
Dilain sisi ririn tampak mengajak geo untuk menemui ibunya.
" Kamu sebelumnya udah pernah buat ibu kamu ketemu sama pacar kamu?"
" Belum rin, soalnya pas aku bilang punya pacar aja ibu langsung nolak dan gak ngerestui hubungan kami. Aku takut nanti kalau aku bawa pacarku bertemu ibu bisa-bisa dia nyerah karena sikap ibu yang gak bisa terima dia" jelas geo.
" Oh gitu, pacar kamu dimana sekarang?"
" Dia ada dikota rin, katanya sih mau nyusul kesini tapi aku gak tau pasti kapan. Kamu kan tau sendiri jaringan disini gimana?"
" Iya juga sih, yaudah sekarang kita ketemu ibu kamu dulu ya. Aku bakalan bantu bicara baik-baik sama ibu, kalau gak berhasil kita coba cari cara lain nanti"
" Oke rin. Makasih ya, padahal kita baru kenal tapi kamu udah baik banget mau nolongin aku"
" Iya sama-sama geo. Kalau aku bisa bantu pasti aku bakalan bantu kok"
Mereka kemudian bertemu ibunya geo, tanpa mereka sadari ternyata galang yang begitu kepo mengikuti mereka dari belakang. Dia begitu penasaran apa yang mereka bicarakan karena dia tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
Dia menatap ririn yang sedang berbincang-bincang dengan ibunya geo. Dia tak bisa mendengar dan hanya bisa melihat dari kejauhan.
Mereka ngomong apaan sih? Kok kayaknya serius banget batin galang. Dia terkejut saat ibunya geo memeluk ririn dan mereka semua terlihat bahagia.
Apa jangan-jangan ririn terima pernikahan itu! Gak ini gak boleh terjadi batin galang. Dia segera masuk menyelonong kedalam ruangan tersebut. Ririn, geo dan ibunya geo menatap kearah galang bersamaan.
" Dokter galang, ada apa? Apakah saya perlu minum obat lagi?"
" Tidak bu, saya perlu berbicara dengan ririn sebentar bu mengenai pasien" jawab galang.
" Oh begitu" sahut ibunya geo mengerti. Ririn segera menghampiri galang.
Galang segera menarik tangan ririn dan membawanya ketempat yang bagus untuk mengobrol.
" Galang, kamu mau bicara tentang pasien yang mana?" tanya ririn.
" Kamu!"
" Apa? Aku! Maksud kamu apa bilang aku pasien ha. Aku baik-baik aja kok"
__ADS_1
" Kamu itu gimana sih rin? Kenapa kamu dengan gampangnya berpindah haluan begitu ha"
" Maksud kamu apasih Lang? Tadi bilang aku pasien sekarang bilang aku pindah haluan. Maksudnya apa? Tolong jelasin secara langsung sama aku "
" Kenapa kamu terima lamaran geo sih rin?"
" Apa?"
" Iya kamu terima lamaran geo kan makanya kamu tadi pergi buat ketemu ibunya geo. Rin kamu gak punya perasaan apa-apa sama geo kan dan bukannya orang yang kamu suka aku tapi kenapa kamu nikah sama geo ha. Kenapa kamu semudah itu menikah dengan orang lain setelah semua yang kita lewati bersama"
Ririn terlihat diam sejenak sambil berpikir.
Galang kenapa ngomong gitu ya? Kayaknya dia salah paham deh tapi kalaupun salah paham kenapa dia harus marah bukannya dia gak punya perasaan apa-apa sama aku. Dia kan cuma suka sama diana batin ririn.
" Iya lang, aku mutusin buat berhenti ngejar kamu dan nikah sama geo. Aku capek kalau harus mencintai sendirian lang, lebih baik aku mencari seseorang yang bisa nerima aku dan sayang sama aku"
" Tapi kamu baru kenal dia kan rin, kamu juga belum kena banget siapa dia? Dan semua tentang dia. Aku mohon rin lebih baik kamu tolak aja lamaran itu"
" Kenapa kamu harus peduli sama aku galang? Mau dia jahat atau baik itu bukan urusan kamu lang"
" Tentu itu jadi urusan aku rin! Aku gak mau siapapun nyakitin kamu, aku gak mau cowok manapun dekat sama kamu selain aku rin!" Tegas galang yang membuat ririn heran.
Galang kemudian mencengkram bahu ririn erat. Matanya terlihat merah menyala karena emosi.
" Kamu dengerin aku baik-baik rin! Kamu cuma boleh suka sama aku bukan yang lainnya!"
" Kamu apa-apaan sih lang! Kamu gak punya hak sama sekali atas aku ya jadi jangan pernah sekalipun kamu larang-larang aku!"
Mereka kemudian terus berdebat dengan sengitnya. Hingga akhirnya galang mengungkapkan bahwa dia mulai menyukai ririn. Hal itu membuat ririn terkejut hingga ia melongo.
" Kamu bilang apa barusan lang? Kamu mulai suka sama aku"
" Aku gak tau kapan itu dimulai rin tapi aku yakin kayaknya aku mulai suka sama kamu dan gak mau kamu pergi dari aku. Aku nyaman dekat sama kamu rin dan entah kenapa aku selalu khawatir tentang kamu rin" jelas galang. Ririn yang begitu senang langsung memeluk galang dengan eratnya.
" Galang i love you so much" teriak ririn. Galang segera menutup mulut ririn dengan tangannya.
" Rin, kenapa teriak-teriak segala sih?"
__ADS_1
" Ya aku pengen semua dunia tau kalau aku wanita paling bahagia di dunia ini karena bisa jadi pacar kamu"
" Kita pacaran"
" Bukan ya, terus apa? Oh atau aku nikah sama geo aja" ujar ririn yang membuat galang menatap tajam kearahnya. Ririn hanya tertawa sambil menjelaskan semuanya pada galang yang membuat galang mengerti.
Sementara itu dirumah tika terlihat hanya banyak melamun didepan televisi. Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi dan pembantunya segera membukakan pintu.
" Non tika, ada tamu non"
" Siapa bik?"
" Ibunya tuan arsen non"
Tika langsung beranjak dari tempat duduknya menuju pintu. Ia terkejut saat melihat ibu mertuanya datang sambil membawa koper dan beberapa tas.
" Mama, kok gak bilang-bilang mau kesini" seru tika sambil memeluk vira.
" Mama mau ngasih surprise aja buat kamu sama arsen sayang. Oh ya, arsen mana?"
" Dia dikantor ma, ayo masuk ma. Gak enak ngobrol dipintu gini"
" Iya sayang"
" Bik, tolong bawa koper dan tas ibu kedalam ya bik"
" Baik non"
Tika dan vira kemudian duduk sofa ruang tamu.
" Tika, mama benar-benar minta maaf atas kejadian yang terjadi dirumah mama ya nak"
" Kenapa minta maaf ma? Gak apa-apa kok ma"
" Mama tau kamu pasti sedih kan sayang, tolong maafin ayahnya arsen ya. Mama tau dia memang laki-laki yang begitu keras kepala dan mama juga memutuskan untuk tinggal bersama kalian disini"
" Apa. Terus papa gimana ma?"
__ADS_1
" Mama udah gak kuat lagi sama sikap papa yang seperti itu nak. Selama ini mama diam karena mama selalu menuruti perkataan dia sehingga membuat mama begitu jauh dari anak mama. Tapi sekarang tidak lagi sayang, mama gak mau lagi nurutin ego papa arsen yang besar itu. Biar saja dia sadar tanpa anak dan menantu keluarga itu terasa kurang lengkap nak" jelas vira.