Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 6


__ADS_3

Diana terlihat termenung dikamarnya, ntah mengapa hari ini dia merasa begitu kacau. Tiba-tiba ponselnya berdering.


Ririn, kenapa dia nelpon pagi-pagi begini ya?batin diana bertanya-tanya.


' Halo rin, ada apa?'


' Darurat na!' pekik ririn yang membuat diana sontak berdiri.


' Apa yang darurat rin? jangan bikin panik gini dong'


' Kamu tau na, keluarga tuan herman yang memiliki perusahaan tekstil terkenal itu'


' Tau rin, emang kenapa?'


' Anaknya sekarang ada dirumah sakit ini na, dia harus segera dioperasi sementara dokter ilham lagi operasi pasien lain disini na. Aku tau kamu udah resign dari rumah sakit ini tapi kan na cuma kamu sama dokter ilham yang bisa nanganin hal begini jadi aku mohon ya na'


Aduh, gimana ini? kalau reyhan tau aku balik kerumah sakit lagi dia pasti marah karena aku udah janji gak akan kerja disana dan bakalan nungguin rumah sakit disebelah rumah ini siap. Kalau aku gak nolong pasien itu pasti rumah sakit juga dan nyawa pasien itu akan dalam bahaya kan batin diana bimbang


' Diana! kok malah diem sih'


' Yaudah aku otw sekarang ya'


Diana kemudian memutuskan telponnya lalu ia segera berangkat menuju rumah sakit tanpa pamitan dengan orang rumah.


Sesampainya dirumah sakit tampak ririn menunggunya didepan rumah sakit. Mereka langsung menuju ruangan ganti pakaian lalu ia segera menangani pasien.


" Aku baru tau kalau tuan herman punya anak rin" ujar diana sambil mengenakan handscone miliknya.


" Aku juga na dan kamu tau kan operasi ini sama dengan pertaruhan nyawa kita na jika pasien ini sampai kenapa-kenapa habislah kita na" bisik ririn yang terlihat gemetar takut.


" Rin, jangan cemas ya. Kita bakalan lakuin apapun semampu kita untuk menangani pasien ini"


Mereka mulai melakukan operasi pada pasien tersebut. Pasien tersebut masih dalam keadaan setengah sadar dan menatap diana remang-remang hingga akhirnya obat bius mulai bekerja dan ia tak sadarkan diri.


2 jam kemudian tampak mereka telah selesai melakukan operasi. Saat keluar ruangan hendak pergi keruang ganti tampak para pengawal memegangi mereka.


" Apa-apaan ini ?" pekik diana.


" Ini perintah dari tuan herman tidak ada yang boleh meninggalkan anaknya hingga anaknya sadarkan diri. Semua dokter dan perawat yang menangani anaknya harus kami tahan dulu sementara ini"


" Maaf ya pak, tapi saya tidak bekerja disini lagi. Saya harus segera pulang sekarang karena keluarga saya akan mencari saya nanti" sahut diana.


" Saya hanya menjalankan pekerjaan saya saja jadi tolong kerjasamanya nona"

__ADS_1


Mereka semua masuk kedalam ruangan tempat anak herman dirawat.


" Diana, gimana ini? "


" Udah rin, jangan panik ya. Semoga aja anak tuan herman cepat sadar biar kita bisa segera pergi dari sini"


Diana kemudian memeriksa kantongnya mencari ponsel tetapi tak menemukannya.


" Rin, kamu ada bawa ponsel gak?"


" Ponsel kan ditinggal diruang ganti na"


" Aduh gimana ya?"


" Emang kenapa na?"


" Aku pergi tadi gak pamit sama ibu ataupun reyhan rin"


" Lho kenapa gak pamitan na? "


" Kamu kan tau reyhan gimana, dia gak akan ijinin aku kesini rin"


" Iya juga sih. Oh ya, Na cewek yang kemarin datang kepernikahan kamu itu siapa sih? dan kenapa pestanya cepat banget selesai?"


Gimana ya? aku ceritain semuanya ke ririn gak ya. Dia sahabat baik aku mungkin dia bisa bantu cari jalan terbaik buat aku batin diana.


" Kenapa kamu masih mau sama reyhan sih na? Seharusnya kamu tinggalin cowok kayak gitu. Dia ya, emang gak pernah puas nyakitin kamu mulu" tegas ririn emosi.


