
" Tapi cha"
" Jason, tolong dong sebentar aja jangan ngajak ribut kamu"
Jason kemudian diam dan duduk disofa sambil memainkan ponselnya. Ocha kembali membaca buku dengan serius.
Gak ada tampang-tampang seperti ibu hamil dia tapi kalau dia hamil beneran gimana? bisa kacau semuanya kan. Semoga aja perkataan bibik tadi salah deh batin jason berharap.
Sementara itu reyhan dan diana tampak datang mengunjungi anak dari wanita hamil yang ditemui reyhan tadi. Anaknya terlihat begitu murung dan menatap ke arah kakinya yang tak dapat digerakkan lagi.
" Namanya siapa bu?" tanya reyhan pelan.
" Juan"
Mereka pun mendekati juan yang masih menatap kakinya.
" Juan sayang, lihat nak siapa yang datang ngunjungi kamu kesini"
" Ibu ngapain kesini lagi sih Bu? Juan lagi pengen sendiri bu" sahutnya tanpa menoleh.
" Nak, kenapa kamu ngomong begitu sih? kamu jangan begini terus dong nak"
Reyhan kemudian duduk disebelah juan yang membuatnya terkejut dan menggosok-gosok matanya karena tak percaya.
" Ini beneran tuan reyhan" ujarnya yang masih tak percaya.
" Iya juan ini saya reyhan dan ini istri saya diana"
" Tuan reyhan anda benar-benar datang menemui saya" serunya sambil memeluk reyhan erat. Melihat putranya senang membuat wanita hamil tersebut sangat terharu. Diana kemudian merangkul wanita tersebut.
" Kita tinggalkan mereka berdua ya bu, ada yang mau saya bicarakan juga sama ibu" ujar diana.
Mereka kemudian pergi keluar dan duduk dibangku dekat situ.
" Bu, sudah berapa lama juan dirawat disini?"
" Sudah hampir satu bulan nak. Itu pun dikarenakan dia yang tidak mau menuruti perkataan dokter. Dia selalu membantah dan mengatakan hidupnya tidak berguna lagi nak"
" Begini Bu, saya memiliki kenalan seorang dokter yang sepertinya bisa menangani anak ibu karena saya juga melihat beberapa kejadian pernah dialami pasien lain seperti kondisi anak ibu sekarang dan alhamdulillah mereka bisa berjalan kembali bu ya walaupun itu membutuhkan waktu yang lumayan lama" jelas diana memberikan saran.
" Saya juga ingin jika memiliki biayanya diana. Kami hanya dari keluarga kecil dan suami saya hanya seorang buruh biasa yang gajinya kecil. Untuk makan pun kami sudah susah apalagi harus membawanya ke dokter yang lebih profesional lagi, biaya dari mana diana"
" Masalah uang ibu gak usah pikirin ya bu, saya akan menghubungi dokternya besok dan saya disini hanya perlu persetujuan ibu saja"
" Apakah ini sungguh-sungguh diana?"
" Iya bu"
Wanita tersebut tampak menyalami tangan diana dan menciumnya.
" Terimakasih banyak nak, terimakasih. Kamu dan suami kamu memang orang yang sangat baik"
__ADS_1
" Iya sama-sama bu"
Tak lama kemudian reyhan tampak keluar dari ruangan. Diana kemudian menceritakan rencana yang dibuatnya untuk juan pada reyhan dan ia menyetujuinya.
Setelah berbincang-bincang mereka kemudian pamit pada wanita tersebut untuk segera pergi menuju kantor reyhan.
" Rey, aku tadi udah coba hubungin dokter itu dan katanya lusa dia bisa memeriksa juan"
" Bagus dong, lebih cepat lebih baik kan"
" Iya rey, semoga dia bisa balik jalan seperti biasa ya"
" Iya sayang"
" Kamu ngobrol apa aja sama dia didalam rey?"
" Cuma ngasih motivasi aja na biar dia gak murung lagi dan biar lebih semangat lagi"
" Oh... by the way kita tetap ke kantor kamu nih?"
