
Ternyata itu adalah mamanya galang yang baru saja tiba. Dia langsung menghampiri anaknya yang sedang bersedih.
" Galang, kamu kenapa nak? "
Galang hanya terdiam sambil terus menatap jenazah dihadapannya. Erna yang melihat zevi pingsan pun merasa terkejut.
" Mas setya, zevi kenapa?"
" Dia gak kuat menerima kepergian putri kami er"
" Putri kalian?" Ujar erna yang sangat terkejut. Dia lalu mendekati jenazah tersebut sementara setya membawa zevi keluar. David yang masih kesal pada galang pun mendorong galang menjauhi jenazah tersebut.
" Minggir lo! Jangan pernah deketin jenazah sepupu gue. Pergi lo dari sini sekarang!" tegas david yang begitu emosi.
" David! Udah nak. Ikut mama sekarang" ajak fifi sambil membawa putranya tersebut keluar dari kamar jenazah tersebut dengan paksa. Erna kemudian mendekati putranya tersebut.
" Mama ngapain kesini ma? Lebih baik mama pulang sekarang ma" pinta galang.
" Kenapa nak? Apa mama gak boleh lihat ririn disini nak?"
" Bukan gitu ma, galang gak mau mama sakit hati berada disini ma. Mama lebih baik pulang aja ya sama ocha"
" Sayang, ada yang harus mama omongin sama kamu nak"
" Omongin apa lagi ma, mama pulang aja ya"
" Tapi nak, harus bicarain ini sekarang"
" Ma, galang mohon tolong ngertiin galang sekarang ma"
Kayaknya ini bukan waktu yang tepat untuk aku jelasin semuanya sama galang. Kondisi dia saat ini begitu rapuh dan sangat sedih karena kehilangan ririn. Lebih baik aku tunggu dia lebih tenang dulu batin erna lalu pergi keluar.
Jason yang melihat diana berpelukan terus dengan reyhan pun merasa gerah berada diruangan itu. Dia kemudian keluar dengan wajah kesal.
" Permisi mbak, jadi jenazahnya kapan akan dibawa"
" Sekarang juga sus, kami akan membawanya pulang" jawab diana berlinang air mata. Reyhan terus memeluknya dengan erat dan memberikan perhatian pada diana. Galang masih terlihat tidak rela dan masih berusaha membangunkan jenazah tersebut.
" Rin! Ririn! Bangun sayang, kamu udah janji kan sama aku kalau kita bakalan bersama terus. Kamu juga janji gak akan ninggalin aku kan tapi kenapa kamu malah ninggalin aku sekarang. Kamu gak boleh ingkari janji kamu Rin, bangun!"
" Galang! Udah, kamu jangan begini dong. Kamu harus tabah lang, apa kamu pikir dengan teriak-teriak begini ririn bisa bangun ha! Sadar galang, kamu harus ikhlasin dia" pekik ocha.
__ADS_1
Pengurusan jenazah pun selesai dan mereka segera membawa jenazah ririn kerumah ririn. Suasana begitu penuh tangis dan haru. Para sahabat ririn juga datang mengunjungi rumah duka tersebut.
Zevi masih terlihat sangat histeris dan tak terima akan kematian putrinya. Dia terus saja menangis.
" Sayang, kamu harus tabah. Ini cobaan untuk kita vi, kita harus bisa menerimanya"
" Mas, aku gak bisa ikhlasin kepergian ririn. Dia anakku satu-satunya mas, bahkan aku juga jarang menghabiskan waktu dengannya. Aku terlalu sibuk dengan bisnis dan bisnis hingga aku melupakan putriku mas. Ini semua karena aku mas, ini salah aku"
" Sayang, kamu jangan nyalahin diri kamu seperti ini ya. Allah sangat menyayangi ririn makanya dia mengambil ririn dari kita. Aku mohon tolong kuatkan hati kamu ya sayang" sahut setya yang berusaha tegar padahal hatinya begitu sedih tetapi jika dia juga memperlihatkan kesedihannya maka zevi nanti akan semakin lemah saja.
Galang dan ocha hanya duduk diluar. Galang terlihat merenung dan terus saja meneteskan air mata.
" Galang"
" Ocha, aku mohon tolong biarin aku sendiri dulu ya. Aku lagi pengen sendiri"
" Oke kalau kamu mau itu, tapi aku harap kamu gak akan nyalahin diri kamu karena kepergian ririn ini lang. Ini memang udah jalan Allah buat dia jadi aku harap kamu jangan nyalahin diri kamu lagi ya" sahut ocha lalu meninggalkan galang. Saat berjalan menjauhi galang ocha tak sengaja menabrak jason yang juga ada disitu.
