
" Kamu gak salah lang" ujar seseorang dari belakang yang membuat galang terkejut. Ia seperti mengenali suara tersebut. Dia pun perlahan melirik kearah belakangnya.
" Ririn" pekik galang sambil memeluknya dengan erat" Ini beneran kamu kan sayang, aku lagi gak halusinasi kan"
Galang kemudian menatap ririn dari atas hingga bawah. Dia terlihat begitu bahagia saat melihat ririn.
" Ini beneran aku sayang"
" Syukurlah kamu masih hidup sayang, maafin aku sayang. Semuanya salah aku sayang" seru galang menggenggam tangan ririn erat.
" Kita pulang sekarang ya, soalnya ada sesuatu yang harus kamu ketahui dulu sayang"
" Maksud kamu?"
" Ikut aja dulu" pinta ririn. Galang kemudian menurutinya. Ririn membawa galang kerumahnya yang membuat galang menghentikan langkahnya sampai di depan pintu rumah ririn.
" Aku gak mau masuk"
" Galang, kamu jangan keras kepala dong. Masuk sekarang juga"
" Rin, aku gak bisa. Kamu tau sendiri masalah aku gimana kan. Aku gak mau kebawa emosi rin"
" Galang, percaya sama aku ya. Kita masuk sekarang"
" Tapi rin"
" Galang kamu bisa gak sih sekali aja jangan keras kepala"
" Bukannya yang keras kepala itu kamu"
" Kamu nih ya udah tau salah malah nyalahin balik"
" Kan emang bener kamu yang keras kepala rin"
" Kamu! Udah pokoknya kita masuk sekarang" ajak ririn sambil menarik tangan galang masuk kedalam. Disana terlihat keluarga ririn dan mama galang juga ada disana.
" Mama! Mama ngapain disini? Ayo kita pulang sekarang" ajak galang.
" Galang, tunggu dulu nak. Kamu harus dengerin perkataan mama dulu"
" Mau ngomong apa lagi sih ma? Galang gak mau mama sakit hati disini. Lebih baik kita pulang sekarang ma. Ayo ma"
Erna kemudian menjelaskan semuanya pada galang. Awalnya galang tak percaya tapi erna dan setya berusaha terus meyakinkan galang.
" Jadi tante syifa bohong sama galang ma"
" Iya nak"
" Tapi kenapa ma? Apa untungnya juga tante syifa bohong sama galang?"
__ADS_1
" Kamu tau nak, tante syifa sangat membenci papa kamu. Dia selalu ingin melihat papa kamu hancur bersama istri barunya karena dia masih gak rela kalau mama pisah sama papa kamu nak"
" Mama sama papa kenapa bisa pisah?"
" Karena kami berdua tidak memiliki perasaan apapun galang. Papa sama mama mu ini berawal dari sahabat dan setelah kamu lahir pun diantara kami tidak ada perasaan apapun selain persahabatan makanya saat mama mu tau papa suka sama mamanya ririn, dia langsung menyetujui perceraian. Awalnya papa tidak ingin menceraikan mama kamu tapi dia memaksa karena dia tidak ingin terikat dalam hubungan yang tidak memiliki perasaan seperti ini nak. Setelah mama mu meyakinkan papa, makanya papa menikah dengan mamanya ririn. Mama kamu bahkan yang membantu kami untuk menyiapkan acara pernikahan" jelas setya.
Galang terduduk diam disofa, dia menatap kearah ibunya. Erna terlihat menganggukkan kepalanya membenarkan cerita setya.
Galang kemudian melirik kearah setya.
" Maafin galang pa ini semua salah galang"
" Kamu gak salah nak, ini hanya salah paham saja nak"
" Tapi ririn kenapa bisa disini? Terus yang kita kuburin itu siapa?" tanya galang penasaran.
" Itu maling lang" jawab ririn.
" Maling?"
" Iya, jadi waktu aku lagi sedih itu aku pergi ke taman. Aku lupa ngambil ponsel sama jaket aku yang ada dimotor. Kunci motornya juga ketinggalan, eh jadinya raib dah semuanya. Pas aku pulang kesini, aku kaget lihat bendera kuning didepan. Aku langsung masuk karena takut orang rumah kenapa-kenapa. Setelah aku masuk ketemu mama papa dan tante erna. Semuanya jelasin ke aku kesalahpahaman yang terjadi galang makanya aku tau dan langsung nyusulin kamu ke makam" jelas ririn.
