Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 53


__ADS_3

Tiba-tiba zahra datang menghampiri ratmi dan karin.


" Oma lagi ngapain?" tanya zahra yang membuat mereka terkejut dan segera membawa zahra ke ruang tamu.


" Gak ngapa-ngapain kok sayang" balas ratmi.


" Bunda mana Oma? Zahra pengen bobo siang sama bunda"


" Bunda,lagi sama ayah sayang. Kalau zahra bobonya sama bi sumi dulu aja gimana?"


" Hmm tapi zahra maunya bunda"


" Gini aja deh. Kalau oma yang temenin gimana?"


" Yaudah iya oma"


" Sekarang zahra tunggu dikamar dulu ya ntar lagi oma kesana"


" Beneran ya oma "


" Iya sayang"


Zahra pun pergi kembali ke kamarnya.


" Zahra, kayaknya manja banget ya sama diana dan kamu rat" ujar karin.


" Ya mau gimana lagi rin dia kan masih kecil makanya sikapnya begitu"


" Iya rat, kalau begitu aku pulang aja ya soalnya kalau lama-lama disini kayaknya reyhan gak bakalan suka aku disini"


" Cepat banget sih pulangnya rin nanti aja pulangnya kalau gak nginap aja disini kenapa?"


" Aduh rat kayaknya gak bisa kalau sekarang, aku masih ada urusan juga dirumah. Bentar lagi kita kan jadi besan jadi bakalan sering ketemu juga kok. Lain kali aja ya aku nginap disini"


" Yaudah deh kalau kamu bilangnya begitu. Hati-hati dijalan ya"


" Iya " balas karin sambil memeluk sahabatnya tersebut lalu pergi keluar. Ratmi mengantar karin sampai depan rumahnya. Wajah reyhan yang tadinya tertawa berubah jadi datar saat melihat karin keluar.


Mau apa lagi sih dia? Batin reyhan kesal.


Diana menggenggam tangan reyhan yang membuat reyhan melirik kearahnya.


" Rey, kayaknya mama kamu mau pulang yuk kita antar sampai depan"


" Kamu aja. Aku malas"


" Reyhan!"


" Diana"

__ADS_1


" Kamu susah banget sih dibilangin"


" Kamu juga. Aku kan bilang malas Kenapa masih dipaksa juga"


" Kalau kamu gak mau ikut keluar nganterin mama kamu, aku gak akan mau bicara lagi sama kamu" ujar diana lalu pergi menghampiri karin dan ratmi yang sedang berdiri didepan pintu rumah. Karin tampak memperhatikan diana dengan seksama yang membuat diana juga melihat dirinya sendiri.


Apa ada yang salah ya sama aku? Kenapa mama reyhan lihatin aku gitu banget batin diana.


" Diana sayang kamu antar tante karin sampai didepan ya soalnya ibu mau nemanin zahra dulu"


" Iya bu" balas diana sambil tersenyum tipis.


Disepanjang jalan menuju mobil Karin, diana hanya diam dan tak tau ingin berkata apa. Dia sangat canggung sekali berada didekat karin karena ia tidak begitu dekat dengan karin.


Karin memegang kedua tangan diana yang membuat dia terkejut.


" Gak usah tegang gitu na" ujar karin sambil tersenyum.


" Iya tante" balas diana.


" Diana, maafin tante ya kalau tante selama ini ada salah ke kamu? Seharusnya tante tau lebih awal kalau kamu itu sumber kebahagiaan reyhan dan seharusnya tante gak memaksakan reyhan bersama tika"


" Tante gak salah apa-apa kok tante dan itu semua mungkin udah takdir. Diana yakin tante pasti ngelakuin itu demi kebaikan reyhan"


" Kamu emang anak yang baik diana. Sifat kamu sangat persis dengan ibu kamu"


Diana hanya tersenyum mendengar perkataan karin. Tiba-tiba reyhan datang menghampiri mereka berdua dengan wajah datar dan menarik tangan diana dari genggaman karin.


" Dia bilang apa ke kamu?"


" Rey, kamu bisa gak hormat dikit aja ke mama kamu. Dia orang tua kamu lho Rey"


" Udah diana, gak apa-apa. Tante udah biasa kok dengan sikap reyhan yang seperti ini. Yaudah kalau gitu tante pulang dulu ya"


" Iya tante hati-hati dijalan" ujar diana sambil mencium punggung tangan karin.


