
Sore harinya, Reyhan dan Zahra berpamitan untuk pergi jalan-jalan. Setelah Reyhan dan Zahra pergi, Diana segera buru-buru mengganti pakaian lalu bergerak keluar kamar perlahan.
" Mau kemana Na?" Tanya Bu Ratmi yang tiba-tiba datang.
" Itu Bu, Diana ada janji sama teman diluar sekarang. Yaudah ya Bu Diana udah telat banget byee" sahut Diana yang langsung pergi keluar meninggalkan Bu Ratmi.
Semoga ibu percaya deh batin Diana.
Sebuah mobil berwarna hitam sudah menantinya di depan pagar rumah Diana.
" Udah lama nunggu ya kak " ujar Diana sambil masuk kedalam mobil.
" Gak juga kok. Kita mau kemana nih?"
" Nonton aja gimana kak"
" Yaudah kita kesana"
Coba aja gue gak janji sama Ririn buat terima pdkt kak David malas banget gue pergi sekarang. Lebih enakan dirumah tiduran batin Diana.
Suasana hening terasa didalam mobil karena Diana dan David sama-sama canggung untuk berbicara duluan. Akhirnya Diana membuka pembicaraan.
" Kakak sama Ririn dekat banget ya?"
" Dibilang Deket banget sih lumayan juga. Aku sama Ririn dari kecil udah kenal apalagi mama aku dan papanya Ririn adik kakak jadi kami sering ketemu di acara keluarga gitu. Kalau kamu sendiri kenal Ririn dimana?"
" Kalau Diana sih kak kenal Ririn pas awal masuk SMA. Ririn orangnya baik banget dan paling ngertiin aku. Pokoknya sahabat terbaik deh kak walaupun kadang-kadang ngeselin"
" Ngeselin gimana?"
Diana pun menceritakan kejailan-kejailan yang sering dilakukan Ririn. Hal itu membuat Diana dan David tertawa bersama.
Tak lama mereka sampai disebuah mall. Mereka pun turun dan bergegas masuk kedalam.
" Kamu mau nonton apa Na?"
" Apa aja deh kak"
" Kamu suka film romance, action, atau yang gimana"
" Yang action aja kak"
" Yaudah tunggu disini dulu aku beliin tiket dulu"
__ADS_1
David pun pergi membeli tiket untuk mereka nonton. Ketika sedang menunggu Diana membalikkan badannya kebelakang untuk melihat sekitar dan betapa terkejutnya dia melihat Reyhan dan Zahra dari kejauhan. Diana menjadi panik seketika.
Aduh kenapa mereka harus ada disini sih? Kalau mereka lihat aku disini bisa jadi masalah besar ni aku harus segera pergi dari sini tapi kemana ya batin Diana.
David menghampiri Diana yang tampak panik.
" Na, ini tiketnya. Filmnya mulai 30 menit lagi gak apa-apa kan"
" Iya kak. Kak gimana kalau kita ketempat lain dulu jalan-jalan" pinta Diana yang panik karena Reyhan dan Zahra semakin mendekat ke arahnya.
" Emang mau kemana?" Tanya David bingung melihat tingkah Diana.
" Udah ikut aja kak" ajak Diana sambil menarik tangan David pergi dari situ. Karena tak memperhatikan jalan ternyata Diana membawa David ke butik khusus pakaian pengantin. Diana masih melirik kearah Reyhan dan Zahra yang tampak tak terlihat lagi. Diana menarik napas lega lalu melihat sekelilingnya.
" Kita ngapain kesini na?" Tanya David sambil tersenyum.
Diana hanya tersenyum malu karena membawa David ke tempat pakaian pengantin.
Seorang staff karyawan disitu pun datang menghampiri mereka.
"Permisi mas dan mbak mau pesan model apa dan hari apa mbak?"
" Aduh mbak maaf kami salah masuk tempat mbak. Maaf ya mbak" ujar Diana lalu keluar dari tempat itu bersama David.