David yang baru tiba dengan fifi pun langsung menghampiri ririn.
" Ririn, tante senang banget kamu baik-baik aja nak. Syukurlah kamu masih hidup nak" ujar fifi memeluk ririn.
" Iya tante, ririn juga senang bisa ketemu tante jadi bisa ngerumpi bareng lagi deh hehe" sahut ririn.
Mereka kemudian tertawa bersama. David terlihat masih menatap ririn tajam lalu ia menjewer telinga ririn.
" Kamu nih ya berani-beraninya buat seisi rumah panik"
" Aduh sakit kak, lepasin dong kak sakit" pekik ririn.
David kemudian melepaskan tangannya. Ririn terlihat memegangi telinganya yang sakit.
" Kak david nih ya, main jewer-jewer sembarangan aja. Kalau telinga aku copot gimana?"
" Biarin aja"
" Ih kak david! Ntar aku gak akan mau bantu-bantu kakak lagi ya kalau minta tolong"
" Emang david biasa minta tolong apa rin?" tanya fifi penasaran.
" Biasa tan, tentang kesukaan cewek. Kak david kan bentar lagi mau married"
Semua orang tampak terkejut mendengar perkataan ririn.
" Ririn! Kamu ngomong apa sih? " Pekik david.
__ADS_1
" Emang iya kan? Kak david kan emang udah rencana mau ngelamar sovia kan"
" Kamu nih ya! Mulutnya ember banget"
" Bodo" ujar ririn menjulurkan lidahnya.
Mereka terlihat saling kejar-kejaran satu sama lain.
Dilain sisi diana yang mengetahui kabar ririn baik-baik saja pun merasa sangat lega. Karena kelelahan dia tertidur saat perjalanan menuju kerumah. Reyhan tampak mengeluarkan ponselnya dan memotret diana diam-diam. Ternyata reyhan lupa mematikan flash kameranya yang membuat diana terjaga.
" Reyhan! Kamu ngapain ha?"
" Gak ada sayang"
" Siniin ponsel kamu"
" Gak ada apa-apa na, kamu tidur aja ya sayang"
" Reyhan"
" Diana"
Mereka saling menatap satu sama lain dan saat tatapan mereka begitu dalam. Diana menggerakkan tangannya perlahan mengambil ponsel reyhan.
" Diana, balikin dong"
" Gak mau"
Reyhan hanya pasrah saat ponselnya ada ditangan diana.
Aku udah lama gak lihat media sosial reyhan, jadi penasaran dia chatan sama siapa aja batin diana.
Diana memang mengetahui segala sandi-sandi akun maupun ponsel reyhan. Reyhan pasti memasukkan sandi tanggal ulang tahun diana jika tidak tanggal pernikahan mereka.
" Masih tanggal ulang tahun aku rey"
" Iya dong sayang"
Diana tampak tersenyum senang mendengar jawaban reyhan. Diana terlihat memeriksa ponsel reyhan. Dia hanya melihat chatan reyhan dengan para klien. Dia kemudian membuka media sosial reyhan. Dia melihat ada begitu banyak akun yang menchat reyhan, mulai dari selebriti hingga pengusaha-pengusaha wanita terkenal tetapi reyhan sama sekali tidak membalasnya bahkan ia tidak membacanya.
Wah ternyata rame juga tapi kayaknya mereka semua dikacangin sama reyhan bagus deh kalau gitu batin diana.
Diana kemudian mengembalikan ponsel reyhan.
" Gimana? Ada yang mencurigakan gak" ujar reyhan.
" Apaan sih kamu? Aku cuma gak sengaja lihat-lihat aja kok"
" Mau sengaja atau enggak, kamu tenang aja ya sayang. Aku janji akan selalu menjaga hati ini untuk kamu seorang sayang"
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai. Diana dan reyhan segera memasuki rumah. Zahra dan ratmi tampak telah menunggunya.