" Maaf gak sengaja" ujar ocha.
" Iya gak apa-apa"
" Kamu siapa? Sepupu ririn atau siapanya?" tanya ocha penasaran.
" Oh gitu"
" Kalau kamu siapa?"
" Saya sahabat pacarnya ririn, ocha"
" Jason"
" Kasihan ya mereka padahal saling mencintai tapi harus dipisahkan maut seperti ini. Gak kebayang gimana beratnya duka yang harus ditanggung galang dan keluarga ririn" seru ocha sambil memandang kedalam rumah yang dipenuhi orang yang datang berkunjung.
" Aku juga gak nyangka banget, padahal ririn dokter yang asik. Kenapa Allah malah ngambil cewek sebaik dia ya?"
" Allah lebih sayang dia jason"
Jason kemudian menatap kearah ocha, ntah mengapa saat dia menatap ocha dia merasakan sesuatu yang berbeda.
Cewek ini padahal gak begitu kenal dengan ririn tapi dia terlihat sangat perhatian dengan ririn batin jason yang memuji ocha. Jason kemudian tersadar seketika.
__ADS_1
Kenapa aku malah muji-muji ni cewek sih? Ingat jason, wanita yang sempurna dan cocok buat kamu hanya diana bukan yang lainnya batin jason.
Melihat jason melamun sambil memandangi dirinya membuat ocha heran.
" Kamu ngelamunin apa sih son?"
" Enggak, aku gak melamun kok"
" Yang bener?"
" Iya"
Tak lama kemudian jenazah tersebut pun dimakamkan. Tangis masih menyertai mereka semua yang masih tak rela kehilangan ririn.
Sementara itu karmila dan jordan terlihat masih mengikuti diana hingga sekarang.
" Kar, kayaknya kita gak bisa ngelakuin apa-apa sekarang? Kamu lihat itu kan. Reyhan selalu ada disamping diana dan gak beranjak sedikitpun. Lebih baik lain kali aja kita ngelakuin rencana kita ya" ujar jordan memberikan usulan.
" Aku gak mau jordan. Semakin lama kita ngelakuin rencana ini maka akan semakin sulit. Pokoknya kita harus menunggu mereka agak lengah baru kita bertindak" tolak karmila.
" Kamu nih ya, keras kepala banget sih dibilangin. Kalau kamu sampai kenapa-kenapa gimana? Aku gak mau kamu dalam bahaya karmila jadi tolong dengerin aku kali ini"
" Aku gak takut bahaya apapun jordan. Aku juga rela mati demi dendam aku ini, pokoknya aku mau mereka menderita jordan"
" Jangan gila kamu kar! Kita bisa pikirin rencana lain nanti. Aku gak mau ya kita mati konyol karena dendam kamu! Pokoknya kita pulang sekarang" paksa jordan menarik tangan karmila. Dia langsung membawa karmila kedalam mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setelah selesai pemakaman, galang tampak masih menunggu disamping nisan ririn. Dia terlihat begitu sedih sambil terus menatap nisan ririn.
" Lang, udah ya. Kita pulang sekarang, hari juga udah mau gelap lang" ajak ocha.
" Enggak cha. Aku masih mau disini, kalau kamu mau pulang. Pulang aja duluan" tolak galang yang terus saja menatap nisan ririn.
Tiba-tiba seseorang memegang pundak ocha yang membuat dirinya terkejut. Ocha sontak melihat kearah belakang.
" Ririn" lirih ocha pelan.
" Ocha, kamu pulang aja duluan. Aku masih mau disini"
Apa yang dibelakang aku ini hantunya ririn ya? Aku kan gak ada salah apa-apa sama dia, kenapa hantunya malah datengin aku sih batin ocha panik.
Ocha yang ketakutan pun segera berlari pergi dari tempat tersebut meninggalkan galang. Galang tampak masih fokus memandang nisan kuburan ririn.
__ADS_1
" Seandainya aku bisa nahan perkataan aku rin, seandainya aku gak ngomong semuanya sama kamu, seandainya aku bisa nahan emosi aku rin. Kamu pasti gak akan ngalamin semua ini. Kamu juga pasti bakalan baik-baik aja sekarang. Aku sayang banget sama kamu rin, aku gak mau kamu ninggalin aku" ujar galang yang merasa begitu bersalah.