
Sahabat - sahabat diana tampak baru saja sampai dirumah diana. Mereka langsung menanyakan diana pada para pelayan.
" Permisi, diana dimana ya?"
" Apakah nona-nona ini temannya non diana?"
" Iya buk, diananya mana?"
" Ada dikamar non"
Pelayan tersebut langsung mengantar mereka ke kamar diana. Saat pintu dibuka mereka begitu terkejut melihat kondisi diana.
" Astaga, diana. Kenapa kamu bisa begini sih?" tanya caca yang langsung duduk disamping diana. Irma pun duduk disebelah diana bersama seorang anak laki-laki yang manis.
" Ini siapa ma?" tanya diana penasaran.
" Ini anak aku na, aku bawa dia sekalian kesini biar ada alasan keluar sama suami aku"
" Oh ini anak kamu, udah gede ya. Ganteng lagi"
" Iya dong, siapa dulu mamanya"
" Elehhh anak kamu itu keturunan papanya kali" tepis caca.
" Apaan sih ca, orang anak aku ini mirip aku kok. Kalau gak percaya tanya dia aja"
" Dave sayang, dave mirip mama atau papa?" tanya caca dengan nada lembut pada putra irma. Dave melirik sekilas pada ibunya.
" Dave mirip mama tante" jawab bocah polos itu. Irma terlihat begitu senang dan bangga.
" Tante! Aduh sayang jangan panggil tante dong panggil aunty aja" seru caca yang tak terima dipanggil tante.
" Hadeuh ca, Tante sama aunty kan sama aja" cetus diana.
" Beda na. Kalau tante itu aku kayak terkesan udah tua gitu tau"
" Kan kamu emang udah tua ca haha" timpal irma.
" Enak aja! Umur mungkin boleh tua tapi wajah aku kan masih muda banget. Apalagi aku belum nikah"
" Haha terserah kamu aja deh ca, btw kapan kamu bakalan nikah?"
" Aduh na, bisa gak sih jangan nanya hal kayak gitu. Sekarang aku tanya balik sama kamu ya, kamu kapan nikah sama reyhan?"
Diana kemudian terdiam karena dia tidak tau. Dia masih belum membuat reyhan dan mamanya baikan jadi dia belum bisa menikahi reyhan.
" Hayooo diem kan, makanya lain kali jangan tanya gitu lagi ya. Oh ya, aku bawain makanan kesukaan kamu nih "ujar caca sambil memberikan makanan yang dibawanya pada diana.
" Wah.. makasih ca, kamu selalu tau apa yang aku mau" jawab diana sambil menerima makanan tersebut.
" Aku juga bawa ini na, jangan lupa dimakan lho" timpal irma.
" Iya ma, makasih ya kalian berdua emang the best banget"
" Tante diana, dave juga bawa ini buat tante" ujar dave memberikan sebuah buku gambar pada diana.
" Wah apa ini sayang? Makasih ya" diana mengambilnya dan melihatnya.
" Itu gambar tante diana"
__ADS_1
" Bagus banget sayang, makasih ya"
" Iya sama-sama tante"
" Oh iya, gimana kabar ririn na? "tanya irma.
" Dia masih dicamp pengungsian ma, mungkin beberapa hari lagi baru pulang"
" Ya ampun, tu anak tumben-tumbenan mau ikut acara begituan. Biasanya dia juga nolak" cetus caca.
" Gara-gara galang ca" ujar diana yang tak sengaja keceplosan.
" Galang! Siapa?"
" Hmm itu... Itu.. aku salah bicara tadi"
" Diana kayaknya aku mencium aroma-aroma kebohongan disini"
" Apaan sih ma, aku gak bohong aku cuma salah bicara aja tadi"
" Diana aku minta sekarang jujur, galang siapa? Dan apa hubungan dia sama ririn?"
Caca dan irma terus mendesak diana yang membuatnya mengatakan kebenarannya karena diantara mereka biasanya tidak ada rahasia-rahasian.
" Oke, aku bakalan cerita. Galang itu salah satu dokter populer ditempat aku kerja. Hampir semua wanita dirumah sakit suka sama dia karena sikap dia yang ramah dan wajah dia yang lumayan ganteng. Banyak wanita juga yang menyatakan cintanya ke galang tapi dia tolak. Ririn juga salah satu pengagum dia selama ini. Aku juga baru-baru ini tau karena ririn yang bilang sendiri kalau dia memang ada perasaan sama galang tetapi karena takut galang nolak dia, dia jadi mendam perasaannya itu" jelas diana.
