Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 81


__ADS_3

Perasaan clarisa kini campur aduk antara sedih, kecewa dan marah tetapi ia tak bisa mengungkapkan atau menceritakannya pada siapapun. Dia hanya bisa menyimpan masalah itu untuk dirinya sendiri. Kebenaran yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang bahkan adik dan mamanya juga tak mengetahuinya.


Ya tuhan, sampai kapan aku harus seperti ini. Sampai kapan aku harus menipu diri sendiri dan mengikuti kemauan papa. Sampai kapan aku harus mengalami ini. Aku lelah, aku benci semua ini. Aku benciii batin clarisa yang hanya bisa meluapkan semuanya melalui air matanya yang mengalir.


Radit yang tiba-tiba datang menghampiri clarisa pun merasa heran melihat clarisa.


" Cla, kamu kenapa?"tanya radit yang membuat clarisa kaget ia masih menundukkan kepalanya karena tak ingin radit melihatnya dalam kondisi sekarang.


" Aku gak apa-apa. Ngapain kamu disini?" jawab clarisa ketus.


" Aku cuma mau ngambil beberapa dokumen yang tadi aku bilang pas rapat cla"


" Nanti aja aku yang antar ke ruangan kamu dit, aku lupa ngeletakinnya dimana?"ujar clarisa berbohong.


Radit tau ada yang salah dengan clarisa karena ia memahami sikap clarisa yang pernah menjadi kekasihnya. Dia tau bahwa clarisa kini tak baik-baik saja dan clarisa juga tak ingin menceritakan segala masalahnya pada siapapun karena itulah sikap clarisa.


" Cla, jujur sama aku kamu kenapa?"tanya radit dengan nada serius.


" Aku gak apa-apa dit. Udah pergi sana, aku mau istirahat bentar capek tau habis rapat tadi" jawab clarisa memberikan alasan.


" Bohong! Kenapa sih kamu gak pernah bisa jujur sama aku cla? Aku tau kita memang sudah putus tapi setidaknya kalau kamu ada masalah kamu kan bisa cerita sama aku cla, jangan seperti ini"


" Udah deh dit, pergi sana aku gak mau diganggu"


Radit mendekati clarisa dan memegang pundak clarisa yang membuat clarisa menoleh kearahnya dengan air matanya yang masih mengalir di wajahnya. Radit terkejut melihat clarisa seperti itu karena saat bersama dengannya clarisa hampir tak pernah meneteskan air matanya.


" Kamu kenapa cla?" tanya radit dengan penuh perhatian lalu menghapus air mata clarisa. Clarisa kemudian mendorong radit menjauh darinya.


" Bukan urusan kamu dit, lebih baik kamu pergi sekarang juga dari sini" jawab clarisa sambil menarik radit untuk keluar dari ruangannya tetapi radit tetap bersikeras untuk tinggal diruangan itu.


" Radit!" Pekik clarisa kesal.


" Kamu kenapa? Kamu harus jujur sekarang juga sama aku cla, aku gak bisa lihat kamu begini"

__ADS_1


" Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kita udah putus ya jadi untuk apa kamu tau semua masalah aku. Aku gak suka ya kamu terlalu ikut campur sama hidup aku. Kalau kamu gak mau keluar dari sini, aku yang bakalan pergi" tegas clarisa sembari pergi meninggalkan radit. Radit kemudian mengejarnya dari belakang.


Sementara itu diana yang baru terjaga dari tidurnya terkejut mendapati reyhan tertidur disebelahnya dengan posisi duduk dilantai dan kepalanya disebelah diana. Diana segera duduk sambil menatap reyhan yang masih tertidur.


Ini jam berapa ya? Sepertinya karena bosan aku jadi ketiduran tapi kenapa reyhan malah ikutan tidur juga sih disini bukannya kerja batin diana. Dia kemudian mengambil ponsel reyhan dengan hati-hati karena ia Bu begitu kepo dengan isi ponsel reyhan. Ketika menghidupkan ponselnya dia merasa kecewa karena ponsel itu dipasangi sandi tetapi diana tak menyerah ia segera mengisi sandi dengan nama reyhan dan itu salah.


Apa sih sandi ni anak? Dia kan orang penting pasti sandinya susah banget deh dia bikin. Sandinya lima huruf, apa ya? batin diana yang mencoba berpikir keras untuk membuka sandi ponsel reyhan.


