Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 82


__ADS_3

Radit dan clarisa menunduk diam dihadapan reyhan.


" Kalian berdua sama-sama salah dan saya mau" belum selesai reyhan berbicara diana lalu memegang tangan reyhan karena ia tak ingin berlama-lama disitu. Lalu reyhan menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan " Saya minta kalian kembali bekerja sekarang dan kejadian ini jangan terulang lagi"


" Baik pak bos" jawab clarisa dan radit bersamaan lalu masuk kedalam kantor. Sementara reyhan dan diana segera masuk kedalam mobil untuk menuju kerumah diana.


Diperjalanan diana melepaskan jaket yang menutupi kepalanya dan masker karena ia merasa pengap.


" Kenapa kamu harus marah kayak tadi sih rey? Kamu seharusnya tanya dulu mereka ada keperluan apa keluar kantor bukannya malah emosian gak jelas" seru diana dengan raut wajah kesal.


" Mereka itu harus di peringatkan na biar lain kali gak begitu lagi dan kalau emang mereka ada keperluan seharusnya bilang dulu ke aku na. Kamu kan tau mereka juga orang penting dikantor masa iya ngasih contoh gak baik" jelas reyhan.


Diana hanya diam sembari memanyunkan bibirnya.


Dikediaman reyhan tampak tika ingin berpamitan pada karin untuk pulang. Karin begitu tak rela tika akan pergi meninggalkan dirinya.


" Apa kamu beneran harus pergi tik?" tanya karin yang sangat berharap jawaban tika tidak.


" Iya ma. Mama jangan sedih gitu dong, tika bakalan tetap jadi anak mama kok dan tika juga pasti bakalan datang berkunjung kesini kok ma" jawab tika dengan seulas senyuman yang iya paksa karena sebenarnya ia juga tak rela meninggalkan karin.


" Janji ya sayang"


" Iya mama" balas tika sambil memeluk karin lalu melepaskannya kembali. Karin pun membukakan pintu dan membuat tika terkejut karena kedatangan arsen dan sovia yang kini berada didepannya. Tika menatap tangan sovia yang bergantung manja pada lengan arsen.


Hati tika terasa begitu sakit karena harus melihat pemandangan tersebut. Rasanya dia ingin sekali menangis dan menampar wajah arsen kini tetapi ia menahannya karena ada karin. Dia sudah berjanji akan menjadi wanita yang baik pada karin.


Jadi cewek yang aku lihat tadi sovia batin tika.

__ADS_1


" Sovia, kamu kemari. Kok gak bilang sama tante" sambut karin.


" Maaf tante tadi sovia pengen ngasih kejutan sama tante soalnya sovia tau reyhan pasti jarang kemari makanya sovia kesini mau nemanin tante" jelas sovia.


Arsen yang melihat tika begitu tajam menatap kearah lengannya pun segera melepaskan tangan sovia yang bergantung ditangannya.


" Kamu disini tik?" ujar arsen.


" Kamu siapa? Kok bisa tau tika" seru karin.


Ketika arsen ingin menjawab tika langsung memotongnya.


" Tika gak kenal dia ma. Yaudah tika balik dulu ya ma" ujar tika berpamitan dan mencium punggung tangan karin. Lalu ia segera pergi menuju mobilnya dan arsen pun mengejarnya. Arsen meraih dan menggenggam tangan tika tetapi dengan cepat tika melepaskannya.


" Tika, kamu kenapa sih? Aku telpon gak diangkat. Pas kemarin aku mau jelasin kamu malah langsung matiin telpon dan sekarang sikap kamu juga kenapa dingin banget sih ke aku" tanya arsen yang heran dengan sikap tika.


" Tika, plis tolong kasih tau aku. Salah aku itu apa? Kenapa kamu malah begini sih. Kamu tau kan alasan aku nolak mami kemarin karena apa. Aku emang gak bisa nurutin permintaan mami kamu karena" belum selesai arsen berbicara tika langsung melayangkan tangannya pada wajah arsen.


