Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 85


__ADS_3

" Kamu dari mana aja na? Kamu tau dari tadi ibu nyariin kamu dan tiba-tiba aja kamu udah ada disana" pekik ratmi yang terlihat cemas.


" Maafin diana bu, tadi diana dipaksa sama reyhan buat ikut ke kantornya"


" Kamu yakin dipaksa dengan penampilan begini"


" Diana gak bohong ibu, tadi diana numpang mandi di kantor reyhan karena reyhan bawa diana pas belum mandi dan baju ini juga reyhan yang ngasih bu ke diana" jelas diana sejujurnya.


" Kenapa kamu gak nolak dia na? Ibu kan nyuruh kamu buat tinggal dirumah aja gak usah keluar-keluar"


" Dia paksa diana ikut bu, tadi diana nolak kok bu tapi dia malah gendong diana kedalam mobilnya" jelas diana lagi.


Tak lama reyhan datang dengan terburu-buru karena ia berlari dari bawah menuju kamar diana. Dia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung masuk saja.


Ratmi menghampiri reyhan yang napasnya masih terengah-engah karena dia tau pasti ratmi akan marah pada diana.


" Kenapa kamu bawa diana keluar rey?" tanya ratmi dengan tatapan tajam pada reyhan. Reyhan pun menelan salivanya karena tatapan ratmi begitu tajam padanya dan sepertinya ratmi sedang emosi.


" Maafin reyhan bu, ini semua memang salah reyhan bu. Gak tau kenapa reyhan gak bisa jauh dari diana bu, kalau reyhan gak didekat diana reyhan selalu ngerasa diana gak aman bu makanya reyhan bawa dia ke kantor" jelas reyhan yang menunduk karena ia tau kini ia bersalah walaupun sebenarnya ia melakukan semua itu karena tak ingin diana dalam bahaya lagi.


" Rey, ibu tau kamu sangat mengkhawatirkan diana tapi cara kamu ini juga salah rey. Dengan kamu membawa diana ke kantor itu malah akan semakin membuat diana bahaya dan jadi perhatian semua orang rey" jelas ratmi pada reyhan sambil memegang pundaknya reyhan.


" Iya bu, maafin reyhan ya bu. Reyhan janji gak akan ngulangin lagi bu sampai diana benar-benar sembuh" balas reyhan.


" Yasudah kalau begitu, kalian mandi saja sekarang lalu ke bawah ya kita makan bersama" ujar ratmi lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Diana kemudian menatap reyhan tajam.


" Ini semua gara-gara kamu ya rey, ibu jadi marah-marah sama aku" pekik diana kesal karena ia tadi dimarahi oleh ratmi.


" Iya aku yang salah sayang maaf ya kamu jadi dimarahin ibu" jawab reyhan sambil mengacak-acak rambut diana dan ia juga tersenyum. Diana merasakan bahwa ia seperti pernah mengalami hal seperti ini tetapi ia masih belum bisa mengingatnya dengan jelas. Diana kemudian memegangi kepalanya yang membuat reyhan khawatir.


" Ada apa na? Kamu kenapa?" tanya reyhan khawatir yang membantu diana duduk diatas ranjangnya.


" Aku gak apa-apa kok rey" jawab diana.

__ADS_1


" Beneran gak apa-apa"


" Iya reyhan. Yaudah mendingan sekarang kamu pergi mandi dan siap-siap sana. Aku juga pengen siap-siap " ujar diana.


" Gak mau mandi bareng nih" goda reyhan pada diana.


" Apaan sih kamu rey? Dasar mesum! Pergi sana! Aku bisa mau mandi sendiri aja" pekik diana yang melempar reyhan dengan bantal yang ada disebelahnya.


" Iya sayang" jawab reyhan tetapi diana malah kembali melemparnya dengan bantal agar segera keluar dari kamarnya.


Setelah reyhan keluar diana segera turun dari ranjangnya dan mengunci pintu kamarnya untuk berjaga-jaga agar tidak ada yang masuk kedalam kamarnya. Lalu ia segera bersiap-siap untuk mandi.


Saat reyhan hendak mandi tiba-tiba ponselnya berdering yang membuat reyhan segera mengangkat panggilan tersebut.


' Halo dit, ada apa?'


