Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 67


__ADS_3

" Reyhan, lepasin aku dong" bisik diana kali ini dengan muka geram yang membuat reyhan segera melepaskan pelukannya.


" Kamu kemana aja sih? kenapa gak ngirim pesan atau nunggu pengawal dulu biar ada yang nemanin kamu"


" Rey, ceritanya panjang pokoknya. Ntar aja aku ceritain sekarang kita pulang ya" ajak diana.


Reyhan mengangguk dan mereka bergegas menuju ke mobil reyhan.


" Na, kalau gitu aku balik duluan ya" ujar caca.


" Kamu yakin ca? kalau gak kamu nginap dirumah aku atau ririn gimana soalnya aku masih rada was-was ca kalau kamu dirumah sendiri"


" Iya na, ntar aku kerumah ririn kok. Kamu gak usah khawatir ya, aku udah baik-baik aja sekarang"


" Yaudah hati-hati dijalan ya"


" Oke, bye"


" Bye"


Setelah caca pergi, diana dan reyhan kemudian menaiki mobil dan segera menuju kerumah.


" Kamu sama caca kenapa na? kenapa kamu khawatir banget sama dia? " tanya reyhan yang merasa heran.


Apa aku bilang aja ya sama reyhan masalah jordan tadi tapi reyhan kan lagi sibuk juga sekarang mikirin perusahaan masa aku nambah beban pikiran dia sih. Gimana ya? batin diana tampak bimbang.


" Sayang, kenapa diam?"


" Aku gak apa-apa kok rey, aku cuma khawatir aja sama caca soalnya dia kan tinggal sendiri dirumah makanya aku bilang begitu"


" Yakin itu aja"


" Iya rey"


Kenapa aku ngerasa diana nyembunyiin sesuatu ya? ah mungkin cuma perasaan ku aja batin reyhan. Diana tak banyak bicara selama perjalanan hingga mereka sampai kerumah.


" Bunda" panggil zahra sambil berlari kearah diana yang baru saja keluar dari mobil.


" Zahra, jangan lari-lari nak nanti jatuh lho"


"Maaf bunda. Bunda dari mana aja? zahra dari tadi nyariin bunda sama oma"


" Bunda cuma keluar aja sebentar kok sayang. Gimana tugas-tugas sekolah kamu udah siap?"


" Udah bunda tadi zahra juga ditolong sama papa. Bunda tau, papa pintar banget menggambar bunda. Tadi papa bilang dia gambar wajah mama dan itu mirip banget sama tante indah. Apa tante indah bakalan jadi mama zahra?"


Dion ngapain sih pakai gambar wajah indah segala? kalau gini gimana cara aku jelasinnya coba? batin diana kesal.


" Sayang, kamu udah makan belum? atau mau bunda masakin makanan kesukaan kamu " seru diana mengalihkan pembicaraan.


" Beneran bunda?"

__ADS_1


" Iya sayang, Zahra mau apa? bakalan bunda buatin apapun yang zahra mau"


" Zahra pengen steak buatan bunda "


"Itu aja"


" Iya bunda"


Mereka kemudian masuk kedalam bersama-sama. Raut wajah indah terlihat tak senang melihat diana kembali dengan selamat.


Kenapa pakai selamat segala sih ni anak? padahal aku udah seneng banget dia pergi dan kalau bisa pergi selama-lamanya dari dunia ini tapi sepertinya keinginan ku itu akan sulit terwujud kalau reyhan brengsek ini masih didekat dia batin indah. Melihat tatapan sinis indah pada diana membuat ratmi segera mendekatinya.


" Lihat apa kamu ndah? kenapa natap kakak kamu begitu?" ujarnya yang membuat indah langsung melirik ratmi dengan tatapan tak suka.


" Dia bukan kakak aku ya bu, aku manggil dia kakak cuma buat nyenengin dia sementara sebelum kehancuran dia dimulai " balas indah pelan lalu tersenyum dan pergi.


Sepertinya indah memang berniat mengacaukan kebahagiaan yang selama ini aku bangun dengan susah payah. Aku harus mengawasinya agar semuanya bisa aman terkendali batin ratmi cemas.


Diana kemudian menyiapkan bahan-bahan untuk memasak. Reyhan juga turut menolongnya begitupun zahra walaupun dia hanya melihat saja. Melihat kekompakan mereka membuat ratmi begitu senang.


