Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 41


__ADS_3

Diana merasa begitu nyaman berada dipelukan reyhan hingga membuat ia tertidur karena sejak tadi ia menangis. Reyhan tak tega melihat kondisi diana yang seperti itu.


Reyhan menggendong diana dengan hati-hati ke atas ranjang lalu menyelimutinya. Reyhan pun mengambil ponselnya dan menelpon radit.


' Halo pak bos'


' Dit, secepatnya kamu cari tau tentang dion ayah kandungnya zahra dan bawa semua data-datanya pada ku sekarang'


' Siap pak bos' ujar radit lalu dengan segera mencari data tentang dion.


Ketika dia ingin pergi tampak clarisa menghadangnya.


" Mau kemana?" Tanya clarisa.


" Bukan urusan kamu" balas radit dingin dan ingin pergi tetapi clarisa menghadang dengan tangannya.


" Kasih tau aku dulu baru boleh pergi"


Kalau aku ladenin clarisa bisa lama nih. Pak bos reyhan bisa marah besar nanti batin radit.


Radit menarik tangan clarisa sehingga clarisa jatuh ke pelukannya.


" Jangan macam-macam denganku clarisa. Kamu tau kan apa yang bisa aku perbuat sama kamu kalau kesabaran aku habis" bisik radit.


Clarisa segera menutup mulutnya dengan tangannya karena jika radit kehabisan kesabaran padanya radit akan membuatnya diam dengan menciumnya.


Melihat clarisa seperti itu membuat radit tertawa lalu segera bergegas pergi ke tempat reyhan.


Dia gak pernah berubah dari dulu batin clarisa. Ketika clarisa ingin masuk kedalam ruangannya tampak seorang lelaki menghampirinya.


" Kak risa" panggil lelaki tersebut yang membuat clarisa menoleh kearahnya.


" Dion, kamu ngapain disini?" Balasnya.


" Kak, aku ada kabar baik kak. Aku udah nemuin anak aku"


" Ayo ngobrol diruangan kakak aja" ajak clarisa menarik dion keruangannya.


" Kita kan bisa bahas ini dirumah kenapa kamu harus kesini?" Ujar clarisa.


" Ya mau gimana lagi kak, Dion lagi bingung sekarang gak tau mau bilang sama siapa makanya dion kesini"


" Yaudah lain kali tunggu kakak pulang aja baru bahas masalah kayak gitu"


" Iya kak"


" Terus gimana anak sama wanita yang kamu tinggalin itu?"

__ADS_1


" Cewek itu udah meninggal dunia kak dan sekarang anakku yang masih tersisa kak, tapi kakak dari cewek itu gak mau ngasih anak aku kembali kak bahkan dia bohong sama aku kak. Dia bilang anak itu anak dia sama suaminya padahal itu anak aku kak, untung bibi jeni bilang yang sebenarnya kak jadi aku tau kebenarannya kak" jelas dion.


" Dion menurut kakak kenapa kamu gak ngasih anak itu ke dia aja sih? Kamu kan tau kalau mama sama papa sampai tau kamu punya anak diluar nikah itu bakalan jadi masalah besar buat keluarga kita bukan cuma itu reputasi keluarga kita juga bakalan hancur dimata masyarakat. Jadi kakak mau kamu pikir baik-baik dulu, apa kamu beneran mau ngerawat anak itu sendiri?" Balas clarisa.


" Tapi dia anak dion kak, dion gak mau lepas tanggung jawab dion ke dia"


" Kakak tau dia anak kamu tapi kamu juga harus mikirin keluarga kita dong kalau sampai papa tau dia nanti bisa kena serangan jantung. Kamu mau papa sakit?"


" Terus gimana kak?"


" Kakak gak ngelarang kamu buat ketemu sama anak kamu itu tapi kamu gak boleh bawa anak itu kerumah. Biarin aja kakak cewek itu yang ngerawat nya"


Sebenarnya hati dion sangat berat untuk mengatakan iya tapi ia tak punya pilihan karena ia tak pernah bisa menolak permintaan kakaknya.


