
Kopi buatan tika pun telah siap. Dia terlihat begitu bersemangat untuk mengerjai manager tersebut.
Tak lama ob yang tika suruh untuk membeli nasi goreng tadi pun datang. Dia membawa nasi goreng pesanan tika ditangannya. Ob tersebut kemudian memberikannya kepada tika.
" Mbak, apa tidak terlalu pedas level segitu buat mbak?"
" Siapa bilang nasi goreng ini buat saya pak"
" Maksud mbak?"
" Ini buat manager gendut itu pak"
" Aduh mbak jangan cari perkara sama dia mbak. Nanti mbak bisa kena masalah mbak"
" Bapak tenang aja ya, saya bakalan baik-baik aja kok pak. Oh ya, bapak bisa antar saya keruangan dia"
" Tapi Mbak"
" Aduh tenang aja deh pak. Saya yakin semuanya bakalan baik-baik aja"
" Baiklah mbak"
Tika kemudian membawa nasi goreng dan kopi buatannya tadi. Mereka menuju ruangan manager gendut tersebut.
Sesampainya didepan ruangan ob tersebut kemudian membukakan pintu dan mambiarkan tika masuk walaupun sebenarnya dalam hatinya begitu cemas kini.
Tika masuk dengan santai sambil tersenyum. Lalu ia meletakkan makanan tersebut diatas meja manager tersebut.
" Ini makanan dan minumannya buk, silahkan dinikmati mumpung masih hangat"
" Gini dong kalau jadi ob itu harus nurut sama atasan. Kalau kamu nurut gini saya kan gak perlu susah payah harus marah-marah dulu" jawabnya sambil membuka bungkus nasi goreng.
Silahkan nikmati itu manager gendut hehehe batin tika begitu tak sabaran untuk melihat ekspresi manager tersebut.
__ADS_1
Manager tersebut mulai menyuapkan nasi goreng tersebut kedalam mulutnya. Matanya langsung melotot dan dia pun menyemburkan nasi tersebut. Dia kemudian meminum kopi yang dibuat tika tetapi rasanya begitu asin yang membuatnya mengeluarkannya lagi.
" Dasar ob kurang ajar kamu! Kamu sengaja ya lakuin ini ha!" Seru manager tersebut sambil menahan pedas. Dia mencari air putih yang ada didalam tasnya lalu meminumnya dengan buru-buru.
" Gimana rasanya enak gak? Itu cocok buat kamu!" Jawab tika lantang. Tika hanya tertawa puas melihat ekspresi yang diberikan oleh manager tersebut.
" Kamu! Lihat aja ya saya akan laporkan kamu keatasan agar kamu segera dipecat dan kamu juga ob lama disini kan. Saya juga akan pastikan kamu dipecat" tegas manager tersebut.
" Maafkan saya buk, tolong jangan pecat saya buk. Ini adalah satu-satunya mata pencarian saya buk, kalau saya dipecat mau makan apa anak istri saya buk" jawab ob tersebut sambil bersimpuh dihadapan manager gendut itu.
Tika menjadi begitu kesal melihat ob tersebut memohon pada manager itu.
" Pak, ayo berdiri! Orang kayak dia gak pantas dimintai maaf pak. Seharusnya dia yang minta maaf" ujar tika.
" Mbak, sudahlah mbak tolong jangan buat ibu marah lagi mbak. Lebih baik mbak segera minta maaf juga mbak" jawab ob tersebut.
Apa? Gue minta maaf! Gak akan pernah. Ini kantor suami gue dan gue harus minta maaf sama orang gak berotak kayak begini, gak akan pernah. Awas aja lo ya manager gendut, gue bakalan nyuruh arsen buat pecat lo batin tika. Dia menolong ob tersebut berdiri.
" Hahaha jaminan apa yang bisa kamu berikan ha! Jangan pikir mentang-mentang kamu datang kemari dengan dandanan cantik begini pak arsen bakalan mau maafin kamu. Kamu tau pak arsen tidak akan pernah memaafkan pendatang baru seperti kamu dan kamu juga ob rendahan"
Tika hanya tersenyum mendengar perkataan manager tersebut yang membuat manager dan ob tersebut heran. Tika melirik name tag yang dipakai wanita tersebut.