Apa kamu benar-benar tega ndah buat ngancurin pemandangan seperti ini? batinnya lalu ia segera bergegas ke kamarnya.


" Bunda"


" Iya sayang"


" Bunda tau zico yang sekelas sama zahra kan"


" Iya bunda"


" Kenapa dia nak?"


" Zahra juga pengen kayak zico bunda"


" Maksudnya apa sayang? apa kamu mau mainan atau apa? " timpal reyhan.


" Bukan ayah"


" Lalu apa nak?"


" Zahra juga mau punya adek kayak zico" ujar zahra yang membuat diana tersenyum-senyum sendiri.


" Kalau zahra mau adek coba tanya sama bunda, kalau ayah sih juga mau" ujar reyhan.


" Tuh kan, ayah juga mau bunda. Kita beli adek dimana bunda? soalnya adeknya zico lucu banget bunda"


Reyhan dan diana saling menatap satu sama lain karena tak tau bagaimana menjelaskannya.


" Sayang, adek itu gak bisa dibeli"


" Terus adek dapetnya dari mana ayah?"

__ADS_1


" Adek itu....hmm"


" Zahra, nanti aja ya bahas masalah adeknya. Sekarang zahra mandi dulu ya, selesai mandi nanti pasti makanannya udah jadi" sahut diana yang mencoba mengalihkan pembicaraan lagi.


" Terus adeknya gimana bunda?"


" Masalah adek nanti aja ya kita bahas sayang, sekarang zahra mandi aja"


" Iya bunda"


Zahra kemudian pergi untuk mandi ditemani oleh pembantunya. Sementara itu reyhan tampak memeluk diana dari belakang.


" Aku juga pengen lho sayang ngasih adek buat zahra"


" Oh ya, yaudah kamu buat aja sendiri ya"


" Gimana caranya coba? kan buat anak butuh dua orang na"


" Sssttt jangan keras-keras ngomongnya rey, malu tau kalau kedengaran ibu"


" Hehe sorry sayang. Jadi gimana?"


" Gimana apanya?"


" Kapan kita buatnya?"


" Reyhan kamu nakal banget sih" ujar diana membalikkan tubuhnya menghadap reyhan. Dia kemudian melingkarkan tangannya dileher reyhan " Emang kamu beneran pengen banget ya rey"


" Iyalah sayang, walaupun kita punya zahra tapi gak ada salahnya kan kalau mau nambah lagi"


" Aku sebenarnya gak masalah juga sih rey, yang aku takutin kalau kita udah punya anak itu bakalan berpengaruh sama zahra"


" Maksudnya?"


" Ya walaupun kamu sayang banget sama zahra sekarang tapi gak menutup kemungkinan juga kan seseorang itu pasti akan lebih sayang anak yang merupakan darah dagingnya sendiri dari pada yang bukan darah daging dia" jelas diana.


" Sayang, kamu dengerin aku baik-baik ya. Aku gak akan pernah mau beda-bedain anak kita sama zahra karena walaupun zahra bukan anak kandung aku tapi aku udah nganggap dia kayak anak aku sendiri sayang. Mereka nantinya juga akan mendapatkan kasih sayang yang sama dari aku na" sahut reyhan yang membuat perasaan diana sedikit lega.


" Makasih ya rey, kamu mau nerima zahra dan juga aku padahal aku punya begitu banyak kekurangan tapi kamu tetap aja masih mau"


" Udah deh sayang, aku gak mau ya denger kata-kata kayak begitu lagi. Aku sayang kamu dan semuanya yang ada di kamu. Aku juga udah pernah janji kan bakalan selamanya jagain kamu " seru reyhan yang membuat diana begitu senang dan langsung memeluknya.


" Yaudah rey, aku masak dulu. Kamu duduk aja gih sana"


" Gak mau na, aku pengen lihat kamu masak"


" Kamu nih ya manjanya kelewatan banget"


" Manja ke istri sendiri kan gak salah sayang"


Diana hanya tertawa mendengar perkataan reyhan. Ponsel reyhan tiba-tiba berdering yang membuat dia kesal karena selalu diganggu saat berduaan bersama diana.

__ADS_1


__ADS_2