
Karmila hanya bisa menahan rasa sakit mendengar perkataan reyhan yang sangat menusuk ke hatinya.
Rey, aku gak akan pernah lepasin kamu! aku yakin lambat laun kamu pasti bakalan jatuh cinta sama aku batin karmila kesal lalu ia pergi meninggalkan rumah tersebut.
" Bunda, ayah. Tante galak tadi siapa?" tanya zahra penasaran.
" Zahra sayang, dia bukan siapa-siapa kok cuma orang gak dikenal aja. Zahra sekarang ikut nenek ya kita ke kamar. Ayah sama bunda pasti capek juga kan, biarin ayah sama bunda istirahat ya sayang" sahut karin yang mengambil zahra dari gendongan diana.
" Oke nek, dada bunda. Dada ayah" seru zahra melambaikan tangannya dan ikut bersama karin pergi menemui ratmi. Reyhan dan diana kembali ke kamar diana yang tampak sudah dihias dengan begitu indah. Dia kemudian duduk diatas sofa dengan tatapan kosong.
Reyhan segera duduk disebelahnya dan merangkulnya.
" Na, kamu kenapa sayang?"
" Rey, aku ngerasa jadi orang jahat aja sekarang. Gak seharusnya kan aku ngambil kamu dari karmila. Dia istri pertama kamu rey" belum selesai diana berbicara, reyhan langsung memotongnya.
" Sayang, kamu dengerin aku baik-baik ya. Kamu bukan wanita jahat! kamu harus tanamkan kata-kata ini dalam hati kamu. Kamu juga tau sendiri bukan kalau karmila itu yang jebak aku sayang. Dia menikah sama aku aja disaat aku gak ingat apapun. Aku juga udah ngirim surat cerai tapi dia nolak na dan aku gak bisa paksa dia karena papa udah buat perjanjian bahwa aku gak akan menceraikan karmila sampai karmila sendiri yang minta cerai sama aku sayang" jelas reyhan.
Diana hanya diam lalu menyenderkan kepalanya didada bidang reyhan. Dia tak tau apakah jalan yang diambilnya kini benar atau tidak.
" Sayang, aku bersih-bersih badan bentar ya habis itu kita tidur"
" Iya rey"
" Kok rey sih?"
" Terus apa?"
" Aku mau mulai sekarang kamu harus panggil aku sayang atau mas reyhan mungkin"
" Gak mau "
" Diana"
" Reyhan"
Mereka kemudian saling tersenyum bersama. Reyhan sangat senang melihat diana tersenyum walau sebenarnya dia tau bahwa diana kini merasa begitu sakit hati karena karmila.
" Yaudah deh terserah kamu aja mau manggil aku apa sayang"
" Iya sayang. Udah ya, mending sekarang kamu mandi. Bau tau"
" Enak aja kamu bilang aku bau, aku masih harum ya. Kalau gak percaya cium aja nih " ujar reyhan.
__ADS_1
" Gak mau rey, kamu bau"
" Oke aku mandi deh tapi bareng ya"
" Apa? bareng. Gak lah, kamu mandi sendiri aja sana"
" Sayang, kamu kan istri sah aku sekarang jadi apasalahnya sih kita mandi bareng. Kita kan udah muhrim sayang"
" Tapi aku lagi gak pengen mandi rey, kamu aja sana"
" Pokoknya kamu harus nemanin aku" paksa reyhan. Diana pun mencoba berlari dan reyhan mengejarnya. Mereka saling kejar-kejaran dikamar tersebut dan terlihat begitu bahagia m Akhirnya reyhan menangkap diana dan mendekapnya dengan erat.
" Dapat juga akhirnya ya"
" Rey, aku gak mau mandi"
" Udah, pokoknya kamu harus ikut aku mandi sayang" seru reyhan menggendong diana dan membawanya masuk kedalam kamar mandi. Reyhan kemudian memasukkan diana kedalam bathtub yang berisi air.
" Reyhan! Dingin tau!" pekik diana kesal.
" Kan ada aku sayang"
" Reyhan, jangan nakal dong"
Reyhan menatap diana dengan begitu tajam.