" Iyalah sayang, ini kan jalan udah dekat ke kantor"
" Hadeuh pasti bakalan ngebosenin banget nih"
" Siapa bilang?"
" Aku kan barusan"
" Hmm ya deh terserah kamu aja"
Akhirnya mereka sampai dikantornya reyhan. Dia merasa aneh karena kantornya terlihat tidak seramai biasanya.
" Rey, pegawai kamu banyak kamu PHK ya?"
" Enggak kok"
" Kenapa kantor kamu gak serame biasanya sih? apa jangan-jangan banyak yang cuti ya"
" Enggak sayang"
Mereka kemudian berjalan masuk kedalam tiba-tiba diana dikejutkan dengan para karyawan yang datang satu persatu sambil membawa beberapa kata-kata romantis dan memberikannya pada diana. Lalu disaat terakhir radit dan clarisa datang sambil membawa buket bunga yang begitu besar dan juga kue.
" Rey, ini apa?"
" Kejutan buat kamu sayang. Gimana kamu suka?"
" Suka banget, makasih ya sayang" ujar diana memeluk reyhan.
" Sama-sama sayang, aku senang banget kalau kamu suka "
Akhirnya kamu gak murung lagi na, tetap seperti ini ya sayang selalu jadi sumber semangat dan kebahagiaan aku batin reyhan.
__ADS_1
Mereka kemudian pergi ke dalam ruangan kerja reyhan. Diana meletakkan buket bunga tersebut diatas meja.
" Perasaan hari ini bukan ulang tahun aku rey, terus ini kejutan buat apa?"
" Emang kalau mau ngasih kejutan harus ulang tahun kamu aja apa? ya aku juga pengen kan sekali-kali buat kejutan aja buat kamu"
" Ya tumben banget rey, apa jangan-jangan kamu buat kesalahan ya makanya coba bujuk aku?"
" Gak usah mikirin aneh-aneh ya sayang, aku gak buat salah apa-apa kok. Aku emang pyur pengen kasih surprise buat kamu " jelas reyhan yang kemudian mendekati diana dan memeluknya. Ketika hendak mencium diana tiba-tiba ponsel diana berdering yang membuat wajah reyhan kesal seketika, ia segera mengangkatnya.
" Tunggu ya sayang, ririn nelpon"
" Hmm" jawab reyhan yang kembali duduk dimeja kerjanya.
' Halo rin, ada apa lagi nih?'
' Na, kamu bisa bantuin aku gak?'
' Bantu apa lagi nih?'
' Kamu telpon caca ya bilang aja mau ketemu dia dicafe pelangi'
' Ngapain ketemu disana rin?'
' Ih bukan kamu beneran na yang ketemu tapi aku bakalan buat caca ketemu sama adam'
' Wah gak waras kamu ya rin, ngapain sih kamu nyuruh mereka ketemuan segala?'
' Diana, udah deh ya gak usah banyak bicara tinggal bilang aja kok ke caca'
' Mana bisa gitu rin, ini masalah hati lho jangan main asal jodoh-jodohin anak orang aja kalau nanti ternyata salah satunya masih mendam perasaan sama mantannya gimana? bisa makin galau kan'
' Percaya aku diana, aku yakin mereka pasti cocok kok'
' Rin kamu beneran udah mikirin ini mateng-mateng kan. Lagian adam artis lho emang dia ada waktu apa?'
' Kalau masalah adam kamu gak usah pusing na, Sekarang kamu cepat telpon atau chat caca deh suruh ketemu disana ya sekarang juga soalnya waktu adam tu gak banyak '
' Gak mau ah, kamu aja yang bilang'
' Ih diana kayak gak tau caca aja, diakan cuma mau nurut ke kamu na'
' Yaudah deh tapi kalau rencana kamu hasilnya zonk kamu yang tanggung jawab ya
' Iya na'
Diana kemudian memutuskan panggilannya dan mengirim pesan pada caca.
Me : Ca, kita ketemuan dicafe pelangi sekarang juga ya ada yang mau aku omongin
Caca : Oke na, aku siap-siap bentar yak
__ADS_1