"Aku tau pasti ini sandinya" lirih diana pelan lalu memasukkan namanya sendiri pada ponselnya reyhan dan benar saja ponsel reyhan langsung terbuka. Diana melihat wallpaper ponsel reyhan yang merupakan foto dirinya dan reyhan saat SMA.


Diana memeriksa apa saja yang ada di ponsel reyhan karena ia begitu penasaran apakah reyhan ini benar-benar orang yang mencintainya atau hanya memanfaatkannya kini karena ia hilang ingatan.


Setelah memeriksa ponsel reyhan dengan cepat diana kemudian mengembalikan ponsel reyhan ketempatnya semula. Diana tak tau bahwa reyhan sudah terjaga saat ia terjaga tetapi reyhan pura-pura tidur untuk melihat apa yang dilakukan oleh diana.


" Gimana pemeriksaannya?"Ujar reyhan sambil membuka matanya perlahan.


" Kamu udah bangun?" Ujar diana terkejut.


" Iya aku udah bangun. Kamu lihat apa sih diponsel aku?"


" Buat apa marah"


" Ya kan aku ngambil ponsel kamu gak bilang dan main meriksa aja, masa iya kamu gak marah sih. Dimana-mana orang pasti marah ponselnya diperiksa tanpa izin"


" Diana, ngapain aku marah coba. Calon istri aku yang meriksa ponsel aku jadi kenapa harus marah?"


Fiks dia kayaknya beneran cinta banget sama aku. Aku udah ngelakuin banyak hal yang dia gak suka tapi dia malah terus baik sama aku dan dia juga gak pernah marahin aku. Di ponselnya juga cuma ada foto aku dan tentang bisnis dia batin diana berfikir sejenak.


" Hey! Mikirin apa sih?" ujar reyhan yang membuyarkan lamunan diana.


" Gak ada. Oh ya, aku pulang sekarang ya"


" Yaudah yuk bareng"

__ADS_1


" Kamu gak punya rumah ya rey?" tanya diana.


" Maksud kamu?"


" Iya. Kenapa kamu harus tinggal dirumah aku terus? Padahal kamu kan seorang pengusaha terkenal masa iya gak punya rumah sih"


Reyhan menatap diana sejenak lalu menjawab perkataan diana.


" Kamu mau tau kenapa aku kerumah kamu terus na" ujar reyhan dan diana menganggukkan kepalanya lalu reyhan menyambung perkataannya " karena kamu adalah rumah aku na dan aku ngerasa nyaman saat aku dekat kamu. Aku merasa begitu tenang kalau kamu didekat aku na"


Hadeuh nyesel aku nanya karena Jawabannya ujung-ujungnya aku juga batin diana.


" Yaudah deh terserah kamu aja. Aku pengen pulang sekarang" ujar diana lalu hendak menuju keluar ruangan tetapi reyhan menarik tangannya.


" Reyhan, kenapa sih?" Pekik diana kesal.


Reyhan kemudian mengambil masker dalam laci meja kerjanya dan memakaikannya pada diana. Lalu reyhan juga menutup wajah kepala diana dengan jaketnya.


" Kamu lupa ya, kamu harus sembunyiin wajah kamu kan" jelas reyhan pada diana.


" Oh iya, aku hampir lupa rey" seru diana.


Mereka segera berjalan menuju keluar. Para karyawan menatap mereka tajam dan saling bertanya satu sama lain. Reyhan tak mengacuhkan dan terus melangkah menuju keluar kantornya sambil memegang tangan diana.


Sesampainya didepan mereka tak sengaja berpapasan dengan radit dan clarisa. Clarisa menatap tajam pada wanita disebelah reyhan.


" Kenapa kalian diluar? Bukannya ini masih jam kerja" ujar reyhan.


" Maaf pak bos, ini salah saya" jawab radit sambil menunduk.


" Apa-apaan sih kamu dit. Pak bos ini salah saya juga pak bos" timpal clarisa.


" Clarisa tidak salah pak bos ini sepenuhnya salah saya"

__ADS_1


Radit dan clarisa terus berdebat dihadapan reyhan yang membuatnya kesal.


" Diam!" Bentak reyhan yang membuat mereka terdiam seketika dan diana juga terkejut.


__ADS_2