
Irma terus saja berdebat dengan hanum. Mereka sebelumnya tak pernah seperti ini tetapi karena keras kepala mereka berdua membuat mereka bertengkar.
Irma kemudian langsung pergi menuju kamarnya sedangkan hanum menuju ruang kerjanya. Mereka terlihat begitu kesal satu sama lain.
Mas hanum! Kenapa kamu keras kepala banget sih? Aku tau dia adik kandung kamu mas tapi disini kan dia yang salah gak seharusnya kamu melimpahkan semuanya sama reyhan. Aku tau kamu suami aku mas tapi aku gak bisa berpihak sama orang yang gak benar. Aku tau seharusnya aku mendukung kamu mas tapi aku gak mungkin mendukung yang salah kan batin irma.
Dia kemudian menatap foto pernikahannya dengan hanum. Lalu ia mengambil dan memeluknya.
" Setelah sekian lama tak pernah bertengkar akhirnya kita bertengkar juga sekarang mas" lirih irma sedih.
Dave kemudian datang menghampiri irma lalu memeluknya.
" Ma"
" Dave, kenapa kamu disini sayang?"
" Mama sama papa berantem ya"
" Enggak kok sayang, papa lagi ada kerjaan diruangannya"
" Terus kenapa mama nangis"
" Mama gak nangis nak, ini mata mama kelilipan aja sayang"
" Oh kelilipan. Sini dave tiupin ma"
" Udah gak apa-apa kok sekarang sayang. Kamu kok belum tidur nak, bukannya tadi ngantuk"
" Dave mau tidur ditemani mama sama papa"
" Tapi kan papa lagi sibuk sayang"
" Pokoknya mau tidur bareng papa sama mama"
" Dave, papa lagi kerja sayang jadi tolong ngertiin papa ya"
Tiba-tiba hanum masuk kedalam kamar.
" Papa sama mama bakalan temanin dave tidur ya sayang" ujar hanum. Irma masih melihat kesal kearah hanum. Dave kemudian tidur ditengah irma dan hanum.
Irma juga ikut memejamkan matanya karena tak ingin berdebat lagi dengan hanum. Hanum menatap istrinya yang tertidur. Walaupun dia begitu kesal pada irma yang lebih memihak reyhan dibandingkan dirinya, dia tak pernah bisa lama-lama kesal pada irma. Dave terlihat membuka matanya dan yang membuat hanum juga menutup matanya agar putranya percaya kalau dia juga tidur. Bukannya ikut tidur dave malah diam-diam keluar dari kamar.
Hal itu membuat hanum heran dan segera membuka matanya. Sementara irma masih saja memejamkan matanya.
Dave masih lama gak ya tidurnya batin irma. Dia membuka matanya perlahan dan terkejut melihat wajah hanum begitu dekat dengannya.
" Mas hanum, Dave mana?"
" Dia sepertinya mengerjai kita lagi, apa kamu masih marah padaku?"
__ADS_1
" Enggak, siapa yang marah?" Jawab irma dengan nada jutek.
" Aku tau gimana ketika kamu marah atau tidak ke aku sayang. Jadi percuma aja kalau kamu mau bohong juga udah ketahuan"
" Kalau udah tau ngapain nanya mas?" jawab irma ketus.
" Kenapa kamu selalu belain reyhan sih sayang? Aku kan suami kamu seharusnya kamu bela aku lah dari pada dia"
" Aku bela dia karena dia gak salah sayang. Kematian adik kamu itu cuma kecelakaan sayang yang berhubungan saat itu dengan reyhan sehingga kamu bilang bahwa penyebab kematian adik kamu itu reyhan. Sayang, kamu dengerin aku baik-baik ya. Aku tau gak akan ada orang yang rela kalau orang terdekat apalagi yang paling dia sayang itu meninggal. Aku tau perasaan kamu saat ini sayang tapi seharusnya kamu gak boleh terlarut terlalu dalam sama masalah ini. Seharusnya kamu mencoba ikhlas sayang, aku yakin perasaan kamu akan lebih baik kalau kamu bisa mengikhlaskannya" jelas irma. Hanum terdiam sambil memikirkan perkataan irma.
" Tapi bagaimana dengan janji yang aku berikan pada almarhum adikku, sayang. Jika aku tidak menunaikannya maka aku melanggar janjiku padanya" sahut hanum.
Irma terus meyakinkan hanum yang membuat hanum mengikuti kemauan irma. Sebenarnya hanum sangat tidak rela untuk melepaskan reyhan tetapi agar rumah tangganya baik-baik saja dengan irma, dia menyetujui perkataan irma walaupun sebenarnya dia sudah menyusun rencana besar untuk reyhan dibelakang irma.
" Kamu beneran maafin reyhan kan sayang?"
" Iya sayang, apapun keinginan kamu bakalan aku turutin sayang" jawab hanum memeluk istrinya. Irma terlihat begitu bahagia karena dia tak ingin suaminya bermusuhan dengan pacar sahabat dekatnya sendiri.
Sementara itu dilain sisi reyhan terlihat memperketat penjagaan disekitar rumah diana. Ratmi dan zahra yang baru datang pun tampak terkejut melihat penjaga yang begitu banyak dari sebelumnya.