" Yaudah kak dion bakalan biarin kakak cewek itu yang ngerawat dia"


" Gitu dong baru adik kakak. Oh ya, kakak masih banyak kerjaan nih nanti aja ya kita lanjutin bahas itu dirumah"


" Iya kak. Kalau gitu dion pulang ya kak"


" Iya hati-hati dijalan "


" Iya kak" jawab dion lalu pergi meninggalkan ruangan clarisa.


Dion.. Dion... Ada-ada aja kamu. Kakak aja belum nikah, kamu malahan udah punya anak sekarang batin clarisa.


Sementara itu radit yang baru tiba dirumah sakit langsung menuju ruangan reyhan.


" Maaf pak bos tadi ada kendala sedikit "


" Baiklah kali ini saya maafkan tapi lain kali jangan diulangin lagi"


" Siap pak bos"


" Mana file yang saya minta "


" Ini pak bos" ujar radit memberikan berkas-berkas yang dibawanya pada reyhan.


Reyhan memeriksa berkas tersebut dengan teliti.


" Apa-apa aja informasi lainnya yang kamu dapat"


" Pak bos saya mendapat informasi bahwa keluarga dion merupakan keluarga yang bereputasi baik dimasyarakat. Selain itu pak bos, dion juga merupakan adik dari clarisa sekretaris umum pak bos"


" Apa adik clarisa?"


" Iya pak bos"

__ADS_1


" Apa ada informasi lain lagi?"


" Tidak ada pak bos hanya itu info yang saya dapatkan"


" Baiklah kalau begitu kamu boleh pergi sekarang"


" Baik pak bos" balas radit lalu pergi meninggalkan reyhan.


Ini akan jadi masalah yang makin rumit kalau clarisa tau. Dia kan selalu ngejar-ngejar aku, dia pasti bakalan jadiin zahra sebagai umpan biar aku bisa jadi kekasihnya. Ini gak bisa aku biarin aku harus secepatnya bicara berdua dengan dion tanpa diketahui clarisa. Aku gak tega lihat diana begini batin reyhan.


Lalu reyhan mengelus rambut diana perlahan dan menggenggam tangan diana.


" Aku bakalan lakuin apapun demi kamu na" guman reyhan pelan.


Reyhan segera mengambil ponselnya dan menelpon dion.


' Halo ini siapa?' tanya dion.


' Apakah kamu tidak sibuk sekarang?'


'Ini siapa ya? Maaf anda mungkin salah sambung'


' Saya tidak salah sambung. Anda dion kan, saya tunggu dicafe y sekarang juga' ujar reyhan lalu menutup telponnya.


Reyhan pun mengganti pakaiannya lalu pergi menuju cafe y.


" Kalian jaga diana baik-baik, saya ada urusan diluar"


" Siap pak bos"


Diperjalanan menuju cafe y reyhan terus saja merasa tak tenang, karena melamun saat menyetir mobil reyhan hampir menabrak seorang wanita paruh baya. Reyhan turun dari mobil dan menghampiri wanita tersebut.


" Maaf buk saya tidak sengaja" ujar reyhan menolong wanita tersebut.


" Iya gak apa-apa nak. Lain kali hati-hati bawa mobilnya" jawab wanita paruh baya tersebut lalu pergi. Reyhan pun melanjutkan perjalanannya ke cafe y.


Sesampainya di cafe y tampak dion sudah ada di sana dengan segelas jus anggur. Reyhan langsung menghampirinya.


" Anda dion?" Tanya reyhan.


" Iya" balas dion yang menatap reyhan tajam.


Bukannya ini bos kak clarisa dikantor ya dan yang kemarin ngaku-ngaku jadi ayahnya zahra. Mau ngapain dia ketemu aku disini? Batin dion.


" Bukannya kamu bos kakak saya dan kamu juga kan yang kemarin ngaku-ngaku jadi ayah zahra?" tanya dion.


" Iya saya reyhan bos diperusahaan tempat kakak kamu bekerja, tapi saya disini bukan ingin membahas itu. Saya ingin membahas zahra sekarang"

__ADS_1


" Zahra. Memangnya dia kenapa?"


" Saya mau bernegosiasi sama kamu. Tolong berikan hak asuh penuh zahra pada diana. Kamu kan tau diana lah yang merawat dia hingga sekarang, apa kamu tega memisahkan anak dan ibunya"


__ADS_2