" Kamu kenapa Na, kayak dikejar orang aja dari tadi sampai-sampai gak liat kemana kita masuk"
" Mmm maaf ya kak, Diana kayaknya kurang fokus deh mungkin gara-gara belum makan"
" Kamu belum makan. Yaudah yuk kita makan dulu kan filmnya masih beberapa menit lagi"
Diana hanya mengganggukkan kepalanya saja. Mereka pun bergegas ke tempat makan yang tak jauh dari bioskop. Ketika sedang memilih-milih menu, Reyhan dan Zahra ternyata datang juga ke tempat makan itu.
Aduh Mereka lagi! Kenapa sih mereka selalu berkeliaran didekat aku. Ya Tuhan jangan sampai aku ketahuan sama mereka batin Diana berharap.
Diana tampak menutupi wajahnya dengan buku menu.
" Na, kamu pesan apa?" Tanya David.
" Sama aja kak" balas Diana pelan.
" Yaudah mbak saya pesan spaghetti sama makanan yang ini dua mbak terus minumnya yang ini ya mbak" ujar David sambil menunjuk ke buku menu dan memberikan buku itu pada pelayan.
" Baik pak" sahut pelayan itu.
__ADS_1
" Na, buku menunya kasih sama pelayan" ujar David.
" Mbak, bukunya bisa ditinggal dulu gak soalnya saya masih mau mesan tapi masih bingung" seru diana yang masih menutupi wajahnya dengan buku menu.
" Yasudah tidak apa-apa buk" sahut pelayan yang segera pergi mengambil pesanan mereka.
" Na kamu kenapa sih?" Tanya David yang merasa heran dengan sikap Diana.
" Gak apa-apa kak. Kak Diana permisi ke toilet dulu ya" balas Diana sambil berlari membawa buku menu menuju toilet.
Di toilet Diana tampak begitu lega karena terlepas dari Zahra dan Reyhan.
" Aduh, kenapa mereka harus datang kesini juga sih. Sebanyak itu mall kenapa mereka harus kemari ya Tuhan. Gimana kalau aku sampai ketahuan ada disini sama mereka pasti bakalan jadi masalah besar. Mereka pakai makan di tempat yang sama kayak aku dan David lagi" Guman Diana kesal.
Diana segera keluar toilet dan berjalan perlahan-lahan melihat sekitar apakah ada Reyhan dan Zahra atau tidak. Setelah selesai melihat tidak ada Zahra dan Reyhan Diana kembali ke tempat David.
" Maaf lama ya kak" ujar Diana masih sambil melihat sekelilingnya.
" Gak apa-apa na. Kamu cari apaan na?" Balas David yang ikut juga memperhatikan sekelilingnya.
" Gak ada kak" sahut Diana tersenyum.
Pesanan mereka tiba dan mereka segera melahap makanan itu.
" Kamu suka na?"
" Iya kak. Makanannya enak" jawab Diana sambil melahap makanannya.
David hanya tersenyum melihat Diana makan dengan lahap.
Diana kamu sangat cantik dan baik. Semoga saja kita bisa jadi pasangan yang serasi kelak batin David berharap.
Setelah selesai makan mereka kembali ke bioskop untuk menonton film. Didalam bioskop bukannya memperhatikan film, Diana malah teringat kenangan dirinya bersama Reyhan saat menonton di bioskop. Wajah Diana terlihat sedih, David yang melihatnya merasa heran karena film yang mereka tonton tidak ada sedihnya sama sekali melainkan akting bahagia.
" Na, kamu kenapa?" Tanya David sambil memegang pundak Diana.
" Gak apa-apa kak" jawab Diana sambil fokus melihat layar bioskop.
Apa Diana gak suka filmnya ya. Kenapa dia kelihatan begitu sedih batin David.
David hanya memperhatikan Diana yang memperhatikan Layar.
Reyhan kenapa kamu terus sih yang ada dipikiran aku. Aku benci kamu Rey tapi kenapa kamu selalu datang ganggu aku didunia nyata dan pikiran aku selalu aja kamu ganggu batin Diana.
__ADS_1