" Aku gak bisa rin"


" Kenapa na? Karena takut jadi janda ha! Kamu itu cantik dan pintar na, diluar sana masih banyak yang suka sama kamu na dan itu lebih baik dari reyhan. Aku gak habis pikir kenapa kamu bisa bodoh begini sih na?"


" Aku tau masih banyak yang lebih dari reyhan diluar sana rin tapi kamu tau sendiri kan aku cintanya cuma sama dia rin, lagian kamu tau reyhan gimana orangnya kan. Dia bahkan bisa ngelukai dirinya sendiri kalau sampai aku ninggalin dia rin"


" Astaga! Diana sadar dong. Jangan mau bodoh cuma karena cinta na. Kalau dia ngelukain dirinya sendiri itu urusan dia na, siapa suruh mau punya istri dua. Na pokoknya aku gak terima ya kamu diginiin sama dia "


" Tapi rin, pernikahan reyhan dan wanita itu kan disaat reyhan sakit rin. Wanita itu yang menjebak reyhan hingga reyhan tidak bisa menceraikan dia rin"


" Ya terus gimana na? Apa kamu bakalan rela untuk berbagi reyhan sama wanita itu ha!"


Diana tampak diam menunduk. Ririn kemudian merangkul sahabatnya tersebut.


" Diana, sebagai sahabat kamu. Aku cuma mau yang terbaik untuk kamu na. Aku tau kamu sayang banget sama reyhan tapi kamu juga jangan bodoh dong mau aja diduain begini. Kamu harus nyuruh reyhan memilih antara kamu atau cewek itu na. Jangan mau jadi yang kedua begini dong" jelas ririn.

__ADS_1


" Aku bingung rin, udah deh kita gak usah bahas itu lagi ya. Kepala aku jadi sakit nih "


" Yaudah deh, nih minum dulu" ujar ririn memberikan segelas air putih pada diana. Diana tampak menatap anak dari tuan herman.


" Rin, nama anak pak herman ini siapa?"


" Kalau gak salah sih jason na"


" Oh... tapi kenapa dia gak pernah dipublikasikan ya sama ayahnya padahal hampir seluruh keluarga herman kan udah dipublikasikan"


" Aku juga gak tau sih na tapi dia lumayan ganteng lho na"


" Kamu nih ya, gak bisa lihat yang bening-bening. Aku bilangin galang ni"


" Canda doang kali na"


Diana kemudian mendekati jason yang masih belum sadarkan diri.


Tiba-tiba herman datang masuk kedalam ruangan tersebut dengan istrinya.


" Bagaimana kondisi anak saya?"


" Anak bapak baik-baik saja. Saat ini kita hanya menunggu dia sadar pak" jawab diana.


" Kamu istri reyhan bukan?" ujar herman yang merasa tak asing saat melihat diana.


" Iya pak, perkenalkan saya diana"


" Kamu juga dokter ternyata, pasti reyhan sangat beruntung mendapatkan kamu kan"


" Saya juga sangat beruntung mendapatkan suami seperti reyhan pak" jawab diana sambil tersenyum.


Beruntung apaan? Dia nyakitin kamu mulu na dan kamu masih muji-muji cowok kayak gitu batin ririn kesal.


" Kalian memang pasangan yang sangat serasi. Oh ya, maafkan pengawal saya yang mengurung kalian disini ya soalnya saya sangat mengkhawatirkan keadaan anak saya. Saya sangat memohon agar kalian tetap disini hingga putra saya sadar" pinta herman.


" Baik pak, itu adalah tugas kami untuk menjaga anak bapak "


" Terimakasih dokter diana, Saya dan istri saya sangat mengkhawatirkan jason karena kami tidak pernah mempublikasikan dirinya. Dia tidak pernah ingin dipublikasikan dan selalu menentang saya "


" Sabar ya pak, saya yakin dia punya alasan tersendiri melakukan itu pak. Apa lagi dia sekarang sudah dewasa, pemikirannya pasti berbeda dengan kita pak"


" Iya diana, Saya sangat berharap ada seseorang yang dapat merubah pemikiran anak saya ini na tapi sepertinya itu tidak mungkin"

__ADS_1


" Maksud bapak?"


" Dia tidak pernah mau mengenal wanita nak, dia bahkan pernah saya jodohkan dan alhasil dia melarikan diri dari rumah"


__ADS_2