Oh nama dia enjel, gak cocok banget sama sifatnya yang kayak iblis gini batin tika.
" Saya gak takut sama atasan kamu, silahkan panggil dia kemari. Kita lihat saja apakah dia berani memecat bapak ini" tantang tika.
" Wah.. saya sangat terkesan dengan kepercayaan diri kamu yang begitu tinggi. Baiklah kalau begitu, lebih baik sekarang kalian kemas-kemas saja barang kalian karena kalian berdua akan segera dipecat dari sini" jawab enjel dengan gaya sombongnya. Dia kemudian pergi mencari arsen.
Sementara ob tersebut terlihat begitu ketakutan. Dia terlihat cemas dan panik karena tak tau harus mencari kerja dimana lagi.
" Pak herman, santai aja ya pak. Saya kan tadi udah menjamin bahwa bapak tidak akan dipecat dari sini jadi bapak tenang aja ya pak" seru tika menenangkan ob tersebut.
" Tapi Mbak, kalau saya dipecat bagaimana? Anak sama istri saya nanti harus makan apa mbak dirumah"
__ADS_1
" Udah pak gak usah mikirin itu. Bapak percaya aja sama saya ya pak"
Beberapa menit kemudian enjel datang menjemput tika dan herman. Mereka berdua dibawa keruang rapat karena arsen ada disana. Dia baru saja selesai rapat.
Tika berjalan dengan gaya santai sedangkan herman terlihat gemetar.
Wanita ini tidak ada takut-takutnya sama sekali padahal dia akan dipecat sebentar lagi batin enjel menatap tika sinis.
Saat memasuki ruangan arsen terkejut melihat tika datang bersama enjel dan herman. Tika memberikan kode pada arsen agar diam saja. Arsen pun mengerti kode yang diberikan oleh tika.
" Pak, saya telah membawa kedua ob yang tidak becus dalam pekerjaannya pak" ujar enjel dengan bangganya.
Mendengar enjel menyebut istrinya ob membuatnya mengepalkan tangannya.
" Saya merasa tidak melakukan apapun pak, dia menyuruh saya membelikan dia nasi goreng dan membawakan dia minuman. Saya telah melaksanakannya lalu dimana salah saya pak" jawab tika santai.
" Kamu masih berani membantah walaupun sudah dihadapan pemilik perusahaan ini. Pak coba bapak lihat sikapnya yang tidak sopan itu pak, saya berharap bapak bisa memecat dia karena sikapnya yang buruk itu pak" sahut enjel.
" Tolong pak jangan pecat saya pak. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini pak" pinta herman sambil mengatupkan kedua tangannya.
Tika kemudian berjalan mendekati arsen dan duduk diatas pangkuan arsen. Manager dan ob tersebut sangat terkejut melihat tika yang sangat berani duduk dipangkuan arsen.
" Kamu sedang apa ha! Cepat berdiri! Sangat memalukan sekali" ujar manager tersebut lalu ia berkata lagi " Pak coba bapak lihat perlakuan wanita itu pak, dia sangat tidak sopan bahkan dihadapan bapak"
" Sayang, aku rasa wanita gendut itu tidak pantas jadi manager perusahaan ini jadi aku minta kamu segera pecat dia ya" pinta tika sambil melingkarkan tangannya pada leher arsen.
Herman dan enjel begitu terkejut mendengar perkataan tika. Mereka tak menyangka bahwa wanita itu adalah kekasih arsen.
" Kenapa diam kamu enjel? Apa ada yang mau katakan lagi" tegas arsen kesal. Enjel terlihat diam tanpa kata. Dia tak tau harus berkata apa lagi karena dirinya bersalah.
" Iya buk manager kenapa diam? Bukannya kamu ingin melaporkan saya. Silahkan laporkan semuanya tapi sebelum itu ijinkan saya memperkenalkan diri dulu ya. Saya tika istri dari arsen pemilik perusahaan ini" seru tika.
Manager tersebut tertunduk malu akan semua perkataannya. Dia merasa dirinya kini telah masuk jebakannya sendiri. Dia berniat ingin arsen memecat tika dan herman tetapi sepertinya niatnya itu hancur seketika.
__ADS_1