' Pak bos saya mendapat informasi bahwa benar maminya tika lah dalang dari kecelakaan diana'


' Apa kamu memiliki buktinya dit?'


' Bagus dit. Sekarang kita akan menangkap wanita licik itu, segera jemput saya dirumah diana'


' Baik pak bos'


Reyhan lalu memutuskan teleponnya. Ia langsung turun kebawah untuk menunggu jemputan. Ratmi yang melihat reyhan belum bersiap untuk makan bersama pun mendekatinya.


" Rey, kamu mau kemana?" tanya ratmi.


" Reyhan ada urusan sebentar bu keluar"


" Urusan apa?"


" Urusan kantor bu, reyhan harus segera kesana bu karena ini sangat penting bu" jawab reyhan berbohong karena ia ingin memecahkan masalah ini terlebih dahulu sebelum memberitahukan pada ratmi.


" Apa tidak bisa setelah makan saja rey?" pinta ratmi.

__ADS_1


" Ibu masalah ini sangat penting bu, maafin reyhan karena harus nolak ibu sekarang ya bu"


" Yasudah kalau memang penting rey, hati-hati dijalan ya"


" Iya bu" ujar reyhan mencium punggung tangan ratmi lalu bergegas keluar.


Sementara itu dikediaman maya, tika terlihat mengurung dirinya didalam kamar sambil mendengarkan lagu menggunakan earphonenya. Tika memutar lagu mode offline karena ia membuat ponselnya mode pesawat agar tidak ada yang menggangunya.


Bel pintu rumah mereka pun berbunyi. Dengan cepat seorang pembantu membukakan pintu dan ia begitu terkejut karena seorang laki-laki tiba-tiba masuk kedalam rumah itu sambil memanggil nama tika.


" Tika! Tika" Panggilnya dengan nada suara keras. Hal tersebut membuat maya datang menghampiri suara tersebut.


" Kamu lagi!" Pekik maya yang berjalan mendekati pria tersebut.


" Mami tika mana? Aku harus bicara sama tika mi" ujar arsen.


" Kamu kemari membuang-buang waktu saja arsen. Kamu tau tika tidak ingin bertemu dengan kamu lagi sekarang. Lebih baik kamu segera keluar dari rumah saya dan jangan pernah panggil saya mami karena saya bukan mami kamu paham!" seru maya.


" Mami, aku mohon. Aku sayang banget sama tika mi, aku harus segera ketemu dan berbicara sama tika" pinta arsen yang kini bersimpuh memohon pada maya. Maya hanya tersenyum sambil mendorong arsen dengan kakinya.


" Pergi sekarang juga dari sini! Kamu sudah mengecewakan saya dan tika. Sekarang kamu terima saja akibat yang kamu perbuat sendiri" seru maya.


Tiba-tiba karin dan sovia datang. Mereka membantu arsen untuk berdiri.


" Maya, kamu keterlaluan sekali" ujar karin.


" Kamu ngapain kesini? Lebih baik kalian semua keluar dari rumah saya. Saya gak suka orang gak penting ada dirumah saya. Lagian para penjaga kemana sih? Kenapa orang seperti kalian dibiarkan masuk" seru maya penuh emosi. Dia segera menyuruh pembantunya untuk memanggil penjaga menyeret mereka keluar.


" Maya kamu harus sadar. Arsen ini merupakan kebahagiaan anak kamu, kenapa kamu tega menghancurkan kebahagiaan anak kamu sendiri?"


" Karin, kamu gak usah ceramahin saya ya. Seharusnya kamu ngaca dong, apa kamu itu udah jadi orang tua yang baik buat anak kamu ha!" Jawab maya. Karin terdiam karena terpojok dengan perkataan maya. Ia selama ini selalu merasa bersalah karena harus meninggalkan anaknya hingga kini anaknya membencinya.


" Kenapa diam Karin? Bukannya tadi kamu sangat semangat berkoar-koar menceramahi saya ha! Sudahlah lebih baik kalian semua pergi karena saya tau kebahagiaan anak saya sendiri" seru maya lagi.


" Mami, aku mohon tolong biarin aku buat ketemu tika mi" ujar arsen memohon tetapi tak ada gunanya karena maya tak tergoyahkan pendiriannya.

__ADS_1


__ADS_2