" Apaan sih rey? ngapain natap aku gitu banget?"
" Aku senang aja sayang dan masih gak nyangka kalau kita sekarang udah jadi suami istri"
" Iya aku juga senang rey"
Walaupun sebenarnya aku masih merasa sakit karena kedatangan istri pertama kamu rey, aku akan coba untuk menerimanya demi kamu rey batin diana.
" Makasih ya sayang" ujar reyhan sambil memeluk diana erat. Kemudian dia melepaskan nafsu yang selama ini dia tahan.
***
Pagi harinya, diluar tampak sudah heboh karena kedatangan karmila dengan beberapa koper yang berisikan pakaiannya.
" Mau apa kamu kemari?" tanya ratmi kesal.
" Ibu, saya mau tinggal disini lah. Suami saya disini jadi saya juga harus tinggal disini dong" jawab karmila santai.
__ADS_1
" Apa? Tinggal disini. Kamu gak pantas tinggal dirumah ini. Lebih baik kamu segera pergi dari sini sekarang juga dari pada saya menggunakan cara kasar untuk mengusir kamu dari sini" tegas ratmi dengan mata menyala.
" Astaga ibu, saya juga istri reyhan lho bukan hanya diana saja jadi ibu gak bisa kayak gitu dong. Dimana-mana itu suami istri tinggalnya bareng bukan terpisah" seru karmila tak mau kalah.
Sementara itu dikamar diana yang mendengar suara kegaduhan diluar pun terbangun. Reyhan masih tertidur dengan pulas sambil memeluk tubuhnya. Ketika diana hendak pergi reyhan tampak mempererat pelukannya.
" Sebentar lagi sayang" ujar reyhan dengan mata tertutup.
" Rey, ini udah pagi lho. Kamu juga harus kerja kan"
" Aku mau cuti aja hari ini na, aku masih pengen sama kamu"
" Ya ampun sayang, nanti pulang kerja kamu kan juga bisa sama aku"
" Tapi aku belum puas sama yang semalam sayang"
" Kamu nih ya, nakal banget. Pokoknya kamu harus bangun sekarang terus siap-siap kerja "
Reyhan kemudian memonyongkan bibirnya kearah diana yang membuat diana tidak mengerti.
" Ngapain kamu begitu Rey?"
" Cium dulu baru aku mau bangun"
" Kamu nih ya, manja banget kayak anak kecil tau gak" seru diana. Lalu ia mendekatkan bibirnya ke arah reyhan. Reyhan yang tidak sabaran langsung menarik diana hingga menindih tubuhnya lalu ia menciumnya dengan nafsu yang begitu besar.
Diana kemudian melepaskan ciuman tersebut karena jika berlanjut reyhan tidak akan melepaskannya.
" Reyhan, kamu nakal banget sih. Udah pokoknya sekarang kamu cepatan mandi ya, aku bakalan siapin baju kamu"
" Iya istri ku sayang"
Reyhan kemudian bangkit dari tempat tidur lalu pergi mandi. Sementara diana segera memakai piyama tidurnya lalu menuju kebawah karena ia begitu penasaran. Dia terkejut melihat ibunya beradu mulut dengan karmila. Dia segera menghampirinya.
" Ibu, ada apa ini?"
" Ini nih na, wanita gak tau malu. Masa dia bilang dia mau tinggal disini sih"
" Ibu, saya memang punya hak kan untuk dekat dengan suami saya"
Dia mengatakan hal yang bener sih tapi apa aku bakalan sanggup kalau dia bakalan tinggal disini. Apa aku kuat berbagi reyhan sama dia? aku gak bisa. Aku tau kalau aku memang egois tapi aku gak akan pernah sanggup lihat reyhan sama wanita lain batin diana dilema.
" Udah bu, jangan marah-marah lagi ya" ujar diana" Kamu boleh tinggal disini"
__ADS_1
" Diana! Kamu gila ya. Kenapa kamu biarin wanita ini tinggal disini juga sih ha? Ibu mencoba mentolerir kamu maafin kesalahan reyhan ya tapi biarin wanita ini tinggal disini, ibu gak setuju na" pekik ratmi kesal.