" Aku gak butuh penjelasan kamu ar. Kamu tau aku benci sama kamu. Aku kira kamu beda sama reyhan ternyata sama aja tau gak. Aku kecewa karena aku harus ngasih kesempatan buat kamu yang malah buat hati aku terluka kayak gini" jelas tika dengan mata berkaca-kaca karena ia berusaha agar tidak menangis dihadapan arsen.


" Kamu boleh nampar aku sepuasnya tik kalau memang aku ngelakuin kesalahan karena nolak permintaan mami kamu tapi aku gak pernah ngerasa aku nyakitin kamu seperti reyhan tik"


" Oh ya, jadi kamu rasa kamu itu cowok yang beda dari reyhan"


" Aku sayang banget sama kamu tika. Kamu tau sendiri kan kalau dari dulu aku itu suka sama kamu bahkan sampai sekarang. Aku janji akan selalu bahagiain kamu selamanya tik" seru arsen sambil memegang kedua tangan tika berusaha meluluhkan emosi tika pada dirinya.


Tika kemudian tertawa dengan air matanya yang ikut serta berjatuhan karena ia tak dapat menahannya lagi.

__ADS_1


" Wah, kamu hebat banget ya arsen. Kata-kata kamu pasti bakalan bisa dipakai buat cewek bodoh tetapi aku enggak! Asal kamu aku gak akan sudi hidup sama cowok brengsek kayak kamu jadi lebih baik kamu buang jauh-jauh harapan bulshit kamu itu" tegas tika melepaskan genggaman arsen lalu ia mendorong arsen dan naik kedalam mobil.


" Jalan sekarang pak" perintah tika yang masih berderai air mata.


" Tikaaa aku sayang banget sama kamu! Pliss jangan tinggalin aku tik!" Teriak arsen sambil mengejar mobil tika dari belakang.


" Non apa tidak sebaiknya kita berhenti non. Kasihan pemuda itu mengejar kita terus non" ujar sopir pribadi maya memberikan saran pada tika.


" Enggak pak. Tambah kecepatan sekarang pak dan gak usah banyak bicara fokus aja nyetir" jawab tika.


Beberapa kali tika menghadap kearah belakang melihat arsen yang terus mengejarnya.


Kenapa kamu gak biarin aku pergi dengan tenang sih ar? Aku benci kamu. Aku benciii banget sama kamu arsen. Kamu itu laki-laki brengsek, aku benci kamu batin tika.


Arsen pun terjatuh karena tersandung tetapi ia tetap berusaha untuk mengejar tika. Tika tak tega melihat keadaan arsen yang seperti itu tetapi ia bersikeras tak mempedulikannya dan menyuruh sopir menambah kecepatannya.


Arsen yang tak dapat mengejar tika karena ia hanya mengunakan kekuatan kakinya sementara tika menaiki mobil. Arsen terduduk ditengah jalan sambil menangis sementara itu sovia tampak menyusul dari belakang karena merasa ada yang tak beres terjadi pada arsen.


" Arsen" panggil sovia yang datang menghampiri arsen" Lo ngapain sih disini?"


" Tika ninggalin gue sov"


" Yaelah, cewek masih banyak arsen bahkan yang melebihi tika. Kenapa lo jadi cowok cengeng gini sih cuma gara-gara satu cewek" pekik sovia yang membopong arsen menuju kerumah reyhan.


" Gak ada yang seperti tika sov, gue sayang banget sama dia. Kenapa dia gak ngerti sih? Gue rela ngasih nyawa gue buat dia sov kalau dia emang butuhin itu tapi gue gak bisa buat keluarga gue sedih. Seharusnya dia ngerti sov, cuma dia wanita yang selalu ada dihati gue" jelas arsen yang membuat sovia begitu kagum pada cinta yang dimiliki arsen untuk tika.


Kenapa gak gue aja sih ar? Tika beruntung banget bisa lo cintai se dalam ini tapi dia malah gak bisa ngehargain cinta lo sama dia. Seandainya gue diposisi dia, gue pasti bakalan jadi cewek paling bahagia di dunia ini ar batin sovia.

__ADS_1


__ADS_2