" Rey, kenapa sepertinya semakin banyak saja ya penjaga dirumah ini"
" Bu, ini semua demi keselamatan kita semua Bu. Reyhan juga berharap ibu dan zahra jangan keluar rumah dulu ya karena terlalu berbahaya"
" Bahaya apa rey? Kenapa mendadak seperti ini?"
" Yasudah kalau begitu rey, diana mana?"
" Ada dikamarnya bu"
Ratmi dan zahra kemudian pergi menyusul diana masuk kedalam kamar. Saat masuk kedalam kamar mereka tak menemukan diana dan langsung kembali menanyakannya pada reyhan.
" Rey, diana gak ada dikamarnya"
" Apa! Tapi tadi ada kok Bu" ujar reyhan yang segera menuju kamar diana. Dia mencari diseluruh penjuru ruangan tapi tidak ada.
Reyhan kemudian menemukan sepucuk surat diatas nakas dan ia segera membacanya.
Hai rey, apa kabar bro? Gimana panik gak? Hahahaha..... Lo baru kehilangan dia sebentar tapi udah panik begini gimana gue yang ditinggal selamanya sama adik gue ha! Pikir bro! Tapi sebentar lagi almarhum adik gue bakalan tenang kok karena diana bakalan nemanin dia disana hahahaha.... Say goodbye to diana bro karena gue jamin lo gak akan ketemu sama dia lagi....
Setelah membaca surat tersebut reyhan segera menghubungi nomor hanum tapi tidak bisa. Dia segera menyuruh pengawalnya untuk mencari diana diseluruh penjuru rumah tapi tidak juga ditemukan. Dia begitu emosi bercampur khawatir yang membuat ratmi ikut khawatir.
" Rey, ada apa sebenarnya ini? Diana dimana dan apa isi surat itu ha!"
" Ibu tenang dulu ya Bu, reyhan janji bakalan bawa diana pulang dengan aman Bu. Ibu tunggu disini dulu ya bu dan jangan pernah keluar rumah"
" Tapi rey..."
" Bu, reyhan mohon bu"
__ADS_1
Reyhan segera pergi mencari tau alamat hanum dari sahabat baik diana karena nomor ponsel irma tak dapat dihubungi.
Dilain sisi hanum terlihat memakai pakaiannya kembali setelah melakukan hubungan seksual dengan istrinya. Irma terlihat masih tertidur pulas.
This is time to play a game batin hanum. Dia segera keluar menuju tempat ia menyekap diana.
Diperjalanan dia terlihat begitu senang membuat reyhan yang selama ini terlihat cuek dan dingin menjadi begitu panik dan khawatir.
' Halo'
' Dimana wanita itu?'
' Dia ada ditempat rahasia kita bos'
' Jaga baik-baik dia disana, saya hanya ingin menjebak reyhan untuk kesana. Jangan sampai wanita itu terluka karena dia sangat berarti bagi istri saya!'
' Baik pak bos'
' Saya akan sampai dalam waktu 15 menit lagi jadi kalian harus menjaganya dengan baik'
' Siap bos'
Sementara reyhan terlihat begitu cemas saat diperjalanan menuju rumah irma. Tampak beberapa pengawal suruhan hanum melarang reyhan untuk masuk.
" Minggir kalian! Saya harus segera bertemu hanum!"
" Maaf tuan tapi bos kami sedang tidak ada dirumah. Dia menyuruh kami untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk kedalam tuan jadi silahkan anda pergi sebelum kami menggunakan tindakan kekerasan"
" Kalian!" seru reyhan kesal dan langsung menyuruh pengawalnya untuk membukakan jalan masuk untuknya. Pengawal tersebut pun saling berkelahi yang membuat kegaduhan. Hal itu membuat irma terbangun dari tidurnya.
" Hadeuh.... Ada apa sih diluar? Berisik banget!" Pekik irma kesal. Dia segera memakai pakaiannya dan berjalan menuju keluar.
" Ada apa ini!" Pekik irma yang membuat pengawalnya terdiam dan terkejut melihat irma terbangun.
" Irma, dimana diana?"
" Diana! Maksud kamu apa rey?"
" Lihat ini!" Seru reyhan melemparkan surat yang tadi ia temukan dikamar diana. Setelah membacanya membuat irma begitu kecewa terhadap hanum yang membohonginya.
Saat salah seorang anak buah hanum akan menghubunginya, irma segera mengambil ponsel tersebut dan melemparkannya.
" Siapapun yang berani menghubungi mas hanum maka dia akan jadi penyebab kematian saya!" Tegas irma yang membuat para pengawal tersebut terdiam.
" Rey, aku benar-benar gak tau kalau mas hanum udah nipu aku rey. Dia bilang kalau dia akan maafin kamu tapi ternyata dia cuma pura-pura rey" ujar irma lagi.
" Nanti aja minta maafnya ma, sekarang kita harus cari diana dulu"
" Kalian semua! Kemana mas hanum pergi ha!" tanya irma pada para pengawal dan mereka terlihat bungkam.
__ADS_1