melepaskan tangannya dari genggaman reyhan.


" Maksud kamu apa ha!"

__ADS_1


" Aku akan balikin zahra ke diana saat kamu menikah sama aku" seru clarisa spontan yang membuat reyhan emosi.


__ADS_2