
Reyhan tampak bingung tak tau harus mengatakan apa. Dia melirik kearah Diana yang terlihat bingung juga.
Aduh gimana nih? Aku senang bisa dekat sama Diana tapi kalau harus tinggal bareng dia itu pasti bakalan jadi masalah nanti batin Reyhan bingung.
Ditengah kebingungan mereka Zahra tampak terus bertanya pada Reyhan.
" Baiklah, ayah akan ikut Zahra pulang" ujar Reyhan mengelus kepala Zahra dan tersenyum tipis.
Diana dan Bu Ratmi kaget mendengar jawaban Reyhan untuk Zahra. Dengan cepat Diana menarik tangan Reyhan untuk berbicara empat mata dengannya.
" Rey, maksud kamu apaan sih bilang gitu ke Zahra?" Tanya Diana dengan wajah kesal.
" Ya aku mau bilang apa lagi na. Aku gak tega buat bilang enggak sama Zahra. Lagian ini salah kamu juga kan" jawab Reyhan santai.
" Salah aku! Ini juga salah kamu tau" ujar Diana tak mau disalahkan.
" Kok salah aku sih! kan kamu yang mulai drama ini, aku cuma ikutan doang. Lagian aku senang kalau ini jadi kenyataan" balas Reyhan sambil tersenyum.
" Mimpi kamu! Aku gak akan mau jadi istri kamu." Ucap Diana menepuk bahu Reyhan.
" Ya semuanya kan berawal dari mimpi dulu baru jadi kenyataan" balas Reyhan dengan senyum manisnya.
Diana terlihat makin kesal karena Reyhan selalu saja menjawabnya.
" Pokoknya kamu gak boleh ikut pulang kerumah aku" tegas Diana sinis.
" Oke, aku sih gak masalah sih tapi kalau Zahra nanyain nanti kamu yang harus jawab dan jelasin ke dia" jawab Reyhan enteng.
Diana menatap Reyhan tajam lalu duduk di kursi yang ada didekatnya.
Ya Ampun! Kok gini banget sih hidup aku. Di satu sisi aku gak mau Zahra pergi tapi disisi lain permintaan Zahra itu gak mungkin banget aku lakuin. Diana kenapa kamu harus buat masalah sebesar ini sih batin Diana.
Reyhan duduk disebelah Diana yang sedang kebingungan.
" Ngapain sih kamu duduk disini? Cari tempat lain aja sana" pekik Diana kesal.
" Suka-suka aku dong. Inikan kursi umum jadi terserah siapa aja yang mau duduk disini lagian gak ada tulisan disini kursi ini milik kamu" jelas Reyhan sambil tertawa kecil.
__ADS_1
" Rey!! Kamu bisa gak sih sehari aja gak gangguin aku!" Umpat Diana kesal.
" Mana bisa, aku paling seneng liat kamu kayak gini karena kecantikan kamu itu bertambah kalau kamu lagi kesal gini" goda Reyhan.
Diana hanya diam menatap Reyhan dengan ekspresi dingin. Lalu pergi duduk ke kursi lain. Reyhan terus saja mengikuti Diana kemanapun ia pergi. Perdebatan mereka pun terhenti karena Bu Ratmi dan Zahra datang.
" Bunda, ayah. Ayo kita pulang" ajak Zahra.
" Iya sayang" jawab Diana pasrah karena dia tak tau lagi harus apa.
Mereka bergegas menuju parkiran, melihat Reyhan naik mobil yang berbeda dengan mereka Zahra langsung menarik tangan Diana menuju ke tempat Reyhan.
" Zahra, kita mau kemana?" Tanya Diana bingung kemana Zahra akan membawanya.
" Bunda, Zahra mau kita pulang bareng ayah ya" ajak Zahra.
" Tapi sayang Oma gimana? Masa Oma kita tinggal" tolak Diana karena dia tidak ingin semobil dengan Reyhan.
Zahra pun berlari kearah Bu Ratmi dan menyampaikan keinginannya. Bu Ratmi pun hanya bisa menuruti keinginan Zahra. Tampak Bu Ratmi pergi pulang duluan dengan supir Diana. Zahra kembali lagi menghampiri Diana.
