
Tika kemudian berdiri menghampiri manager tersebut.
" Buk, kenapa diam? Ayo ngomong dong buk manager" seru tika.
" Maaf kan saya buk tika" sahut manager tersebut menunduk.
" Lho kok buk manager sih yang minta maaf bukannya saya yang salah ya"
Enjel terlihat terdiam kembali tak tau bagaimana cara membela dirinya. Tiba-tiba sekretaris arsen datang memasuki ruangan. Dia terlihat membawa segelas kopi ditangannya. Melihat kedatangannya membuat tika jengkel.
" Minum buat siapa?" tanya tika spontan.
" Ini buat pak arsen buk"
" Sini kasih ke saya"
" Baik buk" ujar sekretaris itu memberikan minuman ditangannya ke tika.
" Kamu bisa keluar sekarang "
" Baik buk"
Gadis segera keluar dari ruangan tersebut dan enjel berniat ingin keluar juga tetapi tika menarik tangannya.
" Eits.. saya nyuruh sekretaris itu keluar bukan kamu. Masalah kita belum selesai ya"
" Buk, saya mohon maafkan saya buk. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi buk" pinta enjel mengiba. Enjel terus meminta maaf hingga membuat tika begitu jengkel.
" Lepaskan tangan saya! Saya sudah memaafkan kamu tapi saya tidak tau bagaimana dengan suami saya apa dia bisa maafin kamu atau tidak" seru tika.
Arsen kemudian berdiri mendekati manager tersebut dengan wajah kesalnya.
" Kamu pikir kamu pantas dimaafkan ha! Kamu telah lancang menyebut istri saya ob bahkan kamu juga merendahkan beberapa karyawan lain. Jangan karena posisi kamu manager kamu pikir bisa seenaknya saja disini. Saya tidak mau melihat wajah kamu dikantor ini lagi, pergi dari sini!" Tegas arsen.
Enjel tak dapat menjawab perkataan arsen. Apapun yang keluar dari mulut arsen adalah keputusan mutlaknya dan tidak ada yang bisa mengganggunya.
Dia kemudian pergi keluar dari ruangan tersebut dengan berlinang air mata. Sementara tika mendekati ob yang terlihat gemetar.
" Pak, saya menepati janji saya kan. Bapak gak akan dipecat dari sini jadi bapak gak usah takut lagi ya" ujar tika sambil tersenyum tipis.
" Makasih buk, maafkan sikap saya kalau ada yang salah ya buk"
" Gak usah panggil ibuk pak, panggil tika aja"
" Tapi tidak sopan jika memanggil nama saja buk"
" Pak, saya senang kalau bapak panggil nama saya saja. Bapak lebih tua dari saya dan rasanya tidak etis kalau bapak harus memanggil saya ibuk"
" Baiklah buk, maksudnya tika. Kalau begitu saya kembali bekerja dulu buk eh tika"
__ADS_1
" Iya pak"
Herman keluar dari ruangan tersebut. Kini hanya ada arsen dan tika dalam ruangan itu. Tika menatap arsen tajam yang membuat arsen bingung.
" Sayang, kamu kenapa kok lihat aku gitu banget"
" Kamu masih nanya kenapa ha! Arsen, jadi cowok peka dikit ngapa sih" pekik tika kesal.
" Peka gimana sayang? Emang ada apa sih?"
" Au ah aku kesel sama kamu" jawab tika jutek.
" Kesel kenapa sayang?" tanya arsen yang merasa kebingungan karena menurutnya dia tidak melakukan kesalahan apapun kepada tika.
" Ya cari tau sendiri lah masa aku lagi kesel ditanyain sih"
" Kalau kamu gak kasih tau aku alasannya gimana aku bisa tau sayang. Aku kan gak bisa baca pikiran orang sayang"
Arsen beneran gak tau atau pura-pura gak tau sih! batin tika kesal. Dia menatap arsen yang terlihat kebingungan.
" Kenapa cewek itu yang kamu pilih jadi sekretaris?"
" Maksud kamu gadis"
" Iya siapa lagi coba!"
" Kan aku udah bilang kelebihan dia tadi didepan kamu, lagian kenapa kesal sih sama dia. Perasaan dia gak ngapa-ngapain"
" Kamu cemburu?" tanya arsen.
