Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 7


__ADS_3

Sementara itu reyhan yang baru saja selesai meeting tampak langsung menuju ruangannya. Dia mengambil ponselnya menghubungi diana tetapi tidak ada jawaban sama sekali.


" Apa diana masih marah ya sama aku karena hal tadi? gak biasanya dia gak angkat telpon aku" guman reyhan pada dirinya sendiri.


" Permisi pak bos" ujar radit yang berada didepan pintu ruangan reyhan.


" Masuk dit" sahut reyhan. Radit kemudian masuk dan menghampiri reyhan


" Ada apa dit?"


" Pak bos, seorang wanita bernama karmila datang dan dia bilang harus bertemu dengan bos segera"


Wanita ini! Untuk apa dia datang kemari? Apa dia akan membuat masalah lagi batin reyhan kesal.


" Suruh dia masuk"


" Baik pak bos"


Radit segera memanggil karmila untuk masuk dan meninggalkan mereka berdua.


" Mau apa kamu kemari ha!"


" Reyhan, kenapa sih kamu gak bisa bersikap sedikit manis saja kepada aku seperti kepada diana "


" Apa kamu pikir kamu pantas ha? jangan pernah menyamakan kamu dan diana ya karena kamu dan dia sangat jauh berbeda"


" Terserah kamu saja Rey, aku sudah terbiasa dengan sikap kamu yang seperti ini. Aku tidak akan berlama-lama lagi disini, Aku akan menandatangani surat cerai itu"


" Apa? Kamu serius akan bercerai"


" Iya dengan satu syarat"


" Aku yakin wanita licik seperti kamu tidak akan menceraikan aku semudah itu"


" Kamu harus mengalihkan semua harta reyna corp atas nama aku termasuk rumah sakit yang akan dibangun disebelah rumah diana itu "


" Apa kamu gila ha? Rumah sakit itu adalah impian diana. Aku gak akan pernah memberikan itu sama kamu"


" Yasudah kalau begitu, perceraian kita tidak akan pernah ada reyhan dan diana akan selalu tersakiti akibat kamu sendiri" tegas karmila lalu ia segera pergi meninggalkan reyhan. Reyhan terlihat begitu bimbang, dia bisa saja memberikan segalanya untuk karmila tetapi rumah sakit yang akan dibangunnya ini merupakan impian diana dan dia tau diana pasti akan sedih jika impiannya ini akan hilang seketika.


***


Malam harinya reyhan tampak baru saja pulang kerumah. Dia menuju ke kamar tetapi ia tak menemukan diana. Akhirnya dia turun dan bertanya pada ratmi.


" Bu, diana dimana?"


" Dikamarnya mungkin, dia seharian tidak ada keluar kamar"


" Diana gak ada dikamar bu"

__ADS_1


" Gak ada gimana? dia dari tadi gak ada keluar rey dan gak bilang juga kalau mau keluar"


Mereka kemudian bersama-sama mencari diana diseluruh penjuru rumah tapi tak kunjung menemukannya. Reyhan mengumpulkan seluruh pengawal yang ia suruh untuk menjaga rumahnya.


" Dimana diana ha?" bentaknya dengan nada tinggi.


" Maaf pak bos, kami dari tadi tidak melihat nona diana keluar" ujar salah seorang pengawal. Tiba-tiba pengawal yang keluar dari ruangan cctv datang menghampiri reyhan.


" Permisi pak bos"


" Ada apa?"


" Pak bos, saya melihat dari rekaman cctv rumah bahwa nona diana tadi pagi pergi meninggalkan rumah ini pak bos. Dia juga tidak berpamitan atau memberi tau siapapun pak bos"


" Kenapa kamu baru ngasih tau saya ha! dasar gak becus. Pokoknya saya mau diana ditemukan secepatnya atau kalian akan saya habisi!" ancam reyhan yang membuat para pengawal tersebut segera pergi berpencar mencari diana.


Reyhan juga menghubungi beberapa teman diana tetapi mereka mengatakan tidak mengetahui diana ada dimana.


" Reyhan, ini semua salah kamu" cetus ratmi tiba-tiba.


" Maksud ibu?"