" Oma udah pulang bunda. Yuk kita pulang bareng ayah" ajak Zahra dengan hati yang begitu senang.
" Zahra seneng banget akhirnya bisa bareng ayah dan bunda" seru Zahra sambil tersenyum.
Zahra terlihat begitu bahagia, Diana yang melihatnya tampak tersenyum.
Zahra, cuma kamu kekuatan Bunda sayang. Bunda gak bisa jauh-jauh dari kamu, apapun caranya bakal bunda lakuin buat pertahanin kamu batin Diana
Lalu ia mengelus kepala Zahra yang bersamaan dengan Reyhan. Diana segera menarik tangannya dengan wajah kesal.
Ni anak! cari kesempatan dalam kesempitan aja. Awas aja kalau dia berani macam-macam sama aku bakal aku tabok sampai mati ni anak batin Diana kesal.
Di tengah-tengah perjalanan ponsel Reyhan berdering ia pun mengangkatnya.
' Halo,ada apa tik?'
' Rey, Nanti kita pergi jalan yuk. Kamu kan tau ini hari anniv pertunangan kita yang ke 4 tahun. Ga nyangka ya kita udah jalanin hubungan kita selama ini. Rey aku seneng banget jadi tunangan kamu dan pastinya kebahagiaan aku bakalan bertambah kalau jadi istri kamu' jelas Tika yang terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
' udah kelar ceramahnya. Aku gak bisa pulang malam ini aku banyak kerjaan' balas Reyhan ketus lalu menutup telponnya.
Diana yang melihat tingkah Reyhan pada tunangannya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Tunangan nelpon bukannya dijawab baik-baik malah ketus gitu. Emang ya ni anak gak punya perasaan banget batin Diana.
Zahra tampak tertidur mungkin karena kelelahan bermain di taman tadi. Diana masih saja menatap Reyhan dengan tatapan tajam.
" Jangan liatin Mulu ntar jatuh cinta Lho" goda Reyhan
" Siapa yang liatin kamu? Ga usah geer deh" balas Diana sambil mengalihkan pandangannya.
" Yang bener gak liatin aku?" balas Reyhan.
" Iya, lagian apa yang mau diliat dari kamu. gak ada yang istimewa" sahut Diana jutek.
Reyhan hanya diam tak menjawab perkataan Diana. dalam hati Diana merasa senang karena perdebatan kali ini dia menang.
Tak lama mereka sampai di rumah Diana. Ketika Diana menggendong Zahra dengan perlahan agar Zahra tidak bangun ia malah jadi membangunkan Zahra.
" Udah sampai bunda" seru Zahra sambil mengucek matanya.
" Iya sayang kita udah sampai" balas Diana.
" Zahra maunya digendong ayah" rengek Zahra.
Reyhan pun datang dan langsung menggendong Zahra lalu mereka masuk kedalam. Tampak Bu Ratmi sudah menyiapkan makan siang untuk mereka. Mereka segera duduk dimeja makan dan melahap makanan yang ada diatas meja. Bu Ratmi terlihat senang sekali melihat Zahra begitu ceria.
Andai Diana bisa mengikuti kata hatinya kejadian yang ku lihat sekarang ini pasti kenyataan bukan drama seperti ini batin Bu Ratmi.
Setelah mereka selesai makan Bu Ratmi dan Diana segera membereskan meja makan sementara itu Reyhan dan Zahra menonton di ruang tamu. Diana yang sedang mengelap meja tersenyum melihat Reyhan dan Zahra bersama. Bu Ratmi datang dan mengagetkan Diana.
" Kalau kamu masih sayang lebih baik ungkapkan sekarang na dari pada nanti nyesel lho" goda Bu Ratmi sambil membantu Diana merapikan meja.
" Diana gak sayang sama dia Bu lagian ibu kan tau dia disini cuma demi Zahra gak lebih" bantah Diana yang segera pergi menuju kamarnya dengan wajah kesal.
Bu Ratmi hanya tersenyum melihat perilaku putrinya yang lebih menuruti keras kepalanya dari pada hatinya.
__ADS_1
Ibu yakin suatu saat kamu akan bisa menuruti hati kamu Na batin Bu Ratmi