" Cemburu. Gak lah, aku kan cuma bilang sama kamu kalau orang yang gak tau tata krama berpakaian dan gak tau sopan santun masuk keruangan atasan gitu harusnya kamu tegur bukan malah dibiarin aja" tegas tika yang tidak mau mengaku bahwa dirinya sedang cemburu. Arsen hanya tertawa mendengar perkataan tika. Hal itu membuat tika heran.
" Kok malah ketawa sih? Oh apa jangan-jangan kamu senang ya punya sekretaris seksi gitu dan cantik"
" Aduh sayang, kamu lucu banget sih kalau lagi cemburu"
" Apaan sih! Aku gak cemburu ya"
" Yaudah kalau gak cemburu kenapa kamu harus repot-repot sih mikirin sekretaris itu. Lagian nih ya aku sama dia cuma hubungan kerja doang gak lebih dan yang harus kamu tau nih ya, gadis itu udah punya tunangan sayang. Mereka juga sebentar lagi mau menikah sayang" jelas arsen.
" Iya walaupun begitu setidaknya dia bisalah jaga gaya berpakaiannya. Aku gak suka kalau dia berpakaian seperti itu dihadapan kamu sayang"
" Yaudah nanti semua keluhan kamu bakalan aku sampaiin ke dia ya. Jangan cemberut lagi dong"
Tika kemudian tersenyum dan memeluk arsen begitu erat.
" Sayang, kamu udah selesai rapatnya bukan?"
" Iya, kenapa sayang?"
__ADS_1
" Kita pulang yuk, aku capek pengen istirahat"
" Yaudah yuk"
Mereka segera bergegas menuju parkiran. Lalu mereka segera pulang kerumahnya. Tika terlihat begitu manja pada arsen. Dia menyenderkan kepalanya pada lengan arsen.
" Kamu kenapa sayang?"
" Aku ngantuk"
" Yaudah tidur aja dulu ntar kalau udah sampai aku bangunin"
" Iya sayang"
Tika memejamkan matanya dan tertidur karena dia merasa begitu lelah. Sementara arsen fokus mengemudikan mobilnya.
Dilain sisi diana terlihat sudah tertidur pulas dipelukan reyhan. Reyhan kemudian memindahkan kepala diana perlahan keatas bantal. Dia kemudian menyelimutinya dan mencium kening diana.
" Selamat tidur sayang" lirih reyhan pelan lalu ia segera pergi menuju keluar.
Diluar iya bertemu dengan zahra dan ratmi.
" Diana mana rey?" tanya ratmi.
" Dia baru aja tidur bu"
" Oh, apa dia sudah makan?"
" Sudah bu, ibu dan zahra gimana?"
" Oma dan zahra juga udah siap makan ayah. Ayah udah makan belum?"
" Ayah juga udah makan sayang. Yaudah zahra sekarang tidur ya besok kan harus sekolah" seru reyhan sambil mencubit pelan pipi zahra.
" Siap ayah" jawab zahra bersemangat.
" Yaudah rey, ibu nemanin zahra dulu ya dikamar"
" Iya bu"
" Oh ya, ada yang mau bilang sama kamu Rey?"
" Apa Bu?"
Ratmi kemudian menyuruh zahra untuk kekamar terlebih dahulu. Setelah zahra pergi ratmi pun mulai berbicara.
" Kapan kamu dan diana akan menikah nak? Setelah melihat begitu banyak pernikahan ibu jadi kepikiran tentang kalian. Kamu juga sudah lama tinggal disini dengan ibu dan diana. Kamu kan tau kalau kalian belum ada hubungan apapun. Tetangga juga banyak bergunjing tentang kalian nak. Ibu takut nanti akan beredar gosip yang tidak-tidak" jelas ratmi.
" Iya bu, reyhan mengerti ketakutan ibu tapi ibu kan juga tau kalau diana sekarang masih sakit bu. Reyhan gak mau terlalu maksain diana bu karena kondisinya sekarang"
__ADS_1
" Ibu mengerti nak tapi ibu minta setelah diana sembuh kalian jangan menunda-nunda lagi pernikahan kalian ya"
" Insyaallah Bu. jika diana pulih reyhan akan membicarakannya dengan diana"