Diana menatap tajam reyhan dan menggunakan gerakan matanya untuk menyuruh reyhan juga menyalam karin tapi reyhan tampak tak peduli.


" Kamu mau nyalam mama kamu atau gak?" Bisik diana pada reyhan yang membuat reyhan langsung menyalam karin dan dengan cepat dia melepaskan tangannya. Karin terlihat sangat bahagia karena ini pertama kalinya reyhan mau menyalam dirinya.


Karin segera menaiki mobil dan pergi. Kini hanya ada diana, reyhan dan beberapa pengawal disitu. Reyhan sengaja memperketat penjagaan dirumah diana dan diana juga sudah menyetujuinya demi kebaikan zahra.


Sementara itu dilain sisi tika dan maminya tampak sedang bersantai disalon. Ponsel mami tika pun berdering dan ia segera mengangkatnya.


' Halo, ada apa?'


' Bos sandera kita telah lepas bos dan beberapa penjaga kita juga ada yang ditangkap. Yang lebih buruknya lagi mereka tau kalau bos yang menyuruh kami menangkap anak tersebut. Sekarang mereka sedang mengejar saya bos'


' Apa! Bagaimana bisa mereka tau? Kalian saya bayar mahal tapi pekerjaan begini aja gak becus'

__ADS_1


" Telpon dari siapa mi?" Tanya tika penasaran karena maminya terlihat kesal.


" Salah satu karyawan kantor mami sayang. Mami keluar sebentar ya "


" Oh.. iya mi"


Mami tika segera pergi keluar.


' Halo, siapa yang berani membebaskan anak itu'


' Dia adalah radit bos, sekretaris pribadi reyhan'


Apa jadi reyhan udah tau masalah ini? Kurang ajar cewek rendahan itu beraninya dia memberi tau reyhan. Kacau semuanya! Bagaimana ini pasti reyhan akan membatalkan pernikahannya dengan tika dan anakku pasti akan sangat sedih. Enggak... Itu semua gak boleh terjadi batin maminya tika.


' Saya gak mau tau ya bagaimana pun caranya kalian harus bisa mendapatkan anak tersebut dan kalau bisa kalian juga harus menangkap ibunya lalu habisi dia '


' Tapi bos rumah wanita itu sekarang dijaga sangat ketat oleh pengawal reyhan'


' Saya gak peduli pokoknya kalian harus jalanin perintah saya ' balas maminya tika lalu memutuskan telponnya.


Lalu ia pun menekan nomor telepon diana dan menelponnya.


' Halo'


' Wanita busuk kamu. Beraninya kamu ngelanggar perjanjian kita. Lihat aja apa yang saya akan lakukan ke kamu'


Reyhan langsung mengambil ponsel yang ada ditangan diana.


' Halo mami, wah nampaknya mami sekarang udah mulai berani ya ngusik orang disekitar reyhan'


Reyhan, bagaimana dia tau ini aku? batin maminya tika.


' Kenapa diam mi? Kaget karena reyhan tau ini nomor mami. Mami lupa reyhan siapa? Mami dengarin reyhan ya, jangan berani-beraninya lagi ganggu orang disekitar reyhan atau reyhan bakalan ngelakuin hal yang gak pernah terbayangkan sama mami ' ujar reyhan lalu memutuskan telponnya.


" Gimana rey?" tanya diana.


" Udah na kamu tenang aja dia gak akan berani lagi ganggu kamu" balas reyhan.


Sementara itu maminya tika semakin kesal saja.


Dasar anak kurang ajar kamu Reyhan! Kamu belum tau aja saya siapa? Kita lihat aja kamu atau aku yang akan menang disini batin maminya tika.


Tika tampak keluar mencari maminya karena belum kembali juga.


" Mami, lama banget sih nelponya"


" Iya sayang tadi itu ada klien penting makanya agak lama"


" Mi, tika pengen banget jadi pengantin yang tercantik disamping reyhan nanti mi. Tika gak sabar lagi mi nunggu hari pernikahan kami" ujar tika yang terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


Mami gak tau gimana reaksi kamu sayang kalau reyhan sampai batalin pernikahan ini, tapi mami bakalan berusaha sekuat tenaga untuk membuat kamu selalu bahagia batin maminya tika.


__ADS_2