" Kamu itu udah terlalu nyakitin diana rey, dia pasti sangat down sekarang makanya pergi dari rumah ini. Seandainya ibu tidak menyetujui hubungan kamu dan diana. Dia pasti tidak akan menderita seperti sekarang ini. Ibu gak akan pernah memaafkan kamu jika terjadi sesuatu pada diana rey" tegas ratmi lalu pergi meninggalkan reyhan.


Reyhan terlihat begitu sedih mendapat perlakuan seperti itu dari ratmi. Memang dirinya bersalah pada diana tetapi dia juga tak menginginkan hal ini terjadi.


' Halo dit'


' Halo pak bos'


' Maaf saya mengganggu waktu malam kamu'


' Tidak apa-apa pak bos, ada perlu apa pak bos?'


' Diana menghilang dit, apa kamu bisa bantu saya untuk mencari diana dimana'


' Baik bos, saya akan mengerahkan beberapa orang kepercayaan saya untuk mencari nona diana'


' Yasudah kalau begitu saya tutup dulu telponnya, saya juga akan pergi mencari diana'


' Baik pak bos'


Radit kemudian memutuskan panggilannya lalu ia segera mengambil jasnya kembali.


" Radit, mau kemana?" tanya clarisa yang datang sambil membawa makanan.


" Sayang, aku harus keluar dulu ya. Pak bos butuh bantuan aku "


" Tapi kamu baru aja pulang masa mau pergi lagi sih"

__ADS_1


" Sayang, kamu tau kan suami kamu ini siapanya reyhan, kasihan dia sayang. Pak bos sudah sangat banyak mendapat masalah"


" Iya sih. Kamu gak punya istri pertama kayak reyhan juga kan"


" Gimana ya?"


" Radit" pekik clarisa mencubit pinggang suaminya.


" Ya enggaklah sayang. Kamu kan tau sendiri kalau satu-satunya wanita yang aku sayang itu cuma kamu aja"


" Beneran"


" Iya sayang"


" Yaudah deh, kamu boleh pergi tapi makan dulu ya sayang"


" Tapi sayang"


" Gak ada tapi-tapi pokoknya kamu harus makan dulu dit" ujar clarisa sambil menyuapkan makanan ke mulut radit. Mereka kemudian makan bersama dulu lalu radit segera pergi mencari keberadaan diana.


Sementara itu dirumah sakit diana tampak masih memantau keadaan jason. Jason kemudian mulai menggerakkan tangannya perlahan. Diana segera mengecek kondisi jason. Ririn juga datang menghampiri diana.


" Na, dia udah mulai sadar"


" Iya rin"


" Akhirnya na, aku kira aku bakalan mati muda gara-gara nih anak lama banget sadarnya"


" Sssttt... Jangan ngomong sembarangan deh rin"


Jason kemudian membuka matanya perlahan dan melihat sekitarnya. Kemudian matanya tertuju pada diana yang sedang memperhatikannya.


" Saya dimana" lirih jason pelan.


" Kamu lagi dirumah sakit"


" Rumah sakit, saya gak mau. Saya mau pulang" seru jason yang berusaha bangkit tetapi diana menahannya.


" Jason, kamu itu baru sadar dan kamu gak boleh kemana-mana dulu. Kamu harus istirahat dulu"


" Kamu siapa ha berani memerintah saya. Lepaskan saya" berontak jason.


" Rin segera ambil penenang "


" Saya gak mau"


" Jason! Kamu dengerin saya baik-baik. Saya tau kamu itu keras kepala dan selalu membangkang sama kedua orangtua kamu. Semua itu hanya karena kamu ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang mereka bukan. Kamu sudah dewasa dan bukan anak-anak lagi jadi tolong bersikap seperti orang dewasa jason. Kamu tau, kedua orangtua kamu sangat menyayangi kamu ya walaupun mereka terkadang melakukan hal-hal yang tidak kamu inginkan tetapi itu semua demi kebaikan kamu jason" ujar diana memberi nasehat. Jason terdiam dan tidak meronta-ronta lagi.


" Kamu tau, saya tidak suka lahir di keluarga seperti ini. Terlalu banyak tuntutan dan tidak ada perhatian. Kalau boleh memilih lebih baik saya menjadi orang biasa saja" ujar jason dengan nada sedih.

__ADS_1


__ADS_2