" Terus gimana lagi?"
" Ya, galang beberapa hari terakhir sebelum pergi ke tempat pengungsian itu kayak ngasih perhatian lebih gitu ke ririn yang buat ririn ngira kalau galang juga punya perasaan yang sama kayak dia. Makanya Ririn juga ikut jadi relawan disana tapi tiba-tiba ririn datang dan bilang ke aku kalau ternyata dia selama ini salah paham sama perhatian galang"
" Maksudnya na? Salah paham gimana?"
" Iya deh ma, lanjut na"
" Ternyata galang gak punya perasaan apa-apa sama ririn. Kalian tau yang buat aku makin terkejut galang ternyata sukanya malah sama aku"
" Apa? Sama kamu na. Terus ririn gimana? Kalau dia tau pasti bakalan galau berat tu anak"
" Dia udah tau"
" Aduh gawat nih, kalian gak berantem kan gara-gara itu"
" Enggak kok, bahkan ririn sendiri yang bilang ke aku itu semua. Aku sebenarnya masih kurang yakin tapi gak mungkin juga kan ririn bohong sama aku"
" Iya juga sih"
" Kasihan banget sih tu anak dari dulu suka sama orang yang gak tepat" ujar caca.
" Ya masih mending dia kali dari pada kamu dari dulu sampai sekarang ngejar-ngejar atasan kamu tapi belum ada tanda-tanda bakalan jadi" ejek irma.
" Apaan sih ma, kok malah aku yang kena" sahut caca.
Mereka kemudian tertawa bersama.
" Ma, suami kamu gak marah kan kamu kemari"
" Tenang aja na, aku kan bawa dave jadi dia gak bakalan bisa marah na karena dia sayang banget sama aku dan Dave. Nanti aku tinggal bilang aja kalau Dave pengen keluar"
" Oh gitu, emang dia sekarang dimana ma?"
__ADS_1
" Dia lagi diluar kota na"
" Sama dong kayak reyhan, dia lagi keluar kota juga"
" Haha kok bisa samaan ya"
" Oh ya, kamu gak pernah ngenalin suami kamu ke aku ma"
" Na , mendingan gak usah deh. Suami irma posesif banget"
" Enggak kok na, gak usah dengerin nih anak. Suami aku tu baik banget sebenarnya, dia terlalu takut aku kenapa-kenapa karena dia punya banyak musuh gitu sih kayaknya makanya aku sering dilarang keluar"
" Oh gitu, apa dia salah satu alumni sekolah kita"
" Bukan na, dia dari sekolah lain tapi yang aku tau dia pas kuliah dia kuliah ditempat yang sama kayak reyhan"
" Oh ya, namanya siapa?"
" Hanum, cowok paling ganteng sih menurut aku hampir-hampir nyaingi reyhan" jawab irma memuji suaminya.
" Yee.. mana ada. Gantengan atasan aku kali" cetus caca.
" Apaan kamu ca, kalau belum halal kenapa dipamerin haha"
" Lihat aja ntar pasti aku bakalan dapatin dia gimana pun caranya"
Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba ponsel irma berbunyi.
" Tunggu bentar ya, suami aku telpon" ujar irma yang mengangkat telponnya agak menjauh dari diana dan caca.
' Halo sayang, ada apa? Tumben ingat istri'
' aku kan emang selalu ingat kamu sayang. Oh ya, jagoan kecil aku mana?'
' Ini ada sama aku sayang, mau bicara sama dia?'
Irma kemudian memanggil dave dan memberikan ponselnya.
' Halo papa'
' Halo jagoan papa, lagi apa sekarang?'
' Lagi main pa'
' Main kemana sayang?'
' Dave, bosan dirumah pa jadi ngajak mama pergi keluar'
Gak sia-sia aku ngajarin dave buat bicara gitu ke papanya jadi aku aman sekarang batin irma.
' Sayang, papa kan bilang tunggu papa pulang dulu baru boleh keluar'
' Tapi dave bosan dirumah terus pa'
' Yaudah kali ini gak apa-apa tapi lain kali harus tunggu papa pulang ya'
' Iya pa'
' Mama mana sayang?'
__ADS_1
Dave kemudian memberikan ponselnya pada irma.